Biar Disapu Ombak

Biar Disapu Ombak
Lupakan.. lalu semuanya akan selesai...

Jumat, 03 Februari 2012

Yukkkk cari yang aman....


Kadang sulit mendapatkan orang yang berani berbicara dan mengeluarkan pendapat. Apalagi dalam berorganisasi..
Semua cenderung melihat mana yang angin yang kuat dan dibiarkan layangannya mengikuti angin..
Apalagi jika sudah mengusung konsep dari anggota untuk anggota ..
plus balutan-balutan idealisme yang tinggi...ibarat politisi menjanjikan saat kampanye.
Semua massa hanya mampu diam dan melihat kemana bermain secara aman.
Sayang.. komunitas ini berisi para pemimpin.. tapi tak ada sedikitpun mencerminkan didalamnya berisi para pemimpin.
Atau mungkin karena ini berisi para pemimpin..... may be yes .. may be no...

Kamis, 02 Februari 2012

Ku semakin melangkah jauh darimu..

aku melangkah kembali...
kutahu kau pasti tak suka
kutahu kau pasti berang padaku
tapi aku memutuskan untuk kembali...

telah kukatakan padamu..
aku akan melakukan apa yg ku mau
tak kuterpaku padamu
tak lagi kuberpikir tentangmu..

aku kan melangkah menjauh darimu
karena kutahu tak ada gunanya untuk kembali

Minggu, 29 Januari 2012

Ini Hanya Masalah Keikhlasan..

Saat kukatakan kepada ibuku kalau aku sudah lelah menjadi pimpinan di perusahaannya dan ingin menjadi komisaris, ibuku menanyakan.. apakah memang nanti setelah menjadi komisaris tidak ikut-ikut mengurus operasional. Kalau masih ikut-ikutan mengurusi kegiatan operasional..lebih baik jangan jadi komisari, begitu katanya tegas. Bagaimana ya reaksi ibuku jika aku tanyakan bagaimana kalau mencari pimpinan baru saja dan aku yang menjadi manager.. pasti ibuku lebih tertawa lagi.. "dimana-mana karir itu meningkat bukan menurun,.." pasti kalimat seperti itu yang akan keluar dari mulutnya..

Ibuku bukan lah seseorang yang berpendidikan tinggi atau mengerti organisasi. Ibuku hanya ibu rumah tangga biasa. Tidak pernah bekerja sebagai wanita karir.. ia hanya mendampingi ayahku saja sebagai seorang PNS...tapi ibuku tahu apa tugas komisaris, apa tugas direksi dan apa tugas manager... dan bagaimana karir yang dikatakan baik dimata orang lain dan diri kita sendiri.

Jadi kalau ibu ku yang hanya ibu rumah tangga saja bisa mengerti..kenapa orang yang mengaku pakar dalam berorganisasi dan pakar di LSM tidak paham berorganisasi. Kenapa juga harus banci dan tak berani terang-terangan. Strategi mempertahankan kekuasaan sih boleh-boleh saja tapi kenapa juga harus menjadi orang yang tak pernah ikhlas melepaskan jabatan.

Kalau memang menganggap dirinya sudah tak pas untuk memimpin organisasi, sampaikan saja kepada organisasi, agar dilakukan penggantian ketua organisasi. Biarkan semuanya berjalan sesuai mekanisme organisasi. Tak usah mengangkat seseorang secara tiba-tiba dan mengubah jabatan dirinya menjadi sekretarisnya. Itu artinya masih ingin berkuasa tapi sudah tak punya nyali untuk menjadi ketua, mungkin karena sudah merasa pamor reputasinya sudah tak seperti dulu lagi.

Jangan menjadikan seseorang menjadi boneka. Kalau memang ikhlas memberikan tongkat estafet..berikan dengan tulus. Lebih terlihat terhormat dan elegan. Tak punya jabatan bukan berarti membuat orang melupakan jasa-jasanya dan andil-andilnya. Orang tak buta dengan prestasi yang telah dibuat. Jangan membuat orang menjadi tak ingin mengingat-ingat andil dan jasanya karena sudah tak bisa melihat sepak terjangnya yang membuat konflik sepanjang masa.

Ini hanya masalah keikhlasan.. selama rasa ikhlas itu tak pernah ada.. siapapun ketuanya akan selalu digenggam dalam kekuasaannya. Jika ketua tak bisa lagi dicengkram dalam genggamannya maka merasa tak nyaman. Akhirnya organisasi ini hanya penuh berisi konflik yang berkepanjangan. Apakah ingin menjadi seorang yang dikenang karena menjadi sumber konflik padahal dulu dikenal sebagai orang yang idealis dan dipuji banyak orang.
Kadang kita memang bisa jatuh karena perbuatan kita sendiri...

Sabtu, 28 Januari 2012

Biar Nanti Waktu yang Berbicara....


Awalnya aku ingin menghindar dan tak menghadiri undangannya. Namun keberanianku tak cukup ada untuk mengecewakannya. Dia adalah sosok yang harus aku hormati karena aku tahu dia juga menghormati kami. Dengan niat membangun persahabatan yang tulus dan juga dengan niat baik untuk menyelesaikan semua kekisruhan ini, akhirnya aku..mungkin tepatnya kami.. hadir memenuhi undangannya.

Sebenarnya aku tak yakin apakah pertemuan ini akan menghasilkan hal-hal yang positip. Menurut aku pertemuan 2 kubu ini pasti akan diisi dengan debat kusir apalagi dari pihak yang merasa ini adalah miliknya tanpa pernah mau mengingat bahwa ini semua bisa ada bukan karena dirinya seorang tapi karena dukungan dari banyak orang.

Saat kami berbincang-bincang dengan dia..semua terbangun dengan suasana yang penuh canda dan persahabatan. Ku akui dia memang orang yang sungguh-sungguh baik..bukan pribadi yang pura-pura baik. Walau kami sering bertemu, tapi semuanya hanya sepintas-pintas saja. Tak pernah kami punya kesempatan untuk berbicara hanya dengan dia. Selalu ada orang lain. Walau dia sering menghubungi kami lewat telepon tapi kami juga tak akan pernah bisa seterbuka ini.

Semua hal yang selama ini menjadi tanda tanya di kepala kami, semua hal yang selama ini menjadi uneg-uneg kami..kami keluarkan semua dengan terbuka..tanpa harus menyinggung perasaannya. Dia pun menanggapinya dengan positif.. Baru lah kami tahu siapa dirinya sebenarnya. Sepertinya selama ini kami telah salah menduga. Kami pikir dia adalah sebuah pribadi yang mudah disuruh-suruh oleh orang yang mempunyai power kuat tanpa pernah bisa menyaring mana yang baik mana yang tidak. Pertemuan kemarin memang sedikit melegakan kami.

Namun pertemuan malam hari belum seperti yang kami harapkan. Nuansa pemaksaan kehendak dari pribadi-pribadi tertentu masih nampak terasa. Tapi biarlah.. kami serahkan hasilnya semua kepada mereka yang berpribadi-pribadi memaksakan kehendak. Silahkan saja mereka melakukan apa yang ingin mereka lakukan. Kalau menurut mereka itu memang dianggap sudah sesuai mekanisme hukum yang berlaku.. sudah bisa diterima oleh banyak orang. Biarlah waktu saja nanti yang berbicara..

Prinsip kami tetap satu.. kembali pada mekanisme yang berlaku.

KAU PERGI DENGAN JANJI YANG KAU INGKARI


Ku tak pernah meminta
Kau yg berjanji sendiri..

Ku tak pernah bertanya
Kau yg berucap sendiri

Ku tak pernah berharap
Kau yg memberi harap

Janjimu terucap sendiri
... Harapmu kau tanamkan padaku

Lalu diam....
Lalu diam...
Dan pergi...
Kau pergi dengan janji yang kau ingkari...

Semudah itu kau bagi janjimu..

Minggu, 22 Januari 2012

Sesuatu yang Luar Biasa...











Komunikasi adalah keterampilan paling penting dalam hidup. 
Kita menghabiskan sebagian besar jam bangun kita untuk berkomunikasi. (Steven R. Covey)


Awalnya ini hanya kerinduan agar seluruh karyawan di kantorku mampu mempresentasikan semua produk yang ada di kantor. Setiap briefing pagi pasti selalu terjadi 4L.. lu lagi lu gi. Tak ada yang mau memimpin doa atau briefing pagi, semua saling tunjuk. Dan akhirnya muncullah 4L.

Dan terbukti para 4L ini tak terlalu grogi saat maju kedepan, berbeda dengan yang menunjuk-nunjuk.

Pelatihan ini awalnya dipenuhi dengan tanda tanya. Untuk apaan sih, emang kita mau presentasi dimana, emang kita mau ngomong sama siapa. Kenapa juga kita harus mempelajari seluruh produk. Kenapa juga kita harus bisa mempresentasikan.

Akhirnya saat pelatihan dimulai, mulailah tangan dingin semua, kepala menggeleng saat ditunjuk, tangan menandakan untuk dimulai dari yang lain, mondar mandir ke toilet menjadi hal yang biasa.

Saat semuanya sudah mencair, saat mereka telah mempelajari polanya, saat mereka telah mencoba satu persatu..mereka baru menyadari bahwa setelah mempunyai pola semuanya terasa mudah. Dari bagaimana membuat presentasi yang baik, bagaimana mempuat power opening, membuat connector, main body bahkan menutupnya dengan power closing. Akhirnya semua bersemangat untuk memenangkan dirinya dan juga teamnya. Mereka semangat memahami produk, semangat membuat power point yang baik dan semangat untuk maju ke depan...bahkan mereka menjadi kreatif menciptakan kalimat-kalimat yang menantang...yang biasanya saat meeting susah sekali untuk keluar.

Pemahaman produk bukan hanya konsumsi karyawan yang berhubungan dengan nasabah, tapi semua karyawan wajib mengetahuinya. Dipelatihan inilah semua sadar bahwa pemahaman produknya masih terbatas, terbukti sulit untuk merangkai kata-kata yang menjual, terbukti sulit untuk meyakinkan pendengar, dan meyakinkan nasabah untuk segera mengambil keputusan.

Memahami produk juga tak jadi jaminan bahwa mampu mengkomunikasikan. Pemahaman produk yang baik harus dilengkapi dengan kemampuan berkomunikasi yang baik. Kita harus mampu menjelaskan dengan baik kepada nasabah baik hanya satu orang maupun banyak orang.

Komunikasi baik, produk mengerti dengan baik..tapi kalau penampilan kita meragukan, ini juga akan mempersulit kita berhubungan dengan orang lain. Bagaimana kita bisa pede berdiri di depan banyak orang jika baju kita tak rapi, rambut kita berantakan, atau jangan-jangan kantong baju kita terkena tetesan tinta. Rapi itukan tidak indentik dengan mahal,

Semua ini memerlukan jam terbang, semua ini kuncinya hanya di latihan latihan dan latihan. Semua akan sia-sia jika tidak dilatih. Akhirnya semua kembali lagi kepada kita. Apakah kita mau memegang komitmen kita untuk terus berlatih. Karena sertifikat hanya menjadi selembar sertifikat jika tak pernah digunakan dalam kegiatan hidup kita sehari-hari.

Pelatihan hari ini memang luar biasa...
Sesuatu yang dikonsep sesuai dengan keperluan memang bisa menghasilkan dampak yang luar biasa.
Tak ada yang mengeluh selama dua hari ini, bahkan pikiran-pikiran kreatif begitu mudahnya keluar..
Aku bersyukur bertemu dengan teman-teman trainer yang mau mencari tahu semua kebutuhanku akan training ini dan mendengar masukan-masukan dariku. Bahkan teman-teman trainerku begitu terbuka menerima masukan-masukan dariku dan membuat semua permainan yang ada sesuai dengan materi yang disampaikan. Dan karena begitu antusiasnya seluruh karyawan untuk memenangkan timnya, terciptalah lomba yang melenceng dari rencana semula, lomba yang lebih berat dan membutuhkan pemikiran-pemikiran kreatif... dan ternyata semua karyawan mampu melakukannya. Pemikiran dari banyak kepala yang keluar begitu saja mampu menghasilkan hal-hal yang luar biasa.
Kadang sesuatu itu memang sulit diduga... apalagi sesuatu yang luar biasa..

Aku puas sekali dengan kerja keras teman-teman Trainer ku yang ingin memenuhi semua keinginanku.. dan harapanku.... Aku berharap seluruh karyawanku mau berlatih berlatih dan berlatih dalam setiap moment dalam setiap pekerjaannya. Semoga...

Sabtu, 21 Januari 2012

Bukan Bintang Biasa - Melly


once upon a time
ada sebuah bintang
yang bersinar terang di hatimu
ku akan datang lagi
menjemputmu dengan cinta
kan kubagikan semua bintangku
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
kumiliki bintang
bukan bintang biasa
ku bisa hapuskan semua dukamu
ku tak akan menghilang
slalu ada di hatimu
memberi bintang hanya untuk cinta

reff:
dan yang terbaik selamanya bersama
akan kubagikan bintangku demi cintamu
and when you keep on believing
thousand miles can be seized by running
the miracles can do things though can’t do

kumiliki bintang
bukan bintang biasa
ku bisa hapuskan semua dukamu
ku tak akan menghilang
slalu ada di hatimu
memberi bintang hanya untuk cinta

repeat reff [2x]

the miracles can do things though can’t do

Tanggal Publikasi: 06/08/2007

Kamis, 19 Januari 2012

Mbulet sama Bule...


Mungkin tamu-tamu bule yang datang tadi siang, jengkel dengan aku, sepertinya aku terlalu bodoh memahami soal niat mereka untuk memudahkan nasabahku membayar dengan melalui SMS. Belum lagi keterbatasan bahasa Inggrisku makin menyulitkan aku untuk menjelaskan, apalagi yang membantu menterjemahkan juga tak bisa menterjemahkan sesuai dengan yang kuharapkan. Lengkaplah sudah.

Mereka datang untuk melihat mengenai payment point. Heran melihat BPRku menggunakan 4 vendor untuk payment point. Mereka sedang ingin membuat semua transaksi menjadi paperless dan semua bisa dilakukan melalui telepon. Bayar angsuran lewat SMS, bayar listrik lewat SMS, dan bisa mengisi e-walletnya di mana saja..kapan saja..

Saat ku tanyakan bagaimana caranya mereka dapat melakukan perintah pembayaran melalui SMS .. apakah beli voucher..apakah bagaimana.. mulailah persoalan menjadi makin mbulet.

Kalau pola pikir dari sudut pandang nasabah atau walking customer memang sepertinya lebih enak kalau mereka dapat menggunakan HP sebagai sarana untuk melakukan transaksi pembayaran.

Namun kalau dari sudut pandang MFI.. personal selling menjadi makin sulit untuk dilakukan. Bukankah kita mengandalkan personal selling. Kapan ya mereka akan datang ke MFI nya kan semuanya sudah ada di warung sebelah atau sudah ada di Koperasi tempatnya bekerja... lalu bagaimana kita menawarkan produk kita. Lewat SMS kah..?? sedang banyak orang meributkan karena benci di SMS oleh para penjaja kredit. Mengundang merekakah.. atau mengunjungi mereka satu persatu.

Bukankah masyarakat kita lebih senang bertemu langsung.. say hello dan bercerita banyak hal. Bukankah semakin panjang antrian semakin membuat orang penasaran. Lihat saja bagaimana breadtalk yang walaupun antriannya panjang tetap digemari orang. Lihat saja bagaimana toko oleh-oleh YenYen di Lampung dikerubuti para penggila antrian karena mendengar rekomendasi dari mulut kemulut.

Mungkin kemarin aku sedang sedikit error sehingga sedikit terlihat antipati terhadap tehnologi. Dan mungkin sang Bule menganggap aku bodoh dan tak mengerti IT. Kalau cuman kartu Flash, Tcash nya telkomsel, e-wallet atau fin@net..aku sih paham banget. Sayang aja bulenya gak bisa kasih penjelasan itu bisa SMS ..bisa kirim uang.. uangnya ditaro dimana dulu.. gak mungkin kan HP biasa bisa langsung SMS untuk bayar angsuran atau listriknya... Nah itu saja yang bikin aku pusing..jawabannya mbulet kemana-mana... fee itu kan bukan tujuan pokok.. tapi dapat melayani semua kebutuhan nasabah itu tujuannya.. agar mereka betah kredit, menabung dan deposito di sini...ini yang menjadi tujuan pokok.

Atau memang aku benar-benar bodoh... ??? ya sudahlah...

Minggu, 01 Januari 2012

Kata-kata Indah untukku......


Kamu tidak membutuhkan posisi, untuk menjadi seorang PEMIMPIN. Posisi dan pangkat, tidak otomatis membuatmu langsung disebut sebagai seorang PEMIMPIN. Buktikan, meskipun kamu tidak punya posisi dan pangkat, tapi kamu tetap bisa MEMIMPIN, MENGGERAKKAN, serta MENGIPIRASI orang lain! Anthony Dio Martin

Sabtu, 31 Desember 2011

Berketetapanlah untuk Menang


Engkau yang telah berketetapan untuk menang tahun ini, dengarlah ini …

Mulai sekarang, janganlah lagi engkau anggap ringan dirimu sendiri.

Orang lain boleh meragukan impian dan kemungkinanmu, tetapi engkau - tidak.
...
Apa pun yang terjadi, majulah, majukanlah dirimu, melangkahlah maju.

Mundur bukanlah pilihanmu.

Katakanlah, … aku tidak dirancang untuk mundur.

Abaikan semua keraguan orang yang tak akan menanggung kegagalanmu, dan yang hanya akan iri terhadap keberhasilanmu.

Ini tahunmu, ini hidupmu.

Tidak masalah apakah impianmu terlalu tinggi dan tidak masuk akal.

Semua impian besar yang tadinya tidak masuk akal, dicapai dengan tindakan sederhana yang masuk akal.

Ini tahunmu.

Jadikanlah dirimu penguasa dari perasaan, pikiran, dan tindakanmu.

Semoga Tuhan selalu mendampingi kejujuran dan kerja kerasmu.

Sampai kita bertemu di atas ya?

Aamiin
Mario Teguh

Kecil itu biasanya masih indah...


Awalnya malas sekali hadir di rapat ini.. tapi karena semua yang hadir adalah nasabah BPR ku mau tak mau aku paksakan untuk bisa hadir. Sebenarnya di asosiasi ini aku bukan siapa-siapa, pengurus bukan, hanya anggota biasa saja. Tapi semua teman-teman di Asosiasi ini selalu melibatkan aku dalam aktifitasnya.

Ternyata hari ini adalah perubahan pengurus baru di asosiasi ini. Yang jelas semuanya berbeda. Pemilihan ketua disini semuanya aklamasi saja.. tongkat estafet dengan mudah diberikan ke penerima kuasa berikutnya. Tanpa adanya unsur-unsur politis. Tanpa ada ketakutan kehilangan power. Semua baik-baik saja. Amat berbeda dengan asosiasi ku yang satunya. Yang menimbulkan depresi dalam kehidupanku,

Bukan berarti di Asosiasi ini tidak ada bisik-bisik tetangga, tak ada beda pendapat, ataupun like dan dislike. Semua ada. Tapi kebersamaan mengalahkan segalanya. keputusan bukan berarti langsung mudah dijalankan.. tidak juga. Kata ketua adalah mantera paling manjur juga tidak. Tapi semuanya dapat berjalan dengan baik tanpa harus kehilangan persahabatan.

Bicara blak-blakan adalah hal yang lumrah di sini. Berdebat juga biasa. Ketua, pengurus atau anggota tersinggung juga biasa. Tapi memang tidak ingin ribut. Setelah itu ya sudah. Tak berlanjut. Ketua berkata A tak berarti anggota setuju. Ketua pun tak memaksa. Dia hanya menjalankan saja apa yang dia putuskan sekedar memberi contoh. Toh akhirnya anggota tahu tanpa persatuan sulit melakukan negosiasi dan mendapat harga yang diinginkan. Akhirnya anggota satu persatu mengikuti sang ketua.

Memang asosiasi ini masih kecil. Tak juga berarti asosiasi ini baik dalam segala hal. Yang jelas dengan segala keterbatasan mereka baik dalam bidang pendidikan dan manajemen.. tapi mereka masih bisa menghargai pendapat orang lain. Mereka masih bisa diajak untuk mencapai satu tujuan. Kegiatan memang belum ada.. semua pemikiran masih tertuju pada berjuang untuk bertahan hidup diantara gimpitan persaingan. Yang jelas tanpa uang iuran.. asosiasi ini masih bisa bertahan hidup.. walau kadang seperti ada dan tiada..

Kututup tahun 2011 penuh syukur..



Lembar kisah tahun 2011 kututup satu persatu..

Kubersyukur untuk kasih Tuhan yg amat besar untuk ku.. sekelam apapun kehidupanku.. KasihNya tak kan muat kulukiskan di langit luas ataupun ku torehkan di samudera luas.

Kubersyukur untuk cinta ibu sepanjang perjalanan hidupku,, dekapan ibu yg hangat, tutur ibu yg menguatkan..

Kuberyukur untuk Yo dengan segala keterbatasannya ia selalu ingin membuatku tersenyum dan tertawa. Sentuhan tangannya saat kududuk terdiam.. Belaian lembutnya saat aku terisak.

Kubersyukur untuk tiga malaikat kecilku.. Yg membuat hidupku penuh cahaya..penuh tawa..penuh semangat..
Kubersyukur untuk impian-impian besarnya walau mereak tahu segala keterbatasanku.. Kubahagia mereka berani bermimpi dan menggugahku untuk juga berani bermimpi besar untuk diriku sendiri.

Kubersyukur untuk kakak dan adikku.. Yg menutup segala kelemahanku.. Yg memompa semangatku...

Kubersyukur untuk kesehatanku.. tubuh yang kuat.. rasa lelah yang mampu kuhalau.. demi Yo dan demi ketiga malaikat kecilku...

Kubersyukur untuk mbak di rumah.. Yg sabar dgn lampiasan emosiku..yang membantuku menyelesaikan semua urusan di rumah.

Kubersyukur untuk seluruh rekan kerjaku.. menjadi satu tim untuk mencapai tujuan.. walau tahun ini belum seperti yang diharapkan. namun kuyakin tahun depan akan lebih baik.

Kubersyukur untuk sahabat-sahabatku.. sahabat yang ada disekelilingku..yang nyata dan di dunia maya.. Semua perkataan dan tulisannya mampu menguatkanku disaat lemah.

Kubersyukur untuk celaan dan cemooh..karena aku belajar untuk menghargai orang lain dan tergerak untuk memperbaiki banyak hal.

Kubersyukur untuk semua kegagalan, yang mengajarkan ku untuk bersabar dan ikhlas, serta tak menyerah.

Kubersyukur untuk semua kesempatan.. untuk siapapun yang memberikan kesempatan.. kiranya mereka tak kecewa dengan apresiasiku atas kesempatan tersebut.

Kubersyukur diberi kesempatan untuk berarti bagi orang lain.. hidupku tak akan berarti jika tak punya arti untuk orang lain.

Lihat begitu banyak yang bisa kutuliskan tentang rasa syukur.. ini belum semua.. bisa saja ada yang saat ini sembunyi dalam pikiranku sehingga tak terungkap.

Lalu masihkan takut bermimpi... masihkan menyesali cemooh... masihkah terdiam menunggu saat baik atau saat tepat...

Kuyakin ku harus bergerak sekarang.. melompat sekarang... setinggi yang aku bisa.. raih mimpi ....raih bintang.

Walau lompatan bisa membuatku jatuh.. tapi kuyakin banyak yang akan menopangku..

Terima kasih Tuhan untuk perjalanan yang indah sepanjang 2011..

Senin, 26 Desember 2011

The Billionaire.. Proses sebuah keberhasilan...


Hari ini kami sekeluarga menyempatkan diri untuk menonton film The Billionaire. Bahkan putri sulungku telah menonton sebelumnya tetap ingin menonton kembali film ini. Ingin aku menuliskan sinopsisnya, tapi ternyata sudah banyak yang menuliskannya bahkan lebih baik daripada aku. Jadi lebih baik kita membaca bersama-sama saja sinopsis yang telah ditulis dalam alamat website dibawah ini.

Sinopsis singkatnya demikian :
“Saat usia 16, dia adalah pencandu game online. Saat usia 17, ia putus sekolah untuk menjadi penjaja kacang. Saat usia 18, keluarganya bangkrut dan meninggalkan hutang sebesar 40 juta Baht. Saat usia 19, dia menciptakan cemilan rumput laut ‘Tao Kae Noi’ yang dijual di 3.000 cabang 7-Eleven di Thailand. Kini, di usia 26, ia adalah produsen cemilan rumput laut terlaris di Thailand, berpenghasilan 800 juta Baht per tahun dan mempekerjakan 2.000 staf. Namanya Top Ittipat, dan ini adalah kisah nyata hidupnya yang luar biasa.”

Komentar ku sederhana saja.. bagus..menarik..menginspirasi kita untuk sukses dan bekerja keras, mau belajar pada orang banyak, mau belajar dari kesalahan, jujur, tidak menyuap, dan bertanggung jawab untuk memperbaiki semua kesalahan. Mencoba dan mencoba sampai tetes darah yang penghabisan, bersedia dikritik dan memperbaiki diri untuk mejadi lebih baik. Mempunyai keyakinan yang tinggi. Jika kita yakin untuk sukses..pasti kita sukses.

Dalam film ini juga banyak kalimat yang menggugah kita untuk memperbaiki banyak hal. Misalnya soal keran yang baik itu yang menggunakan injakan kaki sehingga tangan tetap steril setelah mencuci, soal kemasan yang baik, juga petuah-petuah soal keyakinan untuk sukses dan strategi bagaimana mengembangkan jaringan.

Film ini bukan tanpa percintaan. Ada nuansa romantis..tapi bukan berarti harus diidentikkan dengan peluk dan cium. Pelukan hanya terjadi saat TOP menangis tak kuat menanggung semua yang dialaminya. Dan air mata juga menetes saat TOP meminta Lin meninggalkannya karena kondisinya tak lagi seperti dulu. Dia merasa Lin tak pernah mempercayainya dan ia merasa tak pantas untuk Lin.

Terpuruk dalam cinta tak membuat TOP lemah. Dia mampu bangkit membereskan semua masalahnya bahkan tak kala bertemu Lin menggandeng seorang pria TOP juga tak menjadi cengeng apalagi lemah.

TOP memang TOP.. diusia 26 tahun telah menjadi seorang Billionaire. TOP yang asli adalah seorang yang cakap dan menawan..smart, santun dan sayang pada kedua orang tuanya .. benar-benar gambaran seorang pria yang pantas untuk dikagumi oleh semua ibu-ibu dan wanita muda.

Aku teringat saat ku berusia 19 tahun. Terpikir pun tidak untuk berwirausaha. Nyaman dengan fasilitas yang diberikan orang tua. Pekerjaan utama adalah belajar dan happy-happy bersama teman..jalan ke mall atau sekedar ngobrol-ngobrol saja. Bagaimana dengan anakku kelak.. ku berharap ketiga putriku punya semangat yang luar biasa seperti TOP.. terutama untuk putri sulungku.. yang telah terlihat passion nya ingin menggeluti dunia fashion dan ingin berwirausaha. Kiranya diberikan mental yang kuat seperti TOP. Tak pernah ada kata menyerah dan yakin sukses.



http://www.moviewme.com/movie-reviews/asian/item/290-the-billionaire.html
http://saptandika.wordpress.com/2011/12/07/review-film-the-billionaire/

Minggu, 25 Desember 2011

Sakit hatiku..membuatku sombong dan marah..


Dosa Maut

Ini adalah sebagian tulisan yang aku dapatkan dari sebuah blog.

Posted on
by

Paus Gregorius Agung pada akhir abad keenam dan terus diulang-ulang dengan tujuan mengigatkan umat manusia termasuk era sekarang diantaranya oleh Billy Graham. Gregorius menyebutkan tujuh dosa dan kemudian terkenal dengan sebutan tujuh dosa maut. Ketujuh dosa yang dianggap mendatangkan maut adalah :

  1. Kecongkakan, pertimbangan yang mendasari antara lain : Amsal 16:18, 5; 29:23; Mzm 101:5; Yes 14:12-15; Yak 4:6. Nasehat Firman Tuhan antara lain : 1 Taw 29:12; Flp 2:5.
  2. Amarah, pertimbangan yang mendasari antara lain: Mat 5:22; Mzm 37:8; Yak 1:19. Nasehat Firman Tuhan antara lain: Mzm 37:8;Ams 16:32; 1 Yoh 1:9.
  3. Cemburu, Pertimbangan yang mendasari antara lain : Ams 14:30; 27:4; Yak 3:16. Nasehat Firman Tuhan antara lain: Gal 5:26; Yak 5:9,16
  4. Dosa Seksual, pertimbangan yang mendasari antara lain : Ams 6:32,33; Gal 6:7,8. Nasehat Firman Tuhan antara lain : Yoh 8:3-11; 3:17.
  5. Makan lebih dari yang seperlunya, Pertimbangan yang mendasari antara lain: Flp 3:19; Luk 12:18,19; Ams 23:21;Amos 6:1,4,6; 1 Tim 5:6. Nasehat Firman Tuhan antara lain: Ul 8:3; Mat 6:31,33; 1 Kor 6:19-20.
  6. Malas, pertimbangan yang mendasari antara lain :Ams 21:25; Mat 25:26-30, 25:45; Yak 4:17. Nasehat Firman Tuhan antara lain : Rm 12:11; Ibr 6:12; Ef 5:14.
  7. Serakah, pertimbangan yang mendasari antara lain : 1 Tim 6:10; 1 Raj 21:19; Luk 12:20; 1 Kor 6:10. Nasehat Firman Tuhan antara lain : Mrk 8:36; Mat 19:24)

Lihatlah bahwa ternyata dosa yang mendatangkan maut adalah perbuatan-perbuatan kita sehari-hari. Menjadi sombong, marah, cemburu, malas, serakah..bukankah itu yang sering kita lakukan setiap hari. Betapa bertambah kelamnya hidupku.. jika karena sakit hatiku..aku menjadi sombong, marah, dan cemburu.

Jangan Marah... Balas dengan prestasi...


Jangan marah, balas!

Cara terbaik untuk membalas dendam terhadap orang yang menghina Anda, adalah menjadi lebih berhasil daripadanya.

Keberhasilan menyelesaikan banyak masalah Anda, dan - lucunya - menjadi masalah baru bagi orang yang membenci Anda.

...

Tapi, janganlah menjadikan kebencian orang lain sebagai penghalang keberhasilan Anda.

Apa pun kata orang lain, belajar dan bekerja keraslah untuk keberhasilan Anda.

Jangan marah, balaslah dengan keberhasilan..

Mario Teguh - Loving you all as always

Aku Sulit Berpisah...


Ada satu keinginan yang ingin aku lakukan.. tapi malas bukan main aku lakukan. Aku ingin menghentikan imajinasi dan khayalan. Aku ingin menulis tentang BPR, tentang pendidikan, tentang banyak hal yang tak menggunakan imajinasi apalagi khayalan.
Tapi entah kapan hal itu bisa terealisasi.. aku begitu malas. Aku lebih suka membiarkan pikiranku melayang-layang entah kemana. Aku biarkan imajinasiku liar.. aku biarkan khayalanku melanglang ke negeri antah berantah...

Nikmatnya menulis imajinasi.. nikmatnya mempunyai imajinasi yang liar..
Nikmatnya menulis khayalan..nikmatnya..membayangkan suatu negeri mimpi yang tak pernah aku bisa aku datangi tanpa berkhayal...

Menulis nonfiksi...sebuah impian..yang masih jadi khayalan...
Aku sulit berpisah dengan sang imajinasi atau khayalan...

Aku bebas menulis...


Apakah yang kau tulis itu semua isi hatimu.. tanya seseorang padaku..
Aku hanya tersenyum kecut.. pasti dia tak membaca tulisan yang ada di tempat paling atas di blog ku.
Jelas telah kutulis demikian :
yang saya baca, yang saya amati, yang saya alami, yang saya rasakan, yang saya pelajari, yang saya khayalkan, yang saya renungkan, yang saya perdebatkan, yang saya imajinasikan..... yang saya ceritakan untuk menginspirasi..

Bukankah disana ada imajinasi..disana ada khayalan...
Lalu yang manakah yang imajinasi dan yang manakah yang khayalan..yang mana yang kamu alami..tanyanya penasaran..

Hmmm... tentu hanya aku sendiri yang bisa mengetahuinya...

entah itu khayalan entah itu imajinasi entah itu yang aku alami..bukankah aku bebas menuliskannya.. dan setiap orang bebas menafsirkannya...

Sabtu, 24 Desember 2011

Lilin Natal...


Anthony Dio Martin menulis status demikian :

“Sebuah lilin kecil, akan tampak tak bermakna…
Namun bersama lilin lainnya, ia akan bercahaya terang…
Ingatlah, terang lilin kecil itu diperlukan,
karena justru bersama lilin-lilin kecil lainnya..., AKAN muncul sinar terang yang besar!

Ya lilin itu adalah kita...

Jika saja kita semua bisa bergandengan tangan.. pasti kita akan bisa menghasilkan hal-hal yang luar biasa. Tak ada bicara AKU..KAMU tapi bicara KITA..KAMI..
Lilin-lilin kecil yang tak bermakna jika berada dalam satu tempat yang sama akan memberikan terang bagi dunia.. dan bermakna untuk orang banyak..

Sayang... kita lebih senang berjalan sendiri..dan bersinar sendiri dalam kesepian...

Kiranya damai natal dan kebahagiaan natal mampu menyatukan lilin-lilin itu untuk menciptakan terang yang luar biasa untuk banyak orang.

Selamat Hari Natal semuanya.... mari bersatu hati untuk menerangi dunia ini dengan hal-hal yang luar biasa...dan menjadi terang untuk yang lainnya...

Semoga....


Merenungkanmu kini, menggugah haruku

Berbagai kenangan berganti, masa yang t'lah lalu

Sebenarnya ku ingin menggali hasrat untuk kembali...


Melukiskanmu lagi, di dalam benakku

Perlahan terbayang pasti garis wajahmu

Kehangatan cinta kasih dapat kubaca jelas di situ...


Adakah waktu mendewasakan kita

Kuharap masih ada hati bicara

Mungkinkah saja terurai satu persatu

Pertikaian yang dulu, bagai pintaku...


Semoga...


Lihatlah ku di sini, memendam rindu

Setiap ku berseru, yang kusebut hanya namamu...


Adakah waktu mendewasakan kita

Kuharap masih ada hati bicara

Mungkinkah saja terurai satu persatu

Pertikaian yang dulu, bagai pintaku...


Sebenarnya kuingin menggali hasrat kembali

Kuharap agar kau mengerti...


Semoga...

lirik lagu Semoga Kla Project

Jumat, 23 Desember 2011

Mampukan aku dihari Natal ini...


Ini natal kedua yang hampa..
aku merasa sepi..
aku merasa sunyi..
aku merasa kosong..

Awalnya kupikir ..
Natal mampu membuat maaf terucap
Natal menjadi secercah cahaya untukku
Natal menjadi saat untuk memahami..

Tapi sampai natal tahun ini
semuanya tak juga berubah
Kerasnya hati..
Mematikan makna Kasih..

Tuhan..
Aku ingin mampu melihat terang kasihMu
Aku ingin mampu merasakan kasihMu
Aku ingin mampu memaafkan..
Aku ingin mampu mengikhlaskan..

Mampukan aku Tuhan..
Aku sudah lelah melewati
Natal demi Natal
dengan hampa...

Bisikkan padaku Tuhan..
Bagaimana aku mampu melupakan
semua kekelaman dan kepahitan..

Yakinkan aku Tuhan..
Engkau masih mau menerima aku dalam pelukanMu..
walau kekelaman ada dalam hidupku...

Kuhapus Harap dan Asaku.. .


walau tertatih..
satu demi satu langkah
satu demi satu masa
dapat aku lalui
memang... penuh cemooh
tapi..kuberterima kasih..
tanpa itu semua..
mungkin tak sampai langkahku..

walau terjatuh..
undakan demi undakan
tangga demi tangga
dapat aku naiki
memang..penuh penghinaan
terima kasih untuk kesakitan ini
engkau mau jatuh bersamaku..
walau akhirnya meninggalkan aku..

kuingin mengubah..
air mata menjadi permata..
hinaan menjadi pujian..
dendam menjadi sejuta maaf
kuingin menghapus
semua harapku
semua asaku
dan kutoreh harap dan asa yang baru

Langkah yang sempat terhenti
Mimpi yang sempat tertunda
Akan kulanjutkan..
Semampu kumelakukannya...
Ku takan lagi peduli..
apapun katamu..
apapun komentarmu..
apapun kondisimu..

Karena telah kuhapus Harap dan Asaku padamu..

Jumat, 16 Desember 2011

TAK SEMUA BISA KITA BELI DENGAN UANG


“Uang, siapun butuh uang. Orang Dewasa, Remaja bahkan anak – anak kecil sekalipun kenal dengan benda yang namanya uang. Memang uang penting dalam kehidupan, tanpa alat tukar ini kita tidak mukin bisa memenuhi kebutuhan hidup. Uang membuat sebagian orang bisa melakukan banyak hal daripada orang yang tidak memilikinya. Tetapi seberapapun pentingnya uang, masih ada hal yang tidak bisa dibeli dengan uang.

1. Waktu
Uang tidak akan bisa mengembalikan waktu yang telah berlalu. Setelah hari berganti, maka waktu 24jam tersebut akan hilang dan tidak akan mukin akan kembali lagi. Karena itu gunakan setiap kesempatan yang ada untuk menytakan perhatian dan kasih sayang anda kepada orang yang sangat anda sayang dan anda cintai, sebelum waktu itu berlalu dan anda menyesalinya.

2. Kebahagiaan
Memang kedengarannya aneh, Tetapi inilah kenyataannya. Uang memang bisa membuat anda merasa senang karena anda bisa membiayai liburan mewah, memberi laptop dengan fasilitas yang sangat modern, atau modifikasi mobil balap. Tapi uang tidak bisa menghadirkan secercah kebahagiaan dari dalam lubuk hati kita.

3. Kebahagiaan Anak
Untuk membelikan makan dan pakaian yang bagus – bagus untuk anak tercinta memang membutuhkan uang. Tapi anda tidak bisa menggunakan uang untuk memberi rasa aman, tanggung jawab, sikap yang baik serta kepandaian pada anak anda. Hal ini merupakan buah dari waktu dan perhatian yang anda curahkan untuk mereka dan hal – hal baik yang anda ajarkan. Uang memang membantu kita memenuhi aspek pengasuhan, tapi waktu telah membuktikan bahwa kebutuhan dasar tiap anak adalah berapa banyak waktu yang diberikan orangtuanya, bukan orangnya.

4. Cinta
Cinta tidak bisa dibeli dengan uang, akuilah hal ini benar. Memang dengan uang kita bisa membuat orang tertarik, tapi cinta berasal dari rasa saling menghargai, perhatian, berbagi pengalaman dan kesempatan untuk berkembang bersama. Itu sebabnya banyak pasangan yang menikah karena uang, tak bertahan lama.

5. Penerimaan
Untuk diterima oleh lingkungan pergaulan, Anda tak butuh uang. Bila Anda ingin diterima, fokuskan energi Anda untuk membuat diri Anda berharga bagi lingkungan sekitar dengan menjadi teman dalam suka dan duka.

6. Kesehatan
Kita butuh uang untuk mengongkosi biaya perawatan dan membeli obat, tapi uang tak bisa menggantikan kesehatan yang hilang. Itu sebabnya pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati sebaiknya kita terapkan. Mulailah berolahraga, berhenti merokok, dan banyak hal lain yang pasti sudah Anda tahu.

7. Kesuksesan
Beberapa orang memang ada yang mencapai kesuksesan dengan menyuap, tapi ini adalah pengecualian. Kesuksesan hanya berasal dari kerja keras, kemauan, dan sedikit kemujuran. Ada aspek kecil dari usaha menuju sukses yang bisa didapatkan dengan uang, misalnya mengikuti pelatihan atau membeli peralatan, tapi sukses lebih banyak berasal dari usaha yang Anda lakukan sendiri.

8. Bakat
Kita dilahirkan dengan bakat tertentu. Dengan uang, yang bisa kita lakukan adalah mengasah bakat tersebut, misalnya belajar musik. Namun para ahli mengatakan, untuk menjadi ahli di bidangnya, kita membutuhkan bakat.

9. Sikap yang baik
Banyak orang yang kaya raya tapi sikapnya kasar dan ucapannya sinis. Tak sedikit orang sederhana yang tutur katanya sopan dan menunjukkan rasa hormat pada orang lain. Jadi, jumlah uang yang dimiliki bukan penentu sikap atau manner seseorang.

10. Kedamaian
Bila uang bisa membeli kedamaian, barangkali kita tak lagi mendengar tentang perang. Justru yang sering terjadi sebaliknya, uang lah yang menjadi sumber pertikaian dan permusuhan.”

Artikel ini saya ambil dari :
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4037553


TIDAK MEMPAN DIRENDAHKAN


TIDAK MEMPAN DIRENDAHKAN

Aku adalah jiwa yang mandiri dalam hak dan kewajiban hidupku.

Aku bertanggung-jawab atas kebesaran hidupku sendiri.

Aku disebut anggun dan dewasa jika aku bebas dari intimidasi pendapat orang lain.

Aku lebih perduli tentang penghormatanku kepada diriku sendiri, daripada terhadap pendapat orang lain.

Aku akan menjadi sejahtera karena yang kucapai, bukan karena yang kuminta dari mereka.

Dan jika aku gagal karena mendengarkan cibir dan cemooh mereka, apakah mereka akan menyantuni biaya hidupku?

Tuhan, semoga Engkau bangga dengan kesungguhanku untuk menjadi jiwa yang mandiri dan bertanggung-jawab bagi kebaikan hidupku sendiri, bersama keluargaku tercinta.

Tenagailah ketegasanku untuk menjadi pribadi yang tidak mempan direndahkan.

Aamiin

---------------

Mario Teguh - Loving you all as always

Kamis, 08 Desember 2011

Sudahlah....


Engkau yang sedang marah, … sudahlah …

Janganlah kau teruskan memarahinya,
yang sesungguhnya sudah tahu bahwa dia salah.

... Bukankah penyesalannya sudah cukup menyiksanya?

Apakah engkau menjadi lebih mulia
dengan membuatnya merasa semakin rendah
dan terluka dalam penyesalannya?

Apakah dunia ini menjadi lebih baik
denganmu yang marah tanpa arah,
dan dia yang meminta maaf kepadamu
yang tanpa rasa kasihan?

Sudahlah …

Lembutkanlah hatimu, dan lihatlah dia dengan kasih sayang.

Ingatlah,
suatu ketika nanti engkau akan juga berada
dalam keadaan yang sama.
Dan engkau akan tahu rasa dari penyesalan
dan permintaan maaf yang ditepis seperti lalat yang kotor.

Sudahlah …

Berkasih sayanglah. Damaikanlah hatimu dengan memaafkannya.

Dan dalam tangis yang bersulam tawa kecil,
dan dalam senyum haru yang berlelehkan air mata,
lupakanlah masa lalu,
hiduplah sepenuhnya hari ini,
dan jadilah pribadi yang sehat, damai,
dan bernafas lapang
menyambut semua kemungkinan baik masa depan -
yang disediakan bagi jiwa
yang meneruskan kehidupan dengan damai,
walau keadaan dan kejadian
seperti memberimu hak untuk marah
dan merusak dirimu sendiri.

Berhentilah marah.

Memaafkan menjadikan jiwamu berpendar indah.

Memaafkan menjadikanmu sesuai bagi keindahan hidup yang kau rindukan.

Tersenyumlah, dan bernafaslah dalam selapang-lapangnya dada.

Mario Teguh - Loving you all as always

Minggu, 04 Desember 2011

SIKAP SEORANG PEMIMPIN

http://www.pustakanilna.com/intermedia/sikap-seorang-pemimpin#more-22

oleh: Nilna Iqbal

tulisan Nilna Iqbal ini menurutku cukup bagus. Baca deh.

Sebagian kita adalah pemimpin bagi sebagian yang lain.
Jika anda punya satu orang anggota saja, maka anda adalah seorang pemimpin.
Dalam bukunya yang amat terkenal, “Mengembangkan Kepemimpinan Di Dalamjj Diri Anda”, John C. Maxwell berkata,
Mengubah pemimpin berarti mengubah organisasi.
Menumbuhkan pemimpin, menumbuhkan organisasi
.”
Artinya? Perusahaan atau organisasi tidak akan berubah dan tidak akan berjalan ke arah yang dicita-citakan, apabila para pemimpinnya sendiri, di bagian apapun, tidak berubah dan tidak tumbuh. Sebuah organisasi tidak bisa tumbuh di luar sampai para pemimpinnya sendiri tumbuh di dalam.
Jika seluruh unit kepemimpinan berubah secara positif, maka pertumbuhan organisasi atau perusahaan akan terjadi secara otomatis. Pemimpin yang lemah sama dengan organisasi yang lemah. Pemimpin yang kuat sama dengan organisasi yang kuat. Segala-galanya akan naik atau turun, sesuai dengan kekuatan kepemimpinan.
Kita mungkin juga bisa sepakat bahwa perbedaan antara perusahaan yang baik dengan perusahaan yang hebat juga adalah kepemimpinan. Apakah Anda bersedia jadi pemimpin yang hebat?
Syaratnya, mau berubah ! Apa ada pemimpin yang menolak perubahan? Banyak…! Perlawanan terhadap perubahan adalah sesuatu yang universal sifatnya, menyerang semua kelas dan budaya. Sekalipun sudah ditunjukkan berbagai fakta kebenaran dan bukti nyata, tetap saja banyak pemimpin yang tidak mau mengubah sikap dan pikirannya.
Maxwell mengambil sebuah kisah yang amat menarik tentang Henry Ford yang gagal memimpin dunia otomotif lantaran ia tidak mau berubah, seperti yang dilukiskan dalam biografi Robert Lacy yang laris, Ford: The Man and the Machine. Lacy mengatakan Ford adalah orang yang begitu mencintai mobil model T yang diciptakannya sehingga ia tidak mau mengubah satu baut pun pada mobil itu. Dia bahkan mendepak William Knudsen, karena Knudsen berpikir dia melihat kemerosotan Model T.
Itu terjadi tahun 1912, ketika Model T baru berumur empat tahun dan sedang berada di puncak popularitasnya. Saat itu Ford baru saja kembali dari perjalanan pesiar di Eropa, dan dia pergi ke garasi Highland Park, Michigan, dan melihat rancangan baru yang diciptakan Knudsen.
Para montir yang ada disana mencatat bagaimana Ford sesaat menjadi mata gelap. Dia memandangi kilatan cat merah pada versi Model T yang rendah yang dianggapnya sebagai versi yang buruk dari rancangan Model T yang disayanginya. “Ford memasukkan tangan ke dalam sakunya, dan dia berjalan mengelilingi mobil tiga atau empat kali,” kata para saksi mata menceritakan. “Itu adalah mobil empat pintu, dan atapnya diturunkan. Akhirnya, dia pergi ke sisi kiri mobil, dan dia mengeluarkan tangannya, memegang pintu, dan gubrak! Dia merenggutkan pintu sampai copot! … Bagaimana orang itu melakukannya, saya tidak tahu! Dia melompat masuk, dan gubrak! Copot pula pintu lainnya. Hancurlah kaca depan. Dia melompat ke jok belakang dan mulai memukuli atap. Dia merobek atap dengan tumit sepatunya. Dia menghancurkan mobil sebisa-bisanya.”
Knudsen keluar dan pergi ke General Motors. Henry Ford terus memelihara Model T. Tetapi perubahan desain dalam model pesaing membuatnya menjadi lebih kuno daripada yang diakuinya. Kendati General Motor mengancam akan mendahului Ford, sang pencipta tetap menginginkan kehidupan membeku di tempatnya.
Karena Keyakinan Berabad-Abad …
Contoh berikut pun cukup menarik. Selama berabad-abad orang percaya bahwa Aristoteles benar, dengan teorinya: bahwa semakin berat suatu benda, semakin cepat benda itu jatuh ke tanah. Pada waktu itu Aristoteles dipandang sebagai pemikir terbesar sepanjang zaman dan karena itu tentu saja dia tidak mungkin salah.
Padahal yang diperlukan hanyalah seorang yang berani untuk mengambil dua buah benda, yang satu berat dan lainnya ringan, lalu menjatuhkannya dari ketinggian yang cukup untuk melihat apakah benda yang berat memang jatuh lebih dahulu atau tidak. Tetapi saat itu tidak ada orang yang tampil ke depan sampai hampir 2000 tahun setelah kematiannya.
Pada tahun 1589, Galileo memanggil para professor yang terpelajar ke landasan Menara Miring Pisa. Kemudian dia naik ke puncak dan mendorong jatuh dua buah beban, yang satu seberat sepuluh pon dan yang lainnya satu pon. Hasilnya, keduanya ternyata mendarat pada saat yang sama!
Apa kata para professor? Karena mereka tetap yakin dengan kekuatan kebijaksanaan konvensional yang demikian kokoh bersemayam dalam diri mereka, para professor itu tetap menyangkal apa yang mereka lihat. Mereka tetap mengatakan bahwa Aristoteles benar, lalu lemparkan Galileo ke penjara dan melewatkan sisa hidupnya dalam tahanan rumah.
Pertanyaannya, masih adakah sesuatu yang begitu kuat anda yakini sehingga sekalipun sudah berulang kali diperlihatkan fakta-fakta betapa pentingnya kita segera berubah, tetap saja Anda tidak mau berubah?
Karena itulah, Howard Hendrick, dalam Teaching to Change Lives mengingatkan: Kalau Anda ingin terus memimpin, maka Anda harus berubah. Begitu para pemimpin secara pribadi mau berubah dan mulai melakukannya, maka segala sesuatu yang berada dalam tanggung jawabnya pasti segera berubah.
Para pemimpin adalah motor perubahan, dan karena itu ia harus berada di depan untuk menggerakkan perubahan dan mendorong pertumbuhan serta menunjukkan jalan untuk mencapainya.
Tapi terkadang ada pula sebagian pemimpin kita yang mungkin berperilaku seperti Lucy dalam kartun “Peanuts”. Sambil menyandar ke pagar ia berkata pada Charlie Brown, “Saya ingin mengubah dunia.” Charlie bertanya, “Darimana kamu akan memulai?” Lucy menjawab, “Saya akan mulai dengan kamu!”
Menjadi Termostat
Para pemimpin yang ada di seluruh bagian perusahaan dimanapun ia berada, harus mampu menjadi motor perubahan. “Mereka harus lebih menjadi termostat daripada termometer,” kata Maxwell, dalam bukunya Mengembangkan Kepemimpinan Di Sekeliling Anda.
Apa bedanya? Kedua alat ini memang sama-sama bisa mengukur panas, tapi ada bedanya. Termometer bersifat pasif. Ia hanya mencatat suhu lingkungan tetapi tidak bisa melakukan apapun untuk mengubah lingkungan. Termostat adalah alat yang aktif. Alat ini menentukan akan menjadi apa sebuah lingkungan. Termostat mempengaruhi perubahan supaya bisa menciptakan iklim. Pemimpin yang baik, mampu menjadi motor perubahan yang menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan cita-cita perusahaan.
Perubahan Apa?
John C. Maxwell dalam bukuThe Winning Attitude” menggambarkan:
orang berubah ketika mereka cukup sakit sehingga harus berubah; cukup belajar sehingga ingin berubah;
cukup menerima sehingga mereka bisa berubah
.”
Karena itu para pemimpin perlu mengenali siapa-siapa saja orang-orangnya yang berada dalam salah satu dari tiga tahap ini. Sedangkan para pemimpin puncak akan menciptakan suasana yang menyebabkan salah satu dari tiga hal ini terjadi.
Apa yang pertama dan utama sekali perlu diubah oleh para pemimpin, sehingga ia mampu menciptakan suasana yang akan mendorong orang lain ikut berubah?
Maxwell, mengajarkan:
Pertama, pemimpin harus mengembangkan kepercayaan dengan orang lain. Kalau anggota tim percaya kepada pemimpin, itu sudah lumayan hebat. Akan tetapi jauh lebih hebat lagi jika justru pemimpin yang percaya kepada para anggotanya. Bila ini benar-benar terjadi, kepercayaan adalah hasilnya, maka semua pun akan mengikuti.
Abraham Lincoln berkata, “Kalau Anda ingin merebut hati seseorang agar mendukung perjuangan anda, mula-mula yakinkan dia bahwa anda sahabatnya yang sejati. Lalu selidikilah apa yang ingin dicapainya.” Ujian praktis bagi seorang pemimpin adalah pertanyaan, “Bagaimana hubungan Anda dengan para pengikut Anda?” Kalau hubungannya positif, maka pemimpin itu telah siap untuk mengambil langkah-langkah berikutnya.
Kedua, pemimpin harus membuat perubahan pribadi pada dirinya sendiri, sebelum meminta orang lain berubah. Para pemimpin sukses bukan hanya mengatakan apa yang harus dilakukan, mereka memperlihatkannya!
Orang meniru apa yang mereka lihat dari sang pemimpin. Apa yang dihargainya akan dihargai pula oleh anak buahnya. Tujuan pemimpin menjadi tujuan mereka.
Lee Iacocca berkata, “Kecepatan bos adalah kecepatan tim.” Kita perlu ingat bahwa kalau orang mengikuti kita, mereka hanya bisa pergi sejauh kita pergi.
Kalau pertumbuhan kita berhenti,
kemampuan kita untuk memimpin pun akan berhenti.

Karena itu mulailah belajar dan tumbuh sejak hari ini, maka lihatlah mereka yang ada di sekeliling anda, mereka pun ternyata tumbuh dan berubah. Ambil contoh saja, mulailah menghilangkan sikap takut mengatakan hal-hal yang tidak ingin didengar oleh atasan anda.
Sebagai pemimpin anda harus melaporkan dan menyampaikan apa yang perlu anda laporkan, bukan apa yang sebaiknya dilaporkan. Lalu rangsanglah anggota organisasi anda untuk berani pula menyampaikan apa yang perlu anda dengar, bukan apa yang ingin anda dengar.
Ketiga, perlihatkan kepada tim anda bagaimana perubahan itu sebenarnya akan sangat menguntungkan bagi mereka. Sebab perubahan yang sedang kita lakukan saat ini adalah jalan terbaik bagi seluruh pihak,demi masa depan semua orang, bukan bagi anda sebagai pimpinannya. Kepentingan orang banyak itulah yang harus didahulukan.
Keempat, beri mereka andil kepemilikan atas perubahan itu. Kalau orang kurang ikut memiliki suatu gagasan, mereka biasanya menentangnya, bahkan seandainya pun gagasan itu sebetulnya untuk kepentingan mereka yang terbaik!
Pemimpin yang bijaksana memungkinkan pengikut bisa memberikan masukan dan menjadi bagian dari proses perubahan. Tanpa rasa memiliki ini, perubahan hanya akan berjangka pendek. Mengubah kebiasaan dan cara berpikir orang banyak seperti menulis perintah di atas salju dalam badai. Setiap duapuluh menit perintah harus ditulis kembali, kecuali kalau kepemilikan diberikan bersama dengan perintah.
Karena itu, kata Trusell dalam Helping Employees Cope with Change: A Manager’s GuideBook:
  • Tunjukkan kepada orang lain bagaimana perubahan akan menguntungkan mereka.
  • Mintalah mereka untuk berperan serta dalam semua tahap proses perubahan.
  • Bersikaplah lentur, terbuka dan bisa menyesuaikan diri sepanjang proses perubahan.
  • Akuilah kesalahan dan buatlah perubahan kalau sesuai dengan keadaan.
  • Doronglah setiap anggota tim untuk membicarakan perubahan.
  • Mintalah pertanyaan, komentar dan umpan balik mereka.
  • Tunjukkan keyakinan anda atas kemampuan mereka untuk melaksanakan perubahan.
  • Akhirnya jangan lupa berilah selalu antusiasme, bantuan, penghargaan, dan pengakuan kepada mereka yang melaksanakan perubahan.
Bagaimana menurut Anda?

Senin, 14 November 2011

Aku ingin ya Bapa... beri satu hal pada dia..


Bapa yang baik..
Engkau paling tahu apa yang aku rasakan, walaupun aku tak melafalkannya..
Bapa..hatiku amat pedih..
Ketika aku tahu idealisme itu ternyata diperjualbelikan untuk sebuah kepentingan..
Ketika ancaman menjadi sebuah cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan
Ketika perjuangan dikatakan untuk anggota... tapi hanya untuk kelompoknya..

Bapa..hatiku amat sedih..
Betapa aku ingin dia mempertahankan idealismenya..
Betapa aku ingin dia mengusut apa yang diketahuinya untuk kepentingan banyak orang..
Betapa aku ingin dia berbuat sesuatu bukan karena kepentingan-kepentingan kelompok tapi untuk memperjuangkan sesuatu yang baik..bagi seluruh penghuni komunitas kami...

Bapa.. hatiku amat sulit untuk menerima...
Sebuah kenyataan ternyata dia bukan seperti yang aku bayangkan selama ini..
Sebuah kenyataan ternyata dia hanya memikirkan dirinya sendiri
Sebuah kenyataan ternyata dia bersahabat atas dasar kepentingan-kepentingan..
Sebuah kenyataan ternyata ancaman menjadi senjata andalannya...
Sebuah kenyataan ternyata idealismenya bisa diganti dengan sebuah mainan yang diinginkannya...

Hatiku amat sakit Bapa...
Jiwaku remuk...
Semangatku pun patah...

kenapa semua suara hatiku yang selalu aku bantah..menjadi benar adanya...
kenapa pendapat banyak orang tentang dia .. menjadi benar adanya...
kemana perginya rasa kagumku...
kemana perginya kesabaran penantianku...
Sampai kapan ya Bapa..kau biarkan dia seperti ini..
Puas karena menyakiti banyak orang...
Bangga karena disebut Hero oleh kelompoknya...
Menutup pintu hatinya untuk memaafkan orang lain...
Apakah ini yang disebut dengan takdir...
Apakah ini yang disebut dengan suratan...

Bapa.. dengarlah aku...
dengar pintaku...
Aku ingin ya Bapa... beri satu hal pada dia..
Beri dia sebuah hati ya Bapa...
sebuah hati yang selalu mau memaafkan...

Bapa... beri aku kesabaran yang tak mengenal batas...


Inilah kenyataan yang harus aku hadapi. Sebenarnya pendapat tentang dia yang aku dengar adalah benar adanya. Karena memang ternyata nyalinya amat kecil. Dan akupun tersinggung dengan ucapannya, ketika dengan berulang-ulang mengatakan "dulu disuruh menekan saya mau..kenapa sekarang bersikap seperti ini".

Seandainya saja dia tahu, bahwa aku mengorbankan semuanya demi sebuah komitmen terhadap MOU. Jika tidak tentu aku tidak akan melakukan apa yang telah aku lakukan saat ini. Tentu aku tak akan membela apa-apa..biarkan saja.. dan hubunganku pun akan baik-baik saja.

Tapi inilah hidup berorganisasi... dan memang ini bukan kehidupanku..
Aku telah salah jalan..
Aku telah salah memilih..
Dan aku juga telah salah mempercayai orang...

Pedih dan menyakitkan memang..
tapi aku yakin ini adalah bagian dari proses pendewasaan diriku..
dari seorang yang temperamental.. menjadi seseorang yang sedikit sabar..
dari seorang yang berkata kasar.. belajar untuk berkata santun...
dari seorang yang selalu menyalahkan orang lain.. belajar untuk memaafkan orang lain...

Bapa ... dosa aku begitu banyak..
hatiku rapuh mudah terluka..
hatiku bagai api yang menyala-nyala..
satu hal yang kuminta Bapa.. beri aku kesabaran yang tak mengenal batas....
Agar hatiku tak mudah luka..
Agar hatiku tak dipenuhi api yang menyala...

Minggu, 13 November 2011

PENGECUT ....selalu burukkah ??????


Mendengar kata "PENGECUT" membuat hatiku tergerak untuk mencari tahu artinya. Kata ini menginspirasiku untuk mencari tahu artinya.. apakah pengecut itu sesuatu hal yang buruk. Atau memang kita perlu sesekali menjadi seorang PENGECUT.

Menurut artikata.com setelah disearch oleh mbah Google ternyata pengecut mempunyai arti demikian
pe·nge·cut n 1 penakut: ia menuduh aku ~ dan tidak berani menghadapi kenyataan; 2 munafik;

Definisi pengecut adalah orang yang nggak punya cukup keberanian untuk mengakui yg sebenarnya." - Refrain

Pengecut adalah pemberani. Untuk menjadi pengecut minimal diperlukan keberanian untuk bisa berbohong pada hati nurani sendiri. Bukankah menentang hati itu adalah keberanian yang luar biasa..?

Adapula dalam sebuah blog seseorang menulis demikian...

Memaki, menghina, berteriak di balik tirai adalah tindakan seorang pengecut. Maaf kawan, kita tidak membutuhkan pengecut di sini.

Setiap kesalahan harusnya memiliki hak tanya dan hak jawab. Setiap orang boleh bertanya: “mengapa kau menjadi sedemikian menyimpang?” Dan yang ditanya pun memiliki hak jawab, alasan kenapa dia melakukannya.

Tetapi, jika makian hadir, penghinaan, apakah itu sebuah tanya? Terlebih kepada seorang pengecut yang bertanya di balik tirai, kepada siapa hendak hak jawab itu dilayangkan.

Jika engkau lelaki, jadilah pejantan. Jangan terus hidup di balik bayang.

Teman. Ini adalah dunia. Kita nyata di sini. Semua orang memiliki andil, namun kita tidak butuh pengecut di sini.

Membaca tulisan seseorang di sebuah blog seperti di atas.. dapat dipastikan itu disebabkan karena tak adanya komunikasi yang baik. Sehingga semuanya tak disampaikan secara langsung. Penyampaian tak langsung atau lewat tulisan atau lewat orang lain kadang memang bisa berkonotasi macam-macam.

Dalam sebuah blog lain yang terbaca ada tulisan demikian,

Tahukah Anda? Kalau setiap orang memiliki chicken little dalam dirinya. Mungkin Anda akan membantah hal tersebut dan Anda akan berkata, saya bukan seorang pengecut. Jika itu memang benar, Anda patut bersyukur karena Anda memiliki jiwa pemenang.

Kita semua memiliki sikap pengecut dalam diri kita, namun kita sering kali tidak menyadarinya. Pengejek adalah salah satu sikap dari pengecut or chicken little. Setiap hari kita dikelilingi oleh pengejek yang menceritakan segela sesuatu yang buruk dan negatif.

Selain itu kita juga merupakan seorang pengecut, ini muncul disaat perasaan takut dan kawatir datang menyelimuti pikiran kita. Kita sering berkata “Saya tidak pandai.” “Saya tidak bagus.” “Saya beda dengan kamu, kamu punya bakat dan saya tidak punya bakat.” “Saya tidak bisa melakukannya.” Kekawatiran ini seringkali membuat rasa pengecut kita mulai tumbuh dan membesar dalam diri kita. Sikap pengecut biasanya suka memakai kata-kata “Bagaimana jika ...saya gagal, saya kalah, tidak berjalan sesuai dengan rencana, dll.”

Pada dasarnya seorang pengecut selalu mencari alasan. Contahnya saya tidak bisa karena saya... Itu tidak cocok bagi saya karena saya tidak mampu. Saya tidak punya bakat. Saya masih kecil belum cukup umur. Saya tidak punya kekuatan...Saya tidak...saya tidak...saya tidak....Seorang Chicken little selalu menggunakan kata-kata tersebut.

Pengecut tidak pernah mencari solusi tetapi terus menerus mencari alasan. Alasan yang dapat membenarkan dirinya sehingga sikap pengecut yang ada dalam dirinya tidak begitu kelihatan mencolok. Tapi pernahkah anda banyangkan, sebenarnya alasannya tersebut sebenarnya telah membentuk dirinya menjadi seorang pengecut sejati.

Jika pengecut seperti tulisan di atas memang tak seharusnya kita lakukan. Kita harus yakin apapun yang terjadi kita harus mampu mengatasinya.. kita jangan mencari-cari alasan seperti seorang pengecut.

Namun akan berbeda jika kita membaca cerita dibawah ini.. ternyata pengecut tak selalu berkonotasi jelek.

Banyak yang masih berpendapat ‘Kemenangan adalah Keharusan’ atau ‘kemenangan tidak bisa ditawar-tawar’, bahkan lebih extrim lagi : ‘Menyerah adalah perbuatan pengecut’. Ucapan motivasi ini pada dasarnya adalah baik tapi akan lebih baik lagi jika disertai kebijaksanaan.

Ada kejadian di sejarah yang bisa menjadi contoh bahwa menyerah tidak selamanya identik dengan perbuatan pengecut. Kejadiannya sebagai berikut :

Di masa awal Dinasti Tang, dinasti yang baru berdiri ini menghadapi berbagai ancaman dari luar maupun rongrongan dari dalan negeri. Salah satu ancaman dari luar adalah suku-suku pengembara yang berasal dari Utara Tiongkok dan sekitar Mongolia. Perang terbuka telah terjadi beberapa kali dan bahkan ada suatu kesempatan di mana gerombolan suku nomaden mengepung Ibukota Chang An sehingga nasib dinasti baru ini sangat kritis.

Singkat cerita Ibukota Chang An berhasil dibebaskan dari kepungan, tapi suku nomaden ini bukan lawan sembarangan. Kehadiran mereka tetap saja mengganggu stabilitas DInasti Tang. Manuver dan strategi perang yang dilancarkan suku ini termasuk mematikan.

Salah satu muslihat yang dilaksanakan adalah mengepung kota kecil yang tidak berpengaruh terhadap ekonomi maupun stabilitas Dinasti Tang. Kota ini disebut Sui Zhou. Kepungan ini ternyata hanya bersifat pancingan untuk memancing Tentara Tang datang dan membebaskan kota dari kepungan. Jika Tentara Tang (mayoritas infantri) tiba, pasukan berkuda suku nomaden akan segera melancarkan sergapan yang mematikan untuk membantai Tentara Tang sehabis-habisnya.

Kabar pengepungan segera tersiar ke Ibukota dan Kaisar Li Shi Min agak ragu untuk mengirimkan bantuan. Sementara pejabat Kota Sui Zhou saat itu, Fan Xing, juga tidak habis pikir mengapa suku pengembara mengincar kota ini. Fan Xing dan beberapa pejabat yang berwenang segera berunding untuk mencari tahu apa maksud suku pengembara mengepung kota kecil ini. Perundingan akhirnya mendapatkan hasil bahwa suku pengembara bermaksud memancing Tentara Tang untuk datang dan menghabisi mereka begitu mereka tiba dengan memanfaatkan medan / padang tempur yang rata dan luas.Para pejabat segera mengutus pembawa pesan untuk berangkat ke kota terdekat. Sayangnya, si pembawa pesan terbunuh saat mengitari kepungan dan dengan demikian pesan tidak tersampaikan.

Sang Kaisar di saat yang hampir bersamaan juga menyimpulkan hal yang sama. Dilema makin berat karena rakyat di kota tersebut menjadi taruhannya, jika kota tidak diselamatkan. Sementara itu, jika masih nekat mengirimkan bala bantuan, maka sama saja memakan umpan siasat dari suku pengembara.

Belum lagi Sang Kaisar mengambil keputusan, datang kabar bahwa Pejabat Kota Sui Zhou, Fan Xing, telah membuka gerbang dan menyerahkan kota ke pimpinan suku pengembara. Suasana hati Kaisar seketika bercampur aduk. Di satu sisi senang karena tidak termakan siasat suku pengembara dan di sisi lain ada penyesalan karena rakyat lagi-lagi menjadi korban sekaligus menyesali diri karena tidak mampu melindungi rakyat.

Belakangan diketahui bahwa Fan Xing berlutut memohon agar pihak penyerang tidak melukai rakyat Sui Zhou. Pemimpin suku mengabulkan permintaan tersebut dan mengutus Fan Xing sebagai pembawa kabar ke hadapan Kaisar mengenai tebusan jumlah besar untuk menebus rakyat Sui Zhou yang saat ini tengah ditawan.

Begitu Fan Xing tiba di ibukota, dia segera ditawan. Lawan-lawan politiknya menghadap Kaisar dan menghendaki agar Fan Xing dihukum mati. Kaisar berhasil meredakan kebencian golongan anti-Fan Xing dan mengunjungi penjara untuk menjenguk Fan Xing. Kaisar sudah berencana agar Fan Xing sekedar diasingkan dan tidak perlu dihukum mati.

Fan Xing sadar bahwa walaupun dia sudah berjasa, kalau tetap hidup akan ada pihak-pihak yang memanfaatkan hal ini untuk menyerang dirinya. Kaisarpun akan kerepotan untuk meredakan gejolak golongan anti-Fan Xing. Akhirnya dia memutuskan untuk bunuh diri.

Cerita sejarah membuktikan bahwa menyerah bukanlah selalu identik dengan pengecut. Terkadang mengucapkan kalimat ’saya menyerah’ perlu keberanian lebih daripada menyatakan ’saya tidak menyerah’. Menyerah masih mudah untuk dilakukan, yang sulit adalah menyerah dengan bijak.

Membaca cerita diatas, kita akan setuju bahwa tindakan pengecut Fan Xing adalah tindakan penuh pengorbanan. Jadi pengecut itu tak selalu jelek. Pengecut itu tak selalu berarti lempar batu sembunyi tangan, pengecut itu tak selalu orang yang munafik, pengecut itu bukan selalu identik dengan penakut. Diam itu tak selalu identik dengan pengecut. Tak membalas juga bukan berarti sebagai tindakan pengecut. Tak menjawab juga bukan berarti tindakan yang pengecut. Tak menjawab bukan berarti membenarkan semua tuduhan. Tak memberikan perlawanan dan tak mengungkapkan kebenaran yang ada juga tak bisa disebut sebagai pembenaran terhadap tuduhan itu dan dicap sebagai pengecut. Kalau dengan diam dapat meredam masalah lalu untuk apa memperbesar masalah.. Biarlah nanti waktu yang akan membuktikan.

Setiap orang mempunyai alasan masing-masing. Kita mempunyai alasan sendiri pada saat kita menuduh orang lain pengecut. Kita juga punya alasan sendiri untuk tidak menjawab tuduhan "pengecut" yang dilontarkan kepada kita. Seperti juga kita mempunyai alasan untuk menulis sesuatu dalam sebuah forum dan seperti juga kita mempunyai alasan untuk menghapus tulisan dalam forum tersebut. Semua orang mempunyai alasannya masing-masing dan seharusnya semuanya juga dapat memahaminya. Bukankah lebih baik itu dihapus demi menjaga nama baik sebuah lembaga, hubungan baik dengan lembaga lain, nama baik orang-orang yang seharusnya kita hormati. Apakah tindakan tersebut dapat dikatakan sebagai tindakan pengecut atau sabotase.

Bukankah seperti tertulis, janganlah kita membalas orang menurut perbuatannya. Dia jahat kita balas jahat, dia teriak pengecut kita pun meneriakkan hal yang serupa. Ada saatnya diam adalah yang terbaik. Panas tak perlu dibalas dengan panas.. Keras tak perlu dibalas dengan keras. Selain itu tindakan pengecut memang perlu dilakukan karena kita juga tak tahu apakah memang kalimat itu ditujukan pada kita. Daripada salah menjawab, lebih baik diam bukan.

Jadi jika kita bertindak "pengecut" seperti Fan Xing, untuk kepentingan banyak orang, kedamaian dan nama baik orang lain yang kita menaruh hormat.. kenapa harus takut disebut pengecut. Lalu jika akhirnya kita memilih menyerah karena telah lelah dan memikirkan demi kedamaian serta kebaikan banyak orang.. apakah itu juga dikatakan sebagai tindakan pengecut ataupun penakut... Apakah menyerah selalu identik dengan kalah... Menyerah tak selalu berarti kalah.. Mungkin lebih baik kita menyerahkan semuanya kepada yang merasa mampu mengerjakan, daripada kita tak bisa bekerja karena selalu dipersalahkan.

Lalu apakah kita tak boleh mengeritik orang lain.. tentu saja boleh kita mengeritik orang lain jika memang kita mempunyai alasan dan bukti-bukti yang jelas. Tak seharusnya kita menjadi pengecut dengan mengeritik seseorang tanpa jelas kepada siapa keritik itu ditujukan. Adalah amat membahagiakan jika diantara kita berani tampil untuk mengeritik segala hal yang bobrok segala hal yang tak baik untuk kepentingan orang banyak. Karena tak semua orang dianugrahi keberanian untuk berani mengutarakan pendapat, berani mengeritik.

Seperti tertulis dalam sebuah blog,

Kenyataan yang ada adalah Kita semua sudah dididik menjadi bangsa pengecut. Bangsa yg terkungkung pada aturan baku. Tidak berani mempertanyakan dan tidak berani mengkritik. Seolah tahu bahwa hukum tidak berfungsi di negeri ini. Bangsa ini telah tertelan oleh arus kekuatan dan uang. Bangsa ini dibungkam oleh karakter “berserah diri”. Toleransi menurunkan daya saing kita, toleransi pula yang mengakibatkan maraknya plagiat. Cukup sudah kita dikungkung dan dihina seperti ini, mari bangkit menjadi bangsa yang besar.

Kita sebagai individu harus maju. Kemajuan dihasilkan dari sesuatu yang visioner. Jika ada yg tidak baik dan tidak efisien, silahkan kritik dan beri perubahan. Setidaknya kita sudah melakukan amal untuk perubahan yg lebih baik dan merasa puas dalam diri, apabila kiritikan kita tidak ditanggapi. Paling tidak kita sudah menjadi orang yang menang sebelum berperang, berani untuk mencoba.

Membaca tulisan diatas... Bukankah kita harus berterima kasih pada orang-orang yang pemberani seperti ini, apalagi jika kritik itu jelas ditujukan kepada siapa dan didasarkan pada bukti-bukti. Tentu kita dengan senang hati untuk membantu dan mendukungnya... untuk mengusut persoalan yang dikritik itu sampai tuntas.

Jadi tak selalu pengecut itu hina, dan tak selalu pengecut itu baik.. tergantung pada posisi kita.. tergantung pada keadaan.. kadang memang kita harus berlaku pengecut.. kadang kita dilarang menjadi pengecut. Ingin menjadi pengecut atau bukan pengecut.. semua balik lagi pada kita.. setiap kita mempunyai alasannya masing-masing. Pilihan ada ditangan kita...

------------------------

Bicara mengenai Penakut dan Pengecut.. puisi ini amat menggelitik... Ya.. jika untuk ini.. kenapa kita harus menjadi pengecut..

Penakut Bukan Pengecut(dari Makna Kata)

Aku memang penakut.
Tapi bukan pengecut.

Bagimu mungkin sama.
Bagiku beda.

Aku memang penakut.
Tapi bukan pengecut.

Kejujuran berdiri di tengah mereka.
Jadi pembeda.

Aku penakut, kalau-kalau kamu menghilang.
Tapi bukan pengecut yang sungkan bilang.

Aku penakut, yang takut kamu tak mencari aku.
Tapi bukan pengecut yang malu mengaku.

Bagus sekali bukan puisi ini...

Senin, 07 November 2011

Cakrawala Kebijaksanaan


“tidak hanya dalam berucap dan bertindak, menulis pun memerlukan kebijaksanaan. karena hakekatnya ketika kita menulis, tangan mewujudkan ucapan dan tindakan kita dalam bentuk kata”

“kebijaksanaan bukan diukur pada kecepatannya melainkan ketepatannya”

“tak selamanya takdir langit sesuai dengan kehendak bumi. namun selalu ada cakrawala yang menyatukan keduanya”

Indahnya arti CAKRAWALA


" Kita semua hidup dibawah langit yang sama, tetapi tidak semua orang memiliki cakrawala yang sama " ( Konrad Adenaur )

Alkisah, seorang murid datang kepada gurunya dengan kesedihan yang mendalam karena kegagalan yang dialaminya. Dengan tersedu-sedu sang murid mulai curhat kepada sang guru. Seusai sedu sedan sang murid mulai mereda, sang guru mengambil segelas air dan meminta sang murid memasukkan satu sendok garam ke dalam gelas, lalu mengaduknya. Kemudian sang guru meminta muridnya untuk mencicipi air dalam gelas tersebut. " Asin" kata sang murid. Kemudian sang guru mengajak muridnya menuju ke danau air tawar yang jernih. Sesendok garam delemparkan sang guru ke danau. Sang murid diminta untuk mencicipi air danau itu. Kali ini tidak ada rasa asin sama sekali. Sang guru kemudian menyampaikan pesan bahwa gelas yang sempit dan danau yang luas ibarat cakrawala seseorang dalam memandang kehidupan. Melukiskan kehidupan hanya dalam bentuk gelas (yang sempit) adalah suatu kesempitan yang membuat hidup jadi merana dengan kesedihan yang berkepanjangan. Kegagalan atau kekalahan dalam suatu hal diartikan sebagai kegagalan dalam hidup, yang akan membuat dunia runtuh. Kegagalan merupakan suatu hal yang amat manusiawi. Bila kita mensikapi suatu kegagalan dengan cakrawala yang luas ( seperti menuang garam ke dalam danau ), maka kita akan menemukan bahwa kegagalan adalah ibu dari kesabaran. Bila kearifan kita telah sampai kepada cakrawala bahwa kehidupan adalah samudera yang luas, yang kerap kali terpercik sejumput garam (kegagalan atau kekalahan) yang tidak dapat dihindari, maka kita akan menemukan kebahagiaan yang tiada putusnya dalam kehidupan kita.

Cakrawala adalah gambar yang ada dalam pikiran kita dalam memandang dunia di luar diri kita. Gede Prama dengan apik mengungkapkan, "the blueprint of life is found within our mind". Luas atau sempitnya "gambar" itu akan sangat berpengaruh terhadap "life wisdom" kita, yang bermuara pada kecerdasan untuk berbahagia. Dalam kondisi kondisi tertentu, gambar itu akan berperan sebagai "kompas" yang memandu kita dalam menentukan posisi dan orientasi perjalanan hidup kita.

Presiden Amerika Serikat, Harry Truman, memiliki kebiasaan yang unik, namun mengesankan. Kebiasaan ini berkaitan dengan cakrawala hidup dan perilaku rendah hati yang dimilikinya. Seusai acara-acara makan malam dengan para tamunya, Truman biasanya mengajak para tamu untuk berjalan-jalan dan berbincang-bincang di halaman luar. Sembari menatap langit yang ditaburi bintang, Truman berucap, "Demikian besar bumi dan tata surya planet ini, ya. Dan, betapa kecilnya kita..."

Kehidupan adalah siklus perjalanan yang terjal, naik turun, dan berkelok-kelok yang tidak dapat diperkirakan. Yang dapat kita lakukan adalah berusaha sebaik mungkin, mengharapkan yang terbaik, dan mempersiapkan diri untuk menghadapi hal hal buruk yang mungkin terjadi...

Ada tiga hal yang wajib kita lakukan untuk survive dan memaknai kehidupan, yaitu Change, Learn, and Grow