Biar Disapu Ombak

Biar Disapu Ombak
Lupakan.. lalu semuanya akan selesai...

Minggu, 27 April 2014

Jangan Sampai Tersangkut (part 2)

Sudah belasan tahun saya melayani UMKM di BPR.. tapi melihat UMKM yang legalitas badan usaha lengkap sangat jarang, malah kalau saya mau jujur..mungkin bisa saya hitung dengan jari.
Pelaku UMKM bisa menunjukkan SPK atau surat order atau perjanjian yang menyangkut usahanya, tapi setelah di cek akta / bukti legalitas badan usaha yang diberikan, ternyata dalam akta tak tersebut sama sekali namanya. Pinjem bendera, begitu mereka memberikan alasan. Buat apa bikin badan usaha kan juga jarang dipakai. Akhirnya bank jadi menimbang-nimbang ini benar usaha pemohon atau bukan ya.

Rata-rata Badan Usaha yang dipilih oleh UMKM adalah CV atau PT. Kadang saat ditanya apa pertimbangannya membuat CV atau PT, ya kalau ikut-ikutan Cak Lontong melakukan survey mungkin dari 5 orang ditanya kelima-limanya akan menjawab tergantung uang yang ada di kantong. Tanpa pernah mau mencari tahu apa konsekwensi dari CV atau PT yang dipilih. Dan biasanya Legalitasnya kadang cuman sekedar nama saja di Kop surat tanpa didukung bukti-bukti legalitas yang sesungguhnya. Dibuat dulu namanya.. nanti kalo sudah ada uang baru di sah kan. Alhasil kalau nama PT nya sudah ada yang punya, otomatis nama yang sudah dibuatnya tak bisa kepakai juga. Akhirnya terpaksa dibuat dalam bentuk CV saja. Begitu dapat proyek harus dalam bentuk badan usaha PT, maka terpaksa membuat PT lagi atau se parah-parahnya pinjem bendera.

Tapi ada juga dari pertama berdiri, sudah niat membuat PT. Tapi sayangnya tak diikuti dengan laporan keuangan yang benar. Modal dalam akta tertulis berapa tak sesuai dengan yang ada dalam akta. Biasanya modal PT jarang ada yang mau melakukan perubahan dalam akta nya karena penambahan. Dari awal 25% x Rp. 50.000.000,00 ya segitu saja terus sampai bertahun-tahun. Sampai akhirnya usahanya membesar pun modalnya masih tertulis segitu juga. Pada saat mengajukan kredit diminta laporan keuangannya. Terlihat Modal tak sesuai dengan akta. Di akta yang sudah diperbarui kepengurusannya misalnya, tapi modalnya tak diperbarui tak disesuaikan dengan kondisi sekarang. Akhirnya Bank menimbang-nimbang, kalau kondisi akta seperti ini apakah bisa diikat badan usahanya. Mau diikat perorangan yang terlihat usahanya adalah badan usahanya.

Atau ada juga yang sudah bertahun-tahun pengurusnya berganti tapi akta tak pernah diubah. Saat mengajukan kredit menjadi masalah lagi. 

Begitulah hal-hal yang sering dijumpai saat pelaku UMKM mengajukan kredit. Banyak pelaku UMKM yang merasa badan usaha bukanlah hal yang penting. Yang penting usahanya jalan dulu. Para pelaku lebih fokus pada penjualan, bagaimana usaha mendapatkan untung. Dan aspek yang sering diabaikan adalah aspek legalitas dan aspek Akunting / Pencatatan. 

Ini saya hanya melihatnya dari satu sudut.. sudut saat mengajukan di BPR, yang persyaratannya masih bisa di permudah. Tapi semakin usaha membesar, tentu modal yang dibutuhkan semakin besar. Kenapa tidak mulai dipikirkan untuk ber Badan Usaha. Dan kalau sudah Berbadan Usaha coba dicek kembali apa saja yang harus diperbarui, sehingga saat kesulitan modal atau saat ada yang mengajak kerjasama, semuanya sudah beres. Dan kita dipastikan tak ketinggalan kereta atau gigit jari, karena kesempatan sudah diambil oleh yang sudah beres semua legalitas badan usahanya. Saya tak melihat dari sudut yang lebih menjelimet.. seperti kesiapan menjelang AFTA 2015. Seperti saya baca dalam sebuah artikel bahwa bagi masyarakat ekonomi lemah atau pelaku UKM, kehadiran AFTA 2015 nanti bisa diibaratkan seperti menghadapi “bencana” letusan Gunung Krakatau 1883 atau letusan Gunung Kelud 1919. Bagi yang tidak memiliki kesiapsiagaan (modal kuat, pengetahuan dan kreatifitas) boleh jadi akan “hangus” disapu oleh awan panas  yang meletup dari “Gunung Globalisasi” dan “Gunung AFTA 2015”. Apalagi bolak balik pihak Bank selalu menjadi sasaran kesalahan karena selalu dikatakan dalam penyaluran kredit perbankan misalnya, dari 56,5 juta Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia baru sekitar 14,69% yang dapat memperoleh pinjaman bunga lunak dari Program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Nah.. rasanya sulit bagi bank jika harus mengabaikan prinsip kehati-hatian.. dengan tak mengedukasi pelaku UMKM untuk mulai memperhatikan ke "legalitas" an usahanya.

Jika Legalitas kita lengkap dan ada kolega yang ingin meminjam bendera badan usaha kita, jangan sembarang meminjamkan. Cek .. baca baik-baik dalam akta sampai dimana tanggung jawab kita. Seperti PT, tanggung jawabnya hanya sebesar modal yang disetor, tapi kalau CV dan kita adalah pesero aktif, maka tanggung jawab kita sampai harta pribadi. Ada beberapa nasabah saya jadi tersangkut-sangkut masalah gara-gara ini. Mendapat proyek dari temannya, dan temannya dimasukkan sebagai pesero pasif. Ternyata temannya melarikan diri.. Tentu saja karena nasabah saya adalah pesero aktif dan yang menandatangani semua perjanjian, maka dia harus yang bertanggung jawab. Betapa beratnya beban yang harus dipikul, sudah rumahnya diagunkan ke bank, dan sekarang harus bertanggung jawab atas proyek yang uang untuk mengerjakannya sudah dibawa lari oleh temannya yang memberi proyek. Jangan mudah tergiur proyek besar, pelajari dulu baik-baik baru terima tawaran tersebut.

Jika Mau besar.. siapkan dari sekarang segala hal yang bisa membuat kita menjadi besar. Legalitas Badan Usaha memudahkan jalan usaha kita dan membuka kesempatan yang lebih luas. Yuk.. yuk kita bereskan... cari tahu badan usaha apa yang paling cocok dengan usaha kita, pelajari hak dan kewajibannya serta konsekwensi hukumnya. Jangan sampai kita tersangkut-sangkut, kesandung-sandung gara-gara kita gak mau melek soal hukum.


Sabtu, 26 April 2014

Semalam Dia Menangis lagi....

Selamat pagi Tri..

Mungkin sudah sebulan ya dari saat kamu datang dalam mimpiku, aku melihat kau diam tak bersuara. Kepalamu tertunduk.. dan makin tertunduk ketika aku bertanya "Tri..kamu tahu bagaimana Dia sekarang..??"

Dia semalam menangis lagi. Bukan malam ini saja Tri.. tapi setiap malam. Aku sungguh tak tahu harus bicara apa kepadanya. Kalau aku bilang "Kuat ... kamu pasti kuat.." tentu dalam hati nya dia akan bilang "kamu tidak merasakan..kamu bisa enak saja bilang kuat..". Kalau aku bilang .. Ikhlas.. aku bilang berserah.. aku bilang serahkan semua pada Tuhan.. tentu dia juga akan bilang.. kamu gak pernah rasakan apa yang aku rasakan. Sungguh Tri.. semua kalimat-kalimat itu sudah aku sampaikan kepadanya. Tapi airmatanya tak juga berhenti..malah makin menetes dan menetes.

Semalam Dia menangis lagi. Dia bilang dia kangen padamu Tri. Dia memerlukanmu. Dia rindu genggaman tanganmu. Dia bercerita bagaimana besarnya cintamu pada dia. Dia bercerita bahwa tiap malam tangannya pasti ada dalam genggamanmu. Sungguh kenangan yang indah ya.. yang gak setiap orang bisa memiliki kenangan yang amat amat manis seperti itu. Walau dia bercerita hanya lewat BBM di tengah malam.. menjelang pagi.. tapi aku seperti melihat bahwa air matanya menetes amat deras.. karena air mataku pun menetes mendengar ceritanya.

Semalam Dia menangis lagi. Dia bilang Tri datang dalam mimpinya dan kamu bertanya "kenapa keluarga kita harus mengalami hal seperti ini ya mah..". Dan dia bertanya padaku Tri.. kenapa.. kenapa dia harus menderita seperti ini. Kenapa Tuhan begitu tega membiarkan dia dalam kondisi seperti ini. Dia menangis sampai matanya perih. Aku tak tahu harus bicara apa lagi Tri. Aku sudah katakan.. dengan selalu mensyukuri apa yang kita alami semua pertanyaan itu akan terjawab. Juga aku katakan.. bahwa banyak orang yang lebih menderita dari dia.. yang salib yang harus dipanggulnya lebih berat. Jawaban yang standard. Aku memang bukan orang yang bisa bicara dengan kalimat-kalimat yang mengena.. yang bisa menghibur dia. Aku hanya mengatakan yang pernah aku alami saja.Karena aku mampu melewati semua yang aku alami hanya karena aku berserah dan bersyukur atas apa yang harus aku alami..dan aku selalu percaya dibalik kepahitan pasti ada rencana yang amat indah, dibalik kesedihan.. Bapa sedang menyiapkan aku untuk mendapatkan kebahagiaan yang sudah direncanakan..sedang membentukku untuk naik kelas.. aku sangat percaya itu.

Semalam Dia menangis lagi Tri...
Dia ingin cepat-cepat bertemu denganmu.. dia tak sabar menunggu kamu menjemput. Sungguh aku tak tahu lagi harus menjawab apa.. aku hanya mampu mengatakan.. bahwa saat itu pasti akan datang. Dia bilang rasanya lama sekali.. aku hanya bilang.. ya lama karena kamu menanti-nanti tanpa berbuat apa-apa.. kamu diam hanya menangis saja. Ayo berbuat sesuatu..lakukan sesuatu.. waktu itu akan cepat datang nanti. Pasti akhirnya kita akan  kesana semua. Pasti bisa bertemu lagi. Tapi kapan.. tulisnya.. ahhh... aku sediri tak tahu kapan.. bukankah tak ada satu manusia dimuka bumi ini yang bisa menjawabnya.

Semalam Dia menangis lagi Tri..
Dia bertanya.. kenapa Tuhan memanggil begitu cepat. Dia bilang Tri sangat baik pada semua orang. Tapi kenapa... Sungguh aku tercekat.. aku hanya mampu menulis.. Tuhan amat sayang pada Tri. Aku sendiri takut jika dia menjawab.. beginikah sayang itu... Seandainya aku tahu semua jawaban atas kenapa-kenapa yang ditanyakan.. tentu aku akan segera memberitahu dia..agar dia tak menangis terus menerus.

Semalam Dia menangis lagi Tri..
 Dia bercerita teman-temanmu selalu mengontak dia..menanyakan dan menghibur. Aku katakan.. sungguh itu hal yang harus disyukuri.. disaat Tri telah pergi.. teman-temannya masih mengasihi dan memperhatikan kita. .tak melupakan Tri.. tak melupakan kita. Bukankah berkat luar biasa untuk kita, dan tak semua orang bisa mendapatkannya. Dia menjawab.. ya.. karena Tri baik.. tapi sayang semuanya teramat cepat.. dan itu membuat aku bertambah kangen. Ya lagi lagi aku menjawab yang standard.. kangen tak ada yang melarang.. mengenang masa lalu itu gak papa.. semua kenangan manis itu memang untuk dikenang.. tapi bukan berarti larut menyesali kenapa itu hanya tinggal kenangan. "Past is a nice place to visit.. but certainly not a good place to stay."

Semalam Dia menangis lagi Tri..
Dia menulis dia tak bisa tidur. Dia tiap malam sulit tidur Tri. Aku hanya bisa katakan.. berarti kita sama.. sama sulit tidur.. biar aku temani ya, ping saja aku jika sulit tidur. Aku tanyakan apakah dia ingin pergi.. biar aku temani. Aku ajak dia untuk sama-sama jalan di tepi laut.. aku katakan.. nanti kita teriak sama-sama.. kita nangis sama-sama.. kita lepaskan semua.. kita tanyakan sama-sama semua pertanyaan kita tentang kenapa-kenapa tadi.. sampai kita puas.. kita buang sama-sama semua kesedihan kita ke laut.. biar dibawa ombak.. biar disapu ombak.. dan kita katakan.. Kita pasti kuat menghadapi gelombang ombak sehebat apapun.. kita kuat menghadapi setiap musim.. karena tahu Yesus berjalan bersama kita...menggemgam tangan kita saat melalui ombak.. menyertai kita dalam setiap musim... Tapi dia tak mau. Dia cuman menulis.. gak usah.. terima kasih. Ahh.. sungguh aku tak tahu lagi harus bagaimana.

Semalam Dia menangis lagi Tri..
Aku tahu kamu sedang bersama Bapa di surga. Dan aku tahu Bapa di surga juga melihat bagaimana sedihnya dia. Bisikkan pada Bapa disurga Tri.. hanya Bapa yang mampu membuatnya tersenyum.. hanya Bapa yang bisa menyelami hatinya.. hanya Bapa yang bisa menghiburnya.. hanya Bapa yang mampu menopangnya..
Dan Tri... bisikkan juga di telinga dia.. bahwa kamu selalu mencintainya.. dan mohon pada dia untuk menghapus airmatanya.. katakan Tri padanya.. dia harus kuat demi anak-anak.. ada tugas yang harus dia selesaikan.. menyertai anak-anak sampai Bapa nanti memanggilnya ..sampai saat nya nanti bertemu dengan kamu Tri.

Semalam Dia menangis lagi Tri..
sungguh aku teramat sedih... tapi aku tak tahu harus bagaimana.... sungguh aku tak tahu lagi..
Maafkan aku Tri.. aku tak mampu menghapus airmatanya.. tak mampu menghentikan tangisnya...
Tapi aku berjanji akan setia mendengar semuanya..akan setia berjalan bersamanya.. dan akan aku upayakan aku ada disaat dia memerlukanku. Aku janjikan itu padamu Tri,

















JANGAN SAMPAI TERSANGKUT..

Kalau saya menulis tentang yang sedikit nyangkut-nyangkut legalitas hukum saat ini, bukan karena saya sebagai seorang Pakar atau ahli hukum.. saya hanya menuliskan dari apa yang saya alami dan saya amati selama saya melayani pelaku UMKM di BPR tempat saya bekerja.
Saya akan menuliskan urut berdasarkan persyaratan kredit yang biasanya diminta oleh Bank.

KTP = Kartu Tanda Penduduk
Ini bukti kalau kita tercatat sebagai penduduk.
Semua juga tahu apa itu KTP ya.. tidak perlu juga dikasih kepanjangannya. Tapi banyak lho yang mengabaikan dan mengecek tanggal berlakunya KTP. Saat mau buka tabungan pas kami minta KTPnya ternyata sudah habis masa berlakunya. Lebih parah lagi kalau lagi kepepet modal dan KTP nya sudah habis masa berlakunya..terpaksa deh ditunda sampai KTP nya selesai. Apalagi urusan KTP hilang..nah lebih puyeng lagi. Tapi juga saking takut hitang, KTP disimpan di safedeposit atau lemari di rumah dan kemana-kemana yang dibawa fotocopy atau scannya.. begitu saat akad kredit diminta KTP nya oleh notaris ternyata ada di rumah tak terbawa atau lebih gawat lagi di safedeposit di bank.. alhasil akad ditunda sampai bisa menunjukkan KTP asli.
Ini barusan urusan KTP .. udah mengganggu banget saat mau bertransaksi. So.. coba cek KTP nya.. jangan-jangan udah abis dari kapan tahu.. atau jangan-jangan dah gak ada di dompet.

Kalau tadi fisik KTP nya sekarang kita cek apa aja yang ketulis di KTP.
Apakah yang tertulis di KTP kita, sudah benar semuanya, dari nama, tanggal lahir, alamat dan semua yang tertera disitu. Apakah nama dan tanggal lahir di KTP sama dengan di akta kelahiran, kartu keluarga dan surat nikah kita, dan terumata di bukti kepemilikan assets, seperti sertifikat dan BPKB. Kadang-kadang yang beginian suka gak diperhatikan. Juga di Ijasah kita, harusnya ya sama semua. Nah coba cek dulu ya..

Sekarang soal tanda tangan di KTP.
Dulu jamannya belum e-KTP, saya suka dibikin pusing sama pemohon kredit dan para penabung. Begitu saya cek tanda tangan nya beda dengan KTP, tentu saja saya bertanya.. kok beda bu.. iyaaa.. saya tu ga bisa tanda tangan.. itu yang tanda tangan pak kades. Nah...
Saya gak tahu apa jaman e-KTP pak Kades ini masih bantuin tanda tangan juga. Atau jangan-jangan sidik jarinya pun pakai sidik jari pak kades dan sekdes. olalala.
Jangan menyepelekan urusan tanda tangan deh. Saya aja gak merasa tanda tangan berganti, diminta oleh teller bank umum yang baru bekerja beberapa hari di bank umum untuk tanda tangan persis sperti yang ada di Specimen tanda tangan. Salut juga sih sama ekstra hati-hatinya teller baru ini..walaupun dalam hati dongkol setengah mati. Tetapi sesama bankir kan harus saling menghargai. Ya sudahlah.. terpaksa deh saya belajar tanda tangan saya sendiri.. demi bisa menarik uang saya sendiri.

Kartu Keluarga
Kartu keluarga ini juga suka gak diperhatikan. Begitu terima langsung masuk lemari. Cek dulu dong Nama kita dan seluruh anggota keluarga dah bener belum. Tanggal lahirnya, perhatikan juga. Pendidikannya, dan hal-hal lainnya. Beda dikit aja nama dan tanggal lahir..notaris sebelum pengikatan kredit suka meminta kita untuk mengurus surat keterangan mengenai perbedaan itu.
KTP dan kartu keluarga ya alamat nya yang sama lah.. masak KTP nya dimana, kartu keluarganya nya alamatnya dimana.

Surat Nikah or Surat Cerai
Ini juga suka bikin pusing. Ada yang gak punya surat nikah. Ada yang cuman punya surat dari gereja saja tapi catatan sipilnya tidak ada. Surat nikah ini penting. Jika sudah ada simpanlah baik-baik. Jika belum punya cobalah untuk diurus.
Begitu juga dengan yang mau menikah, nanti buatlah surat nikah sampai tuntas. Cek yang tertulis disana pastikan sama dengan KTP.
Begitu juga dengan surat cerai. Ini juga sama penting nya. Jika cerai uruslah sampai selesai. Jangan menggantung masalah. Karena saat mengajukan kredit di bank status anda harus benar-benar jelas.

Nah itu baru yang nyangkut diri sendiri. Sekarang gimana yang menyangkut ke bukti kepemilikan agunan..???
Agunan yang umumnya diterima oleh bank adalah agunan tanah beserta bangunan dengan bukti kepemilikan nya bernama "Sertifikat" bisa Sertifikat Hak Milik atau sertifikat HGB.
Tapi ini juga suka bikin masalah pada saat mengajukan kredit di Bank. Dari nama, tgl lahir, alamat yang salah penulisan sampai HGB yang ternyata habis masa berlakunya. Jadi kalau habis ngurus coba deh cek dulu ya sebelum dimasukin ke lemari. Yang ngurus kan manusia juga.. gak luput dari salah.
Begitu juga BPKB.. ya luangkan waktulah sedikit untuk cek no rangka no mesin etc etc lah yang ada disitu. Cocokin sama STNK sama fisiknya juga. STNK kalo pajaknya dan batas waktu nya udah abis ya dibayarlah, diperpanjang. Jangan baru diperpanjang karena mau pinjam ke bank.
Begitu juga PBB.. ya dibayarlah daripada di denda. Masak bank harus motong dari jumlah kredit yang diterima untuk membayar kewajiban ini.
IMB.. Ijin Mendirikan Bangunan. ini juga penting. Masak kita bangun rumah dengan dana yang besar tak punya IMB. Tapi ya begitulah.. rasaya rada sulit saya menemukan rumah di kampung tempat BPR saya beroperasi yang punya IMB.

Sering juga saya temui soal jual beli yang belum kelar. Motor udah dibayar lunas tapi gak dibalik nama. Sehingga nama pemilik sudah tidak sesuai. Rumah sudah dibayar lunas tapi belum diurus jual beli nya cuman percaya sama kwitansi aja. Saat saya tanya "bapak gak takut ini belum dibalik nama".. eh calon nasabahnya cuman ketawa aja sambil ngomong "ngapain takut bu.. kan udah saya pake..udah saya bawa kemana-mana motornya.." kalau rumah bilangnya "ngapain takut bu kan udah kita tempatin..". Polos-polos banget ya.
Tapi nanti rasain deh.. kalo yang jual rumah udah pindah ke daerah lain dan gak kelacak.. gimana coba nasib sertifikatnya yang blm balik nama. Kalau gak yang jual meninggal dan ahli warisnya pura-pura gak tahu atau bener-bener gak tahu kalo udah ada transaksi jual beli.
Jadi kalo jual beli selesaikanlah sampe tuntas. Jangan menunggu-nunggu lagi.. Jangan sampai kita kesangkut masalah. Jangan terlalu yakin bahwa yang jual itu selalu baik, dan gak bakalan pindah kemana-mana. Kalau kita mengurus sekarang kan pasti pajaknya lebih murah, tapi kalo kita pending pasti pajaknya tambah besar dan banyak masalah yg mungkin bisa terjadi.
Jadi yang belum balik nama ayo balik nama.


Sekarang soal persyaratan yang menyangkut badan usaha.. tapi nanti aja deh.. saya tulis dalam lembaran tersendiri..

Sabtu, 05 April 2014

Tuhan.. bolehkah aku bertanya...

Tuhan..
Bolehkah aku bertanya..
Kenapa semua berakhir seperti ini

Kenapa....

Salahkah aku Tuhan..
Jika aku masih ingin
Dia hadir dalam hidupku
Menghapus air mataku..
Menyemangatiku
Membongkar semua mimpi yg telah kukubur..

Tapi kenapa...
Harus begini...


-potongan cerita yg terpotong.. -

Kamis, 03 April 2014

Notaris gak Selalu Bener kok..

Di BPR itu gak cuman berkutat soal gimana ngejer target, dan kirim laporan ke OJK atau hal-hal lain yang berhubungan dengan Transaksi Keuangan. Tapi ada satu hal yang kita juga harus cermat. Yaitu saat berhubungan dengan Notaris.
Banyak diantara kita yang udah merasa aman tentram dan damai kalo urusan legalitas udah ditangani sama Notaris. Itu salah besar. Udah berapa kali saya kesandung-sandung gara-gara ketemu sama Notaris yang gak beres, yang menghalalkan segala cara, yang gampangin masalah, mentang-mentang diakhir akta ada tulisan "Notaris dibebaskan dari segala tuntutan yg ada dikemudian hari". 

Hari ini contohnya.. Notaris yang mengaku dirinya udah senior yang udah melayani bank umum sekelas Bank Jabar dan BRI..toh juga seenaknya aja bikin pengikatan. Dari lupa minta cap jempol untuk akta yang ditanda tangani, mukanya yang tampak gak suka begitu kita kasih tahu kalo ada salah dan ketidakkonsistenan dalam penulisan nama. Sampai pembuatan SKMHT yang akan dinomorin dan ditanggalin sebulan kedepan. Lah.. kok enak bener ya bikin pengikatan seperti itu tanpa meminta pertimbangan bank. Ini Notaris gak mikir.. kalau pas tanggal di bulan depan, debitur sedang diluar kota atau sakit..apakah akta menjadi sah. Notaris ini mau enaknya aja, mau gampangnya aja. Kalau nanti debitur bilang pada saat tanggal itu dia lagi diluar kota dan dia bisa buktikan bagaimana nasib SKMHT itu.. kok ya gak dipikirin yang panjang nasib BPR nya kalau dituntut nasabah.

Bahkan beberapa hari sebelumnya saat mau tanda tangan akad kredit Notaris nya muncul saja tidak malah  dikirimkan asistennya. Alesannya atas permintaan BPR Leader Sindikasi. Jelas-jelas aja saya menolak mentah-mentah untuk tanda tangan. Dalam akta sudah tertulis kalimat "menghadap notaris .. dan notaris kenal"..lah kalau yang dikirim asistennya darimana kenalnya..??? Kita ini bayar lo jasa notaris kok sesukanya begitu. Kalau memang itu permintaannya BPR nya.. ya kasih tahu dong kalau aktanya bisa cacat hukum kalau notarisnya tidak hadir, masak iya-iya aja.
Kita inikan percaya sama Notaris. Menganggap Notaris itu lebih hebat dari direktur bank, lebih hebat dari bagian legal di bank. Tapi ya jangan sesukanya mentang-mentang kita gak ngerti soal hukum dan terus gak mau didebat kalau kita gak cocok sama saran-sarannya.

Bukan cuman kali itu aja saya kesandung gara-gara Notaris. PPJB yang katanya bisa dibuatkan untuk AJB ternyata gak laku di BPN, sehingga APHT menjadi gak berlaku. Nasabahnya bermasalah pula. Notarisnya dengan santai bilang gak bisa bantu, BPN nya sulit di lobby dan tinggal mulangin aja semua biaya yang udah diterima. Terus kita BPR bagaimana.. kredit sudah keluar dan macet. 

Bahkan pernah ada Notaris yang juga fatal banget kerjaannya gara-gara copy paste. Dibacakan didepan umum pula dalam pengundian berhadiah.Siapa yang paling malu .. apakah notarisnya..nggak.. yang malu tuan rumah..panitia.. malu dengan nasabah.. seolah pengundian jadi gak sah. Sampai Notaris harus dikoreksi, dan diminta untuk membaca ulang.

Semenjak itu saya menjadi paling cerewet sama Notaris. Sebelum pengikatan saya selalu berdiskusi dengan Notaris.. Bak pasien mencari second opinion. Kalo terlalu idealis saya juga nggak suka karena jadi ribet, tapi kalau ngegampangin saya juga lebih gak suka.

Mungkin beberapa Notaris bisa tobat-tobat sama saya. Saya bisa nolak tanda tangan kalo saya mrasa gak sreg. Saya bisa menunda akad kalau saya mrasa bakalan banyak masalah dikemudian hari. Idealis.. gak juga. Pengalaman yang bikin saya ketakutan. Bikin saya Parno. Ini uang bukan uang saya. Ada uang masyarakat, ada uang bank umum.. kalau sampai ceroboh dan gak bisa kembali.. bagaimana saya harus mempertanggungjawabkan. Udah dicegatin gak cacat hukum aja masih bisa susah kembali, apalagi cacat hukum.

Saya juga gak paham banget soal hukum.. tapi saya juga gak mau percaya 100% sama notaris. Apalagi kalau aktanya blanko, tanggalnya ditanggalin yang akan datang...aduh saya paling gak bisa. Saatnya saya itu harus melek hukum.. minimal gak bodo-bodo banget soal sah atau gaknya sebuah perjanjian.. masa berlaku SKMHT, APHT. Atau soal Fiducia.

Notaris itu gak selalu bener. Dia bukan dewa. Ilmunya juga beda-beda. Ada yang ngegampangin gak peduli merugikan kliennya apa tidak, ada juga yang maunya lurus tak cacat hukum. Ada baiknya kita paham semua hal yang terkait perjanjian, jual beli dan hal-hal lain yang sering terjadi di BPR, serta jangan mau tanda tangan jika tidak dihadapan Notaris .. yang kita bayar jasa Notaris bukan jasa asisten notaris.

Rasanya Asosiasi juga perlu menjembatani masalah ini, biar kita jangan sampai iya-iya aja padahal Notarisnya salah. Perlu kejasama Perbarindo dengan Asosiasi Notaris. Menyamakan persepsi biar gak salah paham dan gak salah jalan. Perbarindo membagi hal-hal yang menjadi peraturan OJK yang perlu dituangkan dalam legalitas, dan Asosiasi Notaris mensosialisasikan peraturan-peraturan yang terkait dengan pengikatan yang harus diketahui oleh Direksi BPR. Dengan demikian kita bisa menjadi polisi satu sama lain. Kita bisa ingatkan notaris kalo ngaco kerjanya karena kita paham mana yang bener mana yang nggak, dan Notaris bisa ingatkan kita kalo kita ngegampangin soal pengikitan..dan kasih tahu resiko-resiko nya.

Ah ah ah...saya ini selalu banyak maunya.. banyak mau tahunya... kadang bikin stres sendiri.. tapi lebih baik tahu dari pada gak tahu apa-apa.. lebih baik stress karena tahu salah karena abis itu takut salah.. daripada udah salah gak pernah tahu kalo salah..

Saatnya MELEK..inget notaris gak selalu bener kok... jadi jangan percaya 100%. Notaris top bukan selalu TOP kerjaannya.. Mahal gak jaminan semua dikerjakan dengan baik.

Inget.. kita membuat pengikatan karena untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan..hal-hal terburuk.. saat terjadinya pelanggaran komitmen. Jadi kalau asal buat.. karena merasa yakin gak akan terjadi apa-apa ya mending gak usah pake pengikatan aja sekalian, kan udah yakin. Jadi pastikan..apa yang diikat apa yang ditandatangani apa yang dituangkan dalam akta.. bisa digunakan untuk mengantisapi masalah dikemudian hari..bukan menambah masalah karena kita diperkarakan oleh nasabah kita karena notaris melakukan penomoran dan penanggalan pengikatan sesukanya.. atau si penandatangan tidak cakap secara hukum..atau tanda tangannya bukan dihadapan notaris tp cuman dihadapan staffnya.. atau notarisnya melanggar wilayah kerja karena kebelet pengen dapat duit.











Selasa, 25 Maret 2014

Aku sudah mampu menghapus air mataku sendiri

Malam ini,
saat menembus malam dalam derasnya hujan..
kejadian bertahun-tahun lalu terkuak kembali

Saat seseorang dengan setia
menemaniku mengikutiku menembus malam
sampai tepat di depan rumahku..

Dulu aku selalu berharap
Dia akan melangkah kembali kehadapanku
Menepati semua janji-janjinya..

Sampai seorang Hypnoterapis menyadarkanku
Tugasnya sudah selesai untuk menghapus airmatamu
Tuhan sudah yakin, kamu mampu menghapus airmata itu sendiri..
Lepaskan..

Kuhapus airmataku..
Ya aku sudah mampu menghapusnya sendiri
walau aku belum mampu melepaskan dia dalam kelamnya malam...



========
Terima kasih untuk seseorang yang telah mau berjalan bersamaku disaatku limbung
Menghapus airmataku..menemaniku menembus malam yang kelam...
lalu menghilang dalam pekatnya malam...



http://sugengrahmanto.wordpress.com/2013/06/28/7-keajaiban-setelah-menangis/

 
Cerita yang terpotong, terpotong-potong..tinggal sepotong



Sabtu, 22 Maret 2014

OS1 pun Bisa Cemburu


Sebenarnya aku bukan pengamat perfilman. Flm apa saja yang sedang tayang dan mana yang berkualitas pun aku tidak tahu. Memalukan sih tapi biar aja deh. Rata-rata aku nonton film karena terprovokasi. Oleh iklan, atau kata teman. Teman bilang bagus ya berarti bagus. Walau nanti di dalam Studio XXI or Blitz aku tertidur, aku tak pernah menyesali keputusan yang aku buat untuk memilih film berdasarkan kata teman atau kata iklan.

 http://www.herthemovie.com/#/post/74084776384/brothertedd-her-movie-poster-by-tom-vanleenhove

HER.. ini juga tertonton karena provokasi seorang penulis berkaliber di Marketing, bukan penulis novel apalagi puisi. Mungkin aja sih dia bisa nulis itu semua, tapi yang jelas 50 buku yang sudah beredar setahuku belum ada yang berisi novel apalagi puisi. Kalaupun dia menulis resensi film jelas pasti pakai kacamatanya sebagai seorang konsultan di bidang marketing. Bisa dibayangkan Konsultan Marketing menulis resensi film.. Nah.. pasti yang baca jadi luar biasa penasaran.
Penasaran ?? nih baca aja tulisannya..biar aku gak perlu cerita kayak apa kita dibikin penasaran..
Sabtu kemarin sebenarnya rencananya cuman pengen denger pemaparan cenayang kita mbak Wulan soal Ekspor dan soal Coklat. Selanjutnya kopi darat. Tapi karena penasaran dengan si "HER" akhirnya aku ganti memprovokasi teman-teman untuk menonton HER. Putriku tak terlalu berminat soalnya. Putriku itu selalu berpendapat, kalau teman mami bilang bagus..pasti gak bagus untuk putri-putriku, itu selera orang-orang yang sudah berumur.. hmmm..

My baby bilang.. itu film sudah lama diputarnya mami.. kenapa mami baru penasaran sekarang. Sulungku cuman menanggapi sekilas, aku gak tahu mami gak pernah dengar. Dan jelas mereka gak akan mencari tahu, karena pendapat teman mami berarti pendapat orang yang sudah berumur..apalagi diajak nonton. 

Akhirnya setelah berhasil memprovokasi 7 orang teman, 6 diantaranya Jomblo, pergilah kami beramai-ramai ke Gading XXI. Gak sadar umur juga sih.. rasanya. Tapi biarlah. Daripada nonton sendirian kan lebih baik nonton rame-rame.

Karena antrian kami masuk studio terlambat. Seharusnya XXI punya counter khusus untuk film yang jam tayangnya udah mepet.Jadi gak buang waktu untuk ngantri. Ternyata yang nonton juga cuman setengah dari isi studio. Bener juga kata my baby ini film udah lama tayang.. atau film ini rada-rada berat ya.. or bosenin kali ya, bahkan 2 orang disebelahku sudah cap cus sebelum film berakhir.

Film yang katanya buat remaja ini, ternyata banyak juga adegan Hot nya.. wahhh.. gimana ini. Belum lagi desahan-desahan suara wanita termasuk Samantha. Dapat dipastikan setelah selesai nonton yang di bahas adalah soal "ekor kucing".  Kok mas Siwo gak ngomong sih kalo ada "ekor kucing" nya.. atau itu "ekor kucing" maksudnya apa ya.. hehehe.. gak penting kan.. tapi nyangkut dengan rapi di otak para jomblo-jomblo itu...termasuk di otakku hahaha...

Aku gak terlalu tahu siapa itu Spike Jonze, gimana sepak terjangnya di film. Her ini salah satu karya filmnya. Masuk nominasi best picture di ajang Academy Award dan best screenplay di Writers Guild of America dan Golden Globes. Her ini katanya cerita teknology dimasa depan dimana entar bakalan ada "Digital Love". Entah tahun berapa.

Walau judulnya Her, tapi yang jadi pemeran utama yang keliatan adalah Joaquin Phonix yang memerankan Theodore Wimbley seorang penulis buku. Dia baru saja mengalami fase pisah ranjang pisah rumah dengan istrinya, Catherine (Rooney Mara). Pasca cerai walau surat cerai belum di tanda tangani, Theodore hidup dalam kegalauan dan kesepian. Dia makin merasakan hidupnya monoton.. Suatu hari dia tertarik dengan OS1 dan kemudian menginstalnya., katanya sih itu software untuk mendampingi manusia dan punya intelejensi  tinggi banget.

Setelah ditanya macam-macam soal kehidupannya termasuk soal mama nya, OS1 yang awal bersuarakan pria, berganti suara wanita atas permintaan Theodore. Taraaa... OS1  memperkenalkan dirinya sebagai Samantha (Scarlett Johansson) dengan suaranya yang mendesah nan seksi. Samantha ini menjadi sahabat yang baik, yang bisa mengerti Theodore, karena dia punya intelejensi tinggi sehingga bisa mengeolah seluruh data di komputer Theodore, sehingga Samantha bisa memahami Theodore, mengerti, dan yang jelas dia pendengar yang baik.

Hidup Theodore menjadi penuh semangat, apalagi Samantha ini juga lucu dan gimana gitu...  Theodore punya teman bicara, teman curhat sampai bisa jadi teman dalam soal sex walau hanya dalam kata-kata saja..tapi kan bisa diimajinasikan... hehehe. Pria itu kan paling mudah tertipu oleh suara.. begitu suaranya indah, mendesah dalam pikirannya pasti terbayang wanita cantik dan seksi. Bisa dibayangkan kan gimana Theo yang tiap hari ber Hai-Hai dengan Samantha .. merasa Samantha bisa menjadi teman curhat yang baik...gak pernah berantem.. menjadi jatuh cinta pada Samantha. Dan ternyata Samantha juga bilang "cinta".

Dimulailah percintaan yang dirasa amat sempurna ini namun rada aneh buat kita. Penuh pengertian, saling memahami, yang jelas gak pernah berantem. Bahkan saking kepengen merasakan elusan dan pelukan Theo, Samantha sampai mencari wanita yang mau menjadi tubuh Samantha. Wanita Boneka itu datang dan diam saja tak bersuara, yang keluar adalah suara Samantha, dengan desahannya. Tapi mana bisa sih Theo bercinta dengan tubuh orang lain sementara Theo merasa Samantha berada disitu. Sudah bisa ditebaklah semua berakhir dengan gak indah. Gagal total.

Saat benih-benih cinta itu tumbuh subur, ceritanya menjadi lain. Mulai ada marahan, mulai ada cemburu. Samantha terus terang kalo dia cemburu pada Catherina mantan istri Theo. Dan Theo pun cemburu pada OS1 bersuara pria teman Samantha. Apalagi saat tahu Samantha itu ternyata OS1 yang harus melayani 8000 lebih manusia dan bercinta dengan 641 pengguna OS1. Shock.... 

Diakhir cerita entah karena apa Samantha ini tiba-tiba raib bersamaan dengan raibnya OS1. Sedih pasti. Amy sahabat Theo yang setelah bercerai dengan suaminya juga berpacaran dengan OS1 merasakan hal yang sama. Film ini ditutup dengan surat untuk Catharina.. sebuah kesadaran akan bagaimana cinta itu seharusnya.
Cinta gak akan jauh dari cemburu. Kalau gak ada cemburu perlu dipertanyakan cintanya.  OS1 yang jelas-jelas hanya mesin canggih saja bisa cemburu. Apalagi pasangan kita, sangat wajar jika cemburu.
http://www.dailyevolver.com/tag/her-the-movie/

Kalau mas Siwo bercerita soal film dengan memandanganya dari "BIG DATA"  dan Samantha yang katanya bisa menggusur profesinya, aku lebih memandang dalam hubungan antara dua orang dalam komunikasi. Karena aku gak ngerti soal film dari soal lagunya sampai sutradara,  Yang pasti pemandangannya indah dan baju yang dipake Theo rata-rata warna orange...hihihi itu doang.Aku juga gak ngerti soal Komputer, Algoritma, Artificial Inteligence, Integral, etc etc..apalagi soal prediksi ditahun 2045 katanya bakal ada mesin kecerdasan yang lebih cerdas dari kecerdasan manusia..suer gak ngerti apa-apa.

Yang aku tahu.. intinya ..Kita perlu teman bicara yang mau mendengar, yang gak banyak komentar, yang gak sok tahu, tapi dia banyak tahu tentang kita, memahami perasaan kita, selalu bicara dengan lembut, gak pake marah-marah. Tapi apa iya sih ada orang kayak gitu, wong OS1 Samantha aja bisa cemburu kok, bisa selingkuh pula...bahkan sama 641 pencinta OS1. 

Pengennya sih kita menuntut pasangan kita untuk bisa kayak Samantha. Tahu semua, walau bisa melayani memberitahu ada email, membalas email, dan mengerjakan sesuatu, toh Samantha gak bisa kan bikinin makanan, menyedu teh atau bantuin angkat barang, apalagi merawat kita saat sakit. Kadang kita suka lupa apa yang telah dilakukan sama pasangan kita saat komunikasi udah gak nyambung. Komunikasi gak nyambung dianggap tamat riwayat, menguap semua jerih payah pasangan kita. Padahal sih itu cuman ego kita aja. So ndak ada manusia yang sempurna.

Kita maunya pasangan kita ngerti, update terus terhadap apa yang kita kerjakan dan apa yang kita rasakan. Tapi gimana coba caranya, wong kadang-kadang kita lebih suka curhat ma diary, or sama sahabat. Berlebihan banget kalo kita nuntut pasangan kita ngerti soal kerjaan kita tapi kita ceritanya aja sepotong-sepotong. Kita lebih seneng curhat ma temen yang kita anggap udah ngerti jalan ceritanya, udah kenal orang nya, jadi ceritanya bakalan nyambung.

Kita nuntut pasangan kita ngerti kalo kita lagi sakit gigi, lagi laper, lagi pengen nulis gak pengen digangguin, lagi pengen jalan ma temen-temen.. tapi kita sendiri juga gak bisa ngertiin kalo dia itu juga pengen dipahami kalo dia lagi pengen cerita pas kita lagi sakit gigi, pengen nanya kita pengen makan apa pas kita laper dan dia juga pengen diceritain apa yang lagi kita pengen tulis, apa yang lagi pengen kita kerjain dan apa yang kita pengen kerjakan bareng temen-temen. Pasangan kita bukan malaikat yang bisa ngerti apa isi kepala kita.

Aku cuman pengen bilang.. bersyukurlah jika kita masih didampingi pasangan yang sehat walau gak sempurna. Banyak orang yang sendirian merindukan pasangannya yang telah pergi atau telah tiada, walau pasangannya itu juga gak sempurna. 

Dan saat ku menatap Yo disebelahku, yang bisa berbicara tapi tak mampu menuangkan apa yang dirasakan dan apa yang dipikirkannya.. yang bisa mendengar apa yang kukatakan tapi kadang tak memahami apa yang mengalir dari setiap kalimat yang keluar dari mulutku. Bukankah itu sangat amat sangat menyiksa... Bagaimana kami juga harus bekerja keras untuk memahami, mengerti dan bersabar untuk mendengar setiap kalimat yang diucapkannya. Betapa sulitnya komunikasi diantara kami.. Jadi sekali lagi kukatakan.. BERSYUKURLAH.. jika pasangan kita bisa marah bukan hanya karena ucapannya tak dimengerti, bisa cemburu, bisa cerita walau sepatah dua patah kata, dan bisa menyatakan cintanya walau dalam bahasa yang amat sederhana...

Saat pasangan kita cemburu ingatlah.. OS1 si suara seksi Samantha saja pencemburu..
Terimalah pasangan kita apa adanya.... gak ada yang sempurna.. dia yang disebelah kita adalah yang sempurna... dan setertarik apa pun kita pada orang lain.. satu saat kita akan menyadari..bahwa pasangan kitalah sebenarnya yang paling mengerti kita.. walau dia berada dalam kondisi seperti apapun... Ini juga berlaku untuk persahabatan kita dengan sahabat-sahabat kita..

Hahaha.. jadi sok tua... bukannya emang sudah tua..wkwkwkwk..
http://www.herthemovie.com/#/post/74082148109/bioshockalacka-guess-what-movie-im-obsessed

Semoga aku bisa menjalani apa yang ada dihadapanku dengan kesabaran yang tinggi walau dengan komunikasi yang terbatas.. dan dengan keikhlasan untuk menerima Yo apa adanya..sampai kapan pun juga.. Bisa memahami hal yang sulit dipahami.. Bisa menerima hal yang sulit diterima. Amin.

Kamis, 13 Maret 2014

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) SETORI.. cerita sedih di hari Rabu..

Saat rapat dengan teman-teman panitia Seminar, tiba-tiba muncul ide untuk mendokumentasikan pendapat masyarakat tentang BPR. Awalnya saya agak takut-takut juga, seumur-umur belum pernah saya shooting di jalanan, paling-paling videoin kegiatan putri-putri saya atau tingkah laku Yo. Belum lagi membayangkan ditolak-tolak sama masyarakat karena males ditanya-tanya, apalagi kalo disangkain saya ini sales kartu kredit.. wah makasih deh. 
Tapi demi mendapatkan bukti bahwa memang masih banyak masyarakat yang belum dikenal BPR akhirnya ya saya jalankan juga ide saya itu. Kan sudah biasa..siapa yang punya ide dialah yang harus mengeksekusi.

Akhirnya tiba lah hari petualangan itu...

Pagi-pagi sudah hujan deras.. mas Abdu yang janji mau bantu saya batal berangkat, karena gak mau kameranya basah. Dia baru mau jalan kalo udah gak ujan. Ih parah banget ini orang. Hujan pun juga ikut-ikutan bikin sesek.. sampai jam 9 nggak reda-reda juga. Saat hujan reda aku tagih janji mas Abdu.. tunggu ditunggu gak muncul-mundul juga..  Ah sudahlah aku jalan saja duluan.. kapan lagi.

Akhirnya dengan ditemani oleh Ali.. dengan handycam di tangan mulailah kami mencari mangsa. Setelah lihat situasi dan kondisi akhirnya diputuskan untuk mewawancarai bapak-bapak yang menjaga counter HP. Ya ampun susahnya ya membujuk orang. Tu bapak udah ketakutan, dia bilang dia gak mau ngutang.. ih apa iya muka saya ini muka nawarin utang apa ya.. belum-belum udah curiga begitu. Pokoknya itu bapak menolak abis-abisan. Beginilah nasib wartawan amatiran. Buat dapat narasumber susahnya setengah mati.

Tapi gak boleh putus asa..

Mencari target lagi.. kayaknya yang punya warung solo ni mau baik hati, masak kenal masih nolak juga sih.. akhirnya tanpa berat-berat membujuk ibu yang sudah tua itu mau untuk menjadi bintang film dadakan.
Tiba-tiba si Abdu muncul dengan kamera besarnya.. begitu melihat kamera besar.. mulailah orang-orang disekitar situ menjadi seolah-oleh mupeng untuk ditanya-tanya. Dari TV mana mas.. wahh mau di shooting ni.. Supaya gak bohong kami jawab aja Media BPR.. oh itu TV juga ya.. hahaha..diem aja deh daripada entar malah kebanyakan bohong.. tapi dalam hati sih amin-amin aja.. ya sapa tahu kan Media BPR besok punya Stasiun TV.
Ternyata gak rugi nih manggil si Mas Abdu dengan kamera gedenya. Nih kayak begini kameranya. Sepertinya sih udah rada jadul ya.. karena masih pake kaset.. tapi gak tahu deh... yang penting kayak wartawan aja...

Setelah dengan mudahnya mendapatkan mangsa di Jakarta, sasaran berlanjut ke Bekasi Timur.. kenapa kesana.. karena disana BPR mudah sekali di temui.. pengen tahu gimana pendapat masyarakat yang ada di Bekasi Tmur.

Akhirnya dapatlah satu lokasi yang banyak pengusaha Mikronya. Dan pas berdekatan sekali dengan BPR IntiDana... saya sebut ajalah ya namanya... Semuanya seperti nya lagi pada sibuk, akhirnya terpilihlah satu salon yang berada disitu. Salon kecil. Nah ternyata yang punya ini bikin bingung manggilnya.. dipanggil tante bukan tante..dipanggil om kok kayak tante.. kita panggil aja deh si Posito..ya.. soalnya mbak eh mas Posito ini sering banget ngomong soal Posito.. tau gak posito apaan... itu lo deposito. Gelang cincinya seabreg-abreg.. pake celana pendek nan seksi pula. Pak Jajang temenku yang menyusul ke lokasi, sibuk foto-foto aku pikir dia memotret aku yang sedang nanya-nanya.. nggak tahunya malah motret mama eh papa Posito. Sepeti yang udah-udah ditanya sebelumnya.. tahunya bank BRI, BNI.. begitu ditanya BPR kagak tahu.. BPR tau gak singkatan apaan ntar kita kasih hadiah deh.. iiihhh apa yaaaaaa... Bank Persatuan Rakyat.. ihhh gak tauuu ah... 
Dideket sini ada gak BPR... nggak ada.. nggak ada.. nah looo.. padahal di sebelahnya ada BPR IntiDana. Wah jangan-jangan tetangga ku juga gak tahu kalo sebelahnya BPR juga ya...

Selesai mendengarkan soal Depositonya mama eh papa Posito, pas keluar muncul anak-anak SMP.. mulailah kita bertanya.. dari tiga anak itu gak satupun yang tahu BPR. Ya oke lah masih SMP. Nabung dimana dek... di ibu guru.. tahu bank gak dek.. nggak tahu.. kan nabungnya di ibu guru. Wokelah kalo begitu...

Di deket situ ada bengkel.. nah siapa tahu ni pinjem ma BPR.. setelah ngomong ngalor ngidul.. bertanyalah soal BPR.. nggak tahu juga.. ih gimana.. disebelahnya ada BPR kok ga tahu sih ya.. BPR itu singkatan apaan yaaaa... eh apaan.. ih kok malah nanya ma temennya. Di deket sini ada BPR nggak pak.. nggak ada.. adanya di Tambun.. yeee ni gimana.. BPR bagus dan tulisannya segede gajah gitu ya gak liat. Yuk pak ikut saya.. di depan situ ada BPR.. nggak ah.. ntar saya liat sendiri aja..
Ya sudah lah.. cap cus lah kami dari sana dengan hati rada-rada miris... petualangan belum selesai,, pasti masih adalah yang tahu...

Pak Jajang membawa kami ke arah pasar Modern di deket Grand Wisata. Di depan Mac Donald (tulisannya gimana sih..kok jadi error gini) ada segerombolan tukang ojek. Siapa tahu ni tukang ojek ada yang pinjem or nabung di BPR. Melihat kamera besar, dari tiga tukang ojek yang lagi ngaso..berdatanganlah orang yang lewat.. hahaha kayak apaan aja ni kita.. itulah berkah kamera gede ini..
Wah masuk TV.. masuk TV.. ih.. siapa juga yang bilang kita ini dari Stasiun TV..  Setelah nanya ngalor ngidul akhirnya sampailah pada sesi penting..  BPR apaan hayooo.. ohhh itu Badan Penyuluhan Rakyat... huuuuaaaaaa..nangis bombai deh kita. Entah kenapa tiba-tiba pertanyaan nyelonong ke LPS.. emang gak pernah liat iklan TV tentang LPS ya... Kita sibuk ngojek buuu.. kalo nonton paling nonton YKS.. Ada yang nabung gak disini.. istri saya bu nabung...nabung dimana pak.. gak tau tu dimana.. dibukunya sih ada tulisannya Kreo Lestari.. menurut bapak itu Bank Umum apa BPR.. Wah gak tahu saya bu kan yang nabung istri saya.. ih puyeng juga niiii... Jauh amat pak nabungnya .. jauh gimana bu.. itu lo bu ada di pasar Modern.. 

Akhirnya.. petualangan berlanjut dengan ngubek-ngubek pasar Modern dengan harapan ketemu nasabah BPR atau paling gak orang yang tahu BPR. Ternyata oh ternyata... 
Sebelum nanya-nanya kami nyoto dan nyate dulu karena jam sudah menunjukkan jam makan siang. Pas makan ada ibu-ibu nawarin obat pelangsing badan.. hmmm mentang-mentang aku jumbo ya.. ternyata obat pelangsing itu pernah aku minum dan bukan menambah langing tapi menambah langsung. Maap ya bu.. begitu kataku.. sambil dilanjutkan dalam hati.. udah gak minat kurus bu..

Selesai nyoto dan nyate.. kami iseng-iseng nanya kasir di warung ini. Jawabannya ya gitu deh.. nggak tahu nggak tahu dan nggak tahu.. bahkan ada bpr disitu apa nggak juga nggak tahu. Tetep semangat. Ketemu 3 bapak-bapak.. waaah kayaknya ini pasti tahu.. Tahu BPR pak.. Bank Perkreditan Rakyat.. waah senyum langsung mengembang disetiap muka kami.. akhirnyaaaa. Disini ada BPR pak.. waah nggak ada.. adanya di Lombok.. wuaaa jauh amat yak.. Di Madiun juga ada jawab yang satunya.. Emang disini gak ada pak.. Nggak ada.. oh oh oh.. ya udah deh.. makasih.

Jangan putus asa.. sudah ada titik terang.. secercah harapan.. yuk sekarang nanya yang menengah atas.. Masuk toko bagus.. Nggak mau ditanya-tanya.. takut KPK katanya... haahh.. jauh amat ya.. Setelah bilang makasih langsung cus ke tengah-tengah pasar.. 

Ternyata dari 5 orang yang ditanya di los tengah itu.. 1 tahu BPR Kreo Lestari tapi gak merasa perlu untuk mencoba, 2 nasabah BPR Kreo Lestari yang senang dengan ATM nya Kreo Lestari.. Angkat Telpon Mlayuu.. seneng kalo nabung dijemput uangnya, 2 lagi gak tahu kalo ada BPR Kreo Lestari dan mnurutnya gak pernah ada tu staff BPR itu nawarin sesuatu.. 
Yaa lumayan kan... 3 dari 5 mengenal BPR artinya 3/5 artinya 75% ya.. coba diitung lagi deh pake kalkulator bener gak 75%.

Terus pendapat masyarakat tentang LPS di BPR bagaimana.. kalo bank umum saya yakin kalo di jamin.. tapi kalo BPR saya kurang yakin.. Yuk mari kita nangis bareng-bareng...

Ditulis lagi saat hujan deras.. kilat menyambar-nyambar.. (heran kenapa setiap nulis BPR ko pasti jadi ujan deres ya... seperti hatiku yang lagi nangis).. gimana yaaa cara ngenalin BPR.. wong LPS aja yang udah sering muncul di TV aja masih banyak yang gak tahu... jadi di TV itu juga ga jaminan... Laluuuuu... apa ya yang harus kita lakukan.. ngenalin BPR sendiri aja susah ke tetangga apalagi nasional.. Ini sebuah PR yang harus dicari jawabnya.... 

https://www.youtube.com/watch?v=sC-8GxEbzxI



Selasa, 11 Maret 2014

Apabila Pungutan tetap Dipungut OJK

Pungutan OJK sudah ditetapkan, media massa sudah menggembar-gemborkan tentang pungutan. Kehadiran OJK yang baru seumur jagung dan berita tentang pungutannya, juga menyebabkan OJK dijegal untuk dibubarkan melalui gugatan dari Lembaga Independen Kedaulatan Ekonomi Bangsa.

Tim Pembela Kedaulatan Ekonomi Bangsa Ahmad Suryono melalui gugatannya kepada Mahkamah Konstitusi (MK) meminta OJK dibubarkan karena landasan hukum berdirinya otoritas tersebut bertentangan dengan Pasal 23D Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Dalam pasal itu menyebutkan, pengaturan dan pengawasan perbankan dilakukan oleh bank sentral dalam hal ini adalah Bank Indonesia (BI). Sementara OJK saat ini mengawasi industri keuangan seperti perbankan, pasar modal, dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB).

Selain itu pungutan OJK dikatakan sebagai membebani dan pungutan preman. Yang mengatur dan mengawasi kok dibayar oleh yang diatur dan diawasi. Memang kadang-kadang rada aneh, tapi ya begitulah adanya.

Berapa sih pungutan yang dipungut dari BPR,  Yuk kita berhitung.. katakanlah ada 1635 BPR dikurangi dengan 301 BPR dgn predikat terbaik yang punya assets 25M keatas, maka ada (1635 - 301) x 10.000.000,00 (minimal pungutan u BPR) = Rp. 13.340.000.000 dan katakanlah ada 6 BPR dengan assets 500 M ke atas, hitung saja 6 BPR x (500.000.000.000 x 0,045%) = 1.350.000.000, dan ada 100 BPR dng assets 100 M ke atas, kita hitung 100 x (100.000.000.000 x 0,045%) = Rp. 4.500.000.000,00, dan ada 85 BPR ber assets 50 M, hitunglah 85 x (50.000.000.000 x 0,045%) = Rp. 1.912.500.000,00 dan ada 145 BPR ber assets 25 M ke atas, anggap saja 145 x (25.000.000.000 x 0,045%) = 1.631.250.000. Jadi total pungutan di BPR = 22.733.750.000 dalam setahun. Ini tentu saja hitungan yang minim, tak melihat assets BPR satu persatu.

Nah apabila Pungutan itu tetap dipungut ? apakah kita akan melawan regulator dengan tidak membayar. Rasanya kita di Perbankan selalu tunduk pada peraturan regulator. Lalu apa yang akan kita lakukan ? 
Perlu diingat juga kita mempunyai kewajiban untuk menjalankan :
Peraturan OJK No. 1/POJK.07/2013 Tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan yang diundangkan tanggal 6 Agustus 2013 dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 1/SEOJK.07/2014 Pelaksanaan Edukasi dalam Rangka Meningkatkan Literasi Keuangan Kepada Konsumen dan / atau Masyarakat, yang ditetapkan tanggal 14 Februari 2014. Tentu saja Edukasi ini memerlukan biaya.


Ya.. kita mempunyai kewajiban untuk membuat rencana edukasi dan evaluasi pelaksanaan rencana edukasi yang harus dikirim ke OJK. Kewajiban ini tentunya ada sanksinya jika tidak dilakukan, berikut sanksinya :
a. Peringatan Tertulis
b. Denda
c. Pembatasan kegiatan usaha
d. Pembekuan kegiata usaha
e. Pencabutan ijin kegiatan usaha.
dan perlu kita ketahui bersama bahwa sanksi b,c,d,e dapat dikenakan tanpa harus didahului oleh Peringatan tertulis lebih dahulu.
Dan sanksi denda bisa juga bisa dilakukan bersama-sama dengan sanksi c, d, e.

Apabila Pungutan OJK tetap harus dipungut dan Rencana Edukasi harus dijalankan oleh PUJK termasuk disini BPR, lalu apa yang akan kita lakukan. Hanya membayar saja kewajiban itu dan melaksanakan Edukasi seadanya saja? 
Kenapa kita tidak memanfaatkan untuk mengkampanyekan BPR dan mem "Branding" BPR kita. Bersama-sama dengan OJK kita lakukan Edukasi produk BPR dan Kampanye untuk mengenalkan BPR kepada seluruh Masyarakat. 

Lalu bagaimana caranya ? Kita bukan ahli marketing apalagi Branding, gak ada salahnya kita bertanya pada Pakar Marketing dan Branding.. bagaimana caranya.. yang LOW BUDGET tapi HIGH IMPACT..bisa mengedukasi tapi sekaligus Kampanye. 
Dan kita juga bisa meminta OJK bahwa pungutan yang masuk ke OJK dapat dikembalikan kepada Industri BPR dalam bentuk Edukasi dan Mengenalkan BPR kepada seluruh masyarakat, karena Bukankah OJK mempunyai kewajiban juga meng"edukasi" masyarakat tentang Lembaga Keuangan.

*ini saya tuliskan apa yang harus dilakukan OJK :
EPK OJK menyelenggarakan acara edukasi dan sosialisasi yang menjadi bagian dari peran edukasi dan perlindungan konsumen. Kegiatan ini diselenggarakan di berbagai kota serta mengundang berbagai lapisan masyarakat, seperti ibu rumah tangga, pengusaha kecil, pedagang, dan para akademisi (mahasiswa dan dosen).

Aktivitas sosialisasinya meliputi:
Produk Keuangan
Pengelolaan Keuangan
Lembaga Jasa Keuangan
Investasi Ilegal

Untuk memperkuat daya saing dan ketahanan BPR menghadapi pasar tunggal ASEAN,  kita di BPR selalin memperkuat sumber daya manusia (SDM), teknologi, kita juga harus memperkuat  marketing komunikasi. Selain itu, dari semua persiapan yang ada faktor teknologi menjadi bagian yang terpenting dalam mengadapi pasar bebas yang akan dihadapi Indonesia. Memperkuat teknologi secara otomatis akan memperkuat daya saing.

Memang nasabah BPR itu rata-rata UMK, ada di daerah dan kebanyakan nasabah kecil, namun  di era saat ini marketing komunikasi perlu dikembangkan  untuk memenuhi kebutuhan nasabah dan juga investor. Kita akui bahwa BPR kita sebagian besar  belum menerapkan marketing komunikasi dengan baik.

Marketing Komunikasi adalah proses menjalin hubungan yang saling menguntungkan antara perusahaan- karyawan -pelanggan dan merupakan upaya perusahaan memadukan dan mengkoordinasikan semua saluran komunikasi untuk menyampaikan pesannya secara jelas, konsisten dan berpengaruh kuat tentang organisasi dan produk-produknya. 
Bukankah ini juga yang diharapkan dari meng "edukasi" nasabah yang diwajibkan oleh OJK.


Kalau Edukasi bisa dilakukan bersama-sama, kenapa kita tak melakukannya bersama-sama, apa artinya edukasi jika kita lakukan sendiri-sendiri tak akan berdampak luas. Karena kita melakukan dengan cara kita sendiri-sendiri. Tapi kalau kita bersehati, saya yakin sekali semuanya akan lebih terarah dan berdampak yang luar biasa. Tapi sayang kadang-kadang kita lebih senang jalan sendiri-sendiri. Inilah yang memperlemah kita. Padahal kekuatan kita itu di "Community".

Kita didengar karena kita bersama-sama. Coba dengar suara hujan.. bayangkan kalo hujan hanya setitik saja, tentunya suaranya tak terdengar. Tapi begitu hujan deras dan diiringi gemuruh guntur .. bunyinya bisa mengusik siapa saja. Menyanyi sendiri dan menyanyi koor tentu efeknya juga berbeda. Pastinya lebih keras "Koor" bukan.

So.. kalo Pungutan ini tetap dipungut.. yuk kita galang kekuatan.. bukan untuk melawan, tapi kita bersatu menjadikan tantangan ini menjadi peluang.. Peluang untuk makin memperkenalkan BPR ke seantero negeRI.  Yuk kita gunakan semua saluran komunikasi yang ada untuk bercerita tentang BPR, tentang ke "lokal"an nya.. Saya jadi teringat saat saya mengikuti kelas Inspirasi Komunitas Memberi yang dilahirkan oleh Mas Yuswohady, ke Garuda Indonesia Airways. Bagaimana Garuda bisa bangkit dari keterpurukan, Bagaimana Garuda bisa menjadi yang terhebat di tanah air ini tanpa harus ikut perang harga antar maskapai. Garuda menawarkan sesuatu yang berbeda. Ketika kita terbang bersama Garuda maka kita akan disuguhi pengalaman khas Indonesia: sapa dan senyum khas Indonesia, makanan khas Indonesia, lagu daerah khas Indonesia dengan aransemen mutakhir Adi MS, sentuhan khas Indonesia. Dengan langkah ini Garuda sekaligus melakukan country branding “menjual” keunikan Indonesia ke masyarakat dunia. Sebuah strategi branding yang tak hanya smart, tapi juga mulia. Dan juga tak seharusnya kita antar BPR harus perang harga. Perang harga hanya akan membuat kita berdarah-darah.

Saya juga sempat terpana ketika mas Siwo, panggilan akrab mas Yuswohady tentang CSV nya Michael Porter mbahnya "Strategi" katanya. Creating Shared Value (CSV) adalah sebuah konsep yang mengharuskan perusahaan memainkan peran ganda menciptakan nilai ekonomi (economic value) dan nilai sosial (social value) secara bersama-sama (shared), tanpa salah satu diutamakan atau dikesampingkan. Memberikan solusi terhadap persoalan-persoalan ekonomi, sosial, dan lingkungan bukanlah pekerjaan sampingan, tapi haruslah embedded di dalam jantung strategi perusahaan. Bukan sekedar lipstik, bergitu paparnya. Beliau memberikan contoh Grameen Bank mengentaskan kaum papa melalui pembiayaan mikro bukanlah lipstik, tapi sudah menjadi core strategy-nya. 

CSV harus dilaksanakan dengan niatan mulia untuk memecahkan persoalan-persoalan sosial yang selaras dengan upaya untuk menghasilkan profit. Kata Porter, “companies can create economic value by creating societal value”. Jadi penyelesaian persoalan sosial tidak ditempatkan sebagai aktivitas sampingan, tapi dilaksanakan sepenuh hati sebagai bagian dari misi dan eksistensi perusahaan, begitu yang ditulis mas Siwo di Blognya.

Saya merasa omongan mas Siwo benar.. Bisnis BPR  harus mulai berbuat baik (“do good”) dan menebar kebaikan (“spreading goodness”). Berbuat baik bukan hasil dari polesan dan kepura-puraan; tapi yang betul-betul authentic dan muncul dari nurani yang paling dalam. Demi kebaikan Indonesia, demi kejayaan Indonesia.

Dapatkah BPR melakukan itu..? Menjual Keunikan BPR, sentuhan kekeluargaan dalam pelayanannya,  dan produk-produk yang dihasilkan oleh BPR adalah produk yang bisa memecahkan persoalan sosial yang selaras dengan upaya untuk menghasilkan profit... Edukasi yang kita lakukan adalah edukasi yang memecahkan persoalan di UMK yang kita biayai dan dimasyarakat, semakin mereka mengerti akan BPR, semakin mereka mengerti akan produk kita dan mengetahui kebaikan dan resiko-resikonya, semakin kita akan terhindar dari fraud dan kredit bermasalah.. 
 
Yuk kita mulai berbuat baik dan menebar kebaikan..


Ditulis saat hujan deras mengguyur Jakarta, dengan mata lelah karena semalaman membaca Peraturan dan Surat Edaran OJK.. sambil bermimpi.. kita bisa melakukan sesuatu yang hebat bersama-sama.
Dan tiba-tiba jadi teringat lagi tentang call centre 500277, kenapa ya call centre ini tidak kita manfaatkan untuk menjadi pusat Informasi tentang BPR dan tentang semua produk BPR.
Dan saya juga teringat pada tawaran Infomedia yang mengajak kerjasama Perbarindo DKI Jakarta, untuk mengedukasi nasabah BPR agar lebih berdaya dan optimal, dan mempertemukan antara UMKM yang satu dengan UMKM yang lain sehingga bisa bersinergi.
Mungkinkah gayung bersambut ???

sumber gambar : www.bi.go.id



Minggu, 15 Desember 2013

Tetaplah Menulis Untukku

Kamu tahu
Aku ingin kau membaca setiap tulisanku
Aku ingin kau tahu setiap detik hidupku
Tapi mungkin itu tak pernah terjadi
kataku tersendat-sendat

Aku tahu itu
Aku membacanya satu persatu
tak pernah satu hurufpun tertinggal
bisiknya pelan 

Tak perlu kau ucapkan itu
Aku ingin mengakhirinya
biar tak lagi ada tulisan untukmu
Amat berat ku ucapkan kalimat itu

Aku tak pernah mau mengakhiri
Tak akan pernah
Ucapnya sambil membalikkan tubuhku,, menatap tepat dibola mataku

Tidak.. kapan pun tidak
Biar kusimpan semuanya sendiri
Kupastikan itu tak akan terjadi
Tertunduk ku mengatakannya

Tidak..
Tetaplah menulis untukku..
sampai kapanpun...
desisnya.. dan mata itu tak pernah lepas menghunjam mataku

Diambilnya tanganku..

Sedetikpun aku tak permah sanggup melupakanmu..
sedetikpun tidak,,,
Jangan siksa aku dengan menanti2 tulisanmu
Tetaplah menulis untukku...

Airmata ini menetes satu demi satu...

Potongan dari cerita yang terpotong..
semoga ini bukan firasat...



SAMPAI BERAPA NATAL LAGI

Sebentar lagi natal..
Dan entah ini tahun yang keberapa
Natal dalam diam..

Sampai berapa Natal lagi
Diam ini ada..

Sampai berapa Natal lagi
Penantian ini..

Sampai berapa Natal lagi
Harapan ini..


Aku tak pernah tahu usiaku
Sampai berapa Natal lagi..




Sabtu, 14 Desember 2013

Kita Senang jika Bersama tapi sulit untuk Bersama

Semua pasti lebih seneng kalo mengerjakan sesuatu bersama2. Pergi aja kita ga suka sendirian. Apalagi disuruh jaga tenda sendirian pas jurit malam.. wah makasih deh. Kalo aku lagi ngajarpun mahasiswa senengnya kalo dikasih tugas ya tugas kelompok. Kita juga saat jadi mahasiswa maunya dikasih tugas kelompok. Intinya kalo bersama2 itu lebih enak. Urusan baju jg begitu kalo pergi rame2 pake seragam happy banget. Tapi kalo seragaman gak sengaja sama org yg gak janjian..rasanya gak suka.

Kebersamaan itu artinya ‘sama, bersama’. Sama artinya tidak berbeda alias seragam, ‘bersama’ berarti ‘tidak sendiri’. Jadi kita melakukan sesuatu bersama2.

Kenapa sih kita suka bersama2?? Kalo bareng2 itu ide lebih mudah digali, kita ini perlu dukungan, dan kalo bersama2 yg berat bisa jadi ringan.

Kebersamaan itu akan baik karena adanya kebutuhan yg sama bukan yg dipaksakan. Kalau sama kebutuhannya biasanya lbh mudah mencapai tujuan. Tapi kalo karena diwajibkan maka biasanya tujuan jadi susah tercapai.

Kebersamaan itu harus ada tenggang rasa.. komitmen untuk mencapai tujuan bersama, mau mengorbankan kepentingan pribadi dan mendahulukan kepentingan bersama, selalu mengarah pada kemajuan bersama bukan sebaliknya, jelas kemana kebersamaan akan dibawa, dan dibutuhkan proses untuk lebih memahami kebersamaan.

Dalam kebersamaan jgn sampai ada keinginan ingin menang sendiri, ingin hebat sendiri, berpikiran negatif dan curiga, mudah mengobral janji tanpa komitmen yang jelas, tidak tepat waktu, komersialisasi kebersamaan, saling menyalahkan, apalagi saling tuding.

Ternyata kebersamaan itu tidak mudah. Tapi tidak sulit jika kita mau. Makan bersamapun nyatanya tak bisa sama semua pilihan lauknya. Bahkan saat acara makan bersama ada juga yg tak mau makan krn sudah kenyang, tidak doyan bahkan ogah makan krn sakit gigi. Tapi karena semua bisa memahami kan itu tidak jadi masalah. Namun nyatanya dalam organisasi memahami kebersamaan tak semudah memahami makan bersama. Apalagi kebersamaan yg bukan krn kebutuhan tapi karena kewajiban. Jangankan menyatukan tujuan.. mengumpulkan iuran saja sulitnya setengah mati. Apa yang sudah dilakukan organisasi untuk kami begitu pertanyaannya.. dan lebih anehnya kalo hal itu ditanyakan oleh pengurus.. Tapi pernahkah kita bertanya.. apa yg telah kita lakukan untuk organisasi kita.. ??? Kalau kita pengurus sudahkah kita menjalankan tugas dgn baik ?? Kalo kita anggota sudahkah kita menjalankan kewajiban kita?? Mari kita mulai lebih dahulu dari kita.. jalankan kewajiban kita... percayalah.. semua hak kita akan mengikuti dengan sendirinya... buktikan itu.. Jika nanti tidak begitu.. ingatlah kembali bukankah kita berorganisasi karena ingin berbuat sesuatu untuk organisasi kita.. jadi mari kita mulai untuk berbuat.. kalau bukan kita yang berbuat dan menghargai organisasi ini lalu siapa lagi ???

\

Senin, 18 November 2013

Ini semua membuatku sesak..

Berorganisasi disini lama-lama bikin aku makan hati. Organisasi ini yang berisi direksi-direksi ini lama-lama seperti menyiksaku. Aku pikir dengan isinya direksi-direksi maka mental pemimpin akan ada disini. Ternyata tidak. Dari cara komunikasi yang sesukanya saja aku rasanya bisa patah hati. Bener-bener jauh dari cara orangtuaku mengajarkan aku. Kadang kalau aku kesal, nasihat orang tuaku seperti menguap entah kemana dan aku mengikuti saja pola komunikasi mereka. 

Coba bayangkan sebentar.. 
Jika SMS sudah berkali-kali tak juga dibalas, di telepon berkali-kali tak juga diangkat.
Katanya sudah punya BB dan Ponsel Android sampe Apple, tapi soal email saja bikin ribet, yang katanya belum bisa bukalah, gak masuklah etc lah yang bikin jadi sakit gigi.
Belum lagi BBM yang sudah bertanda centang R, tapi tak juga dibalas.
Diundang rapat sulitnya minta ampun, tapi habis itu mengeluh tak pernah dapat undangan. Padahal sudah jelas terima email, terima faks bahkan sudah menjawab konfirmasi yang jawabannya "diusahakan.. kalau keburu.. insya Allah.. selesai meeting baru bisa kesana".
Walau ditanya baik-baik tak menjamin hasilnya baik. Bisa kalimat tak terduga yang keluar sebagai jawaban. 

Ahh.. kadang aku sedih..
Dapat jabatan dapat amanah kok hanya mau ditulis namanya saja. Tapi begitu mau dihapus jabatannya dan diganti oleh orang lain yang mau berperan serta, bisa bikin geger dunia persilatan.
hah.. rasanya mau sesak aku menuliskan semua ini. Tapi aku memang sedang merasa sesak. Sedang merasa sedih. Oh seperti inilah yang ada di depanku.

Belum lagi tanggung jawab dikerjakan sudah meributkan uang transport uang lelah. padahal mungkin kalo di Kantor menasehati anak buahnya seperti ini "kerjakan nanti uang akan mengikuti..".
Rapat maunya ditempat bergengsi. Kalau undangannya di hotel mewah rasanya bak orang yang dihormati. Pelatihan di hotel yang kecil tapi resik nan asri pun dan pelatihannya sudah dikemas sebaik apapun tetap saja rasanya gengsi.
Baru dapat undangan dari BI, OJK etc lah.. bak rasanya orang yang terkenal. Tidak tahu dia namanya muncul karena direfernsikan oleh pengurus lain.

Rasanya kita itu keberatan jabatan Direksi. Tapi mental bukan mental pemimpin. Mengagungkan rasa hormat dari orang lain, penghargaan dari orang lain, tapi kita kurang bisa menghargai orang lain. Datang rapat sesukanya, tak bisa datang pun cuek saja. Bertanya kek tadi rapat membahas apa saja ya, lalu saya bagaimana ada yang bisa saya bantu gak ya.. hahhh boro-boro deh bakalan muncul pertanyaan seperti itu.

Belum ditambah Konflik yang bikin hati rasanya nelangsa. Bertanya-tanya setiap sebelum tidur, apa sebenarnya tujuan berorganisasi ini kalo isinya hanya mau hebat sendiri, mau menang sendiri, dan gak peduli aturan main. Sikat menyikat seperti hal yang lumrah. Jelek menjelekkan seperti makanan sehari-hari. Fitnah sana sini hal yang biasa.

Karena saat jaya sombong, saat jatuh pun juga jadi perguncingan. DOT lah.. Fraudlah.. Kredit bodong lah.. kalaupun baik itu cuman dipermukaan. Semua pasti menjauh, seperti diri kita sendiri paling bersih. Bahkan kita sudah salah masih merasa benar.

Ahhh.. kadang aku bertanya.. kenapa aku terlalu mencintai organisasi ini ? Sedangkan isinya sudah membuat tidurku tak lagi senyenyak dulu. Hatiku nelangsa dan menangis menangisi kondisi yang sulit aku terima.

Kita ini siapa sih.. direksi bank kecil. Yang satu saat akan berhenti masa jabatannya. Yang satu saat bisa saja kita lalai dan kepleset.. bukan mahluk yang sempurna.. yang satu saat juga butuh bantuan dan uluran tangan orang lain. Ahh kenapa sih kita harus sombong.. harus gengsi.

Mungkin memang benar bukan tempatku disini. Terlalu lelah rasanya disini. Tapi rasa cintaku untuk berbuat yang bisa aku lakukan sepertinya memanggil-manggil.. apalagi ketika kutahu tak ada lagi orang yang peduli. Semuanya hanya bisa kasih komentar..hanya kasih saran tapi ogah mengeksekusi. Dan semuanya rasanya sulit mendengar.. dan cari selamat.



Tapi ketika ku mendengar cerita temanku di organisasi yang lain.. sepertinya nampaknya sama saja,
Ahhh sepertinya sudah lupakan saja soal organisasi. Sudah harus berkorban waktu tenaga materi masih juga korban perasaan. Lebih baik mengurus yang lain saja. Yang menghasilkan. Yang memperkaya waktu, tenaga, materi dan perasaan. Rasanya sudah cukup aku mencicipi getirnya berorganisasi. Padahal manis yang kuharapkan amat sederhana.. kebersamaan, kerukunan, kerjasama dan saling dukung serta saling menghargai sehingga organisasi kita tak dipandang sebelah mata..

ah.. permintaan mu itu tidak sedikit Riwandari.. sudahlah..lupakan.. banyak hal kok yang bisa kamu kerjakan diluar ini.. yang melapangkan perasaan mu dan membuat hatimu lebih bahagia. Dan bersyukurlah di organisasimu itu tidak ada orang seperti Ruhut dan Hotman.. yang bicaranya lebih sulit kau cerna dan kau terima.