yang saya baca, yang saya amati, yang saya alami, yang saya rasakan, yang saya pelajari, yang saya khayalkan, yang saya renungkan, yang saya perdebatkan, yang saya imajinasikan..... yang saya ceritakan untuk menginspirasi...
Senin, 24 Oktober 2011
Inspirasi itu kadang muncul tiba-tiba. Dari pembicaraan yang tak tentu arahnya sekalipun kadang mampu menginspirasi kita.
Saat membicarakan disain yang pas untuk sebuah rumah yang aku rencanakan untuk menjadi rumah yang mencetak orang-orang yang berprestasi..(mungkin itu angan yang ketinggian..tapi gak papa juga kan..)..akhirnya pembicaraan mengalir kemana-mana.
Tiba-tiba kata Inspirasi menginspirasiku untuk berbuat. Kenapa kita harus berhenti karena perkataan seseorang.. kenapa kita harus takut mendengar perkataan seseorang..bukankah setiap orang bebas untuk mencapai apa yang menjadi mimpinya.. apakah salah jika mimpinya sama..
Aku mulai mencari arti kata dari inspirasi.. aku mulai mengeja inspirasi berulang-ulang untuk menjadi sebuah singkatan yang unik yang bisa aku gunakan untuk sebuah nama..
Inspirasi dapat menjadi sebuah salam..
Inspirasi dapat dipanjangkan menjadi sebuah kalimat yang baik..
Inspirasi yang dapat menginspirasi orang lain...
Inspirasi tak akan pernah habis..
Inspirasi selalu ada.. dalam setiap kesempatan.. dalam setiap pertemuan..
Insprirasi itu pertanda kita hidup...
Inspirasi itu datangnya dari hati.. hati yang menggerakkan ...
Inspirasi itu berakhir dengan pencapaian cita-cita...
Inspirasi.. yaaa...Inspirasi... untuk menjadi sebuah prestasi... mencetak pribadi-pribadi unggul.
InsPiRaSi = INStitut PIlar RAgam EdukaSI
Minggu, 23 Oktober 2011
Talita di sebuah blog temannya "Jakarta Style Journal"
http://jakartastylejournal.blogspot.com/2011/10/talita-natalia.html
Sebuah Blog teman anakku yaitu "Jakarta Style Journal" menuliskan demikian tentang putriku dan mengambil foto hasil karya anakku lebih detail dari yang aku tahu. Ya mata seorang disainer tentu berbeda dengan mataku ya...
Pacific Place. It really speaks wearability, and the chosen fabric promotes local heritage. And the best part is, Talita made the piece using a non-electric sewing maching. Neat.Sebagai ibunya aku amat senang membacanya....... dan bangga.
JAKARTA STYLE JOURNAL: Talita Natalia
Sabtu, 22 Oktober 2011
Putriku ... kebanggaanku....

Mungkin untuk orang lain, pencapaian putriku ini belumlah apa-apa. Tapi untukku yang tak mengerti fashion bahkan buta soal fashion, pencapaian putriku adalah sesuatu yang amat luar biasa. Aku tak pernah bicara soal fashion, aku bukan menjadi sumber inspirasinya. Namun putriku mau untuk belajar, mau untuk belajar dan belajar.. mau menghabiskan waktunya untuk menonton tayangan TV yang bermutu soal fashion..bukan menonton sinetron-sinetron atau infotainment.. mau mengorbankan waktu bermainnya..untuk meraih impiannya sesuai target waktu yang telah ditetapkannya sendiri.Betapa ia berani mengikuti ajang-ajang perlombaan, dari yang paling sederhana... ia mau mengorbankan waktu liburnya untuk menjahit vest untuk mendapatkan kamera polaroid yang diidam-idamkannya.
Mau mengikut perlombaan Econic Event, walau ia merasa kelelahan demi keinginannya untuk pergi ke Singapura dengan dananya sendiri. Rela untuk menghabiskan waktunya untuk mengumpulkan portfolio agar bisa masuk ke uni yang diinginkannya. Aku amat terharu dan amat bangga... Adakah yang lebih membahagiakan seorang ibu selain melihat putrinya begitu termotivasi, begitu mempunyai passion, begitu ingin meraih mimpinya yang diletakkan setinggi langit... Betapa jauhnya cara dia berpikir dibandingkan dengan aku... kadang aku malu melihat semangatnya. Dia tak pernah menghiraukan perkataan or
ang.. dia asyik dengan dunianya sendiri untuk mencapai impiannya.Talita dan Lisa, mendapatkan juara ke-2 dalam lomba fashion di SMA Tunas Muda. 2011
Gogril Best 5 vest Makers, termuat di Gogirl 81/Oktober 2011
Talita di depan Econic Event, 22 Oktober 2011




Eco Friendly Fashion Competition, Econic Event.
Talita mempresentasikan hasil disainnya di depan para juri. Pacific Place, 21 Oktober 2011.
Fashion Show di Econic Event yang dibuka oleh Menteri Kehutanan. Pacific Place, 22 Oktober 2011
Pakaian dari bahan yang ramah lingkungan
Gaun ini terbuat dari seragam kemeja putih yang disikat / teksmo.
Tulisan Talita tentang disainnya, yang eco friendly

Gaun Karya Talita yang dipamerkan di Pacific Place, 21-22 Oktober 2011, dalam Econic Event.
Putriku dalam Ajang Eco Friendly Fashion Competition

Orang tua mana yang tidak bangga melihat anaknya masuk dalam 18 finalis dalam sebuah kompetisi. Apapun tingkatannya, entah tingkat RT sekalipun, seperti memenangkan lomba bawa kelereng, balap karung atau makan kerupuk.. aku yakin tak ada satu orang tua pun yang tak bangga. Semua orang tua selalu bangga atas prestasi anak-anaknya.
Aku adalah seorang ibu yang amat bangga luar biasa dengan putriku sulungku. Walau kadang setengah mati meyakinkan dia untuk sedikit mendengarkan pendapatku. Ketika aku tahu dia masuk dalam ajang kompetisi yang diadakan oleh Econic ini aku setengah tak percaya. Apalagi untuk lolos harus memenuhi 9 kriteria, bahwa disainnya tidak merusak lingkungan hidup dan memanfaatkan bahan-bahan yang sudah tak terpakai lagi untuk di daur ulang. Apa ya dasar penilaian jurinya sehingga anakku bisa masuk dalam 18 finalis ini. "Jangan-jangan yang daftar hanya 20 kali.." begitu canda ku. Memang awalnya 20 finalis namun kemudian 2 orang tidak melanjutkan. Putriku hanya tersenyum sinis saja mendengarkan canda ku. Aku ditunjukkan hasil disainnya, bagaimana aku melihat dia mampu menggambar sebuah disain baju, dan kemudian aku melihat bagaimana dia menjelaskan dan memberikan nama untuk disainnya itu. Aku tak menyangka pikirannya lebih melanglang buana dibanding dengan pikiran-pikiranku. Jendela pengetahuan dan bahasanya jauh jauh lebih tinggi dan lebih luas dibandingkan aku.
Kemudian dia menghadiri sebuah workshop yang wajib diikuti. Ketika selesai mengikuti workshop dia berkata "semuanya sudah kuliah, yang SMA hanya 2 orang mi..sepertinya mereka sudah hebat-hebat.." . Aku hanya mampu berkata .."wahhh hebat dong..". Aku pikir semangatnya akan surut setelah mengetahui siapa saja yang mengikuti ajang itu. Tapi aku mulai melihatnya membongkar lemari pakaian dan mengumpulkan semua seragam kemeja putih yang sudah tak terpakai, dan mulailah terdengar bunyi mesin jahit setiap malam.
Putriku memanfaatkan seragam-seragam kemeja putih yang tak terpakai lagi. Kemudian setelah dipotong, disusun menjadi sebuah kain yang lebar dan kemudian dijahit satu baris-satu baris, menggunting disetiap barisnya dan kemudian setiap baris disikat satu persatu. Baju yang tadi menggeletak tak terpakai karena sudah tak terpakai dan untuk disumbangkan juga sudah tak pantas warna putihnya, bisa dia sulap menjadi sebuah gaun yang indah. Aku benar-benar kagum melihat idenya. Walau gaun itu hanya sederhana saja modelnya, tapi pada saat dipakai, menurutku menarik dan elegant juga. Dua disain lainnya ia memanfaatkan kain yang terbuat dari serat organik sehingga ramah lingkungan, dan dijahit dengan mesin jahit bukan listrik.
Hari-hari selanjutnya adalah hari yang penuh kesibukan. Tiga hari les menjahit dasar dua yang belum selesai, dua hari les bahasa inggris karena ia ingin bisa meraih nilai Toefel yang baik. Disela-sela sekolah dan kursusnya dia sibuk menjahit, menyikat dan memilih bahan. Sering aku melihat dia tertidur dengan sikat ditangan dan bahan yang belum selesai disikat. Bahkan disela istirahat sekolahnya, diperjalanan saat pergi denganku diiisinya dengan menyikat bahan itu. Sampai hari H saja lengannya belum selesai tersikat, dan dia menyikatnya didalam taxi yang membawa kami ke Pacific Place.
Saat hari pertama Ajang itu dimulai. Aku sudah down saat melihat semua hasil karya 17 finalis lainnya. Luar biasa..amat luar biasa. Anakku tak ada apa-apanya. Apalagi saat baju yang akan dipasang dimanequin tak muat. Rasanya aku sudah pesimis luar biasa. Apa putriku bisa menghadapi 2 hari kompetisi yang tersisa ini. Tapi aku lihat putriku amat santai. Dia terlihat tenang sekali menghadapinya. "Sepertinya harus siap kalah.." kataku. "Masuk sebagai finalis saja aku sudah senang kok.. bisa ikut fashion show ini saja aku sudah senang sekali. Apalagi ada disainer idola aku disana", Ahh..syukurlah...tapi sungguh aku tak tahu isi hatinya. Yang terang aku sudah gelisah luar biasa ketika tak ada lagi kesempatan untuk fitting baju yang sudah selesai dijahit itu ke model nya. Olala..bagaimana kalo tidak muat...pusing kepalaku. Tapi anakku.. sungguh dia bisa santai luar biasa.
Saat fashion show berlangsung, aku kaget ketika hasil kerja para finalis tidak menyebutkan nomor, nama dan apa sih konsepnya. Hanya peserta pertama saja yang keluar nama dan konsepnya setelah itu hilang semuanya. Aku bingung bagaimana seorang juri bisa tahu itu hasil karya siapa? Nomor tak ada, nama tak ada... lalu bagaimana menilainya. Melihat hasilnya kemarin saja aku sudah bingung karena menurutku seharusnya jelas..apakah mau semuanya gaun malam, gaun sehari-hari, gaun kerja, atau gaun apalah... sehingga menilainya lebih mudah.. namun ini ada yang gaunnya biasa saja, ada yang gaunnya pesta..jadi bagaimana ya memberikan penilaiannya. Belum lagi saat ajang fashion show ... tak ada nama..tak ada konsep...
Sampai fashion show berakhir..aku tak melihat hasil karya anakku keluar... Wah ada apa ini? apakah bajunya tak muat, apakah bajunya tak layak tampil diajang ini karena dihadiri menteri atau apa. Aku mulai gelisah. Ternyata kemudian di ralat oleh MC bahwa ada sesi kedua dari hasil karya finalis. Barulah aku lega setelah melihat hasil karya putriku diperagakan oleh model dan dilihat oleh banyak orang...terutama disaksikan oleh ibuku. Inilah yang terpenting.
Sepanjang perjalanan aku dan ibuku mendengar cerita putriku bahwa ia sudah menangis ketika panita bilang sudah tak bisa tampil keluar lagi karena waktu sudah habis. Padahal yang baru tampil 12 finalis. Ada yang berani bicara .. putriku diam saja menangis. Ibuku juga berkomentar amat banyak..aku juga.. buatku masih sulit mengerti bagaimana juri bisa menilai mana hasil karya finalis tanpa tahu itu hasil karya siapa. Putriku mengatakan sebenarnya tadi sudah diatur setelah model keluar, kemudian finalisnya ikut keluar beserta modelnya, dan di layar muncul nama dan konsepnya. Entah kenapa semua menjadi berantakan."Sudahlah mi..aku aja kalah gak papa kok... mungkin panitianya baru pertama kali melakukan ajang ini.." kata putriku. Tapi aku dan ibuku masih saja mengeluarkan pendapat. Apalagi ibuku yang pernah ikut ajang-ajang seperti ini.. "mungkin..jaman sudah berubah..jadi tanpa nomor dan nama juri sudah bisa menilai.."kata ibuku masih kesal sepertinya. "menurut mbah..penilaiannya tidak fair.. seharusnya kalau sudah diumumkan..finalisnya menerima hadiah dengan disertai model yang memperagakan bajunya..sehingga semua orang bisa melihat..ohhhh ini pemenangnya,,ini hasilnya.. bagus ya...". Putriku hanya berkata.."mungkin panitianya baru pertama kali mengerjakan ini mbah..". Sungguh aku dalam hati bangga dengan jawaban putriku... dia sama sekali tak menyalahkan penilaian yang tak jelas ini..dan menganggap semuanya baik-baik saja.
Ya ya.. inilah sebuah kesempatan aku mengenal putriku lebih dalam..lebih dekat.. atas keinginannya ..dan impian-impiannya. Juga atas potensi yang ada dalam dirinya. Aku menjadi tahu dia mampu menggambar dengan baik, mampu mempresentasikan hasil karyanya dan aku juga baru mengetahui bahwa diapun mampu menulis. Seperti dia menulis demikian "Konsep dari look ini sama seperti look lainnya yang merupakan konsep dari collection Checologic yaitu chic, environmental friendly dan effortless. Saya melihat pemakai dress ini sebagai orang yang sophisticated dan instantly stylish... ".. Mana menyangka aku kalau dia mampu merangkai kata-kata dengan baik.
Tapi selain itu aku jadi mengenal dunia seperti apa yang akan dimasuki putriku. Sebuah dunia yang terlihat seperti glamour, penuh cipika cipiki, baju yang kadang tak sempurna menutupi seluruh tubuh, rokok, tatto... ahhh banyak hal-hal yang sebenarnya aku kurang sreg dan menimbulkan rasa kuatir. Tapi aku serahkan semuanya pada Bapa.. aku yakin Bapa yang akan menjaganya. Aku tak ingin menghalangi impian putriku.. biarlah ia bermimpi dengan batas waktu yang jelas.. Tuhan pasti membimbingnya.
Selasa, 11 Oktober 2011
Ketika malam ini Bapa bertanya padaku....

Bapa :
Apa yang membuatmu gelisah anakKu..
Aku :
Aku ternyata tak mampu memaafkan.. aku memaafkan hanya dimulutku saja..hatiku tidak..
Rasanya aku ingin menamparnya, bahkan membunuhnya... aku malu dengan dengan semua kesalahanku, aku tak mampu memaafkan diriku sendiri..memaafkan kebodohanku...
Bapa :
Apakah dengan menamparnya dan membunuhnya.. engkau bisa memaafkan dirimu sendiri dan juga memaafkannya anakKu.. apakah semua sakit hatimu terbalaskan.. ?
Aku :
Terdiam...
Bapa :
Kenapa engkau diam anakKu..?
Aku :
Aku malu Bapa.. aku malu dengan semua perbuatanku.. dengan semua kesalahanku.. dengan semua kebodohanku.. Aku membencinya.. aku malu pada diriku sendiri.. aku benar-benar tak bisa memaafkan kesalahanku. Aku tak pantas Bapa untuk datang kepadamu.. tak pernah pantas..untuk meminta padaMu.
Bapa :
Lalu apa yang engkau inginkan anakKu?
Bapa :
Masih pantaskah aku meminta padaMu Bapa? Bapa... betapa aku ingin mempunyai hati yang damai, yang jauh dari rasa sakit hati dan dendam..yang mampu menjaga mulutnya saat kecewa.. saat hati ini terasa sakit. Betapa ingin aku.. Engkau mengampuni semua kesalahanku ya Bapa.. apakah Engkau mau mengampuni aku ya Bapa..sedangkan diriku sendiri sulit mengampuni diriku sendiri.
Aku ingin mampu memaafkan.. aku ingin mampu mengampuni..
Aku ingin tak ada orang lain lagi yang diperlakukan olehnya seperti yang dilakukan kepadaku..yang membuat aku sulit memaafkan diriku sendiri atas semua kebodohanku. Biarlah dia dikenal oleh banyak orang dengan kesantunan dan budipekertinya. Biarlah dia juga kau beri hati yang damai dan penuh kasih, mau memaafkan dan rendah hati..serta tak menyimpan dendam. Biarlah banyak orang yang merasa damai berada didekatnya.. biarlah banyak orang yang dibangkitkan semangatnya untuk berbuat tanpa pamrih. Aku lelah Bapa..
Bapa : Mungkinkah Aku tak mampu memberikan permintaanmu anakKu..?
Aku :
Menggeleng...
Bapa : Pergilah tidur anakKu... nyenyak tidurmu..lakukan apa yang kau minta padaKu.. dengan kekuatan kasihKu ..engkau pasti mampu melakukannya...
Percayalah anakKu..Kasih suci yang berasal dariKu akan mampu mengubah setiap orang untuk saling mencintai sesamanya.
Sabtu, 08 Oktober 2011
Aku hanya bisa menerangkan demikian..
Aku hanya bisa menerangkan demikian..
DSA itu ternyata hanya memeriksa pembuluh darah..
Jadi bukan sebuah pengobatan... jadi memeriksa dengan memasukkan kateter... ya seperti memeriksa jantung lah kalo mau dipasang ring atau mau diapakan.. kurang lebih gambarannya seperti itu. Kenapa DSA bisa jadi brain wash ya...
Tapi kenapa jadi banyak orang senang di DSA ya.. padahal itu kan hanya memeriksa pembuluh darah..
Kalau sudah pakai tambahan DSA tombolisis nah itu artinya sudah dimasukkan heparin kata dokter syaraf sih itu obat untuk membersihkan penyumbatan-penyumbatan dan harganya sangat murah.
Kalau kondisinya memang tak ada pilihan.. mungkin aku tak akan tanya-tanya lagi.. seperti saat Yo harus dibuka batok kepalanya..untuk dikeluarkan darah yang menggenangi otaknya. Aku tak pernah bertanya untuk apa..kenapa..aku pasrah saja.. aku hanya ingin dia sehat kembali,
Aku tak bertanya efek samping.. aku tak bertanya apa hasilnya.. aku percaya penuh..
walau akhirnya aku harus kecewa ketika dokter mengatakan..tindakan operasi tadi hanya untuk mengeluarkan darah yang menggenangi otak saja..tapi tak bisa mengembalikan semuanya. Ibarat bangunan yang runtuh.. aku harus menatanya kembali... membangunnnya kembali.
Lalu disaat sekarang..
aku punya waktu untuk berpikir..
aku punya waktu untuk bertanya..
aku punya waktu untuk mencari tahu..
kenapa aku harus percaya penuh pada dokter.. aku harus tahu secara jelas... dan kata adikku bahwa seorang dokter dianggap jelas menerangkan pasiennya jika pasiennya mampu menjelaskan lagi apa yang telah dijelaskan oleh dokternya...
Bertanya adalah hak kita... bertanyalah...
Jangan bertanya pada satu dokter saja..
Memang kadang hasilnya menjadikan kita bingung
tapi ini juga menjadikan kita lebih mengerti..terutama terhadap resiko..
Ada beberapa email masuk.. ada beberapa yang sms ada beberapa yang bertanya...
Aku hanya bisa menerangkan demikian..
DSA itu hanyalah bentuk pemeriksaan... diperiksa..
tapi kalau sudah ada tambahan istilah yang lainnya tanyakanlah..dimasukkan obat apa dan apa resikonya..
Juga tanyakan kateter yang kemungkinan digunakan...
Aku hanya tak ingin kita semua salah kaprah..
Aku sendiri masih bingung apakah ingin melanjutkan atau tidak...
Aku tak siap menanggung resikonya...
Aku tak sanggup melihat Yo kecewa...
Tapi aku juga tak mau jika tak berusaha maksimal...
Aku ingin yang terbaik untuk Yo..
tapi aku tak mau kehilangan semua pencapaian yang luar biasa ini...
Bapa.. aku bingung..
Bapa.. pimpin aku..
Bapa.. aku berserah...
Kau anggap diriku apa....
Ku terhanyut saat kau berjanji

Melayang aku
Kau buatku terbang tinggi di awan
Terhanyut aku setiap kudengar syair cintamu
Nyatakah semua yang terjadi pada setiap hariku
Ku terhanyut
Saat kau berjanji
Dan kau (ku) wujudkan mimpi yang terindah
di setiap malam
Agar aku (kau pun) tersenyum
Terjaga dari tidurku (tidurmu)
Dan kau jadikanku ratu di kerajaan cintamu
Agar aku pun bahagia
Duduk berdua denganmu selamanya
Ooh.. selamanya kau rasakan indah hari
dengan kasihku
Selalu tersenyum dirimu oh kasih cintaku
Selalu selamanya
Mimpi Terindah - Uya Kuya..
Hanya aku manusia bodoh Yang biarkan semua ini permainkanku

Tak ingin lupakan
Bermesraan selalu jadi Satu kenangan manis
Tiada yang salah
Hanya aku manusia bodoh
Yang biarkan semua ini permainkanku
Berulang ulang kali
Reff :
Mencoba bertahan sekuat hati
Layaknya karang yang dihempas sang ombak
Jalani hidup dalam buai belaka
Serahkan cinta tulus di dalam takdir
Tak ayal tingkah lakumu
Buatku putus asa
Kadang akal sehat ini
Tak cukup membendungnya
Hanya kepedihan
Yang selalu datang menertawakanku
Engkau belahan jiwa
Tega menari indah di atas tangisanku
Bridge :
Semua kisah pasti ada akhir
Yang harus dilalui
Begitu juga akhir kisah ini
Yakinku indah
Tapi sampai kapankah kuharus
Menanggungnya kutukan cinta ini
Bersemayam dalam kalbu
[ Lyrics from: http://www.lyricsmode.com/lyrics/a/ada_band/manusia_bodoh.html ]
Blog ini kenapa sih...
kok gambarnya kadang ada kadang tidak..
kok tulisannya kadang baik kadang tidak...
Apa ada yang tidak bereskah...
Jumat, 07 Oktober 2011
Sebenarnya banyak yang ingin kutuliskan...
Beberapa hari ini rasanya tidak enak sama sekali.
Berurusan dengan rumah sakit memang menyita waktu dan tenaga serta pikiran. Apalagi menggunakan fasilitas asuransi.. banyak hal yang harus dipenuhi terlebih dahulu.. kesana kesini.. kadang peraturan disana beda dengan peraturan disini. Ahh semoga besok gak ada efek samping lagi.
Sekarang rasanya berat banget duduk di depan komputer. Dari urusan mata, leher, punggung, tangan..serta pikiran yang selalu buntu...
Ahhhhh... kapan rasa penat ini berakhir...
Minggu, 02 Oktober 2011
biar sedih ini jadi milikku sendiri...
sampai berapa lama lagi....
Jumat, 30 September 2011
Kamis, 29 September 2011
Jadi selama ini kau telah bohongi aku...
Karena kini ku tahu..
Karena kini ku mendengar..
Karena kini ku percaya..
Salahku sendiri kenapa tak percaya pada kata hatiku..
Salahku sendiri kenapa aku selalu percaya pada apa yang keluar dari mulutmu..
Salahku sendiri kenapa aku tak pernah percaya pada suara yang aku dengar..
Kadang ku bertanya..
apa salah ku sehingga kau tega membohongi aku seperti ini...
Senin, 26 September 2011
Minggu, 25 September 2011
Afasia menurut seorang Terapis Wicara

Komponen anatomik berbahasa terutama terletak pada daerah vaskularisasi arteria serebri media disekitar fisura silvii dan fisura rolandik. Suatu proses bahasa melibatkan empat regio pada hemisfer kiri, bergerak dari anterior keposterior. Jadi proses bahasa melibatkan hubungan antara area Wernicke atau posterior atau girus pertama lobus temporalis dikenal sebagai girus angularis, fasikulus arkuatus, dan area Broca atau girus frontalis bagian posterior. (Levit & Weiner, 1994)
Area Wernicke terletak dekat dengan korteks auditorik primer dan mencakup pengertian terhadap rangsang auditorik sebagai bahasa dan monitor keluaran bicara. Area ini dihubungkan dengan girus angularis yang merupakan pusat integrasi sensorik dan informasi lain yang berkaitan. Asikulus arkuatus merupakan jaras massa putih menuju area Broca, dengan demikian berperan sebagai motorik dalam proses produksi bahasa. Area Broca menterjemahkan informasi yang dibawa ke pusat bahasa. (Levit & Weiner, 1994).
Afasia adalah gangguan berbahasa dan pengetahuan tentang afasia disebut sebagai afasiologi. Afasiologi sudah lama dikenal. Istilah afasia sebagai istilah medik sudah dipakai sejak diusulkan oleh Trousseau pada tahun 1864. Afasia selalu dikaitkan dengan kelainan di pusat berbahasa yang berada di hemisfer otak sebelah kiri (Kusumoputro, 1992)
Afasia merupakan gangguan bahasa perolehan yang disebabkan oleh cedera otak dan ditandai oleh gangguan pemahaman serta gangguan pengutaraan bahasa lisan maupun tertulis. Afasia merupakan gangguan bahasa, hal ini mengimplikasikan bahwa daya ingat non verbal dan pemikiran pada dasarnya masih tetap utuh. Seseorang dapat berpikir, tetapi pengungkapan pemikirannya melalui bahasa terganggu. (Dharmaperwira, 1993).
Afasia adalah gangguan kemampuan bahasa seseorang yang disebabkan oleh kerusakan otak akibat suatu stroke (gangguan peredaran darah di otak) atau cedera kepala yang menyebabkan cedera otak yang ditandai dengan kehilangan kemampuan membuat formulasi, menyatakan dan membuat kata-kata ujaran, gangguan dalam membaca dan menulis (Kusumoputro, 1992)
Afasia adalah suatu gangguan kemampuan berbahasa, penderita afasia menggunakan bahasa secara tidak tepat atau mengalami gangguan pemahaman suatu kata atau kalimat. Afasia harus dikenal secara klinis, karena hal ini menunjukan lokasi lesi pada korteks serebri. (Levit & Wainer, 1994)
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa afasia adalah masalah yang berkaitan dengan kehilangan dan ganguan bahasa yang disebabkan oleh kerusakan otak. Dari definisi tersebut menyebutkan mengenai adanya masalah (luka dan cedera) pada otak yang nantinya letak, jenis dan besarnya luka pada otak inilah yang menentukan jenis afasia yang dialami serta derajat keparahannya.
Penyebab Afasia. Penyebab afasia adalah Gangguan Peredaran Darah Otak (GPDO) ada beberapa penyebab terjadinya GPDO diantaranya, perdarahan karena hipertensi, tumor otak, trauma atau benturan dikepala,meningitis, emboli dan thrombosis.
Pada kesempatan akan dibahas salah satu penyebab dari GPDO adalah akibat trombosois.
Trombosis adalah penyumbatan pembuluh darah yang diakibatkan oleh perubahan dinding pembuluh darah dan merupakan penyebab GPDO yang paling sering terjadi, kejadian ini sering disebabkan oleh arteriosklerosis, tetapi juga oleh gangguan lain misalnya peradangan. (Dharmaperwira,1993). Thrombus dapat terbentuk beberapa menit, tetapi juga beberapa minggu. Gejala klinis bisa muncul mendadak atau bertambah berat secara perlahan. Terkadang keadaan tadi dapat didahului oleh suatu serangan penghentian aliran darah sementara, terkadang pula timbul gangguan sementara pada penglihatan, perasaan tidak seimbang, ataupun gangguan bicara dan gangguan motorik atau sensorik satu sisi.
Salah satu penyebab terjadinya thrombosis adalah peningkatan kolesterol. Kolesterol dibutuhkan oleh tubuh manusia yang berfungsi untuk membungkus serabut saraf dan memelihara dinding sel. Kolesterol adalah salah satu bahan untuk menghasilkan vitamin D, hormon, dan enzim pencernaan. Jika kadar kolesterol berlebihan akan menumpuk di dinding pembuluh darah yang bila berlangsung lama akan muncul plak yang tebal pada pembuluh darah dan akan berakibat terjadinya penyumbatan. Penyumbatan bisa terjadi pada semua pembuluh darah tidak terkecuali pembuluh darah jantung dan otak. (Sutrisno 2008)
Karakteristik. Secara umum karakteristik pasien afasia dapat dibedakan menjadi tiga yaitu afasia motorik dan sensoris serta gabungan antara sensoris motoris. Karakteristik afasia motorik terberat adalah penderita sama sekali tidak dapat mengeluarkan kata-kata, adakalanya hanya dapat mengucapkan ‘ya atau heeng’ saja sambil mengangguk-anggukan kepala. Penderita mengalami ketidakmampuan untuk menyatakan pikiran dengan kata-kata. Penderita sadar apa yang akan diucapkan, tetapi penderita tidak mampu untuk mengucapkan kata-kata yang terkandung dalam pikiranya. Bahasa internal penderita afasia masih utuh. Umumnya kemampuan menulis kata-kata masih tidak terganggu. Pada afasia sensorik kemampuan untuk mengerti bahasa verbal dan visual terganggu tetapi kemampuan untuk secara aktif mengucapkan kata-kata dan menulis kata-kata masih ada kendatipun apa yang diucapkan tidak memiliki arti sama sekali. (Sidharta & Mardjono, 2006). Sedangkan karakterisrik yang ketiga adalah gabungan antara afasia motorik dan afasia sensoris, yaitu pasien, tidak mampu mengeluarkan kata-kata serta pasien tidak mapu untuk memahami apa yang dilihat maupun didengar.
Karekteristik berdasarkan jenis Afasia menurut Dharmaperwira, (1996) antara lain:
Afasia global. Memiliki karakteristik sebagai berikut: Bicara tidak lancar, pasien tidak dapat berbicara kecuali terkadang satu kalimat otomatis, tidak dapat meniru ucapan, sulit sekali mengerti bahasa orang lain, dan sama sekali tidak dapat membaca dan menulis.
Afasia Broca. Memiliki ciri sulit menemukan kata dan bicara tersendat-sendat dengan kalimat yang tidak lengkap. Pada umumnya gangguan menulis setara dengan gangguan berbicara, pemahaman bahasa dan pemahaman bahasa tulis baik.
Afasia transkortikal campuran. Memiliki ciri pemahaman maupun pengungkapan bahasa lisan dan tulis terganggu, pasien dapat meniru ucapan dan dapat menyelesaikan kalimat walaupun tidak mengerti artinya.
Afasia wernick. Mempunyai ciri pengertian bahasa lisan dan bahasa tulis terganggu, pasien dapat berbicara dengan lancar tetapi kata-kata yang digunakan salah atau tidak mengandung arti.
Afasia transkortikal sensoris. Pengertian bahasa lisan dan tulisan sangat terganggu, pasien dapat berbicara lancar tetapi menggunakan kata-kata yang salah, kalimat-kalimat maupun kata-kata dapat diulang dengan baik walaupun tidak dapat memahaminya, gangguan menulisnya setara dengan gangguan berbicara.
Afasia konduksi. Memiliki ciri yang bervariasi dari ringan sampai berat, pasien dapat berbicara dengan lancar tetapi ragu-ragu karena adanya kesulitan menemukan kata, meniru ucapan sangat terganggu, sedangkan pemahaman bahasa lebih baik.
Afasia anomis. Adalah afasia yang ringan, kesulitan utama adalah menemukan kata-kata dan kesulitan memahamim kata-kata tertentu.
Goodglass dan Kaplan (1972) yang dikutip Dharmaperwira (Dharmaperwira,1993) membuat klasifikasi atas dasar ciri-ciri penamaan kata, kefasihan, meniru ucapan dan pemahaman auditif. Penamaan kata pada afasia terganggu dan merupakan ciri khas untuk dapat mengidentifikasi afasia. Karakterristik dari setiap sindrom afasia dapat disimpulkan sebagai berikut:
Sindrom Kelancaran perkataan Meniru Pemahaman
Afasia global Tidak lancar - -
Afasia broca Tidak lancar - +
Afasia transkortikal motoris Tidak lancar + +
Afasia transkortikal campuran Tidak lancar + -
Afasia wernick Lancar - -
Afasia transkortikal sensoris Lancar + -
Afasia konduksi Lancar - +
Afasia anomis Lancar + +
Keterangan : (-) berarti aspek itu terganggu
: (+) berarti aspek itu normal atau relativ tidak terganggu
Dalam penulisan ini lebih menitikberatkan pada sindroma Afasia transkortikal motoris. Menurut Dharmaperwira (1993) Afasia transkortikal motoris adalah gangguan bahasa yang ditandai oleh pengurangan bahasa yang mencolok baik banyaknya maupun kompleksitasnya. Afasia transkortikal motoris terkadang dianggap juga sebagai gangguan dalam hubungan antara proses pikir dan bahasa (ketidakmampuan untuk mengalihkan pikiran kedalam kalimat)
Pada kerusakan dibagian superior tidak ada perseverasi. Apabila kerusakannya akut, mula-mula dapat terjadi mutisme total atau disfoni yang berat. Sesudah beberapa hari, pasien mulai berbisik dan dapat mengulang kalimat-kalimat yang panjang dan kompleks. Minggu-minggu berikutnya bicaranya akan sangat membaik. Tidak ada agramatisme Tidak ada parafasia dan artikulasinya normal. Membaca bersuara dan penamaan baik. Akan tetapi kemungkinan kekurangan impuls untuk bicara tetap ada. Apabila kerusakan mencapai premotoris yang lebih rendah atau sebagian daerah Broca, muncul disartria, pertukaran fonemis dan agramatisme. Bicaranya bisa sulit dan seperti gagap. Perbedaan antara bicara spontan dan meniru ucapan tidak begitu menonjol. Pasien dapat mengulang satu kata atau kalimat pendek, tetapi untuk kalimat yang lebih kompleks timbul perseverasi. Membaca bersuara dan menulis sepadan dengan bicara spontan. Penemuan kata terganggu. Pemahaman bahasa lisan dan tertulis biasanya baik atau cukup baik.
Prevalensi. Di Indonesia, penyebab kematian utama pada semua umur adalah stroke (15,4%), yang disusul oleh TB (7,5%), dan cedera (6,5%). Hasil Riskesdas 2007. Prevalensi stroke tertinggi Indonesia dijumpai di Nanggroe Aceh Darussalam (16,6 per 1.000 penduduk) dan terendah di Papua (3,8 per 1.000 penduduk) (Depkes, 2009). Dan sebanyak 30% penderita stroke menunjukkan gangguan bicara dan bahasa. (http://www.kesehatan.kebumenkab.go.id)
Prognosis Teoritik. Prognosis tergantung pada lokasi dan luasnya lesi. Prognosis afasia global mempunyai prognosis yang buruk dan hampir tidak pernah pulih sempurna, penderita dengan afasia anomik, konduksi, afasia transkortikal mempunyai prognosis baik dan sering pulih sempurna. Prognosis penderita dengan afasia Wernick dan Broca berada diantara afasia Global dan afasia anomik, konduksi, afasia transkortikal dan menunjukan rentang keluaran yang luas. (Hartono, 1995)
Metode.
Metode yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah Intervensi Semantik Divergen, dikembangakan oleh Chapey, (1981) yang dikutip oleh Dharmaperwira dalam buku Afasia Deskripsi, pemerikasaan dan Penanganan tahun 1993.
Dasar Pemikiran. Metode Intervensi Semantik Divergen baik digunakan untuk penanganan afasia ringan yang mana dalam penerapan metode lebih menekankan pada penguasaan bahasa ekspresi secara verbal dari seorang penderita afasia. Oleh sebab itu dalam penerapan metode intervensi semantik divergen tugas-tugas yang diberikan adalah memancing respon pasien untuk memberikan satu respon dari jawaban yang diberikan.
Tujuan Metode. Tujuan metode intervensi semantik divergen adalah membantu pasien dalam menemukan kata secara verbal
Langkah-Langkah. Dalam penanganan afasia biasanya digunakan tugas bahasa konvergen : kepada pasien diajukan suatu stimulus yang memungkinkan hanya satu jawaban, seperti menyebutkan nama suatu gambar. Akan tetapi, dalam kehidupan sehari-hari, pasien afasia harus menggali sendiri bermacam ide dan kata. Dalam penanganan pasien afasia, terutama untuk melatih penemuan kata. Tugas-tugas seperti memilih kata-kata yang dimulai dengan suatu huruf tertentu, menyebutkan kemungkinan pemakaian suatu benda, menggunakan suatu kata dalam berbagai kalimat, menyebut nama benda-benda dalam satu kategori tertentu.
Seperti inilah Afasia Global akibat Stroke...

Sudah 2,5 tahun Yo menderita Afasia. Jika dahulu dikatakan Afasia Global karena Yo benar-benar tidak mampu untuk memahami bahasa dan juga mengkomunikasikan apa yang ada di kepalanya, saat ini Yo sudah bisa membaca kembali, mengerti apa yang kami bicarakan, namun dia belum bisa menuangkan apa yang ada dalam pikirannya kepada kami, belum mampu menulis dengan baik karena tak mengerti apa yang harus ditulisnya. Jika kami mendiktekan sebuah kata pun belum tentu dia dapat menuliskannya. Berhitungpun juga menjadi hal yang sulit untuk Yo, tapi Yo malas mengerjakan PR dari terapisnya..kadang putri bungsu kami diminta untuk mengerjakannya. Awalnya putri bungsu kami ingin membantu mengajarkan Yo berhitung..tapi Yo kadang memaksa putri kami memberitahu jawabannya dan Yo tinggal menuliskannya..itupun sering salah.
Jika Yo menginginkan sesuatu misalnya surat kabar, dia tak mampu menyebutnya sebagai surat kabar..kadang menyebut nama benda lain, akhirnya sekarang dia akan menunjuk benda yang dimaksud jika dia meminta. Yang paling repot adalah jika dia meminta sesuatu yang tak ada contohnya di rumah. Misalnya dia ingin martabak manis, dia tak akan bisa mengatakan martabak manis..sehingga kami harus menebaknya terlebih dahulu dengan menyebutkan berbagai macam makanan yang digemarinya.
Dan hal yang paling parah adalah dia lupa siapa namanya apalagi nama kami orang-orang terdekatnya. Semuanya diingatkan kembali satu persatu. Kadang jika sudah satu kata menempel dikepalanya, misalnya nama anak kami yang pertama dia akan menjawab terus dengan nama anak kami yang pertama apapun pertanyaannya. Seiisi rumah dipanggil "Ming" olehnya. Entah itu aku, anakku, mbak yang membantu di rumah, kakaknya, adiknya ..semuanya..bahkan sampai tukang somay pun akan dipanggil "Ming". Jika kami tidak menengok maka Yo akan makin keras memanggilnya..walaupun kami sudah mengadakan kesepakatan tidak akan dilayani jika tidak memanggil nama, tapi itu hanya menjadi kesepakatan tanpa komitmen .. dia selalu melanggarnya.
Afasia ternyata lebih membuat Yo menderita daripada kelumpuhan yang dideritanya. Kelumpuhannya sudah hampir pulih, sayang saja Yo tak mau bersemangat dalam berlatih, sehingga perkembangannya kadang menjadi lambat. Afasia menyebabkan Yo tak mampu bekerja, tak mampu berkomunikasi dengan orang lain. Hanya kenekatanku saja yang membuat Yo berani berinteraksi dengan orang lain, walaupun kadang aku harus menanggung malu. Kadang ada yang begitu sabar mendengar jawabannya, bahkan kadang ada yang menjawab "maaf saya tidak mengerti bapak bicara apa " dan kemudia meninggalkan Yo, tanpa peduli bagaimana perasaan Yo mendengar jawaban itu.
Walaupun tak dapat berkomunikasi dengan baik, Yo dengan keterbatasannya mampu menunjukkan jalan, bahkan masih lebih baik dari GPS yang sering aku pakai. Yo hidup dengan rutinitas yang sama setiap hari dan tak pernah terlewat satupun. Bangun, menyobek kalender, membaca kalender rohani harian, membuka gorden dan jendela, kemudian memeriksa lampu apakah semua lampu sudah dipadamkan atau belum. Selalu begitu dari hari ke hari. Setiap malam sebelum tidur Yo selalu mematikan lampu, memastikan lampu padam di ruang tamu dan kemudian membaca renungan harian.
Afasia membuat Yo tak mampu bekerja, tak mampu mengungkapkan perasaannya, membuat Yo memukul-mukul kepalanya karena tak mampu menyampaikan apa yang ingin disampaikan. Afasia membuat Yo seperti memiliki dunianya sendiri dan kami tak bisa menyelami apa yang ada dalam pikiran dan perasaannya.
Saat aku tak mampu menerima kenyataan ini ibuku berkata.. bangunan yang telah dibangun bertahun-tahun itu telah runtuh.. tapi bukan berarti tak bisa dibangun lagi.. bangun perlahan-lahan pasti nanti akan berdiri kembali bangunan itu. Itu adalah tugasmu saat ini, kenyataan yang harus kamu hadapi. Hadapilah dengan sabar dan ikhlas.
Seorang terapis meyakinkan aku.. jika ibu dulu mampu membesarkan putri-putri ibu dari seorang bayi yang tidak tahu apa-apa, tak bisa berbahasa dan tidak bisa apa-apa menjadi putri-putri yang hebat dan mampu berkomunikasi dengan semua orang, pasti ibu mampu membuat bapak yang saat ini belum mengerti apa-apa, lupa segalanya.. untuk mengingat kembali satu persatu masa lalunya.. dan berkomunikasi dengan keluarga.
Inilah derita yang paling dalam, saat kita tak bisa berkomunikasi dengan orang yang kita kasihi. Dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan untuk bisa menerima semua keadaan ini. Amat menyakitkan memang..tapi inilah yang ada didepanku..dan aku harus berani menghadapinya.. Bahkan disaat aku menyadari bahwa 2,5 tahun telah terlewati.. dan saat ku selama 2 minggu menangisi hasil MRI .. karena aku merasa tak punya lagi harapan...aku harus berusaha untuk menerimanya. Bahkan harapan yang ditawarkan untuk pemulihan pun ternyata mengandung resiko yang luar biasa. Nelangsa...itulah yang aku rasakan.
Tapi akankah aku hanya diam menangisi keadaan ini.. dan tak mau melakukan apapun... diam di rumah.. bukankah selama 2,5 tahun aku bisa menerimanya kenapa disaat aku melihat hasil MRI seakan aku tak percaya dan mempertanyakan..apakah sia-sia penantianku selama 2,5 tahun ini.. apakah semua memang berhenti sampai disini saja... Apalagi aku mengingat betapa sulitnya Yo diatur dalam segala hal. Amat sulit... terutama dalam hal makanan. Apalagi saat tingkat stress ku begitu tinggi maka pelarianku adalah makanan..dan aku menikmatinya berdua Yo.. dia melupakan afasianya..aku melupakan kekecewaanku..
Besok aku memutuskan untuk kembali ke dunia aku..tak sepantasnya aku bersembunyi di rumah menangisi sebuah kenyataan yang sebenarnya sudah bisa aku jalani selama 2,5 tahun. Aku yakin tangan Tuhan tak akan pernah berhenti bekerja... Ya Bapa sekiranya inilah yang harus ada dalam hidupku..aku akan menerimanya tapi ijinkan aku meminta berilah aku kekuatan ya Tuhan, kesabaran dan keikhlasan untuk bisa menerima semuanya ini. Amin
Dari sebuah blog aku menemukan sedikit pengetahuan tentang afasia..dan aku ingin membaginya dengan siapa saja yang memerlukan informasi ini.
--------------------------------------------
HASIL pemeriksaan kesehatan mantan Presiden Soeharto yang diumumkan awal pekan ini menyebutkan bahwa penguasa Orde Baru itu mengalami gangguan berbahasa yang disebut afasia. Gangguan itu berasal dari gejala sisa stroke yang dialaminya tiga tahun lalu.
Tak banyak yang paham kalau akibat stroke bukan hanya lumpuh. Soalnya, hasil penelitian ASEAN Neurological Association (Asna) di tujuh negara ASEAN menunjukkan, hanya 15 persen yang mengalami gangguan neuropsikologi ini. Sebagian besar (95 persen) mengalami gangguan motorik, termasuk kelumpuhan.
Dampak stroke memang amat bervariasi, tergantung bagian mana dari otak yang terkena. Namun, karena lesi atau kerusakan itu bisa terjadi di mana saja maka gangguan tidak selalu tunggal. Stroke adalah serangan otak mendadak akibat tersumbatnya dinding pembuluh darah di otak. Aliran darah jadi terhambat atau pembuluhnya pecah sehingga terjadi perdarahan. Sel-sel otak yang kekurangan atau kelebihan darah tentu bisa rusak. Kerusakan yang menetap menimbulkan berbagai gangguan motorik maupun perilaku.
Menurut dr Silvia Francina Lumempouw SpS dari Subbagian Fungsi Luhur Bagian Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, afasia muncul karena gangguan di bagian-bagian otak yang bertugas memahami bahasa lisan dan tulisan, mengeluarkan isi pikiran,mengintegrasikan fungsi pemahaman bahasa dan mengeluarkannya, serta mengintegrasikan pusat fungsi berbahasa ini dengan lainnya.
Di pusat bahasa, manusia memahami dan mengenal huruf, suku kata, arti kata,kalimat sederhana, kalimat bertingkat sampai yang kompleks dan abstrak,serta berbagai macam bahasa. Sedang di bagian lain ada yang bertugas mengeluarkan isi pikiran secara lisan dan tulisan, yang berarti harus berkoordinasi dengan pergerakan otot-otot jari.
Umumnya afasia muncul bila otak kiri terganggu. Soalnya, otak kiri bagian depan berperan untuk kelancaran menuturkan isi pikiran dalam bahasa yang baik, dan otak kiri bagian belakang untuk mengerti bahasa yang didengar dari lawan bicara. “Namun, ada beberapa laporan penelitian yang menyatakan gangguan ini dapat terjadi di belahan otak kanan, meski kasusnya sangat jarang,” papar Lumempouw.
***
GANGGUAN afasia terdiri dari afasia Broca, Wernicke, global, konduksi,transkortikal motorik, transkortikal sensorik, dan transkortikal campuran.
Seseorang disebut afasia global bila semua modalitas bahasa-meliputi kelancaran berbicara, pengertian bahasa lisan, penamaan, pengulangan,membaca, menulis-terganggu berat. Penderita tidak ada suara sama sekali dan tidak mengerti apa yang dikatakan lawan bicara, serta tidak bisa membaca dan menulis. Ini terjadi karena kerusakan otak yang luas disertai kelumpuhan otot-otot tubuh sisi kanan.
Afasia Broca atau afasia motorik merupakan ketidakmampuan bertutur kata. Namun, ia mengerti bila diperintah dan menjawab dengan gerakan tubuh sesuai perintah itu. Karena kerusakan terjadi berdampingan dengan pusat otak untuk pergerakan otot-otot tubuh, penderita juga lumpuh di otot-otot tubuh sebelah kanan.
Afasia Wernicke atau afasia sensorik merupakan ketidakmampuan memahami lawan bicara. Ia hanya lancar mengeluarkan isi pikiran, tetapi tidak mengerti pembicaraan orang lain. Itu sebabnya mengapa orang sering menganggap penderita sakit jiwa. Pada tingkat sangat berat, perintah satu kata, seperti “duduk!” atau “makan!”, juga tidak dipahaminya. Ia hanya mengerti bila dilakukan dengan gerakan, karena pengertian ini diterima otak melalui penglihatan.
Afasia konduksi merupakan ketidakmampuan mengulangi kata atau kalimat lawan bicara. Namun, penderita masih mampu mengeluarkan isi pikiran dan menjawab kalimat lawan bicaranya.
Afasia anomik membuat penderita ini tidak mampu menyebut nama benda yang dilihat, angka, huruf, bentuk benda, dan kata kerja dari gambar yang dilihat. Ia juga tak bisa menyebut nama binatang yang didengar suaranya atau benda yang diraba. Gangguan anomik terdapat pada semua penderita afasia dengan variasi kemampuan.
Pada afasia transkortikal sensorik, gangguan mirip dengan Wernicke, tetapi mampu menirukan kata/kalimat lawan bicara. Gangguan pada afasia transkortikal campuran mirip afasia global, namun mampu meniru ucapan lawan bicara.
***
BERBAGAI tes wawancara, membaca, menulis, menggambar, ataupun melakukan tugas-tugas tertentu bisa digunakan untuk mengetahui terjadinya kerusakan otak. “Kalau ada gangguan komunikasi, misalnya mengemukakan pikiran tidak lancar, tetapi paham diajak bicara, bisa ditebak pasti ada kerusakan dibagian depan. Ini tinggal dicocokkan dengan pemeriksaan pendukung, seperti CT-Scan pada otak,” jelas Lumempouw.
Pemeriksaan ini amat penting untuk terapi dan rehabilitasi pasien. Umumnya sel-sel otak yang tertekan atau membengkak bisa membaik kembali. Sedang sel-sel otak yang kerusakannya menetap, tugas-tugasnya akan diambil alih oleh sel-sel di sekitarnya.
Dengan adanya beban tambahan pada sel-sel baru-tentunya sudah punya tugas lain sebelumnya-maka mutu setelah rehabilitasi tidak bisa sebagus keadaan sebelum infark. Karena itu, hal terbaik adalah menghindari faktor-faktor risiko yang bisa memicu stroke, seperti merokok, makan makanan yang berkolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi. (nes)
Hangtuah Digital Library
Sabtu, 24 September 2011
Bukankah aku memang seperti ini...
Di muka bumi ini ada jiwa-jiwa yang sejatinya baik, tapi yang sedang tersiksa hatinya karena belum dapat menerima yang telah terjadi.Entah siapa yang mengajarinya, tapi mereka menggunakan waktu dan kekuatan hati untuk memprotes yang sudah terjadi, dan menuntut entah siapa - untuk mengembalikan keadaan seperti sedia kala.
Marilah kita hidup sepenuhnya dalam keadaan yang ada dan menerima yang sudah terjadi, sebagai tempat pemberangkatan menuju kehidupan yang lebih baik.
Bukan keadaan yang membaikkan kehidupan, tapi pribadi yang sesuai bagi kehidupan yang baru.
Maka, bersegeralah menerima yang sudah berubah, dan menanglah dalam keadaan yang baru ini melalui pembaruan diri Anda.
Mario Teguh
------------------------------Bukankah aku seperti yang dikatakan oleh Mario Teguh, aku tak tahu apakah jiwaku baik, yang aku tahu, aku adalah orang yang tersiksa hatinya karena belum bisa menerima apa yang telah terjadi. Aku kadang memprotes, kadang menuntut dan bertanya.. kenapa harus aku.. kenapa harus terjadi.. tak bisakah semuanya dipulihkan. Dan aku tak tahu harus memprotes pada siapa, karena tak pantas jika protes ini kulayangkan pada Bapa di surga. Bukankah semua harusnya di syukuri bukan diprotes, cobalah lihat dosa-dosaku..dengan apa yang diperoleh ini tak seimbang dengan dosa yang telah ku lakukan. Bukankah semua masih bisa kujalani dengan segala kekuatan yang diberikan oleh Bapa.
Ya Bapa.. aku tak pantas jika aku meminta keadaan yang berubah..
Seharusnya aku mensyukuri semua perubahan ini.. semua keadaan ini..
Ya Bapa.. kuatkan aku untuk bisa menerima semua perubahan ini semua keadaan ini..
Ya Bapa..aku mau diubah untuk mengikuti semua rencana Mu
Biarlah aku mempersiapkan diri untuk bangkit dan menyambut semua perubahan ini..
Pantaskan aku ya Bapa.. untuk memperbarui diri.. untuk memperbaiki semua salahku..
Pantaskan aku ya Bapa.. untuk bisa menang dalam keadaan yang baru ini..
Tanpa rasa kecewa, sakit hati dan juga dendam...
Tambahkan selalu rasa cintaku..untuk orang-orang yang ada disekitarku..
Biarlah keberadaanku boleh berarti dalam kehidupan orang lain.
Biarlah kehendakMu saja yang terjadi..bukan kehendakKu..
Amin...
