yang saya baca, yang saya amati, yang saya alami, yang saya rasakan, yang saya pelajari, yang saya khayalkan, yang saya renungkan, yang saya perdebatkan, yang saya imajinasikan..... yang saya ceritakan untuk menginspirasi...
Sabtu, 09 Juni 2012
PUISI WS. RENDRA
Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika :
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan
Nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...
"ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"
(WS Rendra).
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika :
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan
Nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...
"ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"
(WS Rendra).
Jumat, 08 Juni 2012
Jika Aku Sudah Tua Nanti
Tulisan ini aku dapatkan dari sebuah blog, bahkan sering di BBM Group terkirim tulisan ini.
Percayalah .. tulisan ini amat baik untuk kita...
Karena kita tak pernah tahu kapan orang tua kita akan meninggalkan kita untuk selama-lamanya..
Demikian isinya...
JIKA AKU SUDAH TUA NANTI
Jika aku tua nanti,
Mengertilah terhadapku,
Jika aku lupa cara mengikat sepatuku ,
Ingatlah saat ku dulu mengajarimu..
Kalau aku berulang-ulang mengatakan sesuatu,
Bersabarlah mendengarkanku
Jangan memutus pembicaraanku
Walau sudah bosan telingamu..
Jika aku seketika lupa pembicaraan kita,
Berilah aku waktu untuk mengingatnya
Bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting
Asal kau ada mendengarkan disampingku..
Saat kau kecil aku harus mengulang cerita
Yang telah beratus kali kubacakan agar kau tertidur dan gembira
Jika aku tua nanti, rengkuhlah jemariku ini
Beri aku perhatianmu yang tak pernah henti..
Kalau aku perlu kamu memandikanku, janganlah marah kepadaku
Ingatlah, sewaktu kecil aku harus memakai seribu cara untuk membujukmu
Kalau aku tak paham informasi dan hal baru, janganlah mengejekku
Ingatlah dahulu aku harus bersabar menjawab setiap "mengapa" darimu..
Jika nanti aku lemah dan tak sanggup berjalan lagi,
Ingatlah saat kau dulu belajar menapakkan kaki
Ulurkanlah tanganmu yang masih kuat untuk memapahku
Seperti saat aku dulu mendampingimu..
Kini, temani aku jalani sisa usiaku
Berikan kasih tulus mu
Kan ku balas dengan rasa syukurku
Serta cinta tak terhingga untukmu..
Jika aku tua nanti,
Kelak kan tiba waktuku tuk pergi
Panjatkanlah selalu doamu padaNya yang Maha Tinggi
Karena permohonanmu kan melesat bagai cahaya dalam kuburku…menerangi..
Jangan kau tangisi dan ratapi aku dengan kesedihanmu
Berdoa dan perbanyaklah amal baikmu
Doa anak saleh yang kan membantu
dan jadi pelita dalam kuburku..
Jadilah orang yang berbakti
Isi hidup dengan hal yang berarti
Agar kelak Dia kan mempertemukan kita kembali
Ditaman surgaNya yang abadi..
Lagu untuk Ayah dan Ibu
Di saat aku kecil kau menjagakuDi saat aku besar kau menuntunku
Di saat aku letih kau membuaiku
Saat aku tak mengerti kau mengajariku hidup
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Ibu terima kasih
Doa dan cinta menjadikan cahaya hidup
Ayah terima kasih
Kau beri aku sayap kecil untuk melangkah
Di saat aku bahagia kau pun bahagia
Di saat aku sedih kau menjagaku
Di saat aku jatuh kau membawaku
Bila aku pun besar ku ingin ku yang menjagamu
Ibu terima kasih
Doa dan cinta menjadikan cahaya hidup
Ayah terima kasih
Kau beri aku sayap kecil untuk melangkah
Ibu terima kasih
Doa dan cinta menjadikan cahaya hidup
Ayah terima kasih
Kau beri aku sayap kecil untuk melangkah
Rieka Roeslan – Ayah Dan Ibu
Ayahku yang kucinta
Benny Christanday
Ayahku yang kucinta
Kasihmu tak pernah sirna
Ku Tak kurang ku mau lebih
Andai saja kubisa manja
Ku Tak kurang ku mau lebih
Andai saja kubisa manja
Kau tegas tapi kau lembut
Tak pernah kau memukulku
Disiplinmu membentukku
Aku ingin banggakan ayah
Kau sabar kau penuh sayang
Selalu bri yang terbaik
Setia doakanku
Aku ingin banggakan ibu
Karya jerih keringatmu nampak
Buatku bangga jadi anakmu
Sekarang giliranku
Jadikan ayahku (ibuku) bangga
Tak pernah kau memukulku
Disiplinmu membentukku
Aku ingin banggakan ayah
Kau sabar kau penuh sayang
Selalu bri yang terbaik
Setia doakanku
Aku ingin banggakan ibu
Karya jerih keringatmu nampak
Buatku bangga jadi anakmu
Sekarang giliranku
Jadikan ayahku (ibuku) bangga
Kamis, 07 Juni 2012
Di doa Ibuku Namaku disebut...
Di waktu ku masih kecil, gembira dan senang
Tiada duka kukenal, tak kunjung mengerang
Di sore hari nan sepi....ibuku bertelut
Sujud berdoa ku dengar namaku disebut
Di doa ibuku, namaku disebut
Di doa ibuku ku dengar, ada namaku disebut
Sering ini kukenang, di masa yang berat
Di kala hidup mendesak dan nyaris ku sesat
Melintas gambar ibuku, sewaktu bertelut
Kembali sayup kudengar.... Namaku disebut
Di sore hari nan sepi... ibuku bertelut
Sujud berdoa ku dengar namaku disebut
Di doa ibuku, namaku disebut
Di doa ibuku dengar ada namaku disebut....
Ada namaku di sebut
Sekarang dia telah pergi ke rumah yang tenang
Namun kasihnya padaku selalu ku kenang
Kulintas gambar ibuku sewaktu berteduh
Kembali sayup kudengar ... namaku disebut..
Tiada duka kukenal, tak kunjung mengerang
Di sore hari nan sepi....ibuku bertelut
Sujud berdoa ku dengar namaku disebut
Di doa ibuku, namaku disebut
Di doa ibuku ku dengar, ada namaku disebut
Sering ini kukenang, di masa yang berat
Di kala hidup mendesak dan nyaris ku sesat
Melintas gambar ibuku, sewaktu bertelut
Kembali sayup kudengar.... Namaku disebut
Di sore hari nan sepi... ibuku bertelut
Sujud berdoa ku dengar namaku disebut
Di doa ibuku, namaku disebut
Di doa ibuku dengar ada namaku disebut....
Ada namaku di sebut
Sekarang dia telah pergi ke rumah yang tenang
Namun kasihnya padaku selalu ku kenang
Kulintas gambar ibuku sewaktu berteduh
Kembali sayup kudengar ... namaku disebut..
Bunda - Melly Guslow
Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda
Pikirkupun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku
Reff:
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu dtimang
Nada nada yang indah
Slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya
Tangan halus dan suci
Tlah mengangkat diri ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan
Back to reff
Oh bunda ada dan tiada dirimu
Kan slalu ada di dalam hatiku
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda
Pikirkupun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku
Reff:
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu dtimang
Nada nada yang indah
Slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya
Tangan halus dan suci
Tlah mengangkat diri ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan
Back to reff
Oh bunda ada dan tiada dirimu
Kan slalu ada di dalam hatiku
Selasa, 05 Juni 2012
Ini Cerita tentang Kuliah
Ini cerita tentang kuliah yang kutulis untuk kedua kalinya.. setelah tulisan yang pertama raib tanpa bekas. Memang susah kalau menjadi orang yang gagap teknologi.
Perjalanan hari ini sangat lancar.. hanya 30 menit dari Rawamangun
Rabu, 6 Juni 2012
Perjalanan hari ini sangat lancar.. hanya 30 menit dari Rawamangun
Sebelum kuliah aku dan dua sahabat terbaikku.. mengikuti kursus bahasa Inggris. Tentunya kalau kami sudah pintar tidak perlulah membuang uang untuk kursus seperti ini. Tapi karena kami makin sadar kalau bahasa Inggris kami sungguh-sungguh terbelakang.. kami mau tak mau harus menyiapkan waktu untuk belajar memberanikan diri berbicara dalam bahasa Inggris. Bagi yang sekarang malas atau tidak mau belajar Bahasa Inggris.. aku mengharapkan segera kembali ke jalan yang benar..agar tidak tersesat seperti aku sekarang.
Mr. Andi, guru Inggris kami mengajak kami untuk BBM, SMS dan berbicara dengan bahasa Inggris. Nahhh... ini yang repot. Mau bisa Inggris tapi tak perlu belajar speak-speak memakai bahasa Inggris bisa gak ya..????? Katanya "Jangan takut bicara dalam bahasa Inggris.. Ingat ini bukan bahasa kita.. jadi orang akan maklum jika salah.. yang penting You understand Me.. I understand You.. You and Me understand each other..."
Ah siapa bilang salah gak papa.. kalo keterlaluan kan juga jadi bahan tertawaan.. ya kan.. seperti.. Do you like a dog ? Are you like a dog...???? Nah.. nah.. nah...
Singkat cerita kami bertiga memberanikan diri berbicara.. walaupun salah disana sini.. Geli juga kalau ingat bahwa semua yang diajarkan sore ini sudah pernah dipelajari dikelas SD, SMP, SMA bahkan kuliah S1. Raib kemana ya semua ingatan itu...
Tak terasa sudah jam lima sore.. berarti kami harus naik kelantai 8..
Naik ke lantai 8
Kuliah sudah dimulai. Ibu dosennya amat cantik.. sayang pelajarannya amat sulit.. Statistik.
Suasana kelas tak seperti biasanya.. tertawa sekedarnya.. semua konsentrasi tinggi. Herannya bu Dosen kuatir kami tertidur dikelas. Pertanyaan dari teman-teman terdengar berat-berat. Menambah pusing kepalaku.. sepertinya dikelas ini semua sudah paham statistik.
Isi tayangan pun berbahasa Inggris.. plus tabel-tabel.. Nah...
Malam ini belajar nominal, ordinal, histogram, pie chart, cross section, time series, longitudinal..
Bu Dosen bilang.. tak ingin memberatkan kami.. menyampaikan dasar-dasarnya saja nanti kelanjutannya baca saja buku statistik . Nah... beli buku sih mudah.. mau beli apa saja selama ada uang pasti kebeli..bahkan kalau dana terbatas pun masih bisa fotocopy atau pinjam.. Nah... yang repot membaca dan mengertinya.. kapan waktunya kalau pagi sudah bekerja, malam kuliah dan tengah malam ingin santai menulis apapun yang kusuka dan berkhayal tentang apa saja yang aku mau... Sebenarnya kalau diingat-ingat hampir semua yang disampaikan sudah pernah dipelajari saat S1.. tapi ya itu.. bisa pergi tanpa pesan-pesan.
Nah.. nah.. nah.. apalagi nanti ujiannya adalah mencari data dan mempresentasikan sekomunikatif mungkin.. same data..which is easier to understand...
Nah.. aku jadi pusing sendiri.. tiba-tiba ngantuk dan ingin tertidur.. satu yang kuingat dengan baik..
Minggu, 03 Juni 2012
Ini Lagu tentang Ayah
Teringat masa kecilku, Kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu, buatku melambung di sisimu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu
Kau ingin ku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu, catat kedalam yang mungkin kulakukan
Dalam waktuku beranjak dewasa
Jangan sampai terpaku kedalam ku jatuh dan terinjak
Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Kuberjanji akan menaati perintahnya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya kumencintaimu
Kan kubuktikan kumampu penuhi maumu.
-Ada Band-
Mencintai itu......
Mencintai itu tidak mudah
Sering kita menyangka bahwa kita mencintai,
Tetapi sesungguhnya kita hanya mencintai diri sendiri
Dengan mencintai,
Berarti kita bersedia meninggalkan diri kita sendiri,
Berarti kita mau berbagi milik agar orang lain
mendapat bagiannya,
Berarti kita menyangkal diri demi orang lain
Mencintai itu menimbulkan sakit
Sejak sejak terjadi dosa pertama,
Mencintai berarti menyalib diri untuk orang lain
Cinta kasih laksana sebatang lilin yang menyala
Cinta kasih selalu berkorban demi sesama
Cinta kasih tidak mementingkan diri sendiri
Cinta kasih tidak hilang lenyap dengan
bertambahnya usia
Tetapi menjadi semakin indah dan mulia
Semakin agung dan kokoh
Sebab cinta memberikan harapan, ketenangan dan
kedamaian.
Aku Ingin Memberi Hadiah Ulang Tahun Untuk Mami
"Aku ingin maju ke depan mami.. aku ingin memberi hadiah ulang tahun untuk mami... mami aku mau maju ke depan..," kalimat ini berulang kali terucap dari mulut kecil My baby..putri ketigaku. Sambil mengikuti langkahku.. sambil tidur disebelahku.. lewat BBM.. bahkan saat aku pulang ke rumah.
Semenjak putriku dimasukkan ke kelas dengan simbol "6" di belakang kelasnya, dimana anak-anak pintar dikumpulkan di kelas ini.. aku sudah pasrah jika My baby tidak masuk dalam sepuluh besar. Di kelas lain bolehlah aku berharap. Tapi di kelas ini rasanya terlalu berlebihan jika aku melihat bagaimana My baby harus belajar untuk tetap mempertahankan posisinya. Entahlah.. aku sendiri tak terlalu ingin anakku menduduki posisi ranking di kelas.. karena aku telah merasakan..betapa sulitnya mempertahankan.. aku tak ingin putri-putriku stress karena keinginan-keinginanku semata. Aku hanya mengatakan.."mari kita lakukan semaksimal yang mampu kita lakukan.. tapi yang terpenting kita harus siap untuk kecewa,, karena tak selalu keinginan dan harapan selalu menjadi kenyataan.. dan kita baru tahu itu kenapa terjadi tidak saat kejadian..tapi disaat yang kita juga tak tahu kapan kita akan mendapat jawaban itu.. tapi kita tetap bermimpi.. karena mimpi yang membuat kita bergerak"
Selama acara berlangsung..sungguh aku stress luar biasa.. apalagi saat My baby mengeluh sakit perut. Dia selalu begitu disaat stress. Aku tak ingin dia menyesali keputusanku yang tidak ingin mencampuri keputusan wali kelasnya yang memasukkan putriku ke kelas 9.6 tanpa menanyakan kepada putriku. Aku yakin gurunya lebih mengetahui prestasinya di sekolah dibandingkan dengan aku.
Aku baru bisa menarik nafas lega.. saat My baby dipanggil maju ke depan menerima piagam sepuluh besar siswa berprestasi. My baby sudah menurunkan keinginannya..dimana awalnya ia ingin seperti putri keduaku yang masuk dalam katagori. Di pagi hari dia sudah mengatakan.. satu katagori saja mami.. satu saja..aku ingin memberi hadiah untuk ulang tahun mami... Sungguh..aku ingin menangis mendengarnya.
Apalagi aku melihat bagaimana perjuangannya untuk belajar. Tidur larut.. sehingga pagi terlambat bangun. Dan My baby terkenal di kalangan para guru sebagai murid yang selalu tergesa-gesa masuk kelas dan bahkan sempat protes pada pak Satpam karena dilarang masuk. karena terlambat Sampai semua Satpam di sekolah mengenalnya.. bahkan pak Ige sampai berkata kepadaku "Dia gak akan lupa pada saya bu..".. Saat ku tanya pada My baby katanya dia kesal pada pak Ige karena melarang masuk sekolah karena terlambat dan dia mendiamkan pak Ige..sampai pak Ige minta maaf.. Astaga...
Dan pagi itu.. di tanggal 2 Juni 2012.. my Baby memberikan Hadiah Ulang Tahun yang amat Indah untukku.. semua kerja kerasnya terbayar lunas.. keluhan sakit perutnya mendadak hilang..
Terima kasih anakku.. betapa aku melihat perjuanganmu untuk menyenangkan hatiku.. untuk menghibur kesesakanku..
Kadang aku malu.. perhatianku yang kurang.. waktuku yang nyaris tak ada untuk mendampingi putri bungsuku belajar disaat dia memerlukanku.. putriku bukan membalas dengan keluhan, protes atau penurunan prestasi.. tapi dengan prestasi yang menurut ukuranku sudah amat luar biasa..
Terima kasih sayang.. maafkan mami yang belum bisa memberikan apa yang engkau harapkan dari mami... Mami bangga padamu sayang.. bangga sekali...
Sabtu, 02 Juni 2012
Syukurku tak terhingga... (diusia 45 tahun..)
Aku bersyukur untuk banyak hal hari ini..
Ucapan dan doa dari semua orang yang mengasihiku terkirim untukku.. kadang aku malu dengan keterbatasanku..karena aku tak mampu menghafal hari ulangtahun semua orang yang mengasihiku dengan baik.. Maafkan untuk keterbatasanku ini.
Sungguh aku bahagia sekali dengan semua ucapan, doa dan semua moment indah yang terjadi pada hari ini.. tanggal 2 Juni 2012.. Terima kasih untuk ini semua.. untuk semua yang aku sayangi...
Aku bersyukur dengan hadiah terindah dari putri-putriku. Talita lulus SMA, Keke lulus SMP. Kerja keras Keke terbayar lunas saat namanya disebut untuk maju menerima piagam. Aku sudah sempat kuatir dengan putriku ini. Tapi aku salut dengan semangatnya.. aku sendiri tak pernah menyangka dia mampu mengikuti pelajaran dengan baik di kelas 96 dan berupaya mempertahankan prestasinya.
Aku bersyukur untuk semangat putri pertamaku. Keinginannya yang kuat untuk berbuat apa yang bisa dibuat.. kadang membuat aku kewalahan mengikuti keinginannya. Kejutan-kejutannya kadang membuat aku terharu. Semangat ingin magang mengisi liburan juga membuatku terkejut-kejut. Tapi aku bangga padanya.
Aku bersyukur untuk putri keduaku.. kegundahan kegalauan hatinya malah makin mendekatkan dia dengan aku.. Kadang memang kami bisa beda pendapat.. tapi tak pernah menjadi berlarut-larut.
Aku bangga pada putri-putriku dan merekalah yang membuatku kuat untuk menghadapi hidup dengan berani.
Tuhan.. aku kadang merasa lelah dengan perjalanan hidupku.. tapi disaat lelah banyak orang yang menguatkan aku.. apalagi setelah ibu tak ada.. rasanya kakiku melangkah dengan berat.. tapi anak-anakku selalu mensuport aku.. juga semua teman-temanku.. Yo suamiku adalah tempatku belajar tentang banyak hal.. terutama keikhlasan dan kesabaran..
Aku ingin diberikan kebijaksanaan untuk semua yang masuk dan keluar dari mulutku.. Aku ingin selalu diingatkan untuk menjaga kesehatan karena ada 3 putriku yang harus aku jaga dengan baik.. Untuk menjaga perkataanku.. karena ada 3 putriku yang belajar dariku dan menuntut teladanku.. Mudah aku tuliskan..tapi tak mudah dijalankan. Semakin kita mempunyai keinginan semakin banyak angin yang menggoyahkan.. godaan makan setiap malam membuat kesehatanku makin buruk nantinya.. tak mampu sabar, mudah marah, dan tersinggung membuat perkataan menjadi tak baik.
Tuhan kuatkan aku ...
Tuhan terima kasih untuk semua kemurahanmu.. untuk setiap orang yang dikirim untuk mengisi kehidupanku..
Terutama untuk ayah dan ibu yang telah membesarkanku, mendidikku, membimbingku dan membuat hidupku penuh warna..
Amin..
Ucapan dan doa dari semua orang yang mengasihiku terkirim untukku.. kadang aku malu dengan keterbatasanku..karena aku tak mampu menghafal hari ulangtahun semua orang yang mengasihiku dengan baik.. Maafkan untuk keterbatasanku ini.
Sungguh aku bahagia sekali dengan semua ucapan, doa dan semua moment indah yang terjadi pada hari ini.. tanggal 2 Juni 2012.. Terima kasih untuk ini semua.. untuk semua yang aku sayangi...
Aku bersyukur dengan hadiah terindah dari putri-putriku. Talita lulus SMA, Keke lulus SMP. Kerja keras Keke terbayar lunas saat namanya disebut untuk maju menerima piagam. Aku sudah sempat kuatir dengan putriku ini. Tapi aku salut dengan semangatnya.. aku sendiri tak pernah menyangka dia mampu mengikuti pelajaran dengan baik di kelas 96 dan berupaya mempertahankan prestasinya.
Aku bersyukur untuk semangat putri pertamaku. Keinginannya yang kuat untuk berbuat apa yang bisa dibuat.. kadang membuat aku kewalahan mengikuti keinginannya. Kejutan-kejutannya kadang membuat aku terharu. Semangat ingin magang mengisi liburan juga membuatku terkejut-kejut. Tapi aku bangga padanya.
Aku bersyukur untuk putri keduaku.. kegundahan kegalauan hatinya malah makin mendekatkan dia dengan aku.. Kadang memang kami bisa beda pendapat.. tapi tak pernah menjadi berlarut-larut.
Aku bangga pada putri-putriku dan merekalah yang membuatku kuat untuk menghadapi hidup dengan berani.
Tuhan.. aku kadang merasa lelah dengan perjalanan hidupku.. tapi disaat lelah banyak orang yang menguatkan aku.. apalagi setelah ibu tak ada.. rasanya kakiku melangkah dengan berat.. tapi anak-anakku selalu mensuport aku.. juga semua teman-temanku.. Yo suamiku adalah tempatku belajar tentang banyak hal.. terutama keikhlasan dan kesabaran..
Aku ingin diberikan kebijaksanaan untuk semua yang masuk dan keluar dari mulutku.. Aku ingin selalu diingatkan untuk menjaga kesehatan karena ada 3 putriku yang harus aku jaga dengan baik.. Untuk menjaga perkataanku.. karena ada 3 putriku yang belajar dariku dan menuntut teladanku.. Mudah aku tuliskan..tapi tak mudah dijalankan. Semakin kita mempunyai keinginan semakin banyak angin yang menggoyahkan.. godaan makan setiap malam membuat kesehatanku makin buruk nantinya.. tak mampu sabar, mudah marah, dan tersinggung membuat perkataan menjadi tak baik.
Tuhan kuatkan aku ...
Tuhan terima kasih untuk semua kemurahanmu.. untuk setiap orang yang dikirim untuk mengisi kehidupanku..
Terutama untuk ayah dan ibu yang telah membesarkanku, mendidikku, membimbingku dan membuat hidupku penuh warna..
Amin..
Minggu, 27 Mei 2012
Ibu seperti......
Ibu laksana embun pagi..
Yang menyambutku diawal pagi..
menyegarkan seluruh hidupku..
menanamkan semangat di setiap pagi...
Ibu aku merindukanmu...
Ibu, seperti embun pagi..
Kutak bisa menggenggamkan tanganku pada tangannya,
tak lagi bisa merasakan halusnya belaian tangannya..
Yg bisa kurasa sejuknya hati setiap mengenangnya..
Ibu aku amat merindukanmu...
Ibu laksana matahari..
Sinar paginya menghangatkanku..
Sepanjang hari menyertaiku..
Dikala hampir terbenam aku memandangnya dengan sejuta tabjub..
Ibu aku amat merindukanmu....
Ibu seperti bintang di langit..
Selalu menyinariku dalam kegelapan malam..
Selalu menatapku dari kejauhan..
Tapi aku tak pernah bisa merengkuhnya apalagi memeluknya..
Ibu aku rindu padamu...
Yang menyambutku diawal pagi..
menyegarkan seluruh hidupku..
menanamkan semangat di setiap pagi...
Ibu aku merindukanmu...
Ibu, seperti embun pagi..
Kutak bisa menggenggamkan tanganku pada tangannya,
tak lagi bisa merasakan halusnya belaian tangannya..
Yg bisa kurasa sejuknya hati setiap mengenangnya..
Ibu aku amat merindukanmu...
Ibu laksana matahari..
Sinar paginya menghangatkanku..
Sepanjang hari menyertaiku..
Dikala hampir terbenam aku memandangnya dengan sejuta tabjub..
Ibu aku amat merindukanmu....
Ibu seperti bintang di langit..
Selalu menyinariku dalam kegelapan malam..
Selalu menatapku dari kejauhan..
Tapi aku tak pernah bisa merengkuhnya apalagi memeluknya..
Ibu aku rindu padamu...
Katakan dengan Menulis..
Simpanlah saja dalam hatimu
Tak perlu semua diungkapkan
Segala apapun yang kan kau rasakan sendiri
Hanya kau
Perjalanan hidupmu, untukmu
Tak semua orang bisa mengerti
Simpanlah sukamu, Simpanlah dukamu
Simpan rahasiamu
Tak perlu kau katakan semua yang tak perlu kau katakan
( ini adalah potongan sebuah lagu dari Album Dengarkan pada saat tenang, 1997)
atau
Katakan..
Katakan tentang apa yang harus kau katakan
Masih ada ruang untuk berikan senyuman
Katakan padaku, cerita-ceritamu..
(dari album yang sama)
Ini adalah penggalan tulisan dari buku "Celoteh Soleh" yang baru saja dibeli putri keduaku.
Putriku entah kenapa bisa menjadi penggemarnya. Padahal cakep juga tidak.. tapi putriku tak pernah melewatkan acaranya Galau Nite.
Kenapa aku ingin menuliskan ini.. karena aku merasakan sebuah persamaan. Sebenarnya apa yang aku alami dalam hidup ini perlu tidak dituangkan dalam sebuah blog. Katakan atau tak perlu dikatakan. Ceritakan atau tak perlu diceritakan. Aku hanya meyakini dibalik sebuah nama pasti ada sebuah kisah. Kenapa kisah itu tak dibagi kepada banyak orang, sehingga banyak orang yang tak perlu mengalami jika hal itu kurang baik dan mengikutinya jika memang itu baik. Belajar tak berarti harus mengalami.. tapi bisa juga kan belajar dari pengalaman orang lain.
Katakan atau tidak dikatakan.. pilih yang mana.. semua kembali lagi pada pilihan kita masing-masing. Kalau aku ingin bercerita...maka aku akan menulis... yang terpenting itu catatan untuk pribadiku sendiri.. dan jika itu berkenan untuk orang lain.. tentu saja aku amat bersyukur..
Katakan atau tidak dikatakan.. pilih yang mana.. yang terang aku pasti memilih untuk mengatakan dalam bentuk tulisan.. karena seperti kata pepatah yang ditulis dalam buku ini..bahwa..
Ingatan yang paling bagus sekalipun..masih kalah dengan tinta yang paling pucat... atau bahasa kerennya.. The strongest memory is weaker than the palest ink..jadi.. ayo menulislah...
Sabtu, 26 Mei 2012
Ibu Selalu Menyiapkan Semuanya Dengan Baik...
14 Mei.. ini adalah tanggal saat ibu membuatkan acara resepsi pernikahanku. Siang di tanggal ini.. ibu menyiapkan semuanya untuk mengantarku ke gedung Depsos tempat resepsiku diadakan. Tanggal 14 Mei mungkin bukan moment yang baik bagi kami saat itu. Pernikahanku memang diawali dengan banyak perbedaan. Tapi ibu berusaha mengalah untuk menyatukan semua perbedaan. Mengenangnya membuat aku selalu ingin menangis. Banyak hal yang telah aku buat yang mengecewakan ibu. Sekarang di tanggal ini.. ibu meninggalkan aku untuk selamanya.
15 Mei.. ini adalah tanggal saat ibu 19 tahun yang lalu mengantarkan aku untuk menempati sebuah rumah yang baru dibangunnya saat itu.. Ibu selalu menyiapkan dengan baik semua keperluan kami anak-anaknya. Kami amat dimanjakan dengan perhatiannya. Di tanggal yang sama 16 tahun yang lalu ibu juga menguatkan aku untuk memulai mengoperasikan BPR DMG di Cikarang. Ibu mempunyai semangat yang tinggi untuk merealisasikan mimpinya mendirikan BPR menjadi nyata. Ibu menemani kemanapun aku pergi untuk mengurus semua dari pendirian sampai BPR ini bisa beroperasi. Bahkan disaat aku merasa sendiri dan lelah, ibu mendampingi aku ke kantor seharian. Sungguh ibu adalah ibu yang sangat luar biasa untukku untuk kami semua. Ibu telah menyiapkan semuanya dengan baik.
Dan sekarang di tanggal ini.. kami mengantar ibu ke tempat peristirahatannya yang terakhir.. yang juga telah ibu persiapkan sendiri beberapa bulan sebelum kepergiannya... Ibu selalu berusaha untuk tak menjadi beban bagi anak-anaknya. Semuanya telah ibu persiapkan dengan baik. Sebuah tempat dibawah pohon yang rindang yang kami bisa duduk dibawah pohon tersebut.. terhalang sinar matahari tapi tetap merasakan hangatnya matahari pagi.. tepat disebelah pusara bapak.. suami yang dicintainya.. yang selalu dikatakan saat sakitnya.. "ibu sudah ikhlas.. ibu sudah capek.. bapakmu sudah datang menjemput..semua yang rukun ya.." yang membuat kami menitikkan airmata..
Mengenang hampir 2 minggu kepergian ibu...
15 Mei.. ini adalah tanggal saat ibu 19 tahun yang lalu mengantarkan aku untuk menempati sebuah rumah yang baru dibangunnya saat itu.. Ibu selalu menyiapkan dengan baik semua keperluan kami anak-anaknya. Kami amat dimanjakan dengan perhatiannya. Di tanggal yang sama 16 tahun yang lalu ibu juga menguatkan aku untuk memulai mengoperasikan BPR DMG di Cikarang. Ibu mempunyai semangat yang tinggi untuk merealisasikan mimpinya mendirikan BPR menjadi nyata. Ibu menemani kemanapun aku pergi untuk mengurus semua dari pendirian sampai BPR ini bisa beroperasi. Bahkan disaat aku merasa sendiri dan lelah, ibu mendampingi aku ke kantor seharian. Sungguh ibu adalah ibu yang sangat luar biasa untukku untuk kami semua. Ibu telah menyiapkan semuanya dengan baik.
Dan sekarang di tanggal ini.. kami mengantar ibu ke tempat peristirahatannya yang terakhir.. yang juga telah ibu persiapkan sendiri beberapa bulan sebelum kepergiannya... Ibu selalu berusaha untuk tak menjadi beban bagi anak-anaknya. Semuanya telah ibu persiapkan dengan baik. Sebuah tempat dibawah pohon yang rindang yang kami bisa duduk dibawah pohon tersebut.. terhalang sinar matahari tapi tetap merasakan hangatnya matahari pagi.. tepat disebelah pusara bapak.. suami yang dicintainya.. yang selalu dikatakan saat sakitnya.. "ibu sudah ikhlas.. ibu sudah capek.. bapakmu sudah datang menjemput..semua yang rukun ya.." yang membuat kami menitikkan airmata..
Mengenang hampir 2 minggu kepergian ibu...
Sabtu, 12 Mei 2012
IBU - KHALIL GIBRAN
Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir – bibir manusia.
Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.
Ibu adalah segalanya. Ibu adalah penegas kita dikala lara, impian kita dalam rengsa, rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi.
Siapa pun yang kehilangan ibunya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa merestui dan memberkatinya.
Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu.
Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian.
Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan. Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya.
Pepohonan dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.
Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.
Penuh cinta dan kedamaian.
~ Khalil Gibran
Senin, 23 April 2012
SEPERTI APA KITA INGIN DIKENANG?????
Aku masih ingat jaman aku sekolah dulu, bahkan sampai jaman anakku sekolah.. ada sindiran demikian "ganti menteri ganti buku". Bagaimana dulu buku angkatan sebelumnya tak bisa diwariskan kepada angkatan berikutnya, pada saat setelah pergantian menteri pendidikan. Bahkan bukan hanya masalah buku tapi juga kurikulumnya pun kadang berubah-ubah. Dari sekolah satu tahun berubah satu setengah tahun, kemudian balik lagi ke satu tahun. Semuanya seperti tahap mencari-cari, belum medapatkan yang pasti. Atau memang lagak pemimpin kita semua mau ingin kelihatan hebat, sehingga semuanya mau selalu terlihat sebagai konseptor yang penuh hasil kerja. Semua ingin diakui sebagai pemikirannya dan konsepnya sehingga alergi jika memakai konsep orang lain atau melanjutkan konsep atau warisan dari pemimpin sebelumnya. Atau barangkali memang pemimpin sebelumnya yang alergi jika konsepnya dipakai dan dilanjutkan oleh pemimpin selanjutnya.. "Dia itu bisa apa.. lihat semua hasil kerja saya kan yang dipakai, diaku-aku sebagai hasil kerjanya." barangkali begitu ucapnya berulang-ulang.
Aku sendiri kadang bingung, sebagai pemimpin itu kita seharusnya bagaimana ya.. jika kita berhasil menciptakan sesuatu saat kepemimpinan kita , dan kemudian kepemimpinan kita berakhir, apakah itu semua harus menjadi hak milik kita yang tak boleh diakui oleh orang lain atau dilanjutkan oleh orang lain. Sehingga semua itu harus diambil dan diakui sebagai hasil kerja kita dan harus kita yang melanjutkan karena kita menganggap orang lain tak ada yang sebagus kita hasil kerjanya?? Aku kadang bertanya-tanya sendiri dalam hati.. jika aku menjadi pemimpin sebuah organisasi apakah mampu ya aku yang mengkonsep dan aku juga yang melaksanakannya, rasanya aku tak akan mampu, pasti aku harus dibantu oleh semua orang yang mau mendukung aku, menghargai konsepku. Jadi tak mungkin sebuah konsep akan terealisasi dengan baik, tanpa dukungan banyak pihak.
Dan yang kadang membuatku lebih bertanya-tanya lagi kenapa ya selalu muncul perkataan "ya.. karena sekarang sudah besar.. sudah ada uangnya.. sudah dikenal.. jadi semua mau mengaku-aku.." Apakah tak terlalu sempit pandangan kita jika kita berpikir demikian. Apakah meluruskan sejarah identik dengan ingin menguasai "uang". Cobalah dicek sebelum mempercayai hal itu. Mendengar dari banyak saksi sejarah pasti akan berguna. Dan yang lebih membuatku menjadi tambah heran jika kontribusi orang yang berjerih letih jerih lelah.. seperti melempar sebotol kecil tinta kelautan.. tak berbekas.
Jika saja aku mampu mengkonsep sesuatu hal yang berharga atau hasil karyaku mau dilanjutkan oleh orang lain, bagiku itu merupakan satu kebanggaan yang luar biasa. Karena aku tahu begitu banyak pemimpin-pemimpin yang mewariskan banyak hal yang baik.. tapi tak seorangpun peduli untuk melanjutkannya. Lihat saja banyak gaung yang dibuat oleh banyak pemimpin..tapi hilang tanpa bekas. Aku menulis di blog ku dan dibaca oleh orang lain saja sudah merupakan kebahagiaan tersendiri bagiku. Aku sering memperhatikan data statistik blogku, berapa orang yang membaca hari ini.. dan ketika hari itu banyak yang membaca.. aku sangat bahagia.. karena masih ada orang yang mau membuang waktunya untuk membaca tulisanku. Bukankah itu sebuah anugerah yang amat besar bagiku.
Seorang yang mengarang lagu atau buku, seorang yang menciptakan tarian, mengkreasi masakan, membangun sebuah bangunan.. akan merasa bangga jika itu masih dinyanyikan, ditarikan, dikembangkan dan dipelihara oleh generasi berikutnya. Dari jamanku sekolah sudah mengenang WR Supratman sebagai pengarang lagu yang hebat.. dan itu dilestarikan terus hingga saat ini.. sehingga kita pewarisnya mampu menceritakan kehebatan orang-orang yang meninggalkan warisan pada kita dan mengenang semua jasanya. Apakah kita tak ingin dikenang sebagai pemimpin yang hebat.. konseptor yang hebat, yang meninggalkan jejak sejarah yang penuh arti..??? Atau kita lebih senang dikenang sebagai sesorang yang ingin hebat sendiri dan menganggap semua yang dihasilkan dalam era kepemimpinan kita adalah hasil kerja kita yang tak boleh dilanjutkan oleh siapapun juga karena dianggap penerus kita tak mampu atau dicurigai integritasnya.. atau merasa tak sejalan..???
Seandainya Kartini tak suka wanita Indonesia menjadi hebat, tentu dia akan menyimpan seluruh talentanya untuk dirinya sendiri. Habis Gelap Terbitlah Terang.. abadi sampai hari ini. Apakah Kartini merasa tersaingi oleh Wanita-wanita sekarang yang lebih hebat ?? Jika merasa tersaingi tentu dia tak pernah memikirkan nasib kita sebagai wanita.. dia biarkan kita dalam kubangan kebodohan. Jika Kartini saja yang hidup dijaman dulu mampu berpikir demikian.. kenapa kita yang hidup di jaman hingar bingarnya jejaring sosial tak mampu melakukannya... dan tak bisa menerima jika ada orang lain yang bisa lebih baik dari kita... bukankah kita sering berkata.. di atas langit masih ada langit...
Aku sendiri kadang bingung, sebagai pemimpin itu kita seharusnya bagaimana ya.. jika kita berhasil menciptakan sesuatu saat kepemimpinan kita , dan kemudian kepemimpinan kita berakhir, apakah itu semua harus menjadi hak milik kita yang tak boleh diakui oleh orang lain atau dilanjutkan oleh orang lain. Sehingga semua itu harus diambil dan diakui sebagai hasil kerja kita dan harus kita yang melanjutkan karena kita menganggap orang lain tak ada yang sebagus kita hasil kerjanya?? Aku kadang bertanya-tanya sendiri dalam hati.. jika aku menjadi pemimpin sebuah organisasi apakah mampu ya aku yang mengkonsep dan aku juga yang melaksanakannya, rasanya aku tak akan mampu, pasti aku harus dibantu oleh semua orang yang mau mendukung aku, menghargai konsepku. Jadi tak mungkin sebuah konsep akan terealisasi dengan baik, tanpa dukungan banyak pihak.
Dan yang kadang membuatku lebih bertanya-tanya lagi kenapa ya selalu muncul perkataan "ya.. karena sekarang sudah besar.. sudah ada uangnya.. sudah dikenal.. jadi semua mau mengaku-aku.." Apakah tak terlalu sempit pandangan kita jika kita berpikir demikian. Apakah meluruskan sejarah identik dengan ingin menguasai "uang". Cobalah dicek sebelum mempercayai hal itu. Mendengar dari banyak saksi sejarah pasti akan berguna. Dan yang lebih membuatku menjadi tambah heran jika kontribusi orang yang berjerih letih jerih lelah.. seperti melempar sebotol kecil tinta kelautan.. tak berbekas.
Jika saja aku mampu mengkonsep sesuatu hal yang berharga atau hasil karyaku mau dilanjutkan oleh orang lain, bagiku itu merupakan satu kebanggaan yang luar biasa. Karena aku tahu begitu banyak pemimpin-pemimpin yang mewariskan banyak hal yang baik.. tapi tak seorangpun peduli untuk melanjutkannya. Lihat saja banyak gaung yang dibuat oleh banyak pemimpin..tapi hilang tanpa bekas. Aku menulis di blog ku dan dibaca oleh orang lain saja sudah merupakan kebahagiaan tersendiri bagiku. Aku sering memperhatikan data statistik blogku, berapa orang yang membaca hari ini.. dan ketika hari itu banyak yang membaca.. aku sangat bahagia.. karena masih ada orang yang mau membuang waktunya untuk membaca tulisanku. Bukankah itu sebuah anugerah yang amat besar bagiku.
Seorang yang mengarang lagu atau buku, seorang yang menciptakan tarian, mengkreasi masakan, membangun sebuah bangunan.. akan merasa bangga jika itu masih dinyanyikan, ditarikan, dikembangkan dan dipelihara oleh generasi berikutnya. Dari jamanku sekolah sudah mengenang WR Supratman sebagai pengarang lagu yang hebat.. dan itu dilestarikan terus hingga saat ini.. sehingga kita pewarisnya mampu menceritakan kehebatan orang-orang yang meninggalkan warisan pada kita dan mengenang semua jasanya. Apakah kita tak ingin dikenang sebagai pemimpin yang hebat.. konseptor yang hebat, yang meninggalkan jejak sejarah yang penuh arti..??? Atau kita lebih senang dikenang sebagai sesorang yang ingin hebat sendiri dan menganggap semua yang dihasilkan dalam era kepemimpinan kita adalah hasil kerja kita yang tak boleh dilanjutkan oleh siapapun juga karena dianggap penerus kita tak mampu atau dicurigai integritasnya.. atau merasa tak sejalan..???
Seandainya Kartini tak suka wanita Indonesia menjadi hebat, tentu dia akan menyimpan seluruh talentanya untuk dirinya sendiri. Habis Gelap Terbitlah Terang.. abadi sampai hari ini. Apakah Kartini merasa tersaingi oleh Wanita-wanita sekarang yang lebih hebat ?? Jika merasa tersaingi tentu dia tak pernah memikirkan nasib kita sebagai wanita.. dia biarkan kita dalam kubangan kebodohan. Jika Kartini saja yang hidup dijaman dulu mampu berpikir demikian.. kenapa kita yang hidup di jaman hingar bingarnya jejaring sosial tak mampu melakukannya... dan tak bisa menerima jika ada orang lain yang bisa lebih baik dari kita... bukankah kita sering berkata.. di atas langit masih ada langit...
Rabu, 18 April 2012
Aku Dibahagiakan oleh Perpisahan Ini
Awalnya perpisahan ini seperti melumpuhkanku..
Awalnya perpisahan ini menyakiti hatiku..
Awalnya perpisahan ini menimbulkan dendam
Akhirnya..
perpisahan ini membuatku kuat
perpisahan ini membuatku ikhlas
perpisahan ini membuatku belajar memaafkan...
dan sekarang..
Aku dibahagiakan oleh perpisahan ini..
Aku berterima kasih oleh perpisahan ini..
Aku dibesarkan, dikuatkan dan dihebatkan karena perpisahan ini..
Terima kasih untuk perpisahan ini...
yang telah menyelamatkan kehidupanku....
Awalnya perpisahan ini menyakiti hatiku..
Awalnya perpisahan ini menimbulkan dendam
Akhirnya..
perpisahan ini membuatku kuat
perpisahan ini membuatku ikhlas
perpisahan ini membuatku belajar memaafkan...
dan sekarang..
Aku dibahagiakan oleh perpisahan ini..
Aku berterima kasih oleh perpisahan ini..
Aku dibesarkan, dikuatkan dan dihebatkan karena perpisahan ini..
Terima kasih untuk perpisahan ini...
yang telah menyelamatkan kehidupanku....
Minggu, 11 Maret 2012
BPR Tidak Seperti ini....
Ini adalah tulisan yang aku ambil dari portal TDA - Tangan di Atas, di bagian kolom TDA terdapat tulisan dari Admin, ditulis 25 November 2011 yang berjudul "Kelihatan Hebat padahal...."
Kenapa tiba-tiba aku membuka website TDA ini. Ini juga karena saat meeting dengan TBTLKM BI hari Kamis kemarin, aku memberikan masukan untuk membuat sebuah acara, yang aku menyebutnya sebagai "BPR's Day". Keinginan ini aku lontarkan karena menurut aku perlu dilakukan branding yang baik untuk BPR. Banyak masyarakat yang sepertinya belum mengenal BPR dengan baik. Entah itu level dengan pendidikan yang tinggi bahkan sampai yang rendah.
Ada yang mengatakan BPR itu 1/2 bank, bahkan ada yang bilang BPR itu bukan bank. Menyedihkan. Saat meeting pun aku menjadi bahan canda gurau karena dianggap paling "sakit hati" dengan sebutan-sebutan itu. Tak apa-apa.. ini bukti cintaku pada BPR. Untuk menggambarkan masukan yang aku berikan aku memberikan contoh tentang kegiatan TDA.. dan kemudian aku diminta untuk mencari informasi yang lebih jelas mengenai kegiatan TDA itu dan bisakah BPR bekerjasama dengan TDA.
Tanpa sengaja aku menemukan tulisan ini di Kolom TDA. Sedih juga jika BPR seperti ini ternyata benar-benar ada. Namun aku percaya dengan perhatian dan pengawasan BI yang ketat rasanya tak mungkin ada BPR seperti ini. Karena jika kondisi minus terus menerus BI pasti akan meminta untuk menambah modal. Dan apakah iya BPR ini tidak melempar kredit sepeserpun..dan apakah tidak mendapat teguran dari Bank Indonesia, karena BPR harus menjalankan fungsi intermediasinya.
Tulisan itu dapat dibaca di : http://www.tangandiatas.com/index.php?ar_id=Njg3
Kelihatan Hebat, Padahal…
Oleh : Admin
Jumat, 25 November 2011 15:59 WIB
.
Menyambung tulisan kemarin soal bisnis yang besar versus kuat, ada lagi cerita lain dari Pak Heppy Trenggono yang saya dapat dari workshop Business Mastery.
Ini cerita tentang seorang pengusaha BPR di sebuah kabupaten di pulau Jawa.
Ia memulai bisnis ini sekitar 5 tahun lalu dengan modal pinjaman Rp. 150 juta dari seorang teman. Dalam waktu setahun ia dapat melunasi pinjaman itu karena BPRnya dapat menghimpun dana pihak ketiga sampai Rp. 2 miliar.
Ia menawarkan suku bunga lebih tinggi di atas pasar.
Tahun-tahun berikutnya, asetnya makin membengkak sampai 12 miliar. Ia pun membeli kantor yang mentereng senilai 2 miliar. Namanya menjadi populer diikuti dengan berbagai penghargaan yang kemudian diterimanya. BPR miliknya mendapat gelar “the best”, menjadi pembina dan percontohan bagi BPR lainnya.
Di balik semua kemegahan, “kesuksesan” dan popularitas itu, sebenarnya si pemilik BPR ini stres dan bingung. Tiap malam ia sulit tidur. Pasalnya, ia belum bisa menyalurkan sepeser pun kredit sejak BPR itu didirikan. Setiap bulan biaya operasionalnya minus.
Lantas, dari mana ia bisa mengoperasikan BPR itu? Dari dana tabungan yang masuk. Ia mengambil dari penabung yang baru masuk untuk membayar nasabah terdahulu. Begitu terus menerus. Seperti money game.
Jika tidak ada nasabah baru, tamatlah riwayatnya. Nasibnya selalu tertolong karena selalu ada nasabah baru yang masuk. Maklum, karena bunganya tinggi.
Hanya ia dan Pak Heppy yang tahu kenyataan sebenarnya di dalam perusahaan itu.
Sampai hari ini perusahaan itu masih beroperasi dengan cara seperti itu.
Wallahu’alam bagaimana selanjutnya. Yang jelas, banyak pelajaran yang bisa diambil dari cerita ini. Silakan disimpulkan sendiri.
Ini cerita tentang seorang pengusaha BPR di sebuah kabupaten di pulau Jawa.
Ia memulai bisnis ini sekitar 5 tahun lalu dengan modal pinjaman Rp. 150 juta dari seorang teman. Dalam waktu setahun ia dapat melunasi pinjaman itu karena BPRnya dapat menghimpun dana pihak ketiga sampai Rp. 2 miliar.
Ia menawarkan suku bunga lebih tinggi di atas pasar.
Tahun-tahun berikutnya, asetnya makin membengkak sampai 12 miliar. Ia pun membeli kantor yang mentereng senilai 2 miliar. Namanya menjadi populer diikuti dengan berbagai penghargaan yang kemudian diterimanya. BPR miliknya mendapat gelar “the best”, menjadi pembina dan percontohan bagi BPR lainnya.
Di balik semua kemegahan, “kesuksesan” dan popularitas itu, sebenarnya si pemilik BPR ini stres dan bingung. Tiap malam ia sulit tidur. Pasalnya, ia belum bisa menyalurkan sepeser pun kredit sejak BPR itu didirikan. Setiap bulan biaya operasionalnya minus.
Lantas, dari mana ia bisa mengoperasikan BPR itu? Dari dana tabungan yang masuk. Ia mengambil dari penabung yang baru masuk untuk membayar nasabah terdahulu. Begitu terus menerus. Seperti money game.
Jika tidak ada nasabah baru, tamatlah riwayatnya. Nasibnya selalu tertolong karena selalu ada nasabah baru yang masuk. Maklum, karena bunganya tinggi.
Hanya ia dan Pak Heppy yang tahu kenyataan sebenarnya di dalam perusahaan itu.
Sampai hari ini perusahaan itu masih beroperasi dengan cara seperti itu.
Wallahu’alam bagaimana selanjutnya. Yang jelas, banyak pelajaran yang bisa diambil dari cerita ini. Silakan disimpulkan sendiri.
Apakah ada BPR yang seperti ini, ditengah ketatnya pengawasan dari
Bank Indonesia.. Sebelum tulisan ini diturunkan seharusnya dilakukan cek
dan ricek, karena menyangkut nama baik sebuah lembaga yang bernama BPR.
Ayo BPR kita buktikan.. bahwa BPR tidak seperti tulisan ini...Kinerja BPR kita juga bisa dibanggakan...
Sabtu, 03 Maret 2012
JANGAN ADA DUSTA DI ANTARA KITA YA...
Bank di Indonesia katanya ada 2 yaitu Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat.
Kalau Bank Umum tidak perlu menuliskan badan hukum di depan namanya..menuliskan Bank dilanjutkan dengan nama sah-sah saja.
Tapi kalau BPR wajib mencantumkan badan hukumnya di depan namanya. Jadi
tidak boleh menuliskan dengan Bank dan dilanjutkan dengan namanya.
Padahal kan sama-sama bank dan sama-sama menulis dengan ti...dak jelas.
Kalau BPR dikatakan tidak PD krn tidak menyebutkan BPR, kok bank umum
juga gak dibilang tidak PD.. karena tidak menyebutkan BU di depan
namanya.
Jadi Kalau iklan LPS hanya menyebutkan Bank hendaknya
lebih diperjelas lagi, Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat.. jangan
hanya menyebut bank.. kalau memang maunya jelas.. ya jelas kan saja
semuanya.. biar tak ada dusta di antara kita dan semua masyarakat tahu
bahwa Bank Perkreditan Rakyat itu dijamin oleh LPS bahkan dengan suku
bunga yang lebih tinggi dari Bank Umum.
Jadi tak ada lagi
ketika kita menawarkan Deposito atau tabungan dan mengatakan kita
dijamin LPS, "oh..tahunya BPR di jamin ya.. kirain hanya bank umum
saja.." Gak yang tinggal di desa gak yang tinggal dikota, gak yang
pendidikannya tinggi gak yang rendah.. semua mengatakan "oooo... dijamin
ya..." dan lebih "oooo.." lagi saat dibukakan website LPS...
"oooo...iya ada ya... bener di jamin..bahkan lebih tinggi lagi..". Nah..
ayo buruan deposito dan menabung di BPR...
http://www.youtube.com/watch?v=PHdkmZEah3g
Delapan TIDAK dalam KASIH
KASIH TIDAK CEMBURU
Ia merelakan orang yang dikasihinya untuk memenuhi kebutuhan melalui hubungan dengan orang lain atau kegiatan dengan orang lain, artinya kasih tidak menutup kebebasan atau kemerdekaan yang dimiliki oleh orang lain. Kasih tidak mengebiri kreatifitas seseorang. Kasih juga tidak menghambat jalan untuk orang lain berkembang dan bertumbuh serta memaksimalkan karunia yang diberikan Allah kepadanya. Kasih tidak takut tersaingi. Allah adalah pemilik segala sesuatu yang ada pada kita, apalagi pelayanan kita.
KASIH TIDAK MEMEGAHKAN DIRI
Ia tidak membuat orang lain kagum terhadap dirinya. Orang kagum terhadap kerja kita adalah tidak salah, tetapi kekaguman yang kita dapat bukan menjadi tujuan atau kehormatan yang kita terima, bukan motivasi atas setiap kegiatan, pelayanan atau perbuatan kita. Ia tidak mencoba untuk menarik perhatian orang lain supaya mendapat keuntungan diri sendiri.
KASIH TIDAK SOMBONG
Ia tidak mengagung-agungkan pikirannya untuk kepentingan sendiri. Ia tidak egosentris, yaitu merasa diri mampu tanpa orang lain, tetapi ia mampu untuk berubah dan menerima perubahan, mau mendengar pendapat orang lain, memiliki keterbukaan untuk suatu pembaharuan, pertumbuhan demi suatu kemajuan. Ia memiliki kehidupan yang fleksibel.
KASIH TIDAK MELAKUKAN YANG TIDAK SOPAN
Perilaku orang ini baik. Mampu menghormati orang lain dalam hubungannya dengan Kristus. Dia seorang yang bijaksana, yaitu tahu apa dan bagaimana yang baik dilakukan.
KASIH TIDAK MENCARI KEUNTUNGAN DIRI SEDIRI
Ia berusaha untuk selalu memperhatikan kebutuhan orang lain. Ia membangun relasi atau persekutan bukan untuk kepentingan atau keuntungan diri semata, tetapi untuk saling melengkapi, saling mendewasakan dan saling menumbuhkan di dalam Tuhan.
KASIH TIDAK PEMARAH
Ia tidak mudah tersinggung, tidak memiliki kebiasaan marah, marah bukanlah hobby. Ia tidak tukang marah. Kasih tidak terlalu sensitif atau mudah sakit hati, ia tidak merasa ditolak ketika pendapatnya ditolak.
KASIH TIDAK MENYIMPAN KESALAHAN ORANG LAIN
Ia tidak berusaha menghitung-hitung kesalahan orang lain. Ia tidak mengulangi atau mengingat-ngingat kembali kesalahan yang telah dimaafkan, mampu menghapuskan kesalahan masa lampau.
KASIH TIDAK BERSUKA CITA KARENA KETIDAKADILAN
Ia tidak memandang orang lain melalui kejahatannya. Ia tidak membandingkan diri dengan orang lain untuk membela diri. Ia tidak menggunakan kejahatan orang lain untuk menutupi kelemahan diri sendiri. Ia tidak membenarkan diri dengan memakai kelemahan orang lain. Ia tidak mengatakan "setiap orang juga melakukannya"
Tulisan ini diambil dari Ringkasan Firman Tuhan tanggal 26 Februari 2012
Pendeta Yeremia
Tak perlu Marah.. Tak perlu Kesal...
Kadang persoalan-persoalan sederhana bisa menjadi ruwet. Dari soal bangun tidur.. sulitnya luar biasa.. semua ingin menjadi yang bangun terakhir. Soal mandi itukan juga soal biasa, tapi bisa menjadi ruwet saat menentukan siapa yang mau mandi duluan, semuanya masih ingin bersembunyi di dalam selimut. Kemudian soal ke gereja. Saat yang satu ingin pergi pagi, yang lain ingin pergi siang, yang lain ingin pergi sore. Alhasil terjadilan tegur menegur, ingat mengingatkan, bahkan kadang angkat suara ke level yang lebih tinggi.
Pagi ini Yo ingin ke gereja pagi dan sudah sengaja tidur ketika jarum jam menunjukkan angka 9 malam. Dan bangun sendiri tanpa harus dibangunkan. Aku pun juga sudah berjanji akan pergi di pagi hari. Namun anak-anak ingin pergi di siang hari. Hasilnya adalah sulitnya membangunkan ketiga putri cantikku itu.
Dua berhasil di bangunkan, yang satu masih pulas tertidur dan meminta ke gereja jam 9 pagi. Aku mengerti kenapa dia meminta jam 9, dari semalam pun dia sudah mengatakannya. Sabtu kemarin dia mengikuti lomba saman sehingga harus bangun pagi-pagi dan setiap sore pasti lelah berlatih. Yo memaksanya untuk bangun. Putri keduaku tak bergiming sedikitpun. Putri bungsuku yang ribut dengan sikap papinya. "Papi sendiri gak papa kalau gak mau ke gereja... papi jangan paksa-paksa Tessa dong.." begitu protesnya. Nah kan.. akhirnya senjata makan tuan.
Yo ngotot membangunkan dan mengatakan Yo akan ke gereja setiap minggu di pagi hari.. lalu putri bungsu ku mengatakan demikian.. "bener ya... aku rekam niiiii... biar nanti kalo papi gak ke gereja aku puterin rekamannya.." Nah....nah... mari kita mati kutu...
Tak perlu marah.. tak perlu kesal.. ini semua hasil didikan Yo dan aku.. yang kadang suka malas ke gereja.. bahkan anak-anak lebih rajin ke gereja dan seringkali mengkotbahi kami.. Jadi mari kita terima dan diperbaiki...
Selamat Beribadah di Hari Minggu....
Pagi ini Yo ingin ke gereja pagi dan sudah sengaja tidur ketika jarum jam menunjukkan angka 9 malam. Dan bangun sendiri tanpa harus dibangunkan. Aku pun juga sudah berjanji akan pergi di pagi hari. Namun anak-anak ingin pergi di siang hari. Hasilnya adalah sulitnya membangunkan ketiga putri cantikku itu.
Dua berhasil di bangunkan, yang satu masih pulas tertidur dan meminta ke gereja jam 9 pagi. Aku mengerti kenapa dia meminta jam 9, dari semalam pun dia sudah mengatakannya. Sabtu kemarin dia mengikuti lomba saman sehingga harus bangun pagi-pagi dan setiap sore pasti lelah berlatih. Yo memaksanya untuk bangun. Putri keduaku tak bergiming sedikitpun. Putri bungsuku yang ribut dengan sikap papinya. "Papi sendiri gak papa kalau gak mau ke gereja... papi jangan paksa-paksa Tessa dong.." begitu protesnya. Nah kan.. akhirnya senjata makan tuan.
Yo ngotot membangunkan dan mengatakan Yo akan ke gereja setiap minggu di pagi hari.. lalu putri bungsu ku mengatakan demikian.. "bener ya... aku rekam niiiii... biar nanti kalo papi gak ke gereja aku puterin rekamannya.." Nah....nah... mari kita mati kutu...
Tak perlu marah.. tak perlu kesal.. ini semua hasil didikan Yo dan aku.. yang kadang suka malas ke gereja.. bahkan anak-anak lebih rajin ke gereja dan seringkali mengkotbahi kami.. Jadi mari kita terima dan diperbaiki...
Selamat Beribadah di Hari Minggu....
Langganan:
Postingan (Atom)



















