Biar Disapu Ombak

Biar Disapu Ombak
Lupakan.. lalu semuanya akan selesai...

Senin, 14 November 2011

Aku ingin ya Bapa... beri satu hal pada dia..


Bapa yang baik..
Engkau paling tahu apa yang aku rasakan, walaupun aku tak melafalkannya..
Bapa..hatiku amat pedih..
Ketika aku tahu idealisme itu ternyata diperjualbelikan untuk sebuah kepentingan..
Ketika ancaman menjadi sebuah cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan
Ketika perjuangan dikatakan untuk anggota... tapi hanya untuk kelompoknya..

Bapa..hatiku amat sedih..
Betapa aku ingin dia mempertahankan idealismenya..
Betapa aku ingin dia mengusut apa yang diketahuinya untuk kepentingan banyak orang..
Betapa aku ingin dia berbuat sesuatu bukan karena kepentingan-kepentingan kelompok tapi untuk memperjuangkan sesuatu yang baik..bagi seluruh penghuni komunitas kami...

Bapa.. hatiku amat sulit untuk menerima...
Sebuah kenyataan ternyata dia bukan seperti yang aku bayangkan selama ini..
Sebuah kenyataan ternyata dia hanya memikirkan dirinya sendiri
Sebuah kenyataan ternyata dia bersahabat atas dasar kepentingan-kepentingan..
Sebuah kenyataan ternyata ancaman menjadi senjata andalannya...
Sebuah kenyataan ternyata idealismenya bisa diganti dengan sebuah mainan yang diinginkannya...

Hatiku amat sakit Bapa...
Jiwaku remuk...
Semangatku pun patah...

kenapa semua suara hatiku yang selalu aku bantah..menjadi benar adanya...
kenapa pendapat banyak orang tentang dia .. menjadi benar adanya...
kemana perginya rasa kagumku...
kemana perginya kesabaran penantianku...
Sampai kapan ya Bapa..kau biarkan dia seperti ini..
Puas karena menyakiti banyak orang...
Bangga karena disebut Hero oleh kelompoknya...
Menutup pintu hatinya untuk memaafkan orang lain...
Apakah ini yang disebut dengan takdir...
Apakah ini yang disebut dengan suratan...

Bapa.. dengarlah aku...
dengar pintaku...
Aku ingin ya Bapa... beri satu hal pada dia..
Beri dia sebuah hati ya Bapa...
sebuah hati yang selalu mau memaafkan...

Bapa... beri aku kesabaran yang tak mengenal batas...


Inilah kenyataan yang harus aku hadapi. Sebenarnya pendapat tentang dia yang aku dengar adalah benar adanya. Karena memang ternyata nyalinya amat kecil. Dan akupun tersinggung dengan ucapannya, ketika dengan berulang-ulang mengatakan "dulu disuruh menekan saya mau..kenapa sekarang bersikap seperti ini".

Seandainya saja dia tahu, bahwa aku mengorbankan semuanya demi sebuah komitmen terhadap MOU. Jika tidak tentu aku tidak akan melakukan apa yang telah aku lakukan saat ini. Tentu aku tak akan membela apa-apa..biarkan saja.. dan hubunganku pun akan baik-baik saja.

Tapi inilah hidup berorganisasi... dan memang ini bukan kehidupanku..
Aku telah salah jalan..
Aku telah salah memilih..
Dan aku juga telah salah mempercayai orang...

Pedih dan menyakitkan memang..
tapi aku yakin ini adalah bagian dari proses pendewasaan diriku..
dari seorang yang temperamental.. menjadi seseorang yang sedikit sabar..
dari seorang yang berkata kasar.. belajar untuk berkata santun...
dari seorang yang selalu menyalahkan orang lain.. belajar untuk memaafkan orang lain...

Bapa ... dosa aku begitu banyak..
hatiku rapuh mudah terluka..
hatiku bagai api yang menyala-nyala..
satu hal yang kuminta Bapa.. beri aku kesabaran yang tak mengenal batas....
Agar hatiku tak mudah luka..
Agar hatiku tak dipenuhi api yang menyala...

Minggu, 13 November 2011

PENGECUT ....selalu burukkah ??????


Mendengar kata "PENGECUT" membuat hatiku tergerak untuk mencari tahu artinya. Kata ini menginspirasiku untuk mencari tahu artinya.. apakah pengecut itu sesuatu hal yang buruk. Atau memang kita perlu sesekali menjadi seorang PENGECUT.

Menurut artikata.com setelah disearch oleh mbah Google ternyata pengecut mempunyai arti demikian
pe·nge·cut n 1 penakut: ia menuduh aku ~ dan tidak berani menghadapi kenyataan; 2 munafik;

Definisi pengecut adalah orang yang nggak punya cukup keberanian untuk mengakui yg sebenarnya." - Refrain

Pengecut adalah pemberani. Untuk menjadi pengecut minimal diperlukan keberanian untuk bisa berbohong pada hati nurani sendiri. Bukankah menentang hati itu adalah keberanian yang luar biasa..?

Adapula dalam sebuah blog seseorang menulis demikian...

Memaki, menghina, berteriak di balik tirai adalah tindakan seorang pengecut. Maaf kawan, kita tidak membutuhkan pengecut di sini.

Setiap kesalahan harusnya memiliki hak tanya dan hak jawab. Setiap orang boleh bertanya: “mengapa kau menjadi sedemikian menyimpang?” Dan yang ditanya pun memiliki hak jawab, alasan kenapa dia melakukannya.

Tetapi, jika makian hadir, penghinaan, apakah itu sebuah tanya? Terlebih kepada seorang pengecut yang bertanya di balik tirai, kepada siapa hendak hak jawab itu dilayangkan.

Jika engkau lelaki, jadilah pejantan. Jangan terus hidup di balik bayang.

Teman. Ini adalah dunia. Kita nyata di sini. Semua orang memiliki andil, namun kita tidak butuh pengecut di sini.

Membaca tulisan seseorang di sebuah blog seperti di atas.. dapat dipastikan itu disebabkan karena tak adanya komunikasi yang baik. Sehingga semuanya tak disampaikan secara langsung. Penyampaian tak langsung atau lewat tulisan atau lewat orang lain kadang memang bisa berkonotasi macam-macam.

Dalam sebuah blog lain yang terbaca ada tulisan demikian,

Tahukah Anda? Kalau setiap orang memiliki chicken little dalam dirinya. Mungkin Anda akan membantah hal tersebut dan Anda akan berkata, saya bukan seorang pengecut. Jika itu memang benar, Anda patut bersyukur karena Anda memiliki jiwa pemenang.

Kita semua memiliki sikap pengecut dalam diri kita, namun kita sering kali tidak menyadarinya. Pengejek adalah salah satu sikap dari pengecut or chicken little. Setiap hari kita dikelilingi oleh pengejek yang menceritakan segela sesuatu yang buruk dan negatif.

Selain itu kita juga merupakan seorang pengecut, ini muncul disaat perasaan takut dan kawatir datang menyelimuti pikiran kita. Kita sering berkata “Saya tidak pandai.” “Saya tidak bagus.” “Saya beda dengan kamu, kamu punya bakat dan saya tidak punya bakat.” “Saya tidak bisa melakukannya.” Kekawatiran ini seringkali membuat rasa pengecut kita mulai tumbuh dan membesar dalam diri kita. Sikap pengecut biasanya suka memakai kata-kata “Bagaimana jika ...saya gagal, saya kalah, tidak berjalan sesuai dengan rencana, dll.”

Pada dasarnya seorang pengecut selalu mencari alasan. Contahnya saya tidak bisa karena saya... Itu tidak cocok bagi saya karena saya tidak mampu. Saya tidak punya bakat. Saya masih kecil belum cukup umur. Saya tidak punya kekuatan...Saya tidak...saya tidak...saya tidak....Seorang Chicken little selalu menggunakan kata-kata tersebut.

Pengecut tidak pernah mencari solusi tetapi terus menerus mencari alasan. Alasan yang dapat membenarkan dirinya sehingga sikap pengecut yang ada dalam dirinya tidak begitu kelihatan mencolok. Tapi pernahkah anda banyangkan, sebenarnya alasannya tersebut sebenarnya telah membentuk dirinya menjadi seorang pengecut sejati.

Jika pengecut seperti tulisan di atas memang tak seharusnya kita lakukan. Kita harus yakin apapun yang terjadi kita harus mampu mengatasinya.. kita jangan mencari-cari alasan seperti seorang pengecut.

Namun akan berbeda jika kita membaca cerita dibawah ini.. ternyata pengecut tak selalu berkonotasi jelek.

Banyak yang masih berpendapat ‘Kemenangan adalah Keharusan’ atau ‘kemenangan tidak bisa ditawar-tawar’, bahkan lebih extrim lagi : ‘Menyerah adalah perbuatan pengecut’. Ucapan motivasi ini pada dasarnya adalah baik tapi akan lebih baik lagi jika disertai kebijaksanaan.

Ada kejadian di sejarah yang bisa menjadi contoh bahwa menyerah tidak selamanya identik dengan perbuatan pengecut. Kejadiannya sebagai berikut :

Di masa awal Dinasti Tang, dinasti yang baru berdiri ini menghadapi berbagai ancaman dari luar maupun rongrongan dari dalan negeri. Salah satu ancaman dari luar adalah suku-suku pengembara yang berasal dari Utara Tiongkok dan sekitar Mongolia. Perang terbuka telah terjadi beberapa kali dan bahkan ada suatu kesempatan di mana gerombolan suku nomaden mengepung Ibukota Chang An sehingga nasib dinasti baru ini sangat kritis.

Singkat cerita Ibukota Chang An berhasil dibebaskan dari kepungan, tapi suku nomaden ini bukan lawan sembarangan. Kehadiran mereka tetap saja mengganggu stabilitas DInasti Tang. Manuver dan strategi perang yang dilancarkan suku ini termasuk mematikan.

Salah satu muslihat yang dilaksanakan adalah mengepung kota kecil yang tidak berpengaruh terhadap ekonomi maupun stabilitas Dinasti Tang. Kota ini disebut Sui Zhou. Kepungan ini ternyata hanya bersifat pancingan untuk memancing Tentara Tang datang dan membebaskan kota dari kepungan. Jika Tentara Tang (mayoritas infantri) tiba, pasukan berkuda suku nomaden akan segera melancarkan sergapan yang mematikan untuk membantai Tentara Tang sehabis-habisnya.

Kabar pengepungan segera tersiar ke Ibukota dan Kaisar Li Shi Min agak ragu untuk mengirimkan bantuan. Sementara pejabat Kota Sui Zhou saat itu, Fan Xing, juga tidak habis pikir mengapa suku pengembara mengincar kota ini. Fan Xing dan beberapa pejabat yang berwenang segera berunding untuk mencari tahu apa maksud suku pengembara mengepung kota kecil ini. Perundingan akhirnya mendapatkan hasil bahwa suku pengembara bermaksud memancing Tentara Tang untuk datang dan menghabisi mereka begitu mereka tiba dengan memanfaatkan medan / padang tempur yang rata dan luas.Para pejabat segera mengutus pembawa pesan untuk berangkat ke kota terdekat. Sayangnya, si pembawa pesan terbunuh saat mengitari kepungan dan dengan demikian pesan tidak tersampaikan.

Sang Kaisar di saat yang hampir bersamaan juga menyimpulkan hal yang sama. Dilema makin berat karena rakyat di kota tersebut menjadi taruhannya, jika kota tidak diselamatkan. Sementara itu, jika masih nekat mengirimkan bala bantuan, maka sama saja memakan umpan siasat dari suku pengembara.

Belum lagi Sang Kaisar mengambil keputusan, datang kabar bahwa Pejabat Kota Sui Zhou, Fan Xing, telah membuka gerbang dan menyerahkan kota ke pimpinan suku pengembara. Suasana hati Kaisar seketika bercampur aduk. Di satu sisi senang karena tidak termakan siasat suku pengembara dan di sisi lain ada penyesalan karena rakyat lagi-lagi menjadi korban sekaligus menyesali diri karena tidak mampu melindungi rakyat.

Belakangan diketahui bahwa Fan Xing berlutut memohon agar pihak penyerang tidak melukai rakyat Sui Zhou. Pemimpin suku mengabulkan permintaan tersebut dan mengutus Fan Xing sebagai pembawa kabar ke hadapan Kaisar mengenai tebusan jumlah besar untuk menebus rakyat Sui Zhou yang saat ini tengah ditawan.

Begitu Fan Xing tiba di ibukota, dia segera ditawan. Lawan-lawan politiknya menghadap Kaisar dan menghendaki agar Fan Xing dihukum mati. Kaisar berhasil meredakan kebencian golongan anti-Fan Xing dan mengunjungi penjara untuk menjenguk Fan Xing. Kaisar sudah berencana agar Fan Xing sekedar diasingkan dan tidak perlu dihukum mati.

Fan Xing sadar bahwa walaupun dia sudah berjasa, kalau tetap hidup akan ada pihak-pihak yang memanfaatkan hal ini untuk menyerang dirinya. Kaisarpun akan kerepotan untuk meredakan gejolak golongan anti-Fan Xing. Akhirnya dia memutuskan untuk bunuh diri.

Cerita sejarah membuktikan bahwa menyerah bukanlah selalu identik dengan pengecut. Terkadang mengucapkan kalimat ’saya menyerah’ perlu keberanian lebih daripada menyatakan ’saya tidak menyerah’. Menyerah masih mudah untuk dilakukan, yang sulit adalah menyerah dengan bijak.

Membaca cerita diatas, kita akan setuju bahwa tindakan pengecut Fan Xing adalah tindakan penuh pengorbanan. Jadi pengecut itu tak selalu jelek. Pengecut itu tak selalu berarti lempar batu sembunyi tangan, pengecut itu tak selalu orang yang munafik, pengecut itu bukan selalu identik dengan penakut. Diam itu tak selalu identik dengan pengecut. Tak membalas juga bukan berarti sebagai tindakan pengecut. Tak menjawab juga bukan berarti tindakan yang pengecut. Tak menjawab bukan berarti membenarkan semua tuduhan. Tak memberikan perlawanan dan tak mengungkapkan kebenaran yang ada juga tak bisa disebut sebagai pembenaran terhadap tuduhan itu dan dicap sebagai pengecut. Kalau dengan diam dapat meredam masalah lalu untuk apa memperbesar masalah.. Biarlah nanti waktu yang akan membuktikan.

Setiap orang mempunyai alasan masing-masing. Kita mempunyai alasan sendiri pada saat kita menuduh orang lain pengecut. Kita juga punya alasan sendiri untuk tidak menjawab tuduhan "pengecut" yang dilontarkan kepada kita. Seperti juga kita mempunyai alasan untuk menulis sesuatu dalam sebuah forum dan seperti juga kita mempunyai alasan untuk menghapus tulisan dalam forum tersebut. Semua orang mempunyai alasannya masing-masing dan seharusnya semuanya juga dapat memahaminya. Bukankah lebih baik itu dihapus demi menjaga nama baik sebuah lembaga, hubungan baik dengan lembaga lain, nama baik orang-orang yang seharusnya kita hormati. Apakah tindakan tersebut dapat dikatakan sebagai tindakan pengecut atau sabotase.

Bukankah seperti tertulis, janganlah kita membalas orang menurut perbuatannya. Dia jahat kita balas jahat, dia teriak pengecut kita pun meneriakkan hal yang serupa. Ada saatnya diam adalah yang terbaik. Panas tak perlu dibalas dengan panas.. Keras tak perlu dibalas dengan keras. Selain itu tindakan pengecut memang perlu dilakukan karena kita juga tak tahu apakah memang kalimat itu ditujukan pada kita. Daripada salah menjawab, lebih baik diam bukan.

Jadi jika kita bertindak "pengecut" seperti Fan Xing, untuk kepentingan banyak orang, kedamaian dan nama baik orang lain yang kita menaruh hormat.. kenapa harus takut disebut pengecut. Lalu jika akhirnya kita memilih menyerah karena telah lelah dan memikirkan demi kedamaian serta kebaikan banyak orang.. apakah itu juga dikatakan sebagai tindakan pengecut ataupun penakut... Apakah menyerah selalu identik dengan kalah... Menyerah tak selalu berarti kalah.. Mungkin lebih baik kita menyerahkan semuanya kepada yang merasa mampu mengerjakan, daripada kita tak bisa bekerja karena selalu dipersalahkan.

Lalu apakah kita tak boleh mengeritik orang lain.. tentu saja boleh kita mengeritik orang lain jika memang kita mempunyai alasan dan bukti-bukti yang jelas. Tak seharusnya kita menjadi pengecut dengan mengeritik seseorang tanpa jelas kepada siapa keritik itu ditujukan. Adalah amat membahagiakan jika diantara kita berani tampil untuk mengeritik segala hal yang bobrok segala hal yang tak baik untuk kepentingan orang banyak. Karena tak semua orang dianugrahi keberanian untuk berani mengutarakan pendapat, berani mengeritik.

Seperti tertulis dalam sebuah blog,

Kenyataan yang ada adalah Kita semua sudah dididik menjadi bangsa pengecut. Bangsa yg terkungkung pada aturan baku. Tidak berani mempertanyakan dan tidak berani mengkritik. Seolah tahu bahwa hukum tidak berfungsi di negeri ini. Bangsa ini telah tertelan oleh arus kekuatan dan uang. Bangsa ini dibungkam oleh karakter “berserah diri”. Toleransi menurunkan daya saing kita, toleransi pula yang mengakibatkan maraknya plagiat. Cukup sudah kita dikungkung dan dihina seperti ini, mari bangkit menjadi bangsa yang besar.

Kita sebagai individu harus maju. Kemajuan dihasilkan dari sesuatu yang visioner. Jika ada yg tidak baik dan tidak efisien, silahkan kritik dan beri perubahan. Setidaknya kita sudah melakukan amal untuk perubahan yg lebih baik dan merasa puas dalam diri, apabila kiritikan kita tidak ditanggapi. Paling tidak kita sudah menjadi orang yang menang sebelum berperang, berani untuk mencoba.

Membaca tulisan diatas... Bukankah kita harus berterima kasih pada orang-orang yang pemberani seperti ini, apalagi jika kritik itu jelas ditujukan kepada siapa dan didasarkan pada bukti-bukti. Tentu kita dengan senang hati untuk membantu dan mendukungnya... untuk mengusut persoalan yang dikritik itu sampai tuntas.

Jadi tak selalu pengecut itu hina, dan tak selalu pengecut itu baik.. tergantung pada posisi kita.. tergantung pada keadaan.. kadang memang kita harus berlaku pengecut.. kadang kita dilarang menjadi pengecut. Ingin menjadi pengecut atau bukan pengecut.. semua balik lagi pada kita.. setiap kita mempunyai alasannya masing-masing. Pilihan ada ditangan kita...

------------------------

Bicara mengenai Penakut dan Pengecut.. puisi ini amat menggelitik... Ya.. jika untuk ini.. kenapa kita harus menjadi pengecut..

Penakut Bukan Pengecut(dari Makna Kata)

Aku memang penakut.
Tapi bukan pengecut.

Bagimu mungkin sama.
Bagiku beda.

Aku memang penakut.
Tapi bukan pengecut.

Kejujuran berdiri di tengah mereka.
Jadi pembeda.

Aku penakut, kalau-kalau kamu menghilang.
Tapi bukan pengecut yang sungkan bilang.

Aku penakut, yang takut kamu tak mencari aku.
Tapi bukan pengecut yang malu mengaku.

Bagus sekali bukan puisi ini...

Senin, 07 November 2011

Cakrawala Kebijaksanaan


“tidak hanya dalam berucap dan bertindak, menulis pun memerlukan kebijaksanaan. karena hakekatnya ketika kita menulis, tangan mewujudkan ucapan dan tindakan kita dalam bentuk kata”

“kebijaksanaan bukan diukur pada kecepatannya melainkan ketepatannya”

“tak selamanya takdir langit sesuai dengan kehendak bumi. namun selalu ada cakrawala yang menyatukan keduanya”

Indahnya arti CAKRAWALA


" Kita semua hidup dibawah langit yang sama, tetapi tidak semua orang memiliki cakrawala yang sama " ( Konrad Adenaur )

Alkisah, seorang murid datang kepada gurunya dengan kesedihan yang mendalam karena kegagalan yang dialaminya. Dengan tersedu-sedu sang murid mulai curhat kepada sang guru. Seusai sedu sedan sang murid mulai mereda, sang guru mengambil segelas air dan meminta sang murid memasukkan satu sendok garam ke dalam gelas, lalu mengaduknya. Kemudian sang guru meminta muridnya untuk mencicipi air dalam gelas tersebut. " Asin" kata sang murid. Kemudian sang guru mengajak muridnya menuju ke danau air tawar yang jernih. Sesendok garam delemparkan sang guru ke danau. Sang murid diminta untuk mencicipi air danau itu. Kali ini tidak ada rasa asin sama sekali. Sang guru kemudian menyampaikan pesan bahwa gelas yang sempit dan danau yang luas ibarat cakrawala seseorang dalam memandang kehidupan. Melukiskan kehidupan hanya dalam bentuk gelas (yang sempit) adalah suatu kesempitan yang membuat hidup jadi merana dengan kesedihan yang berkepanjangan. Kegagalan atau kekalahan dalam suatu hal diartikan sebagai kegagalan dalam hidup, yang akan membuat dunia runtuh. Kegagalan merupakan suatu hal yang amat manusiawi. Bila kita mensikapi suatu kegagalan dengan cakrawala yang luas ( seperti menuang garam ke dalam danau ), maka kita akan menemukan bahwa kegagalan adalah ibu dari kesabaran. Bila kearifan kita telah sampai kepada cakrawala bahwa kehidupan adalah samudera yang luas, yang kerap kali terpercik sejumput garam (kegagalan atau kekalahan) yang tidak dapat dihindari, maka kita akan menemukan kebahagiaan yang tiada putusnya dalam kehidupan kita.

Cakrawala adalah gambar yang ada dalam pikiran kita dalam memandang dunia di luar diri kita. Gede Prama dengan apik mengungkapkan, "the blueprint of life is found within our mind". Luas atau sempitnya "gambar" itu akan sangat berpengaruh terhadap "life wisdom" kita, yang bermuara pada kecerdasan untuk berbahagia. Dalam kondisi kondisi tertentu, gambar itu akan berperan sebagai "kompas" yang memandu kita dalam menentukan posisi dan orientasi perjalanan hidup kita.

Presiden Amerika Serikat, Harry Truman, memiliki kebiasaan yang unik, namun mengesankan. Kebiasaan ini berkaitan dengan cakrawala hidup dan perilaku rendah hati yang dimilikinya. Seusai acara-acara makan malam dengan para tamunya, Truman biasanya mengajak para tamu untuk berjalan-jalan dan berbincang-bincang di halaman luar. Sembari menatap langit yang ditaburi bintang, Truman berucap, "Demikian besar bumi dan tata surya planet ini, ya. Dan, betapa kecilnya kita..."

Kehidupan adalah siklus perjalanan yang terjal, naik turun, dan berkelok-kelok yang tidak dapat diperkirakan. Yang dapat kita lakukan adalah berusaha sebaik mungkin, mengharapkan yang terbaik, dan mempersiapkan diri untuk menghadapi hal hal buruk yang mungkin terjadi...

Ada tiga hal yang wajib kita lakukan untuk survive dan memaknai kehidupan, yaitu Change, Learn, and Grow

Sabtu, 29 Oktober 2011

Apa yang harus ku lakukan??

Apa yang harus ku lakukan untuk mengakhiri semuanya
Apa yang harus ku lakukan agar kau berhenti melakukan itu semua
Apa yang harus ku lakukan untuk memperbaiki semua yang telah hancur ini
Apa yang harus ku lakukan untuk berhenti menyakiti hatimu...

Walau ku tahu ... inilah yang terbaik untuk kita
Walau ku tahu... hanya inilah yang mampu mengakhiri semuanya..
Walau ku tahu... ini amat menyakitkan untuk kita..
Walau ku tahu... kita sama-sama pura-pura tak sakit...

Ingin kubertanya pada mu..
Apa yang harus ku lakukan
Agar semua ini berakhir..
Berakhir....

Rabu, 26 Oktober 2011

Untuk membantu mengenal Brain Wash... Beripikirlah rasional

TULISAN INI AKU DAPATKAN DARI SINI :

http://neurointervensi.blogspot.com/2011/09/stroke-cuci-otak-la-brain-wash.html

Friday, 30 September 2011

STROKE : CUCI OTAK ("Brain Wash"), BENARKAH BERMANFAAT ?

Kalau kita googling dengan password “cuci otak,” maka akan muncul dari majalah Tempo tulisan pada halaman Kesehatan sebagai berikut :

Sehat dengan Cuci Otak. Telah dikembangkan teknik cuci otak berbasis radiologi intervensi. Pasien stroke menahun dan lumpuh bisa kembali jalan.
Jika dibuka artikelnya, ada pengantar sebagai berikut (artikel lengkap tidak bisa diakses) :

Potongan lagu lawas Terlambat Sudah itu dinyanyikan Benny Panjaitan, dengan sedikit modifikasi, di atas ranjang rumah sakit. Suaranya lepas. Wajahnya cerah. Mengenakan kaus-T putih dan celana pendek hitam, vokalis grup zaman baheula, Panbers, itu tak lelah mengumbar senyum.
"Saya bahagia sekali karena sudah bisa mengeluarkan suara yang asli," kata Benny saat ditemui Tempo di Paviliun Kartika, Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa pekan lalu. Maklum, sejak dia mengalami stroke-pembuluh darah di otak kanannya pecah-Juni tahun lalu, suaranya tak bisa bebas keluar. "Mau keluarkan suara, tapi tertahan. Kesal," kata pria 64 tahun ini. (Tempo 27 Juni 2011).

Tak ayal, berita ini menyebar secara luas, informasi ini dibaca oleh kalangan awam maupun dokter. Bagi kalangan medis, informasi ini menjadi tanda tanya besar, benarkah pengobatan pasien stroke dengan cuci otak ini begitu hebatnya ? namun mengapa hanya ada di Indonesia dan tidak pernah dirilis dalam jurnal-jurnal ilmiah ? Bagi kalangan awam yang memiliki keluarga dengan stroke, ini merupakan angin segar, mereka segera mencari informasi atau bahkan langsung datang ke tempat bersangkutan.

Berdasarkan informasi yang menyebar dalam beberapa mailing list, dokter yang melakukan prosedur “brain wash” ini menggunakan Heparin dan Integrilin (Eptifibatide) dalam prosedur cerebral DSA. Prosedur DSA dengan menggunakan heparin jamak dilakukan diseluruh belahan dunia, interventionist menggunakan dosis antara 3000-5000 U (40-60 U/kg). Sedangkan Eptifibatide adalah antiplatelet injeksi semacam Abciximab dan Tirofiban, dan memang banyak laporan diberikan untuk kasus stroke akut.
Bagaimana sesungguhnya pengobatan a la “Brain wash” ini dari sudut pandang dunia kedokteran dan neurointervensi ?

Telah disebutkan, bahwa penggunaan heparin dalam dunia neurointervensi merupakan sesuatu yang rutin dilakukan, hal ini dikarenakan saat tindakan dokter menggunakan kateter dan guidewire serte material lainnya (sesuai penyakit pasien) kedalam pembuluh darah. Heparin biasanya diberikan berupa flushing pada awal prosedur diagnostic, dan dapat dilanjutkan dengan continous infusion (heparinized saline) pada prosedur intervensi terapeutik. Sedangkan penggunaannya bersama antiplatelet injeksi secara bersamaan diberikan oleh operator dalam kondisi yang sangat khusus, biasanya pada kasus emergensi, misalnya terjadi komplikasi trombosis berulang saat tindakan dilakukan. Penggunaan kombinasi heparin dan antiplatelet injeksi tidak diberikan secara rutin dalam prosedur neurointervensi. Penggunaan kombinasi kedua obat ini pada prosedur intervensi dilaporkan memiliki komplikasi perdarahan intracranial yang fatal (Qureshi et.al, Journal Stroke 2002). Namun penggunaan masing-masing obat ini tanpa dikombinasi memberikan manfaat pada pasien.

Kutipan dari majalah Tempo diatas perlu dilihat kembali dengan dasar ilmiah yang memadai. Kutipan bahwa dengan “brain wash” pasien stroke menahun dan lumpuh bisa berjalan kembali adalah menyesatkan. Ditambah lagi ungkapan bahwa Benny Panjaitan mengalami stroke berupa pecahnya pembuluh darah otak sebelah kanan. Apabila faktanya memang demikian (karena apa yang sesungguhnya dilakukan pada “brain wash” tidak pernah dipublikasikan secara ilmiah), ada beberapa hal yang perlu diluruskan. Pertama, pemberian heparin dan antiplatelet injeksi tidak dapat mengobati stroke yang sudah lama terjadi, apalagi megembalikan kelumpuhan. Heparin dan antiplatelet bekerja untuk mencegah terjadinya penyumbatan baru, bukan menghancurkan penyumbatan pada pembuluh darah. Jadi sifatnya preventif bukan kuratif. Kedua, penggunaannya pada kasus stroke perdarahan tidak pada tempatnya, kombinasi keduanya malah akan meningkatkan resiko perdaran otak, apa yang terjadi pada Benny Panjaitan mungkin hanyalah tindakan cerebral DSA (digital substraction angiography) rutin yang biasa dilakukan untuk mengetahui kelainan/ penyebab dari perdarahannya.

Namun, apapun, adanya isu ini harus disikapi secara bijak. Memang dalam dunia kedokteran selalu ada inovasi-inovasi yang terus dikembangkan untuk kepentingan perbaikan kualitas hidup, tetapi inovasi itu dilakukan berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan. Tanpa mengikuti kaidah ilmiah, pengobatan baru yang dianggap fenomenal tidak ubahnya seperti pengobatan “alternatif” yang banyak beredar di masyarakat.

Diakui atau tidak, pengobatan stroke masih merupakan tantangan bagi dunia kedokteran. Banyak sekali neuro-intervensionist dunia yang saat ini konsen pada penatalaksanaan penyakit ini. Belum ada satupun laporan (setidaknya sampai saat ini) mengenai efektifitas kombinasi terapi diatas untuk stroke, yang ada justru laporan negatif tentang efek sampingnya.
Tulisan ini setidaknya dapat memberikan tambahan informasi bagi siapapun yang ingin mengetahui bagaimana sesungguhnya “brain wash” yang fenomenal itu, terutama bagi masyarakat, yang awam akan dunia kedokteran.


Senin, 24 Oktober 2011

Inspirasi itu apa ya....

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Pusat Bahasa Diknas (bisa dibuka di sini), kata “inspirasi” adalah kata benda yang berarti “ilham”. Sedangkan kata “ilham” sendiri memiliki tiga arti:
1. petunjuk Tuhan yg timbul di hati
2. pikiran (angan-angan) yg timbul dr hati; bisikan hati
3. sesuatu yg menggerakkan hati untuk mencipta (mengarang syair, lagu, dsb)

Inspirasi itu penggerak. Bisa menggelorakan jiwa, akal dan rasa untuk bergerak dan berproses dalam kehidupan nyata.

Bila kita berbicara tentang "inspirasi" Alkitab seringkali yang muncul dalam pemikiran kita bahwa kata ini ditujukan untuk menggambarkan kualitas dari penulis dari pada tulisan itu sendiri. Namun sebenarnya kata ini dengan jelas memberi arti utama pada tulisan itu sendiri. Jikalau kita memperhatikan definisi dari kata inspirasi dalam beberapa bahasa, maka kita akan mengerti dengan jelas kemana arah utama dari kata ini.


http://www.tftwindo.org/livingwords/LW5.htm

Inspiration of the Bible

Bila kita berbicara tentang “inspirasi” Alkitab seringkali yang muncul dalam pemikiran kita bahwa kata ini ditujukan untuk menggambarkan kualitas dari penulis dari pada tulisan itu sendiri.

Namun sebenarnya kata ini dengan jelas memberi arti utama pada tulisan itu sendiri. Jikalau kita memperhatikan definisi dari kata inspirasi dalam beberapa bahasa, maka kita akan mengerti dengan jelas kemana arah utama dari kata ini.

Dalam bahasa latin, kata “inspirasi” berasal dari dua kata yaitu in dan spiro yang berarti menghembuskan ke dalam. Dalam bahasa Ibrani kata inspirasi adalah Neshama dan Nismah yang berarti nafas. Dalam bahasa Yunani yang tertulis dalam 2 Timotius 3:16 “.... segala tulisan yang diilhamkan Allah” pasa graphe theo-pneustos, berarti Allah menafasi.

Alkitab adalah diberikan melalui inspirasi Allah. Kata-kata yang ada dalam Alkitab itu adalah inspirasi (nafas) Allah.

Dalam ayat di atas secara harfiah disebutkan bahwa Allah menafasi, artinya diinspirasikan oleh Allah. Disini digambarkan bagaimana tulisan itu datang. Tulisan itu adalah produksi dari aktifitas yang kreatif dari nafas Ilahi. Walau manusia yang menulisnya, namun Allah-lah yang membawanya kepada kenyataan. Isi dan sifat dari tulisan itu sendiri telah ditentukan melalui kuasa dari Roh. Hal demikian inilah yang membuat tulisan itu layak untuk mengajar, menegur, memperbaiki dan mendidik orang pada kebenaran.

Ide tentang “nafas Allah” atau “nafas Illahi” telah cukup dikenal dalam dunia Perjanjian Lama. Hal itu merupakan sebuah perbandingan (metafora) dalam mengaplikasikan aktifitas Ilahi, khususnya Roh Kudus. Mazmur 33:6, “Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya.” Ayub 33:4, “Roh Allah telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup.”

Teori-teori tentang inspirasi

Masalah terbesar dalam sejarah penerimaan Alkitab adalah keraguan orang tentang keabsahan Alkitab yang semuanya adalah dinafasi Allah. Si A berkata, “Oh ya, Alkitab itu Firman Allah tetapi tidak semuanya.” Si B berkata, “Alkitab itu adalah sebagian perkataan Allah dan sebagian lagi perkataan manusia.”

Dari keraguan dan kesalahan pengajaran dan keyakinan itu, maka muncullah beberapa teori tentang inspirasi.

1. Inspirasi Natural.

Teori ini mengajarkan bahwa Alkitab itu ditulis oleh orang baik dan setia. Mereka tidak dibimbing oleh Roh Kudus. Namun orang-orang ini adalah orang jenius dan bermoral tinggi. Dari ajaran ini kemudian berkembang sebuah keyakinan bahwa tulisan orang-orang terkenal, penginjil-penginjil besar adalah diinspirasikan oleh Allah.

2. Inspirasi Konsep.

Mengajarkan bahwa Allah memberikan pemikiran kepada para penulis dan mengizinkan mereka bertahun-tahun kemudian untuk mengungkapkan kembali pemikiran tersebut dalam kata-kata sendiri sesuai dengan buah pemikiran mereka.

3. Inspirasi Parsial.

Alkitab itu diinspirasikan (diwahyukan, diilhami) beberapa bagian tertentu saja.

4. Inspirasi Okasional.

Mengajarkan bahwa penulis Alkitab diinspirasikan oleh Allah kadang-kadang saja. Pada waktu mereka menulis tidak selamanya mereka dibimbing oleh Roh Kudus sehingga kadang-kadang mereka bisa terpengaruh oleh buah pemikiran mereka sendiri.

5. Verbal Dictation

Mengajarkan bahwa setiap kata yang ada dalam Alkitab itu adalah di diktekan oleh Allah. Seorang penulis itu bagaikan “mesin tik” artinya personalitas mereka tidak akan muncul dalam tulisan mereka.

Kita bisa bingung bila melihat pernyataan dari konsep-konsep palsu di atas. Namun ada hal yang mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan bagi kita bahwa dalam kebenaran tiada jalan tengah. Sesuatu itu pasti kasus atau bukan kasus. Sebuah garis itu lurus atau tidak lurus. “Alkitab itu diiinspirsikan oleh Allah, atau tidak diinspirasikan oleh Allah” jadi hanya ada dua pilihan. Bila tulisan dalam Alkitab itu tidak diinspirasikan oleh Allah, maka hal itu hanyalah produksi manusia belaka.

Paulus berkata, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (2 Timotius 3:16, 17). Alkitab memastikan inspirasinya sendiri tanpa meragukan.

Pengajaran yang benar tentang inspirasi

Inspirasi Pleanary dan Inspirasi Verbal .

Plenary berarti penuh, komplit, keseluruhan dari tiap-tiap bagian. Inspirasi Plenary menjelaskan bahwa setiap bagian dari Alkitab itu diwahyui/mendapat wahyu yang sama, tidak ada yang berat sebelah.

Inspirasi verbal mengungkapkan bahwa dokumen asli dari Alkitab telah dituliskan oleh manusia, dimana mereka diizinkan untuk menuliskan sesuai dengan kepribadian dan talenta yang mereka miliki. Namun saat mereka menulis, mereka berada di bawah pengawasan dan bimbingan Roh Kudus. Hasilnya setiap kata yang ada dalam naskah asli adalah yang sempurna dan tanpa kesalahan dan tepat seperti apa yang diinginkan Allah untuk diberikan kepada manusia.

Mari kita perhatikan lebih teliti lagi 2 Timotius 3:16. “Tiap-tiap kitab yang diwahyukan Allah (TL), pasa graphe theopneustos (all scripture God-breathed).

Dalam teks ada sesuatu yang dikatakan dinafasi oleh Allah yaitu tiap-tiap “kitab” yaitu kitab yang dituliskan.

Yang dituliskan itu adalah perkataan dalam Alkitab yaitu nafas Allah. Inilah yang disebut dengan konsep inspirasi verbal.

Dalam Perjanjian Lama lebih dari 3800 kali disebutkan bahwa kitab itu adalah Firman Allah. Contoh, Keluaran 17:14; 2 Samuel 23:2; Yeremia 1:9. Yesus sendiri dengan jelas menganut konsep inspirasi verbal seperti yang Dia katakan dalam Matius 5:17, 18:"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi”.

Iota adalah huruf terkecil dalam bahasa Yunani. Disini Yesus mengungkapkan keyakinan yang teguh bahwa Perjanjian Lama adalah wahyu Ilahi, sebab itu setiap perkataan memiliki arti yang rohani.

Kristus berjanji pada murid-muridNya bahwa perkataan akan pengabaran Injil akan diberikan pada mereka (Matius 10:19). Paulus memberi fakta melalui tulisannya bahwa apa yang dia tuliskan adalah perkataan Allah (1 Korintus 11:23).

Catatan akhir:

1. Frank E.G., The Meaning Of Inspiration (dalam Essay In Apologetics by Berth Thomson Ph.D & Wayne Jackson M.A.), page 168.

2. Way Jackson M.A., The Holy Scriptures - Verbally Inspired (dalam Essay in Apologetics), page 169.

3. R.A. Finlayson, Contemporary Ideas Of Inspiration (dalam Revelation and The Bible), hal 222.



http://www.adeshendra.com/2008/10/inspirasi-itu-adalah.html

Posted by adeska on 21 Oktober 2008

Salah satu dari sekian kesulitan yang saya hadapi jika menghadapi suatu istilah kata adalah menelusuri makna dari kata itu. Arti dan definisi kata mungkin mudah ditemukan dalam kamus-kamus bahasa. Namun mencari makna dan pengertian terdalam pada suatu kata, bisa jadi adalah sebuah proses logika dan rasa yang tidak sesederhana yang saya bayangkan. Terlebih lagi saya bukanlah seorang ahli bahasa, orang yang benar-benar bergelut dengan aksara dan untaian makna. Saya hanyalah pengguna bahasa, yang menggunakan kata dan bahasa semampu saya bisa. Harapan saya hanya satu: kata dan bahasa bisa saya akrabi untuk bisa mengikat kondisi, realita dan rasa, ke dalam makna-makna. Singkatnya, saya ingin menggunakan kata, sesuka saya bisa.

Inspirasi, entah mengapa, kata ini selalu terngiang-ngiang sejak kemarin sore hingga dini hari tadi. Ada apa dengan inspirasi? Mengapa ia sedemikian mengganggu pikiran ini dan mengusik diri dengan kegelisahan hati. Mengapa inspirasi, bukan uang, harta, wanita, perhiasan, atau hal-hal duniawi indah lainnya?

Biar tidak penasaran, saya coba buka-buka kamus. INSPIRASI. Berarti ilham, bisikan hati. Juga diartikan sebagai sesuatu yang menyemangati orang untuk berbuat, bertindak. Inspirasi, saya artikan juga dengan ide, gagasan, pandangan yang menghunjam ke dalam, mengendap dalam rasa dan pikir, untuk diwujudkan dalam bentuk perbuatan. Ia bisa datang dari segala arah, segala jenis makhluk hidup, segala bentuk peristiwa, segala macam proses, segala sisi yang tergambar, segala bentuk makna yang tertangkap, dan membakar jiwa. (Halah, jadi sok teoritis nih!)

Segala yang menimbulkan inspirasi, saya sebut dengan inspirator. Segala hal yang menumbuhkan dan menimbulkan inspirasi dalam jiwa, entah itu datangnya dari apa, siapa, bagaimana dan mengapa, saja?

Inspirasi perlu “diikat”. Inspirasi perlu dilestari. Inilah yang menjadi dasar, mengapa dalam blog ini saya ingin menambahkan satu bab lagi di dalamnya. Yaitu bab Inspirasi Hidup. Entah akan diisi apa saja, oleh siapa saja, dan dari mana saja. Hanya satu harapan saya, ia –sang inspirasi—tetap lestari dan kalau bisa, menjangkau sana sini. Melestari, dalam ruang dan waktu-Nya.

Saat ini, hanya ini inspirasi saya. Mungkin sahabat ada yang ingin berbagi inspirasi? Saya menunggu dengan sabar, dan akan memuatnya di blog sederhana ini. Tertantang untuk berbagi inspirasi? Monggo. (ini e-mailku: adeskanal[dot]gmail[dot]com).

------------------------------------------------------------
Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat.
Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras.
Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika
kesempatan bertemu dengan kesiapan.
----------------------------------------------------
inspirasi adalah sebuah gambaran yang diberkan kepada kita sebagai ilustrasi untuk mengembangkan gagasan, ide, dan pemikiran menjadi sebuah kreasi dan inovasi yang berwujud nyata.
dalam menjalani hidup, seorang manusia sangat membutuhkan inspirasi.

inspirasi biasanya muncul tanpa pernah kita duga-duga sebelumnya. walau kita sedang membutuhkan inspirasi pada suatu waktu, tetapi belum tentu inspirasi tersebut akan datang pada waktu itu juga.
lebih baik bagi kita untuk menunggu inspirasi itu datang dengan sendirinya daripada memaksakan inspirasi muncul dihadapan kita.
mengapa?
karena ini tentu akan bepengaruh terhadap kualitas inspirasi yang nantinya akan kita dapatkan. inspirasi yang kita dapatkan karena mengalir datang dengan sendirinya akan memiliki kualitas yang baik karena terkesan lebih alami atau natural. sedangkan inspirasi yang datang karena keterpaksaan justru akan memiliki nilai yang kurang bagus dan memuaskan. karena yakinlah, apapun itu jika berawal dari keterpaksaan pasti hasilnya tidak akan baik dan tidak akan pernah bertahan lama. hal ini sedikit banyak dipengaruhi oleh selera hati kita yang berbeda dengan apa yang telah kita dapat melalui jalan keterpaksaan tersebut, termasuk inspirasi.
akan tetapi, bagi kita yang memang sedang sangat membutuhkan inspirasi dan berharap inspirasi itu muncul pada saat itu juga, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memancing inspirasi itu datang pada kita. terlepas dari hasilnya nanti memuaskan atau tidak, tetapi inspirasi yang datang dari hasil seperti ini sedikit lebih baik daripada kita sendiri yang merekayasa memaksakan kedatangan sebuah inspirasi tanpa melalui suatu langkah apapun.

pejamkan mata, kita perlu mengkondisikan diri kita pada sebuah keadaan yang tenang tanpa galau, hening, sepi, dan penuh suasana konsentrasi. rasakan jika ada ilham yang mengalir masuk ke dalam hati dan pikiran kita. perlahan-perlahan dan tetap perlahan tapi pasti mulai masuk memasuki hati dan pikiran kita.
saat inspirasi ini mulai masuk, gunakanlah penalaran dan perasaan kita untuk menilai apakah ini sebuah inspirasi langkah maju yang kita butuhkan atau tidak. lakukan terus sampai kita menemukan inspirasi seperti apa yang ingin kita temukan.

inspirasi ini sangat penting bagi hidup kita. karena hidup yang kurang inspiratif juga tidak akan mampu menggerakan roda perputaran hidup diri sendiri dan orang lain.
ingat, hidup ini harus selalu bergerak maju bukan?
lalu, apa yang harus kita butuhkan untuk menggerakannya?
ya, inspirasi adalah salah satunya.
hidup kita akan terus bergerak maju dengan kombinasi inspirasi ditambah motivasi dalam diri kita. secara mudahnya, inspirasi dapat kita analogikan sebagai gambaran penunjuk arah jalan hidup kita dan semacam stimulus untuk mengkreasikan langkah maju kita. sementara motivasi itu sendiri sebagai bahan bakar kita untuk bergerak maju.

jadi, mulailah untuk mencapai hidup yang selalu penuh inspirasi. memilki hidup yang sangat inspiratif itu sangat menyenangkan dan mambahagiakan, apalagi kita juga dapat menginspirasi dan memotivasi teman kita untuk bersama-sama melangkah maju.
sungguh hidup yang sangat indah bukan?
meski inspirasi tak selalu datang menghampiri kita, tapi pastikanlah jika diri kita telah siap menampung beragam inspirasi hidup untuk dapat terus bergerak melangkah maju. menatap masa depan dan tetap menjadikan masa lalu sebagai cerminan untuk melangkah.
tetap semangat, terus berlari, dan wujudkanlah semua mimpi dengan hidup yang penuh inspirasi dan motivasi.






Hari ini aku bertemu dengan seseorang yang telah lama tidak bertemu. Mungkin sudah setahun lebih kami tak bertemu. Tapi pertemuan hari ini mampu menginspirasiku untuk merealisasikan semua angan yang ada dikepalaku.
Inspirasi itu kadang muncul tiba-tiba. Dari pembicaraan yang tak tentu arahnya sekalipun kadang mampu menginspirasi kita.

Saat membicarakan disain yang pas untuk sebuah rumah yang aku rencanakan untuk menjadi rumah yang mencetak orang-orang yang berprestasi..(mungkin itu angan yang ketinggian..tapi gak papa juga kan..)..akhirnya pembicaraan mengalir kemana-mana.

Tiba-tiba kata Inspirasi menginspirasiku untuk berbuat. Kenapa kita harus berhenti karena perkataan seseorang.. kenapa kita harus takut mendengar perkataan seseorang..bukankah setiap orang bebas untuk mencapai apa yang menjadi mimpinya.. apakah salah jika mimpinya sama..

Aku mulai mencari arti kata dari inspirasi.. aku mulai mengeja inspirasi berulang-ulang untuk menjadi sebuah singkatan yang unik yang bisa aku gunakan untuk sebuah nama..
Inspirasi dapat menjadi sebuah salam..
Inspirasi dapat dipanjangkan menjadi sebuah kalimat yang baik..
Inspirasi yang dapat menginspirasi orang lain...
Inspirasi tak akan pernah habis..
Inspirasi selalu ada.. dalam setiap kesempatan.. dalam setiap pertemuan..
Insprirasi itu pertanda kita hidup...
Inspirasi itu datangnya dari hati.. hati yang menggerakkan ...
Inspirasi itu berakhir dengan pencapaian cita-cita...
Inspirasi.. yaaa...Inspirasi... untuk menjadi sebuah prestasi... mencetak pribadi-pribadi unggul.
InsPiRaSi = INStitut PIlar RAgam EdukaSI

Minggu, 23 Oktober 2011

Talita di sebuah blog temannya "Jakarta Style Journal"

http://jakartastylejournal.blogspot.com/2011/10/talita-natalia.html

Sebuah Blog teman anakku yaitu "Jakarta Style Journal" menuliskan demikian tentang putriku dan mengambil foto hasil karya anakku lebih detail dari yang aku tahu. Ya mata seorang disainer tentu berbeda dengan mataku ya...

This beautiful little dress is a piece of art created by my friend, Talita Natalia, who is one of the finalists in the ECONIC Fashion Design Competition held at 21-22 Oct in Pacific Place. It really speaks wearability, and the chosen fabric promotes local heritage. And the best part is, Talita made the piece using a non-electric sewing maching. Neat.

Sebagai ibunya aku amat senang membacanya....... dan bangga.




http://jakartastylejournal.blogspot.com/2011/10/talita-natalia.html

JAKARTA STYLE JOURNAL: Talita Natalia

JAKARTA STYLE JOURNAL: Talita Natalia: This beautiful little dress is a piece of art created by my friend, Talita Natalia , who is one of the finalists in the ECONIC Fashion D...

Sabtu, 22 Oktober 2011

Putriku ... kebanggaanku....


Mungkin untuk orang lain, pencapaian putriku ini belumlah apa-apa. Tapi untukku yang tak mengerti fashion bahkan buta soal fashion, pencapaian putriku adalah sesuatu yang amat luar biasa. Aku tak pernah bicara soal fashion, aku bukan menjadi sumber inspirasinya. Namun putriku mau untuk belajar, mau untuk belajar dan belajar.. mau menghabiskan waktunya untuk menonton tayangan TV yang bermutu soal fashion..bukan menonton sinetron-sinetron atau infotainment.. mau mengorbankan waktu bermainnya..untuk meraih impiannya sesuai target waktu yang telah ditetapkannya sendiri.

Betapa ia berani mengikuti ajang-ajang perlombaan, dari yang paling sederhana... ia mau mengorbankan waktu liburnya untuk menjahit vest untuk mendapatkan kamera polaroid yang diidam-idamkannya.

Mau mengikut perlombaan Econic Event, walau ia merasa kelelahan demi keinginannya untuk pergi ke Singapura dengan dananya sendiri. Rela untuk menghabiskan waktunya untuk mengumpulkan portfolio agar bisa masuk ke uni yang diinginkannya. Aku amat terharu dan amat bangga... Adakah yang lebih membahagiakan seorang ibu selain melihat putrinya begitu termotivasi, begitu mempunyai passion, begitu ingin meraih mimpinya yang diletakkan setinggi langit... Betapa jauhnya cara dia berpikir dibandingkan dengan aku... kadang aku malu melihat semangatnya. Dia tak pernah menghiraukan perkataan orang.. dia asyik dengan dunianya sendiri untuk mencapai impiannya.




Talita dan Lisa, mendapatkan juara ke-2 dalam lomba fashion di SMA Tunas Muda. 2011









Gogril Best 5 vest Makers, termuat di Gogirl 81/Oktober 2011






















Talita di depan Econic Event, 22 Oktober 2011






















Eco Friendly Fashion Competition, Econic Event.
Talita mempresentasikan hasil disainnya di depan para juri. Pacific Place, 21 Oktober 2011.











Fashion Show di Econic Event yang dibuka oleh Menteri Kehutanan. Pacific Place, 22 Oktober 2011

Pakaian dari bahan yang ramah lingkungan





Gaun ini terbuat dari seragam kemeja putih yang disikat / teksmo.












Tulisan Talita tentang disainnya, yang eco friendly
























Gaun Karya Talita yang dipamerkan di Pacific Place, 21-22 Oktober 2011, dalam Econic Event.

Putriku dalam Ajang Eco Friendly Fashion Competition


Orang tua mana yang tidak bangga melihat anaknya masuk dalam 18 finalis dalam sebuah kompetisi. Apapun tingkatannya, entah tingkat RT sekalipun, seperti memenangkan lomba bawa kelereng, balap karung atau makan kerupuk.. aku yakin tak ada satu orang tua pun yang tak bangga. Semua orang tua selalu bangga atas prestasi anak-anaknya.

Aku adalah seorang ibu yang amat bangga luar biasa dengan putriku sulungku. Walau kadang setengah mati meyakinkan dia untuk sedikit mendengarkan pendapatku. Ketika aku tahu dia masuk dalam ajang kompetisi yang diadakan oleh Econic ini aku setengah tak percaya. Apalagi untuk lolos harus memenuhi 9 kriteria, bahwa disainnya tidak merusak lingkungan hidup dan memanfaatkan bahan-bahan yang sudah tak terpakai lagi untuk di daur ulang. Apa ya dasar penilaian jurinya sehingga anakku bisa masuk dalam 18 finalis ini. "Jangan-jangan yang daftar hanya 20 kali.." begitu canda ku. Memang awalnya 20 finalis namun kemudian 2 orang tidak melanjutkan. Putriku hanya tersenyum sinis saja mendengarkan canda ku. Aku ditunjukkan hasil disainnya, bagaimana aku melihat dia mampu menggambar sebuah disain baju, dan kemudian aku melihat bagaimana dia menjelaskan dan memberikan nama untuk disainnya itu. Aku tak menyangka pikirannya lebih melanglang buana dibanding dengan pikiran-pikiranku. Jendela pengetahuan dan bahasanya jauh jauh lebih tinggi dan lebih luas dibandingkan aku.

Kemudian dia menghadiri sebuah workshop yang wajib diikuti. Ketika selesai mengikuti workshop dia berkata "semuanya sudah kuliah, yang SMA hanya 2 orang mi..sepertinya mereka sudah hebat-hebat.." . Aku hanya mampu berkata .."wahhh hebat dong..". Aku pikir semangatnya akan surut setelah mengetahui siapa saja yang mengikuti ajang itu. Tapi aku mulai melihatnya membongkar lemari pakaian dan mengumpulkan semua seragam kemeja putih yang sudah tak terpakai, dan mulailah terdengar bunyi mesin jahit setiap malam.

Putriku memanfaatkan seragam-seragam kemeja putih yang tak terpakai lagi. Kemudian setelah dipotong, disusun menjadi sebuah kain yang lebar dan kemudian dijahit satu baris-satu baris, menggunting disetiap barisnya dan kemudian setiap baris disikat satu persatu. Baju yang tadi menggeletak tak terpakai karena sudah tak terpakai dan untuk disumbangkan juga sudah tak pantas warna putihnya, bisa dia sulap menjadi sebuah gaun yang indah. Aku benar-benar kagum melihat idenya. Walau gaun itu hanya sederhana saja modelnya, tapi pada saat dipakai, menurutku menarik dan elegant juga. Dua disain lainnya ia memanfaatkan kain yang terbuat dari serat organik sehingga ramah lingkungan, dan dijahit dengan mesin jahit bukan listrik.

Hari-hari selanjutnya adalah hari yang penuh kesibukan. Tiga hari les menjahit dasar dua yang belum selesai, dua hari les bahasa inggris karena ia ingin bisa meraih nilai Toefel yang baik. Disela-sela sekolah dan kursusnya dia sibuk menjahit, menyikat dan memilih bahan. Sering aku melihat dia tertidur dengan sikat ditangan dan bahan yang belum selesai disikat. Bahkan disela istirahat sekolahnya, diperjalanan saat pergi denganku diiisinya dengan menyikat bahan itu. Sampai hari H saja lengannya belum selesai tersikat, dan dia menyikatnya didalam taxi yang membawa kami ke Pacific Place.

Saat hari pertama Ajang itu dimulai. Aku sudah down saat melihat semua hasil karya 17 finalis lainnya. Luar biasa..amat luar biasa. Anakku tak ada apa-apanya. Apalagi saat baju yang akan dipasang dimanequin tak muat. Rasanya aku sudah pesimis luar biasa. Apa putriku bisa menghadapi 2 hari kompetisi yang tersisa ini. Tapi aku lihat putriku amat santai. Dia terlihat tenang sekali menghadapinya. "Sepertinya harus siap kalah.." kataku. "Masuk sebagai finalis saja aku sudah senang kok.. bisa ikut fashion show ini saja aku sudah senang sekali. Apalagi ada disainer idola aku disana", Ahh..syukurlah...tapi sungguh aku tak tahu isi hatinya. Yang terang aku sudah gelisah luar biasa ketika tak ada lagi kesempatan untuk fitting baju yang sudah selesai dijahit itu ke model nya. Olala..bagaimana kalo tidak muat...pusing kepalaku. Tapi anakku.. sungguh dia bisa santai luar biasa.

Saat fashion show berlangsung, aku kaget ketika hasil kerja para finalis tidak menyebutkan nomor, nama dan apa sih konsepnya. Hanya peserta pertama saja yang keluar nama dan konsepnya setelah itu hilang semuanya. Aku bingung bagaimana seorang juri bisa tahu itu hasil karya siapa? Nomor tak ada, nama tak ada... lalu bagaimana menilainya. Melihat hasilnya kemarin saja aku sudah bingung karena menurutku seharusnya jelas..apakah mau semuanya gaun malam, gaun sehari-hari, gaun kerja, atau gaun apalah... sehingga menilainya lebih mudah.. namun ini ada yang gaunnya biasa saja, ada yang gaunnya pesta..jadi bagaimana ya memberikan penilaiannya. Belum lagi saat ajang fashion show ... tak ada nama..tak ada konsep...

Sampai fashion show berakhir..aku tak melihat hasil karya anakku keluar... Wah ada apa ini? apakah bajunya tak muat, apakah bajunya tak layak tampil diajang ini karena dihadiri menteri atau apa. Aku mulai gelisah. Ternyata kemudian di ralat oleh MC bahwa ada sesi kedua dari hasil karya finalis. Barulah aku lega setelah melihat hasil karya putriku diperagakan oleh model dan dilihat oleh banyak orang...terutama disaksikan oleh ibuku. Inilah yang terpenting.

Sepanjang perjalanan aku dan ibuku mendengar cerita putriku bahwa ia sudah menangis ketika panita bilang sudah tak bisa tampil keluar lagi karena waktu sudah habis. Padahal yang baru tampil 12 finalis. Ada yang berani bicara .. putriku diam saja menangis. Ibuku juga berkomentar amat banyak..aku juga.. buatku masih sulit mengerti bagaimana juri bisa menilai mana hasil karya finalis tanpa tahu itu hasil karya siapa. Putriku mengatakan sebenarnya tadi sudah diatur setelah model keluar, kemudian finalisnya ikut keluar beserta modelnya, dan di layar muncul nama dan konsepnya. Entah kenapa semua menjadi berantakan."Sudahlah mi..aku aja kalah gak papa kok... mungkin panitianya baru pertama kali melakukan ajang ini.." kata putriku. Tapi aku dan ibuku masih saja mengeluarkan pendapat. Apalagi ibuku yang pernah ikut ajang-ajang seperti ini.. "mungkin..jaman sudah berubah..jadi tanpa nomor dan nama juri sudah bisa menilai.."kata ibuku masih kesal sepertinya. "menurut mbah..penilaiannya tidak fair.. seharusnya kalau sudah diumumkan..finalisnya menerima hadiah dengan disertai model yang memperagakan bajunya..sehingga semua orang bisa melihat..ohhhh ini pemenangnya,,ini hasilnya.. bagus ya...". Putriku hanya berkata.."mungkin panitianya baru pertama kali mengerjakan ini mbah..". Sungguh aku dalam hati bangga dengan jawaban putriku... dia sama sekali tak menyalahkan penilaian yang tak jelas ini..dan menganggap semuanya baik-baik saja.

Ya ya.. inilah sebuah kesempatan aku mengenal putriku lebih dalam..lebih dekat.. atas keinginannya ..dan impian-impiannya. Juga atas potensi yang ada dalam dirinya. Aku menjadi tahu dia mampu menggambar dengan baik, mampu mempresentasikan hasil karyanya dan aku juga baru mengetahui bahwa diapun mampu menulis. Seperti dia menulis demikian "Konsep dari look ini sama seperti look lainnya yang merupakan konsep dari collection Checologic yaitu chic, environmental friendly dan effortless. Saya melihat pemakai dress ini sebagai orang yang sophisticated dan instantly stylish... ".. Mana menyangka aku kalau dia mampu merangkai kata-kata dengan baik.

Tapi selain itu aku jadi mengenal dunia seperti apa yang akan dimasuki putriku. Sebuah dunia yang terlihat seperti glamour, penuh cipika cipiki, baju yang kadang tak sempurna menutupi seluruh tubuh, rokok, tatto... ahhh banyak hal-hal yang sebenarnya aku kurang sreg dan menimbulkan rasa kuatir. Tapi aku serahkan semuanya pada Bapa.. aku yakin Bapa yang akan menjaganya. Aku tak ingin menghalangi impian putriku.. biarlah ia bermimpi dengan batas waktu yang jelas.. Tuhan pasti membimbingnya.

Selasa, 11 Oktober 2011

Ketika malam ini Bapa bertanya padaku....


Bapa :
Apa yang membuatmu gelisah anakKu..
Aku :
Aku ternyata tak mampu memaafkan.. aku memaafkan hanya dimulutku saja..hatiku tidak..
Rasanya aku ingin menamparnya, bahkan membunuhnya... aku malu dengan dengan semua kesalahanku, aku tak mampu memaafkan diriku sendiri..memaafkan kebodohanku...
Bapa :
Apakah dengan menamparnya dan membunuhnya.. engkau bisa memaafkan dirimu sendiri dan juga memaafkannya anakKu.. apakah semua sakit hatimu terbalaskan.. ?
Aku :
Terdiam...
Bapa :
Kenapa engkau diam anakKu..?
Aku :
Aku malu Bapa.. aku malu dengan semua perbuatanku.. dengan semua kesalahanku.. dengan semua kebodohanku.. Aku membencinya.. aku malu pada diriku sendiri.. aku benar-benar tak bisa memaafkan kesalahanku. Aku tak pantas Bapa untuk datang kepadamu.. tak pernah pantas..untuk meminta padaMu.
Bapa :
Lalu apa yang engkau inginkan anakKu?
Bapa :
Masih pantaskah aku meminta padaMu Bapa? Bapa... betapa aku ingin mempunyai hati yang damai, yang jauh dari rasa sakit hati dan dendam..yang mampu menjaga mulutnya saat kecewa.. saat hati ini terasa sakit. Betapa ingin aku.. Engkau mengampuni semua kesalahanku ya Bapa.. apakah Engkau mau mengampuni aku ya Bapa..sedangkan diriku sendiri sulit mengampuni diriku sendiri.
Aku ingin mampu memaafkan.. aku ingin mampu mengampuni..
Aku ingin tak ada orang lain lagi yang diperlakukan olehnya seperti yang dilakukan kepadaku..yang membuat aku sulit memaafkan diriku sendiri atas semua kebodohanku. Biarlah dia dikenal oleh banyak orang dengan kesantunan dan budipekertinya. Biarlah dia juga kau beri hati yang damai dan penuh kasih, mau memaafkan dan rendah hati..serta tak menyimpan dendam. Biarlah banyak orang yang merasa damai berada didekatnya.. biarlah banyak orang yang dibangkitkan semangatnya untuk berbuat tanpa pamrih. Aku lelah Bapa..
Bapa : Mungkinkah Aku tak mampu memberikan permintaanmu anakKu..?
Aku :
Menggeleng...
Bapa : Pergilah tidur anakKu... nyenyak tidurmu..lakukan apa yang kau minta padaKu.. dengan kekuatan kasihKu ..engkau pasti mampu melakukannya...
Percayalah anakKu..Kasih suci yang berasal dariKu akan mampu mengubah setiap orang untuk saling mencintai sesamanya.

Sabtu, 08 Oktober 2011

Aku hanya bisa menerangkan demikian..

Satu kebahagiaan tersendiri.. tulisan-tulisan di Blog banyak dibaca..dan beberapa mengirimkan email, sms dan inbox. DSA, brain wash.. memang membuat kita penasaran.. aku bukan dokter..aku hanya orang awam.. aku hanya seorang istri yang ingin mencari jawaban yang pasti untuk kebaikan suamiku..

Aku hanya bisa menerangkan demikian..
DSA itu ternyata hanya memeriksa pembuluh darah..
Jadi bukan sebuah pengobatan... jadi memeriksa dengan memasukkan kateter... ya seperti memeriksa jantung lah kalo mau dipasang ring atau mau diapakan.. kurang lebih gambarannya seperti itu. Kenapa DSA bisa jadi brain wash ya...
Tapi kenapa jadi banyak orang senang di DSA ya.. padahal itu kan hanya memeriksa pembuluh darah..
Kalau sudah pakai tambahan DSA tombolisis nah itu artinya sudah dimasukkan heparin kata dokter syaraf sih itu obat untuk membersihkan penyumbatan-penyumbatan dan harganya sangat murah.

Kalau kondisinya memang tak ada pilihan.. mungkin aku tak akan tanya-tanya lagi.. seperti saat Yo harus dibuka batok kepalanya..untuk dikeluarkan darah yang menggenangi otaknya. Aku tak pernah bertanya untuk apa..kenapa..aku pasrah saja.. aku hanya ingin dia sehat kembali,
Aku tak bertanya efek samping.. aku tak bertanya apa hasilnya.. aku percaya penuh..
walau akhirnya aku harus kecewa ketika dokter mengatakan..tindakan operasi tadi hanya untuk mengeluarkan darah yang menggenangi otak saja..tapi tak bisa mengembalikan semuanya. Ibarat bangunan yang runtuh.. aku harus menatanya kembali... membangunnnya kembali.

Lalu disaat sekarang..
aku punya waktu untuk berpikir..
aku punya waktu untuk bertanya..
aku punya waktu untuk mencari tahu..

kenapa aku harus percaya penuh pada dokter.. aku harus tahu secara jelas... dan kata adikku bahwa seorang dokter dianggap jelas menerangkan pasiennya jika pasiennya mampu menjelaskan lagi apa yang telah dijelaskan oleh dokternya...

Bertanya adalah hak kita... bertanyalah...
Jangan bertanya pada satu dokter saja..
Memang kadang hasilnya menjadikan kita bingung
tapi ini juga menjadikan kita lebih mengerti..terutama terhadap resiko..

Ada beberapa email masuk.. ada beberapa yang sms ada beberapa yang bertanya...
Aku hanya bisa menerangkan demikian..
DSA itu hanyalah bentuk pemeriksaan... diperiksa..
tapi kalau sudah ada tambahan istilah yang lainnya tanyakanlah..dimasukkan obat apa dan apa resikonya..
Juga tanyakan kateter yang kemungkinan digunakan...
Aku hanya tak ingin kita semua salah kaprah..
Aku sendiri masih bingung apakah ingin melanjutkan atau tidak...
Aku tak siap menanggung resikonya...
Aku tak sanggup melihat Yo kecewa...
Tapi aku juga tak mau jika tak berusaha maksimal...
Aku ingin yang terbaik untuk Yo..
tapi aku tak mau kehilangan semua pencapaian yang luar biasa ini...

Bapa.. aku bingung..
Bapa.. pimpin aku..
Bapa.. aku berserah...

Kau anggap diriku apa....


Jujur Saja....
Kau anggap diriku apa...
Jujur saja....
Kau anggap diriku apa..
Jujur saja...
Jujur saja..
Jujur saja..

Kamu cuman terdiam..dan terdiam...

Ku terhanyut saat kau berjanji


Melayang aku
Kau buatku terbang tinggi di awan
Terhanyut aku setiap kudengar syair cintamu

Nyatakah semua yang terjadi pada setiap hariku
Ku terhanyut
Saat kau berjanji

Dan kau (ku) wujudkan mimpi yang terindah
di setiap malam
Agar aku (kau pun) tersenyum
Terjaga dari tidurku (tidurmu)
Dan kau jadikanku ratu di kerajaan cintamu
Agar aku pun bahagia
Duduk berdua denganmu selamanya

Ooh.. selamanya kau rasakan indah hari
dengan kasihku
Selalu tersenyum dirimu oh kasih cintaku
Selalu selamanya

Mimpi Terindah - Uya Kuya..

Hanya aku manusia bodoh Yang biarkan semua ini permainkanku


Dahulu terasa indah
Tak ingin lupakan
Bermesraan selalu jadi Satu kenangan manis
Tiada yang salah
Hanya aku manusia bodoh
Yang biarkan semua ini permainkanku
Berulang ulang kali
Reff :
Mencoba bertahan sekuat hati
Layaknya karang yang dihempas sang ombak
Jalani hidup dalam buai belaka
Serahkan cinta tulus di dalam takdir
Tak ayal tingkah lakumu
Buatku putus asa
Kadang akal sehat ini
Tak cukup membendungnya
Hanya kepedihan
Yang selalu datang menertawakanku
Engkau belahan jiwa
Tega menari indah di atas tangisanku
Bridge :
Semua kisah pasti ada akhir
Yang harus dilalui
Begitu juga akhir kisah ini
Yakinku indah
Tapi sampai kapankah kuharus
Menanggungnya kutukan cinta ini
Bersemayam dalam kalbu
[ Lyrics from: http://www.lyricsmode.com/lyrics/a/ada_band/manusia_bodoh.html ]

Blog ini kenapa sih...

Blog ini kenapa sih..
kok gambarnya kadang ada kadang tidak..
kok tulisannya kadang baik kadang tidak...
Apa ada yang tidak bereskah...

Jumat, 07 Oktober 2011

Sebenarnya banyak yang ingin kutuliskan...

Sebenarnya banyak yang ingin kutuliskan.. banyak pertanyaan yang ingin kujawab.. banyak email yang ingin aku balas... tapi rasanya aku begitu begitu begitu malas...
Beberapa hari ini rasanya tidak enak sama sekali.
Berurusan dengan rumah sakit memang menyita waktu dan tenaga serta pikiran. Apalagi menggunakan fasilitas asuransi.. banyak hal yang harus dipenuhi terlebih dahulu.. kesana kesini.. kadang peraturan disana beda dengan peraturan disini. Ahh semoga besok gak ada efek samping lagi.

Sekarang rasanya berat banget duduk di depan komputer. Dari urusan mata, leher, punggung, tangan..serta pikiran yang selalu buntu...
Ahhhhh... kapan rasa penat ini berakhir...