Biar Disapu Ombak

Biar Disapu Ombak
Lupakan.. lalu semuanya akan selesai...

Kamis, 15 September 2011

Belajar dari Michael Jordan..


Sebenarnya aku tak terlalu suka basket, apalagi melihat pertandingan bola basket. Namun nama Michael Jordan tak asing buat telingaku, walaupun aku tak pernah melihat dia berlaga. Aku hanya tahu dia atlet bola basket yang hebat, dengan nomor punggung 23.

Ingin mengetahui dan mengenal MJ baru terjadi hari ini. Saat James Gwee menyebut-nyebut namanya dan memutarkan videonya. Mendengar sedikit mengenai prestasinya dan bagaimana James Gwee bercerita ketika pelatih mengatakan bahwa semua pemain bisa bubar dan mandi, ternyata tertinggal sang bintang. Pemain-pemain biasa sudah bubar semua dan pulang, tapi sang bintang tetap berlatih. Secara logika seharusnya kan sang bintang pulang dan pemain rata-rata yang berlatih lebih keras. Tapi bukankah seperti itu yang kita temuai dalam kehidupan kita sehari-hari.

Dari beberapa blog aku dapatkan beberapa judul yang sama tentang rahasia Michael Jordan..yaitu 23.. Lalu mengapa ada 23 rahasia, bukannya 18 atau angka lainnya? Ini katanya untuk menghormati sang legenda Michael Jordan yang menggunakan nomor punggung 23 tatkala membela Chicago Bulls.

Dari Blog Markus Tan, aku mencoba mengenal sosok MJ ini. Diceritakan mengenai Pembain-pemain legendaris dunia ternyata banyak yang mendapat inspirasi dari MJ dan mengagumi MJ.

David Beckham, pemain bola legendaris asal Inggris, mengaku penggemar bola
basket dan sangat mengidolakan Michael Jordan, Beckham akhirnya memilih nomor
punggung yang menjadi ikon MJ bersama Chicago Bulls, yakni 23 saat bermain
untuk Real Madrid, Spanyol. "Saya fans berat Michael Jordan. Untuk bisa
menggunakan seragam yang sama maka itu akan terasa spesial," ungkap Beckham
seperti diberitakan Yahoosports, Sabtu 9/1/2007).

Ronaldinho, Pemain Bercelona Spanyol, yang sangat diidolakan pecinta
sepakbola ternyata juga mempunyai idola. Idolanya adalah legenda basket NBA
Michael Jordan. Bahkan MJ menjadi inspirasinya.

Mimpi bintang sepak bola Brasil Ronaldinho untuk bertemu dengan MJ terwujud
setelah ia dipertemukan dengan legenda basket NBA ini di Barcelona, Spanyol,
Senin (23/10/07). Ronaldinho dan MJ bertemu dalam promo tour bersama yang
digagas sebuah produk olahraga.

Pertemuan itu menjadi tontonan menarik karena bintang lapangan hijau asal
Brasil itu mengaku selama ini sangat mengagumi sosok MJ. Tanpa canggung striker
yang kini merumput di Barcelona menyatakan terkesan setiap menyaksikan aksi MJ.
Terlebih bintang basket tersebut telah menyumbangkan rekor enam kali juara
untuk Chicago Bulls di kompetisi basket bergengsi NBA.

Tidak heran bila Ronaldinho mengaku prestasi MJ menjadi inspirasinya untuk
bekerja keras di lapangan hijau. Dalam kesempatan itu pula Ronaldinho
menyampaikan pujiannya atas kepedulian MJ atas perkembangan generasi muda saat
ini. Ia juga menanyakan kiat sukses MJ menjadi role model yang dikagumi
anak-anak sedunia.

Cerita lain lagi dari Pelatih Basket UCLA, Steve Lavin mengatakan, “Di UCLA
kami memiliki 23 prinsip tim. Mengapa 23? Itu untuk menghormati Michael Jordan.”

Seri tulisan ini merupakan intisari dari berbagai sumber diantaranya buku:
The Magic of Teamwork, Boleh Gagal Tetapi Harus Terus Mencoba, How to be Like
Mike. Anda juga bisa melihat koleksi DVD MJ yaitu: His Airness, Ultimate
Jordan, Michael Jordan - Off Court (vcd), Road To Victory (vcd).

Banyak hal yang kita ingin ketahui dari MJ, seperti bagaimana cara MJ berkomunikasi dengan dirinya sehingga dia bisa melakukan apapun yang dia inginkan. Dan bagaimana cara MJ merintis karir suksesnya, baik di lapangan sebagai bintang, maupun di luar lapangan sebagai bisnisman, bintang iklan dan saat ini sebagai pemilik sebuah club di NBA.

Markus Tan menuliskan dalam blognya agar kita bisalebih mengenal sosok Michael Jordan yang juga pernah di coach oleh Anthony Robbins (World #1 Success Coach) di awal karirnya.
MJ tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara dia bersikap saat di lapangan maupun di luar lapangan. Marilah kita dengan hati yang jernih belajar dari MJ tentang rahasia keberhasilannya yang menjadikan dirinya seorang bintang.

Michael Jordan, Sang Legenda Basket
Dunia olahraga mengenal beberapa nama sebagai legendanya masing-masing. Tinju
ada Mohammad Ali. Sepakbola ada Pele dan Maradona. Golf ada nama Tiger Woods.
Balap F1 ada Michael Schumacher. Dan, di bola basket, ada satu nama yang
dianggap paling berpengaruh hingga sekarang, Michael Jordan.

Untuk satu nama terakhir, meski sudah pensiun dari olahraga yang membesarkan namanya, namun dirinya seolah tak tergantikan. Beberapa nama yang dianggap
sebagai the next Jordan-di arena basketball Amerika, NBA-tetap tak bisa
menggantikan ketenarannya. Nomor kaosnya-23-hingga kini juga digantung di
langit-langit hall of fame sebagai bentuk penghargaan atas prestasinya.

Michael Jordan memang sosok yang sangat komplit. Di dalam lapangan,
kemampuannya tak diragukan lagi. Berbagai atraksi menarik disuguhkan saat
bertanding. Ia bahkan disebut-sebut bukan lagi sebagai seorang atlet, melainkan
sudah menjadi aktor film yang mengundang decak kagum penontonnya. Karena itu,
tak heran, kala ia pernah memutuskan pensiun dini-pada tahun 1993-jumlah
penonton basket di dunia menurun.

Dunia basket seakan kehilangan ruhnya. Tak urung, komentar yang meminta MJ
kembali ke lapangan terus bergema. Dan, hal itu akhirnya diwujudkan oleh MJ
dengan bergabung lagi ke tim Chicago Bulls pada tahun 1995. "Saya mundur karena
merasa sudah tak ada tantangan lagi. Dan saya kembali lagi karena saya merasa
kini ada tantangan baru," sebut MJ dalam sebuah wawancara.

Sosok MJ memang fenomenal. Jika beberapa orang merasa kurang nyaman saat
bertemu dengan halangan dan rintangan, ia justru mencarinya. Misalnya, ketika
ia kembali dari pensiunnya, secara tidak langsung, ia menantang pemain basket
yang dianggap sebagai penggantinya, Kobe Bryant. Dalam sebuah pertandingan para
bintang, ia beraksi mencoba menundukkan juniornya tersebut.

Hal tersebut juga ditunjukkan ketika masa awal kuliah. Karena tak punya tinggi
badan yang memadai untuk masuk tim utama, dirinya sempat disingkirkan. Namun,
bukannya merasa putus asa, ia terus berlatih sendiri hingga tinggi badannya
mencukupi. Meski masih dianggap kurang ideal, ia mampu mencetak skor meyakinkan
sehingga akhirnya jadi pilihan utama. "Saya dapat menerima kegagalan, tapi saya
tidak dapat menerima jika saya belum mencoba
," sebut MJ mengungkap rahasia
suksesnya.

Tantangan dan halangan memang sering justru jadi penguat dirinya untuk
mencapai prestasi. Pernah, ketika ia mulai masuk di tim profesional NBA, karena
mempunyai prestasi cemerlang, ia justru sempat "dikucilkan" oleh pemain senior.
"Saat kita ingin mencapai sesuatu, pasti akan ada halangan. Saya juga
menjumpainya seperti juga orang lain. Tapi, seharusnya itu tak perlu
menghentikan kita. Seperti saat mendapati tembok, jangan berpikir menyerah,
tapi coba lompati dan lewati,
" ungkap MJ. Dengan keyakinan inilah, MJ mampu
mengubah tantangan itu sebagai batu loncatan mencapai sukses yang lebih
maksimal.

Kini, nama MJ sangat lekat sebagai ikon NBA. Tak urung, legenda basket lain
seperti Larry Bird pun hingga sampai mengomentari, "Dewa menyamar sebagai
Michael Jordan." Prestasi fenomenalnya membuat ia sering diundang untuk
menyemangati banyak orang dalam berbagai bidang. "Saya sudah lebih dari 9000
kali gagal melakukan tembakan. Saya sudah hampir 300 kali kalah dalam
pertandingan. Setidaknya, 26 kali saya dipercaya untuk menjadi algojo penentu
kemenangan dan saya gagal. Saya gagal terus dan terus dalam hidup saya. Dan,
justru karena itulah saya sukses
," sebut MJ dalam beberapa kali pidatonya.

Berikut ringkasan: 23 Rahasia Keberhasilan Michael Jordan yang ditulis oleh Markus Tan.

Rahasia #1 : Segalanya dimulai dari Impian. Impian anda harus memberi
semangat dalam hidup anda, sehingga mendorong anda untuk mengubah diri anda
menjadi pemenang sejati.

Rahasia #2: Kata MJ tentang FOCUS. Latih pikiran Anda untuk ber-fokus pada
karir yang sedang anda tekuni, dan singkirkan hal-hal sepele yang tidak penting.

Rahasia #3 : Jadilah selalu yang terbaik di bidang anda

Rahasia #4 : Energi Antusiasme adalah bahan bakar emosi yang terhebat. Tanpa
antusiasme, anda tidak akan meraih apa-apa.

Rahasia #5 : Jika kamu ingin meninggalkan jejak di pasir waktu, kerja keras
adalah mutlak anda lakukan.

Rahasia #6 : Penyebab banyak orang tidak berhasil, karena mereka tidak punya
cukup sarana dan disiplin diri untuk berusaha mencapai cita-cita itu.

Rahasia #7: Ketekunan bukanlah satu perjuangan panjang, melainkan banyak
perjuangan pendek yang berturut-turut.

Rahasia #8 : Kita semua bertanggung jawab atas kehidupan kita sendiri, tak
ada orang lain yang bisa melakukannya.

Rahasia #9 : Halangan tidak boleh menghentikan langkah anda. Jika dinding
merintangi, jangan berbalik untuk menyerah. Carilah segala cara untuk
memanjatnya, menembusnya atau mengitarinya.

Rahasia #10 : "Saya dapat menerima kegagalan, tapi saya tidak dapat menerima
jika saya belum mencoba"

Rahasia #11: Pemenang selalu menganggap dirinya akan menang ketika
pertandingan belum dimulai. Hidup adalah ramalan yang terpenuhi dengan
sendirinya.

Rahasia #12 : Kurangnya kepercayaan diri merupakan alasan utama yang membuat
kita menghindar dari persaingan dan perjuangan. Dan tanpa perjuangan tidak ada
kemungkinan untuk sukses.

Rahasia #13 : Bakat memenangkan permainan, namun Kerja sama Tim yang solid
memenangkan setiap pertandingan.

Rahasia #14 : Berilah teladan yang positip bagi semua orang, dari setiap apa
yang anda lakukan walaupun itu cuma 30 detik saja.

Rahasia #15 : Komitmen individu terhadap perjuangan dan Tim. Jika Anda punya
komitmen terhadap sesuatu, Anda tidak punya dalih apa pun kecuali mencapai
tujuan anda.

Rahasia #16 : Pemimpin yang baik, bukan hanya layak untuk diikuti orang
lain, pemimpin yang baik harus menciptakan banyak pemimpin baru

Rahasia #17 : Pemimpin yang baik adalah memberdayakan dan menciptakan nilai
tambah bagi setiap individu dalam tim anda

Rahasia #18 : Sembilan puluh persen kepemimpinan merupakan kemampuan untuk
mengkomunikasikan sesuatu yang diinginkan kepada orang lain.

Rahasia #19 : Orang tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan teknologi,
mereka akan berhasil jika mereka mengandalkan sosialisasi

Rahasia #20 : Percayalah kepada orang lain dan mereka akan jujur kepadamu.
Perlakukan mereka dengan baik, dan mereka akan menunjukkan kebaikan mereka.

Rahasia #21 : Dibalik Keberanian terkandung kejeniusan, kekuatan dan
keajaiban.

Rahasia #22 : Rasa Hormat menghasilkan kepercayaan, kepercayaan menghasilkan
kesetiaan.

Rahasia #23 : Kata Jordan tentang Karakter. Hanya ada satu orang yang dapat
merumuskan kesuksesan dalam hidup anda, yaitu diri Anda sendiri.


Rabu, 14 September 2011

SATU JAM SAJA.. IJINKAN AKU MERASAKAN.. RASA ITU PERNAH ADA


Minggu ini adalah minggu yang harus penuh kesabaran.. mengajak Yo ke dokter sama beratnya seperti mencapai target di kantor disaat persaingan semakin ketat seperti ini. Berhari-hari membujuk.. baru kemarin berhasil..dengan sukses.
Hari ini adalah bujukan yang kedua..hanya untuk ke dokter gigi saja. Ternyata rasa sakit giginya masih belum mengalahkan semangat Yo untuk menolak semua hal yang berhubungan dengan medis.

Menunggu Yo mempersiapkan diri.. mendengar sambil lalu lagu-lagu yang ada di RCTI.. entah itu acara apa.. aku tak terlalu konsentrasi melihatnya.. yang membuat aku masuk ke blog ini adalah karena aku mendengar lagu lama ini.. Satu Jam saja.. ahhh ini lagu rasanya kayaknya dalam sekali... dan aku ingin menuliskannya disini.

Satu Jam Saja - Audi

jangan berakhir aku tak ingin berakhir
satu jam saja kuingin diam berdua
mengenang yang pernah ada

jangan berakhir karena esok takkan lagi
satu jam saja hingga kurasa bahagia
mengakhiri segalanya

tapi kini tak mungkin lagi
katamu semua sudah tak berarti
satu jam saja
itupun tak mungkin, tak mungkin lagi

jangan berakhir kuingin sebentar lagi
satu jam saja ijinkan aku merasa
rasa itu pernah ada


Source: http://liriklaguindonesia.net/a/audy/audy-satu-jam-saja/#ixzz1XzNwGQ6E

Selasa, 13 September 2011

16 tahun bersama...

















16 tahun bersama..
membuat sulit saat menyadari bahwa
bayi mungil itu sudah menjadi seorang gadis..
yang punya kehendak sendiri
yang punya selera sendiri

16 tahun bersama..
membuat sulit saat menyadari bahwa
pendapat mama bukanlah pendapat satu-satunya yang selalu didengar..
pertanyaan mama bukanlah pertanyaan yang selalu mendapat jawaban..

16 tahun bersama..
membuat tak bisa menerima jika
waktu mu tak lagi selalu untuk mama
perhatianmu tak lagi tertuju pada mama..

16 tahun bersama..
tak juga mampu membuat mama mengerti kenapa
saat ini hatimu sering galau..
saat ini matamu mudah berair..

Suatu saat nanti tak bisa mama bayangkan..
jika nanti mama harus belajar mengerti setiap keputusan-keputusanmu..
bahwa pertolongan dari mama bukanlah menjadi yang utama..
karena kau telah mampu menolong dirimu sendiri..
karena kau telah menjadi dirimu sendiri..

Selamat ulang tahun yang ke 16 sayang...
bayi mungil itu telah menjadi seorang gadis nan cantik..
yang siap menjadi dirinya sendiri..
dan tetaplah selalu mengandalkan pertolongan Tuhan..
Selalu bersandar pada Tuhan
Selalu bersyukur atas setiap apa yang kau alami entah itu pahit entah itu manis..

Minggu, 11 September 2011

Aku kecewa padamu...


Malam ini sungguh aku kecewa padamu...
Demammu yang begitu tinggi..
Mukamu yang pucat..
Tensimu yang tinggi..
Permohonanku..
Tatapan cemas ketiga anak kita..
Tak mampu membuatmu untuk menyerah..ke rumah sakit..

Ku tersesat dalam relung hatimu...


Ku tersesat dalam relung hatimu..
Ku tahu ku tersesat dalam relung hatimu..
Ku tak tahu jalan kembali...
Ku bertanya padamu.. bagaimana caranya aku kembali..
Aku tak tahu jalan untuk membuatmu kembali, bisikmu..

Ku tersesat dalam relung hatimu..
Ketika tergelar sebuah peta dihadapanku..
Kupura-pura tak mengerti..
Kubiarkan peta tertiup angin..
Ku ingin tetap tersesat...

Ku tersesat dalam relung hatimu...
sampai kapan kau menyembunyikan jalan tuk ku kembali..
sampai kapan ku tak ingin kembali...
ku tetap ingin tersesat.. dalam relung hatimu...
Ku ingin tetap tersesat...

------------
sedang tersesat dalam bayang-bayangmu..
karena sepanjang hari ini tersesat..
dan bicara soal tersesat...
----------------------------

Disaat kepercayaan itu tak ada lagi...


Entah kemarin ini adalah calon nasabah keberapa yang bersemangat sekali bercerita mengenai usahanya yang sedang dijalankan dengan teman-temannya, sehingga ia bersedia menyerahkan sertifikat rumahnya sebagai jaminan atas kredit yang diajukan yang akan digunakan untuk memajukan usaha yang dijalani bersama itu.

Pengalaman yang pahit yang telah dialami nasabah-nasabah ku sendiri dan juga pengalamanku sendiri membuat aku berulang-ulang menjelaskan kepada calon nasabah ini resiko-resiko dia mejadi penjamin atas kredit ini. "Saya percaya kok bu sama temen-temen saya, saya sudah dari tahun 2007 bu..dan saya sudah paham kok bu resikonya, temen-temen saya gak mungkinlah gak bisa dipercaya.." begitu jawabannya kepadaku ketika aku menjelaskan soal efek samping. Aku kembali menceritakan pengalaman-pengalaman yang pernah aku ketahui. Mungkin staff ku sampai pusing melihat sikapku, pernah mereka menyampaikan kepadaku, jika sikap ibu seperti ini terus kita bisa kehilangan nasabah. "Dia bisa takut bu.. kalau dia sudah percaya ya sudah to bu..dan kita sudah menjelaskan kan sudah cukup.". Memang benar sih.. tapi entah kenapa aku selalu terlalu ingin mengetahui bagaimana dia memproteksi dirinya jika terjadi pecah kongsi..jika kepercayaan tak ada lagi diantara mereka.

Sudah banyak nasabahku yang menjadi korban dari pecah kongsi ini. Ada yang sampai harus merelakan rumahnya dijual, ada yang berjuang sedemikian rupa agar jaminannya dapat dipertahankan. Sedangkan kongsiannya sudah kabur entah kemana. Bahkan ada nasabahku yang sudah menjadi nasabah cukup lama harus menahan malu karena mengabaikan nasihatku. Bahkan untuk meyakinkanku bahwa kongsiannya adalah orang baik-baik, maka sang partner sampai menyerahkan 36 lembar cek yang dapat dikliring setiap tanggal jatuh tempo. "Masak orang sudah berani ngasih cek masih mau nakal bu.. kan bisa masuk black list nanti kalo ditolak terus bu." Ok lah kalau begitu. Aku dan tim percaya padanya. Belum berjalan enam bulan, cek sudah ditolak.. akhirnya.. "iya bu..ternyata itikadnya kurang baik.. tapi ibu jangan kuatir saya akan menyelesaikan semuanya. Saya sudah ambil alih proyeknya, saya terpaksa mondar madir ke luar kota. Saya minta waktu sampai besok sebelum saya berangkat pasti sudah saya bayar angsurannya." Jawaban seperti ini kadang membuat hati tak tega.

Tapi pecah kongsi tak harus karena partner telah melarikan diri atau membohongi. Ada pecah kongsi karena sikap partner yang tidak memiliki kepercayaan penuh. Penuh curiga dan sering salah paham. "Orang tua itu mentang-mentang punya modal.. tidak menghargai kami yang muda-muda. Kami sudah membangunnnya dari kejatuhan hingga bisa bangkit, setelah bangkit dia ingin menguasai sendiri. Tindakan kami selalu salah dimatanya. Tak pernah ada kata sepakat." begitu keluhan yang pernah aku dengar. "Saya memberanikan diri untuk membuka sendiri bu..bergabung dengan teman-teman disaat saya bekerja dengan orang tua yang tak mudah percaya itu..".

Begitulah..disaat kepercayaan itu hilang.. ada yang bisa bangkit dan lebih baik.. ada yang menjadi korban..

-------------------------
Transaksi bisnis yang baik biasanya menggabungkan pokok-pokok ideal berikut ini, dalam bisnis saya, saya mengikutsertakan kepentingan anda, dalam bisnis anda, anda mengikutsertakan kepentingan saya.
Chin Ning Chu
----------------------------------

Sabtu, 10 September 2011

Disinilah Kehebatan Kita....


Mbak..ternyata sekarang mencari Mbak seperti yang kita harapkan itu sulit sekali. Setelah ibu yang inval dirumahku mengeluh sakit di dadanya.. aku sudah tak mungkin menahannya lagi. Sepertinya dia sudah begitu takut jika aku menahannya sehingga dia tak bisa menyelesaikan perceraiannya. Padahal aku sudah meminta pada dia untuk menunda beberapa hari agar aku bisa keluar kota. Namun ternyata semangatnya untuk segera pulang membuatnya menjadi sakit dan mau tak mau aku harus melepasnya pergi.

Mulanya aku masih berpikir bagaimana caranya agar aku bisa tetap berangkat ke luar kota. Tapi ternyata kondisi memaksaku untuk tidak mengikuti keinginan-keinginanku. Putri kedua ku yang akan berulangtahun juga menahan langkah kakiku. Dan keputusan ku untuk fokus terhadap apa yang menjadi pilihanku juga menahan gerak kakiku. Untuk apa aku pergi kesana, bukankah aku telah berjanji pada diriku sendiri untuk fokus dan menepati semua janji-janjiku. Pasti ada yang lebih indah untukku nantinya.

Sejak kedua Mbak itu diantar.. aku merasa bahwa perjuangan aku akan berat untuk mengajarkan mereka. Pengalaman yang tidak ada, usia yang muda, dan keinginan kerja yang sangat rendah membuat aku menjadi tujuh keliling. Yayasan itu rata-rata tidak pernah mendidik tenaga yang disalurkannya untuk siap pakai. Lagi pula untuk apa dididik kalau tanpa dididik saja stok selalu laris manis..habis tanpa sisa.

Dari soal menyapu dan mengepel yang tidak mengerti yang baiknya bagaimana. Dari urusan mencuci sampai menyetrika. Urusan dapur dan urusan tanaman. Urusan membereskan kamar, pakaian anak-anak, menyiapkan makanan untuk keluarga selama ditinggal bekerja. Capek juga jika setiap tahun setelah lebaran selalu tertahan di rumah selama seminggu kadang dua minggu untuk mengajarkan para mbak ini. Aku rasa jika aku membuka yayasan, aku sudah terampil mengajarkan para mbak ini dan tinggal dipadukan memanggil para Chef untuk mengajarkan para mbak memasak, karena aku tak paham soal masak memasak. Pasti para mbak ini akan mempunyai nilai jual yang tinggi dan tidak akan menjadi korban kejengkelan majikannya, tapi menjadi orang yang paling diandalkan dan paling ditakuti kepergiannya. Barangkali ini nanti bisa dilakukan jika aku sudah menjadi nenek-nenek. Menjadi motivator para pembantu rumah tangga..sambil menuliskan kisah-kisah mereka..(jeng jeng jeng..mulai errorrrr).

Mengajarkan pembantu bukanlah hal yang mudah. Benar-benar membutuhkan pengertian tingkat nasional. Apalagi yang belum pernah ke Jakarta, belum pernah bekerja. Dari urusan ke warung untuk membeli sabun atau kecap saja ketakutannya setengah mati. Menangkap ucapan kita saja tidak bisa sekali tangkap, harus diulang berkali-kali baru paham. Jika mengajarkan harus dengan memberi contoh, tidak bisa hanya diucapkan dan dia mengerjakan, jika tidak diberikan contoh pasti hasilnya tak sesuai yang diharapkan. Dari melipat baju sampai urusan membuat telur dadar saja.. bisa lain hasilnya jika tak diberi contoh.
Tak heranlah jika wanita itu mempunyai jiwa kepemimpinan yang lebih baik dari para kaum pria. Walaupun hanya seorang ibu rumah tangga, sudah terbiasa untuk mengatur atau istilah kerennya memanage urusan rumah tangga. Menjadwal kerja pembantu, membuat SOP untuk pembantu walaupun itu hanya lisan. Memotivasi jika pembantunya tak bersemangat. Mencoach para mbak dengan mencoba disabar-sabarkan. Menasehati jika jalannya tak sesuai dengan yang diharapkan. Tak bisa keras-keras, tak bisa kasar-kasar. Karena dijamin pembantu akan kabur dalam 1 x 24 jam jika kita terlalu kasar atau keras.

Disinilah hebatnya kita... mampu melakukan itu semua.. tanpa lalai mengurus segala hal yang memang menjadi tanggung jawab kita. Dan kita pasti dengan sabar mengajarkan para Mbak agar mbak siap kita tinggalkan untuk mengurus semua keperluan rumah tangga..dan kita dapat bekerja dengan nyaman dengan tetap melakukan pengawasan jarak jauh kepada para mbak. Dan ketika para Mbak itu menjadi pintar.. kita para wanita harus siap menerima keluhan dari anak-anak kita.. jika.. masakan mama tak seenak mbak.. mama pulang malam terus aku main terus sama mbak.. dan yang lebih parah jika anak-anak lebih nyaman dengan para mbak.. dan yang lebih gawat jika sang kepala keluarga ikut-ikut merasa nyaman.

Sebuah tantangan yang berat untuk kita kaum wanita bekerja.. tapi itu sudah menjadi pilihan kita.. dan kita pasti bisa mengatur semuanya itu dengan baik.. karena disitulah kehebatan kita kaum wanita. Seperti tertulis dibuku Leadership in Action karya Subarto Zaini secara rata-rata perempuan memiliki keterampilan alamiah yang berbeda dengan laki-laki. Perempuan dikatakan disini mempunyai artikulasi yang sangat baik, dan juga mempunyai kepekaan perasaan yang tinggi. Empati dan kesabaran wanita jauh lebih besar dibandingkan dengan pria. Itulah yang membuat kita menjadi hebat.. Jadi sabar dan sabar ya.. didik para mbak dengan kesabaran yang tinggi.. karena hanya itu yang bisa dilakukan saat ini.. karena sulit mencari mbak yang sesuai dengan keinginan kita..dan kita pasti mampu membuat mbak yang tidak mampu apa-apa menjadi mbak yang bisa membantu kita.. karena disitulah letak kehebatan kita.

Aku ingin menambahkan sedikit, malam ini sambil menikmati nasi goreng setelah lelah menunggu Sinatua, aku melihat seorang ibu penjual teh botol. Ibu ini amat sopan dalam menyapa kami dan tak lupa mengucapkan terima kasih saat kami mengembalikan botolnya. Namun bukan itu yang membuatku terpana. Aku melihat ia berjualan di pinggir jalan, di malam hari dan ditemani seorang anak yang ditidurkan di tepi jalan. Tanpa selimut beralaskan kardus. Tidurnya terlihat pulas sekali, seakan gigitan nyamuk tak mempan mengigit kulitnya. Disinilah hebatnya kita kaum wanita. Mampu menggantikan tugas kepala keluarga dan tetap bertanggung jawab mengurus anak. Dan yang terpenting ia mampu membuat anaknya nyaman ditempat yang tidak nyaman, karena anak merasa tenang selalu berada disisi Bunda walau tak selalu harus berada dalam pelukan bunda..karena bunda sibuk mengurus dagangannya demi sesuap nasi...

Selasa, 06 September 2011

Orang yang paling dipercaya adalah satu-satunya orang yang mampu membuat kita patah hati sepenuhnya, karena orang itu telah mendapatkan kepercayaan dari kita.
Walton C. Lee

Musuh dapat lebih berguna dibandingkan teman karena teman sering memaafkan kelemahan kita. Musuh selalu memperhatikan kelemahan kita. Jangan abaikan pendapat musuh-musuh kita.
Leo Tolstoy

Perlakukanlah setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada kita. Ingatlah bahwa kita menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi siapakah diri kita sendiri.
Andrew T. Somers

Perbedaan itu meniadakan rasa cinta...



Hari ini amat melelahkan.
Perjalanan yang sebenarnya tak terlalu jauh, namun karena panas terik semuanya terasa menjadi jauh.

Dan yang lebih membuat lelah adalah menghadapi sebuah kenyataan memang perbedaan tak dapat dipersatukan oleh rasa cinta.. perbedaan lebih menyebabkan hilangnya rasa cinta.
Menyedihkan......

Senin, 05 September 2011

Jika rasa itu sudah tak ada...




Pagi tadi ibu yang bekerja di rumahku sebagai tenaga inval meminta maaf karena harus pulang sebelum aku mendapatkan mbak yang baru. "Saya mau mengurus perceraian bu..sudah 7 bulan masalah ini tidak selesai-selesai, karena suami saya tidak mau menceraikan saya.. kalau saya tak hadir di pengadilan tanggal 7 katanya semua akan gugur dan saya harus memproses lagi dari awal". Ibu Mae, begitu namanya, sebenarnya sudah sering menceritakan masalahnya ini kepadaku. Dia memang ingin menceraikan suaminya. Namun selalu terganjal oleh suaminya. Akhirnya ibu Mae menempuh jalur hukum lewat pengadilan.

"Saya pakai pengacara bu, karena suami saya benar-benar tak mau menceraikan saya. Ini saja saya sudah habis banyak, apalagi kalau saya tidak pakai bu..lebih banyak lagi uang yang saya harus keluarkan." katanya sambil berkaca-kaca. Sedih juga aku mendengarnya. Apalagi ketika mendengar ceritanya bekerja di Singapura sebagai TKW selama 3 tahun tak menghasilkan apa-apa. Semua gaji yang diperoleh dikirimkan ke suaminya setiap bulan dengan maksud untuk biaya sekolah anak dan memperbaiki rumah. Namun setelah ibu Mae kembali dari Singapura tak ada perubahan apapun di rumahnya, bahkan anaknya pun tak sekolah. Lalu kemana uangnya..ternyata uangnya digunakan oleh suaminya untuk dihabiskan dengan wanita lain.

Kekesalan yang memuncak menyebabkan ibu Mae meminta cerai , namun suaminya tak mau menceraikan. Ibu Mae pergi lagi bekerja di Jakarta karena kesal pada suaminya dan untuk mencari uang untuk mengurus perceraiannya. Uang berbulan-bulan bekerja di Jakarta hanya habis untuk biaya hidup anaknya dan mengurus perceraian. Ini saja sampai sekarang belum selesai. "Sebenarnya suami saya sudah meninggalkan wanita itu, tapi saya sudah tak cinta lagi bu.. jadi lebih baik cerai saja.."

Apa yang harus kukatakan. Memberi ijin..sebenarnya aku berat.. tapi tak memberi ijin tak tega juga. Namun karena yayasan belum bisa memberikan pengganti akhirnya dia menghubungi pengacaranya dan meminta penundaan. "Bu..bisa ditunda menjadi tanggal 13 September .. tapi saya harus nyogok katanya.. ya sudahlah bu saya nyogok saja..".
Saat ku ingat tanggal 13 aku jadi bingung sendiri.. "bu..tanggal 13 saya mau keluar kota.. apa gak bisa menunggu saya kembali dari luar kota.." Si ibu hanya terdiam saja.. entah kesal entah pusing harus menambah uang sogokkan. Kalau ibu Mae tak bisa lagi ditahan dan aku belum juga mendapat "mbak" baru.. ya artinya.. bay bay Lombok... ahhh.. padahal aku ingin sekali melihat Lombok..
Tapi apa boleh buat.. bukankah lebih penting mendahulukan urusan keluarga dibanding mendahulukan keinginan-keinginanku.. dan mana tega aku jika ibu Mae harus menunda kepulangannya dan menambah lagi biaya perceraiannya...
Ternyata bercerai itu mahal dan susah...

--------------------
Cinta itu kemauan untuk menerima orang lain dengan semua kesalahan dan keterbatasannya.
dan untuk berterima kasih tanpa batas bahwa orang lain menerima kita dengan semua yang melekat pada diri kita..
(Harold S. Kushner)
---------------------

Nikmati saja tulisanku...


Dearest sahabatku...
Baru kemarin kubaca email darimu yang menanyakan apakah aku kembali menulis. Yaaa..mungkin.. entah ini sesaat.. entah ini akan berlangsung terus. Yang aku tahu..saat ini aku ingin menulis..ya aku menulis walaupun aku hanya menuliskan kembali apa yang aku baca. Pasti kau tertawa karena banyak aku meng"copas" tulisan orang lain.. dan kau bilang bahasaku masih kaku. Ya..karena dunia ini telah lama aku tinggalkan. Aku mencoba merangkai kata yang sederhana, semua karena keterbatasan kata yang bisa aku rangkai.

Dan kau juga tuliskan bahwa kau tertawa membaca tulisanku yang sedikit bernuansa romantis.. itu sesuatu khayalan atau suatu yang kamu alami, begitu pertanyaan mu penuh selidik. Hahaha.. aku sendiri geli membaca tulisanku yang bernuansa romantis itu.. aku sendiri tidak tahu kenapa aku ingin menjelajahi duniaku yang dulu lagi. Aku ingat bagaimana aku dulu begitu menggandrungi Zara Zetira dan Emji Alif. Aku ingat bagaimana aku ingin menuliskan cerita fiksi seperti mereka menuliskannya. Dari menulis dengan tanganku sendiri sampai aku menggunakan mesin tik. Aku ingat bagaimana dulu aku tergila-gila dengan majalah Anita.. dan perbuatan yang paling gila adalah keinginan aku untuk bertandang ke redaksi Anita dan disana aku bertemu dengan Emji Alif penulis fiksi yang aku gandrungi. Ya ya.. itu cerita jaman dulu kala dimana aku terjebak dalam ranah fiksi.

Lalu cerita itu fiksi atau kamu alami.. hampir disetiap alinea di email yang kau tulis engkau menanyakan itu. Kalau aku katakan itu fiksi toh kamu juga tak kan percaya.. kalau ku katakan itu benar pasti kau akan memburu ku lagi dengan bertanya..itu siapa ? boleh aku mengenalnya.. Jadi lebih baik kau tebak saja sendiri..apakah itu sebuah fiksi..imajinasiku yang sedang melanglang buana..atau sebuah kebenaran.. bukankah yang lebih baik adalah kau nikmati saja tulisanku dan bertanya-tanyalah sendiri dalam alam khayal dan imajinasimu tentang seseorang itu.

Kemudian di akhir emailmu engkau menanyakan..apakah tidak ada kelanjutan kedua cerita romantis itu.. hahaha... aku geli sendiri.. kenapa sebegitu penasarannya ya.. tulisanku masih kaku dan aku tak ingin engkau mencurigai aku terus menerus. Mungkin memang tak lagi waktuku untuk menulis cerita romantis seperti itu. Waktuku itu mungkin sudah berlalu.. aku bukan lagi anak SMA lagi.. Jadi..kusudahi saja cerita romantisku.. agar engkau tak lagi penasaran.. biar cerita-cerita itu tetap dalam alam khayalku..walau aku ingin sekali menuangkannya.. mungkin umurku sudah tak pantas lagi...

-------------------
Bukan rahasia bila imajinasi
lebih berarti dari sekedar ilmu pasti
bukan rahasia bila aku adalah seorang pemimpi
dan aku bukan lah satu satunya di dunia ini

-Dewa 19-
---------------------------------------------------

Minggu, 04 September 2011

Mampukah kita seperti Nelson Mandela...



"Without language, one cannot talk to people and understand them; one cannot share their hopes and aspirations, grasp their history, appreciate their poetry, or savor their songs."





“It is wise,to persuade people to do things and make them think it was their own idea.”
Nelson Mandela


Nelson Mandela adalah seorang pemimpin yang cemerlang dalam membuktikan kekuatan memaafkan dan rekonsiliasi. Nelson Mandela mampu menggunakan Smart power yaitu perpaduan antara soft and hard power. Soft power adalah daya tarik yang melekat pada seorang pemimpin, sehingga ia mampu menggalang pengikut yang setia. Soft power ini terdiri dari kecerdasan emosi dan kemampuan berkomunikasi serta kemampuan merumuskan visi misi masa depan yang menarik. Sedangkan hard power adalah kekuatan yang berkaitan dengan kepekaan politik organisasi. Memahami dinamika organisasi dan memanfaatkan kekuatan politik yang ada untuk mencapai tujuan.

Nelson Mandela mampu mengorganisasi pengikutnya yang mayoritas kelompok kulit hitam africa selatan yang telah dizalimi oleh sistem apartheid, untuk tidak melampiaskan dendamnya. Tetapi ia mampu membawa pengikutnya untk bersama-sama melakukan rekonsiliasi di antara kedua kelompok itu. Berkat kepemimpinannyalah Afrika Selatan berhasil menghapus sistem apartheid dan menjadi negara multiras yang harmonis, seperti yang diimpikan oleh Nelson Mandela. Menurut Mandela kepemimpinan itu bukan berwacana, karena menurutnya talk is cheap.

Nelson Mandela adalah contoh pemimpin yang tak mau berlama-lama menggenggam kekuasaan, bahkan ia mengundurkan diri setelah satu masa jabatan. Ia melukiskan perjalanan hidupnya itu seperti pendaki gunung. Pada saat dia sampai di puncak gunung dia melihat gunung yang lebih tinggi yang harus dia daki. Tentunya untuk mencapai gunung yang lebih tinggi dia tidak langsung melompat ke gunung yang lebih tinggi itu, tapi dia harus turun gunung dan melanjutkan pendakian ke gunung yang lebih tinggi.

Mandela mempunyai 8 prinsip kepemimpinan yang dapat kita contoh dalam kehidupan kita sehari-hari sebagai pemimpin. Inilah 8 prinsip kepemimpinan dari Nelson Mandela :

1. Courage is not the absence of fear — it’s inspiring others to move beyond it.
Mandela bukan tak pernah merasa gentar sebagai pemimpin, ia kerap kali merasa gentar, dan menurutnya itu wajar dialami oleh seorang pemimpin. Tapi, ia tidak ingin menunjukkan rasa takut itu di hadapan orang lain. Keberanian yang ditampilkan Mandela, meskipun itu kadang hanya berpura-pura, dapat menenangkan kekuatiran dan menyemangati orang di saat-saat sulit.

2. Lead from the front — but don’t leave your base behind.
Ketika Mandela memutuskan untuk memulai dialog dengan pemerintah apartheid, teman-temannya mengira ia sudah ’menjual diri’. Ketimbang meninggalkan mereka dan maju sendiri dengan keyakinannya, Mandela mendatangi mereka satu per satu, menjelaskan rencananya, dan dengan sabar membujuk mereka pelan-pelan. Mandela tak pernah meninggalkan kelompoknya demi kepentingannya sendiri dan dia tak pernah menggunakan perantara untuk menjelaskan keputusannya kepada pengikutnya. Mandela adalah seorang yang benar-benar memahami arti rekonsiliasi.

3. Lead from the back — and let others believe they are in front.
Tugas seorang pemimpin, kata Mandela, bukanlah untuk memerintah atau menyuruh orang lain, melainkan untuk menciptakan sebuah kesepakatan. Dalam setiap rapat, Mandela biasanya mendengarkan pendapat teman-temannya terlebih dahulu. Ketika tiba gilirannya, ia akan merangkum semua pendapat itu, baru mengutarakan pendapatnya sendiri dan pelan-pelan mengarahkan hasil diskusi tanpa nada memaksa atau memerintah.
“It is wise,” he said, “to persuade people to do things and make them think it was their own idea.”

4. Know your enemy — and learn about his favorite sport
Mandela mengenali musuhnya. Dia mengenali apa kekuatan dan kelemahan musuhnya. Ia mengembangkan strategi untuk benar-benar mengenali musuhnya.
Di awal perjuangannya, Mandela bersikeras untuk belajar bahasa Afrikaan, bahasa orang kulit putih Afrika Selatan, beserta sejarah kolonialisasi mereka. Ia bahkan berusaha mendalami rugby yang menjadi olahraga favorit kulit putih Afsel. Hasilnya, ia mendapat respek dari pihak lawan, mula dari sipir penjara hingga P. W. Botha (Presiden kulit putih Afsel pada masa apartheid), dan memperlancar proses dialog dengan mereka.

5. Keep your friends close — and your rivals even closer.
Mandela mau merangkul musu-musuhnya dalam bahasa jawa ia "menang tanpa ngasorake". Ia tak pernah menjauhi musuhnya. Lihat saja orang-orang dekat Mandela tidak selalu orang yang ia sukai. Seringkali mereka adalah rivalnya, orang-orang yang digosipkan berusaha menggulingkan kepemimpinannya. Tapi Mandela percaya bahwa dekat dengan rival adalah satu cara untuk mengendalikan mereka. Tapi bukankah mereka belum tentu akan loyal padanya? Mandela mengakui bahwa loyalitas memang penting, tapi ia juga tak terlalu menggantungkan diri pada hal itu. “People act in their own interest.”
It was simply a fact of human nature, not a flaw or a defect.

6. Appearances matter — and remember to smile.
Mandela percaya apa yang tampak di luar sama pentingnya dengan apa yang ada di dalam. Karena itu, ia benar-benar menggunakan penampilan fisik untuk membantu perjuangannya. Ia tampan, seorang petinju amatir, anak seorang kepala suku, suka berpakaian rapi dengan jas, dan ia memanfaatkan semua itu untuk membangun citranya. Tapi ikon yang paling menonjol dari Mandela adalah senyumnya yang penuh kedamaian, sehingga ketika berkampanye untuk pilpres, ANC (partainya) tak membutuhkan slogan lain. Ternyata senyuman mampu mengalahkan segalanya. Dan lihat penampilannya saat menggunakan batik, sungguh amat mempesona bukan.

7.Nothing is black or white.
Meski Mandela jelas-jelas menentang apartheid, ia juga sadar bahwa apartheid memiliki penyebab historis, sosiologis, dan psikologis yang kompleks. Karena itu ia tak pernah terpaku pada satu jalan untuk memecahkan masalah. Mandela adalah politikus yang pragmatis; Ia tak akan segan-segan mengubah ideologi atau taktik (misalnya dengan menghentikan perjuangan bersenjata) jika memang itu adalah cara paling praktis untuk mencapai tujuan akhirnya.

8. Quitting is leading too.
Berhenti menjabat atau tak punya jabatan bukan berarti berhenti memimpin. Jasa-jasa Mandela cukup signifikan untuk membuatnya menjadi presiden seumur hidup, tapi ia menjadi salah satu dari sedikit pemimpin Afrika yang dengan sukarela tidak ingin dipilih lagi ketika pemilu berikutnya menjelang. Bagi Mandela, yang diikuti dari seorang pemimpin bukan hanya apa yang ia lakukan, tapi juga apa yang tidak ia lakukan. Mandela membuktikan bahwa seseorang tak harus mempunyai jabatan untuk disebut sebagai seorang pemimpin. Dan ia juga membuktikan bahwa tanpa jabatan ia tetap mempunyai pengikut yang setia dan dapat berbuat banyak untuk negaranya. Kenapa kita harus selalu kuatir jika jabatan kita telah berakhir ? Bukankah kita bukan dilihat dari jabatan kita.

Mandela adalah seorang pemimpin yang legendaris yang menggunakan smart power, dan kekuatan memaafkan serta memahami arti rekonsilasi.
Apakah kita mampu seperti seorang Mandela ? Prinsip kepemimpinannya hanya delapan prinsip namun itu bukan perkara yang mudah untuk menjalankannya...
Mampukah kita mengisi hari-hari kepemimpinan kita sebagai hari Nelson Mandela...??

-------------------------
Nelson Mandela's Quotes :
-------------------------
"Education is the most powerful weapon which you can use to change the world."

"It always seems impossible until it's done."

"I learned that courage was not the absence of fear, but the triumph over it. The brave man is not he who does not feel afraid, but he who conquers that fear."

"A good head and good heart are always a formidable combination. But when you add to that a literate tongue or pen, then you have something very special."

"I am fundamentally an optimist. Whether that comes from nature or nurture, I cannot say. Part of being optimistic is keeping one's head pointed toward the sun, one's feet moving forward. There were many dark moments when my faith in humanity was sorely tested, but I would not and could not give myself up to despair. That way lays defeat and death."

"For to be free is not merely to cast off one's chains, but to live in a way that respects and enhances the freedom of others."

"There is nothing like returning to a place that remains unchanged to find the ways in which you yourself have altered."

"Lead from the back — and let others believe they are in front."

"I am not a saint, unless you think of a saint as a sinner who keeps on trying."

"There is no passion to be found playing small - in settling for a life that is less than the one you are capable of living."

"Resentment is like drinking poison and then hoping it will kill your enemies."

"The greatest glory in living
lies not in never falling,
but in rising every time we fall.”

"I have walked that long road to freedom. I have tried not to falter; I have made missteps along the way. But I have discovered the secret that after climbing a great hill, one only finds that there are many more hills to climb. I have taken a moment here to rest, to steal a view of the glorious vista that surrounds me, to look back on the distance I have come. But I can only rest for a moment, for with freedom come responsibilities, and I dare not linger, for my long walk is not ended."

"Our deepest fear is not that we are inadequate. Our deepest fear is that we are powerful beyond measure. It is our light, not our darkness that most frightens us. We ask ourselves, who am I to be brilliant, gorgeous, talented and fabulous? Actually, who are you not to be? You are a child of God. Your playing small doesn't serve the world. There is nothing enlightened about shrinking so that other people won't feel insecure around you. We were born to make manifest the glory of God that is within us. It is not just in some of us: it's in everyone. And when we let our own light shine, we unconsciously give other people permission to do the same. As we are liberated from our own fear, our presence automatically liberates others."

"If you talk to a man in a language he understands, that goes to his head. If you talk to him in his language, that goes to his heart."

"As I have said, the first thing is to be honest with yourself. You can never have an impact on society if you have not changed yourself... Great peacemakers are all people of integrity, of honesty, but humility."

"(...) when a man is denied the right to live the life he believes in, he has no choice but to become an outlaw."

"Where you stand depends on where you sit."

"One of the things I learned when I was negotiating was that until I changed myself, I could not change others."

"Courage is not the absence of fear — it s inspiring others to move beyond it."

"Do not judge me by my successes, judge me by how many times I fell down and got back up again."

"I am the captain of my soul."

"No one is born hating another person because of the color of his skin, or his background, or his religion. People must learn to hate, and if they can learn to hate, they can be taught to love, for love comes more naturally to the human heart than its opposite."

"After climbing a great hill, one only finds that there are many more hills to climb."

"It is said that no one truly knows a nation until one has been inside its jails. A nation should not be judged by how it treats its highest citizens, but its lowest ones."

"Appearances matter — and remember to smile."

" As we let our own light shine, we unconsciously give other people permission to do the same."

"Overcoming poverty is not a task of charity, it is an act of justice. Like Slavery and Apartheid, poverty is not natural. It is man-made and it can be overcome and eradicated by the actions of human beings. Sometimes it falls on a generation to be great. YOU can be that great generation. Let your greatness blossom."

"Our deepest fear is not that we are inadequate. Our deepest fear is that we are powerful beyond measure."

"Nothing is black or white."

"During my lifetime I have dedicated myself to this struggle of the African people. I have fought against white domination, and I have fought against black domination. I have cherished the ideal of a democratic and free society in which all persons live together in harmony and with equal opportunities. It is an ideal which I hope to live for and to achieve. But if needs be, it is an ideal for which I am prepared to die."

"In my country we go to prison first and then become President. "

"We ask ourselves, who am I to be brilliant, gorgeous, handsome, talented and fabulous? Actually, who are you not to be?"

"As I walked out the door toward the gate that would lead to my freedom, I knew if I didn't leave my bitterness and hatred behind, I'd still be in prison."

"When the water starts boiling it is foolish to turn off the heat."

"Sometimes it falls upon a generation to be great, you can be that generation"

"Quitting is leading too."

"Freedom is indivisible; the chains on any one of my people were the chains on all of them, the chains on all of my people were the chains on me."

"After climbing a great hill, one finds there are many more hills to climb. I have taken a moment here to rest, to steal a view of the glorious vista that surrounds me, to look back on the distance I have come. But I can only rest for moment, for with freedom comes responsibilities, and I dare not linger, for my long walk has not yet ended."

"I had no epiphany, no singular revelation, no moment of truth, but a steady accumulation of a thousand slights, a thousand indignities and a thousand unremembered moments produced in me an anger, a rebelliousness, a desire to fight the system that imprisoned my people. There was no particular day on which I said, Henceforth I will devote myself to the liberation of my people; instead, I simply found myself doing so, and could not do otherwise."

"There is no easy walk to freedom anywhere, and many of us will have to pass through the valley of the shadow of death again and again before we reach the mountaintop of our desires"

"A leader. . .is like a shepherd. He stays behind the flock, letting the most nimble go out ahead, whereupon the others follow, not realizing that all along they are being directed from behind."

"You will achieve more in this world through acts of mercy than you will through acts of retribution."

"There can be no keener revelation of a society's soul than the way in which it treats its children."

"Know your enemy — and learn about his favorite sport."

"Keep your friends close — and your rivals even closer."

"Let there be justice for all. Let there be peace for all. Let there be work, bread, water and salt for all. Let each know that for each the body, the mind and the soul have been freed to fulfill themselves."

"We must use time creatively, and forever realize that the time is always ripe to do right."

"It is not where you start but how high you aim that matters for success."

"One cannot be prepared for something while secretly believing it will not happen."

"I dream of an Africa which is in peace with itself."

"The brave man is not the one who has no fears, he is the one who triumphs over his fears."

"Lead from the front — but don t leave your base behind."

"A winner is a dreamer who never gives up"

"Your playing small does not serve the world. Who are you not to be great?"

"Only free men can negotiate,prisoners can't enter in contracts"

"Having a grievance or a resentment is like drinking poison and thinking it will kill your enemy."

"No single person can liberate a country. You can only liberate a country if you act as

"I have never cared very much for personal prizes. A person does not become a freedom fighter in the hope of winning awards."

"Without language, one cannot talk to people and understand them; one cannot share their hopes and aspirations, grasp their history, appreciate their poetry, or savor their songs."

"A good head & a good heart are alway a formidable combination"

"It is better to lead from behind and to put others in front, especially when you celebrate victory when nice things occur. You take the front line when there is danger. Then people will appreciate your leadership."

"i love playing and chatting with children...feeding and putting them to bed with a little story, and being away from the family has troubled me throughout my...life. i like relaxing at the house, reading quietly, taking in the sweet smell that comes from the pots, sitting around a table with the family and taking out my wife and children. when you can no longer enjoy these simple pleasures something valuable is taken away from your life and you feel it in your daily work."

"Your victory has demonstrated that no person anywhere in the world should not dare to dream of wanting to change the world for a better place."

"I could not imagine that the future I was walking toward could compare in any way to the past that I was leaving behind."

"He knew when to compromise. Yet he never compromised his principles. He was a militant. Yet a militant who knew how to plan, assess concrete situations and emerge with rational solutions to problems."

"Freedom is indivisible the chains on any one of my people were the chains on all of them the chains on all of my people were the chains on me. Long Walk to Freedom: The Autobiography of Nelson Mandela : With Connections"

"And as we let our own light shine, we unconsciously give other people permission to do

"Money wont create success, the fredom to make it will"

KUTAK TAHU HARI ESOKKU


Amat menyedihkan.. setelah sekian lama tak pernah bertemu dan tak pernah mendengar kabarnya, tiba-tiba yang terdengar adalah kabar tentang kepergiannya ke rumah Bapa. Teman SMP sekaligus teman SMA ku telah lebih dulu meninggalkan kami semua. Hal ini menyadarkan aku tentang banyak hal.. bahwa usia ku ternyata sudah diatas kepala 40 yang artinya kami sangat rentan terhadap penyakit. Dan yang terpenting adalah bahwa kami tak pernah tahu apa yang akan terjadi pada kami..bahkan beberapa menit setelah aku menuliskan kalimat ini.

Selamat jalan temanku, Tuhan Yesus telah menyiapkan tempat paling indah untukmu.

------------------------------------
Kutak tahu hari esokku

kutak tahu hari esokku
Ku hanya tahu berlalu
Kutak tahu esok terangkah
atau kah jadi gelap

Ku tak kuatir hari depan
karena kutahu janji Hu
Kini ku bersandar selalu
karena Hu maha tahu

Oh esok banyak perihal
meskipun tidak tahu
tapi tahu siapa penguasa
lebih tahu pembimbingku

Makin jalan makin terang
bagai tangga ke surga
tiap beban makin meringan
hingga awan jadi glap
disana terang benderang
tak ada air mata
anugrah selalu melimpah
Gembira bersekutuan

Oh esok banyak perihal
meskipun tidak tahu
tapi tahu siapa penguasa
lebih tahu pembimbingku

Ku tak tahu hari esokku
Mungkin lah kekurangan
tapi Hu yang diharapkan
selalu disisiku

Mungkinku harus berjalan
Melalui air dan api
tapi Hu berjalan dulu
Darahnya melindungi

Oh esok banyak perihal
meskipun tidak tahu
tapi tahu siapa penguasa
lebih tahu pembimbingku

Tell the truth, deliver your promise and be fair.


Organizations are no longer build on force, but on trust, begitu kata Peter F. Drucker.

Masih dalam buku yang sama Leadership in Action, Subarto Zaini membahas mengenai kepercayaan.

Apakah kepercayaan itu?
Kita sering bicara tentang kepercayaan, tapi apakah arti dari kepercayaan itu sendiri. Jack Welch mengatakan bahwa kepercayaan itu baru dapat kita pahami ketika kita merasakannya. Kepercayaan terjadi ketika para pemimpin bersikap transparan, terus terang dan memegang teguh ucapannya. Tidak pagi kacang sore kedelai, mungkin seperti itu maksudnya.

Stephen M. R. Covey berkali-kali mengatakan bahwa rendahnya kepercayaan akan berdampak negatif yang sangat besar dan kepercayaan yang tinggi memberikan dampak yang luar biasa.
Dalam bukunya yang berjudul The Speed of Trust, Stephen menyampaikan bahwa ketika orang tidak percaya, maka segala hal akan berjalan lambat karena perlu pemeriksaan, pengecekan, diyakinkan berkali-kali, sehingga bukan saja perkerjaan berjalan lambat tetapi biayanya pun menjadi tinggi. Sebaliknya bila orang percaya, maka semuanya akan berjalan lebih lancar dan cepat, serta biaya pun dapat dihemat.

Diceritakan tentang Jim, seorang penjual donat dan kopi di jalanan di New York City. Selama waktu sarapan dan makan siang, tokonya selalu dipenuhi antrian orang yang ingin membeli donat dan kopinya. Beberapa orang yang tak suka mengantri memutuskan untuk tidak membeli donat dan berlalu pergi. Akhirnya ia memutuskan untuk menaruh sekeranjang uang pecahan kecil dan membiarkan pelanggannya untuk membayar dan mengambil sendiri kembaliannya. Awalnya ia menyangka akan mengalami kerugian namun ternyata Jim malah menemukan bahwa banyak pelanggan justru memberi tip dalam jumlah besar. Ini juga mempercepat antrian orang yang akan membeli donatnya, sehingga dia bisa menjual lebih banyak donat. Jim menemukan bahwa pelanggannya senang merasa dipercaya. Bukankah kita juga demikian.

Kata-kata ini tepat adanya. Hal ini sering kita rasakan dalam kehidupan berorganisasi. Saat kepercayaan satu sama lain amat tinggi, rasanya semua mudah sekali untuk dibangun, dari kebersamaan sampai semua mimpi mudah menjadi kenyataan. Namun saat kepercayaan begitu rendah, curiga antara yang satu dengan yang lain, yang ada bukan lagi kebersamaan tapi permusuhan, dukung mendukung yang tak jelas, pembentukan kubu yang entah untuk tujuan apa. Akhirnya isi pertemuan, isi meeting hanya membahas masalah ketidakpercayaan, kesalahpahaman dan perseteruan. Hati tak damai, kerja tak semangat. Energi kita habis hanya untuk menyelesaikan konflik. Itu jika bisa diselesaikan. Konflik malah kadang menjadi berkepanjangan, entah sebenarnya apa yang dicari oleh setiap orang yang ada di organisasi ini.

Bagaimana agar kita dapat menjadi Pemimpin yang dipercaya.
Ternyata tugas utama kita sebagai pemimpin adalah membangun rasa percaya. Ada dua hal yang mempengaruhi kepercayaan anggota tim kepada kita yaitu karakter dan kompetensi kita.
Karakter disini mencakup integritas dan niat baik kita. Sementara kompetensi mencakup kemampuan, ketrampilan, kinerja, dan rekam jejak kita.

Kita sebagai pemimpin juga harus mempercayai tim kita. Bukan kepercayaan tanpa ekspektasi dan akuntabilitas, melainkan percaya yang cerdas, yaitu dengan ekspektasi yang jelas dan sistem akuntabilitas yang dibangun terintegrasi ke dalam sistem organisasi. Pemimpin yang baik sadar bahwa suasana saling percaya harus dibangun dan akan berpengaruh besar pada setiap hubungan, setiap komunikasi, setiap proyek, dan setiap kerja sama bisnis. Ketika saling percaya hadir, maka segalanya akan berjalan lebih cepat dan biaya pun akan lebih murah.

Suasana saling percaya perlu secara khusus dibangun, dimulai dari membuat diri kita sendiri bisa dipercaya. Sifat-sifat baik seorang pemimpin yang akan membuatnya dipercaya antara lain adalah berbicara jujur, menghargai orang lain, membangun transparansi, memperbaiki hal-hal yang tidak benar, menghasilkan kinerja yang baik, bertanggung jawab, mendengarkan, menjaga komitmen, dan mempercayai tim.

Menelusuri tulisan Subarto Zaini di buku ini, ternyata juga mengalami pengalaman yang sama. Disaat kepercayaan rendah, disaat waktu dan energi hanya terkuras untuk menyelesaikan konflik, pengambilan keputusan menjadi sangat lamban dan bertele-tele, penulis buku ini akhirnya memilih untuk mundur dari tempat bekerjanya. Tak ada yang bisa diubah dan perlu dipertahankan.

Menurut penulis kepercayaan bisa kita bangun dengan menjalankan 3 hal yang disampaikan oleh George Tahija, yang ada dalam konsep Good Corporate Governance (GCG). Hanya dengan menjalan tiga hal ini saja sudah cukup untuk membangun kepercayaan, yaitu Tell the truth, deliver your promise and be fair. Cukup kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, di organisasi, di keluarga, dan di masyarakat, maka kepercayaan akan terbangun.

---------------
Kepercayaan adalah dasar kepemimpinan. Saat melanggar kepercayaan yang diberikan oleh anggota tim kita, maka tamatlah riwayat kita sebagai pemimpin.
John C. Maxwell
________________________________________

Sabtu, 03 September 2011

Bukan Rahasia - Ahmad Dhani (Dewa 19)



Bukan rahasia bila segenggam kekuasaan
lebih berharga dari sekeranjang kebenaran
Bukan rahasia bila penguasa pun bisa
merubah sejarah dan memutar balikkan fakta

Bukan rahasia, bila aku adalah seorang pemimpi
dan aku bukanlah satu-satunya di dunia ini
Bukan rahasia, bila kehidupan di dunia
hanyalah permainan dan senda gurau belaka
Bukan rahasia, bila aku adalah seorang pemimpi
dan aku bukanlah satu-satunya di dunia ini

Reff
Bukan rahasia, Bila aku...
menginginkanmu setengah mati
Bukan rahasia, Bila aku...
menunggu kamu, sampai kau mau
Bukan rahasia

Bukan rahasia bila imajinasi
lebih berarti dari sekedar ilmu pasti
bukan rahasia bila aku adalah seorang pemimpi
dan aku bukan lah satu satunya di dunia ini

Reff*

Dewa 19

Saat aku duduk berdua....




Bukan kebahagiaan yang membuat kita mampu bersyukur..
Tapi karena bersyukurlah .. kita mampu merasakan kebahagiaan...



Duduk berdua Yo di Funworld. Sebenarnya aku tak perlu duduk di Funworld seandainya Yo mau sedikit mengerti. Sudah lama putri-putriku belum kuantar untuk facial, dan ini adalah hari terakhir mereka libur dan aku ingin memanfaatkan hari ini untuk menyelesaikan tanggungjawabku yang satu ini. Tapi Yo ngotot setengah mati ingin ikut dan dari kalimat yang keluar tak terlalu jelas tertangkap dia tak masalah menunggu kami semua selesai facial. Awalnya aku pikir aku bisa memfacial sekalian mukaku ini..daripada aku menunggu tanpa kejelasan. Tapi ternyata rencana tinggal rencana. Yo tetap pada pendiriannya..HARUS IKUT.

Duduk berdua Yo di Funworld. Menatapi muka-muka ceria yang berlari-lari dan berloncat-loncat kegirangan atau yang berteriak-teriak karena diputar-putar dan di ontang anting di Funworld ini membuat kami berdua tertawa tiwi sendiri. Memang indah masa kecil..masa anak-anak. Aku tak pernah punya keberanian untuk menemani putri-putriku diputar-putar seperti itu dan biasanya Yo yang selalu menemani. Bersyukur kami telah melewati masa kanak-kanak putri kami dengan Yo dalam kondisi sehat. Sehingga dia dapat menggendong, dapat menemani bermain di permainan-permainan penuh tantangan.

Duduk berdua Yo di Funworld. Aku merasa bukan sebuah kesengajaan ketika mata kami berdua menatap pada arah yang sama. Seorang anak dengan kaki yang kecil dan kepala dengan ukuran diatas rata-rata. Anak itu memperhatikan anak lain bermain sebuah permainan yang bernama vertigo. Anak-anak di putar-putar luar biasa cepat. Anak-anak itu berteriak-teriak antara takut dan riang. Anak itu yang tak sengaja kami perhatikan, sedang tersenyum mendengar teriakan dan melihat ekspresi anak-anak yang ketakutan dan kegirangan. Suara hati kecilku menegur aku.. pantaskah kekesalanku tadi pagi.. pantaskah aku merasa berat menunggu Yo berjalan.. pantaskah..pantaskah..dan pantaskah-pantaskah lain menegur-negurku.. Lihat anak kecil itu.. bagaimana menderitanya dia.. bagaimana sulitnya dia berjalan..bagaimana kegelisahan dan kesedihan orang tuanya.. masih pantaskah aku bertanya..kenapa aku.. kenapa aku harus seperti ini.

Duduk berdua Yo di Funworld. Apakah sebuah kesengajaan juga ketika aku melihat seorang putri kecil berwajah jelita yang mendapatkan kelainan pada wajahnya. Sebuah tanda yang tak bisa hilang berada di wajahnya. Lihat.. kurang apa yang Tuhan berikan padaku. Kenapa tak pernah mampu aku bersyukur. Kenapa aku baru merasa harus bersyukur setelah melihat penderitaan orang lain yang lebih dari aku. kenapa aku tak pernah berhenti-hentinya membandingkan keadaanku dengan orang lain..aku selalu melihat diriku amat menderita.. menjadi ibu sekaligus ayah untuk anak-anakku dalam kondisi Yo seperti ini, tak punya teman bicara..karena Yo kehilangan kemampuan untuk berbahasa. Urusan rumah tangga..dari segala sesuatu yang rusak sampai persoalan anak-anak harus aku tanggung sendiri. Dan kulihat orang lain, mempunyai pasangan yang sempurna..yang mampu melindungi siang dan malam. Ya kadang aku memandang kebahagian seperti pelangi.. dia selalu ada diatas kepala orang lain.

Duduk berdua Yo di Funworld. Mataku diberikan pemandangan yang lain. Karena mataku selalu membandingkan..diberikan pembanding lain yang lebih menderita daripada aku. Kenapa aku harus selalu begini. Kesadaran selalu datang ketika kutemukan orang lain yang lebih menderita dari aku. Dengarlah.., kita tak akan pernah bersyukur jika terus meneruskan membandingkan hidup kita dengan orang lain yang lebih baik dari kita. Berhentilah mengeluh..apakah masih pantas mengeluh setelah melihat semua itu tadi. Kesulitan yang aku alami ini bukan untuk menjatuhkan aku, tapi untuk menguatkan aku dalam melanjutkan perjalanan.

Duduk berdua Yo di Funworld. Kenapa aku tak henti-hentinya berpikir bahwa keadaanku adalah sebuah bentuk hukuman yang memang ditujukan padaku, entah untuk menghancurkan aku, atau sebagai karma untukku. Kenapa aku selalu menyalahkan Tuhan, menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan atas semua yang harus aku jalani. Kenapa aku tak mampu berpikir bahwa kesulitanku, masalahku, bebanku, adalah sebuah kekuatan untuk membangkitkan aku. Aku sedang dipersiapkan untuk sebuah hal yang lebih besar. Kenapa aku selalu menganggap diriku adalah korban. Padahal kalau aku bisa berpikir positif, kesulitan ini, beban ini, masalah ini, akan membawa aku pada sebuah pertumbuhan, potensi baru, kesempatan baru, bahkan sebuah kekuatan baru..untuk melanjutkan perjalanan hidupku.

Duduk berdua Yo di Funworld. Kenapa aku mengatakan diriku tak bahagia. Padahal kebahagiaan adalah bagian dari pola pikirku sendiri. Bahagia itu sebenarnya tidak ditentukan oleh situasi yang kita hadapi tapi oleh pilihan yang kita buat setiap harinya. Apakah aku memilih bahagia atau bersedih. Aku seharusnya memilih untuk merasa bahagia ditengah kesulitan, karena itu artinya aku sedang dipersiapkan untuk sebuah kemudahan.

Duduk berdua Yo di Funworld. Tugas saat ini adalah hanya percaya..bahwa dibalik kesulitan..masalah dan beban yang aku alami pasti ada rencana yang indah dan berkat yang melimpah yang sedang dipersiapkan oleh Tuhan untuk aku. Percaya bahwa aku akan dibawa ketingkat yang lebih tinggi. Jadi tak ada alasan untuk memilih tidak bahagia. Dan aku tahu orang yang paling berbahagia adalah orang yang mampu memberikan kebahagiaan terbesar kepada orang yang kita sayangi.

Kebahagiaan bukanlah apa yang kita miliki, siapa kita dan dimana kita berada, atau apa yang kita lakukan..tapi ditentukan oleh apa yang kita pikirkan. Dale Carnegie.





Koloni - sebuah ajang unjuk kreatifitas anak negeri




Kalau bukan karena keinginan putri sulungku mungkin aku juga tak pernah mengunjungi "KOLONI-tempat kreasi anak Indonesia" di MOI. Putri sulungku meyakinkan bahwa tempat ini punya nilai tersendiri. Koloni terletak di Lantai Dua di Mall of Indonesia. Menuruti keinginannya sama saja dengan membuat Yo semakin lelah. Tapi ternyata Yo tidak berkeberatan untuk melihat kesana. Aku yakin ingatan-ingatan Yo tentang mimpinya dulu sebagai designer interior belum hilang dari kepalanya, walau sakit telah merengut semua mimpinya.

Ketika sampai di Koloni, aku melihat memang ada nuansa yang berbeda. Ternyata kreatifitas anak negeri ini memang perlu diacungi jempol. Harganya pun di bandrol selangit. Wajarlah untuk sebuah kreatifitas. Sebenarnya aku ingin mengambil mengambil beberapa gambar dengan tustelku..tapi seperti biasa anakku meributkan aku. "Mami.. dilarang foto-foto disini..jangan membuat malu deh..". Terpaksa kubatalkan niatku. Padahal aku yakin kalau kita mengambil foto juga tak masalah. Tapi baiklah..aku mengikuti saja keinginan anakku.

Kreatifitas disini bermacam-bacam dari ban-ban bekas yang bisa disulap menjadi tempat duduk yang begitu artistik dengan dibalut warna abu-abu. Kayu-kayu yang biasa ditemui di madura bisa menjadi gantungan-gantungan pakaian nan indah, dan tempat display sepatu yang menarik. Malu aku jadinya ketika aku pusing setengah mati dengan ban-ban bekas yang menumpuk di rumah. Mau diapakan ban bekas itu, akhirnya aku kirim ke tempat suster untuk dicat warna warni menjadi alat permainan anak-anak. Padahal seharusnya aku juga bisa menyarankan kepada suster jika lebih bisa digunakan untuk tempat duduk.

"Mami..banyak tempat-tempat seperti ini, tak hanya disini. Tapi mami tak pernah mau aku ajak untuk melihat karya disainer-disainer lokal. Daripada mami membeli tas yang dibuat masal lebih baik mami membeli ditempat-tempat seperti ini..harganya kadang tak jauh berbeda..dan ini buatan Indonesia.." kata putri sulungku. Wah..tak pernah kuduga bisa keluar kalimat seperti itu dari mulutnya. Makin bangga saja aku pada putriku ini.

Kami menikmati semua kreatifitas itu..dari kaos-kaos yang bergambarkan dan wejenang Ki Hajar Dewantara, tentang cinta negeri, tas dan sepatu berbahan batik yang mahalnya sungguh luar biasa untuk ukuran kantongku.

Kadang kita ini memang kurang menghargai karya bangsa sendiri. Selalu bangga dengan karya orang lain. Padahal di dalam negeri kita sendiri tersembunyi potensi yang luar biasa. Kita baru menyadarinya setelah negara lain mengakui kekayaaan kita.

Imajinasi adalah awal dari suatu kreasi. Kita membayangkan apa yang kita inginkan, menginginkan apa yang kita bayangkan, dan akhirnya menciptakan apa yang kita inginkan..
-George Bernard Shaw-

Kita tak pernah bisa menghabiskan kreatifitas. Semakin kita menggunakan.. semakin banyaklah kreatifitas itu.
-Maya Angelou_

Jumat, 02 September 2011

Menjadi Lentur dan Lunak untuk menjadi Kuat..




Lagi-lagi masih dari buku Leadership in Action karya Subarto Zaini, karena memang buku ini belum selesai aku baca. Aku belum mampu mempraktekan membaca kilat, mungkin karena sudah kena faktor U. Satu kalimat saja harus aku baca berulang-ulang agar aku mampu memahami. Mungkin selain harus belajar membaca kilat, aku juga harus meminum suplemen untuk menambah kecerdasan.

Subarto Zaini mengajak kita untuk mendengarkan Lao Tzu. Jika ingin tahu siapa Lao Tzu, coba ingat kalimat bijak ini "Suatu perjalanan seribu mil dimulai dari satu langkah" Nah ini lah kalimat bijak dari Lao Tzu lebih dari 2500 tahun yang lalu dia mengatakan kalimat bijak ini. Dan lihat hingga kini kalimat itu masih tetap relevan.

Siapakah Lao Tzu ?
Lao Tzu adalah seorang pemikir dan ahli falsafah China kuno yang menjadi penasihat kaisar dan para pemimpin politik China pada jamannya. Tugasnya adalah memberikan masukan pada mereka agar para pemimpin menjadi lebih arif dan bijak dalam menjalankan kepemimpinannya. Lao Tzu menghimpun pemikirannya dalam sebuah buku yang berjudul Tao Te Ching yang artinya buku bagaimana sesuatu terjadi atau berlangsung.

Lalu apa yang dikatakan Lao Tzu tentang kepemimpinan ?
Lao Tzu meyatakan bahwa seorang pemimpin adalah laksana air. Air membersihkan dan menyegarkan semua mahluk dan semua benda ciptaan Tuhan. Tanpa membeda-bedakan, tanpa pandang bulu, dan tanpa pilih kasih. Dengan meneladani air seorang pemimpin harus cair dan responsif, yang berarti harus luwes, lunak dan tidak memaksakan diri.

Sebagai pemimpin kita seharusnya dapat bekerja sama dengan siapapun dan dalam keadaan apapun. Bicaranya jujur dan sederhana. Ia hanya mengintervensi pekerjaan anggota tim jika diperlukan dan hanya untuk memperjelas dan menciptakan keserasian. Seorang pemimpin yang tidak memaksakan kehendaknya tidak akan menghadapi penolakan dan resistensi dari anak buahnya.

Seharusnya kita jangan mengukur kesuksesan diri kita berdasarkan pujian. Jika berdasarkan pujian kita akan selalu dihatui oleh kecemasan sepanjang hidup kita. Kalau dipuji kita senang, tapi jika mendapatkan kritik kita merasa terpukul. Ketenaran dan reputasi memang berat bagi kita sebagai pemimpin.

Lalu apa ukuran yang tepat sebagai kesuksesan seorang pemimpin ?
Ternyata ukuran kita sebagai pemimpin ditentukan dari keberhasilan kita dalam mendidik dan mengembangkan anggota Tim atau bawahan kita. Menurut Lao Tzu jika anak buah kita atau anggota tim kita sering mencela kita jika kita tidak berada di antara mereka itu artinya banyak yang harus kita perbaiki sebagai pemimpin. Namun bila anggota tim atau bawahan kita selalu menyanjung kita, memuji kita apabila kita tidak ada diantara mereka, kita boleh patut merasa lega. Pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang anggota timnya mengatakan "Kita mampu mengerjakan sendiri".

Pemimpin itu bisa diibaratkan seorang bidan. Tugasnya hanya membantu melahirkan bayi bukan dia yang melahirkan. Yang melahirkan tetap sang ibu. Dia hanya menciptakan situasi agar sang ibu merasa terbantu dan nyaman dalam melahirkan sang bayi. Demikian lah seharusnya kita sebagai pemimpin, kita tak perlu mengintervensi. Kita wajib membuat kehadiran kita dirasakan oleh anggota tim kita untuk memberikan dorongan atau bantuan bila diperlukan.

Sebagai pemimpin ternyata kita harus memiliki dua aspek dalam kepemimpinan, yaitu aspek maskulin (Yang) dan aspek feminim (Yin). Aspek maskulin ini artinya pemimpin harus mampu mengambil keputusan serta bertindak dengan tegas dan penuh kekuatan. Namun juga harus mampu mempunyain aspek Feminin agar pemimpin mampu menjadi pemimpin yang sangat terbuka, mudah menerima pendapat dari orang lain dan mampu menunjukkan kelemahlembutan yang menyegarkan dan menyehatkan.

Sebagai pemimpin yang ingin menjadi pemimpin yang arif kita harus menyadari adanya paradoks dalam kehidupan. Unjuk kekuatan biasanya menunjukkan kelemahan. Apa yang naik, pasti akan turun. Kalau kita ingin kaya, maka banyaklah memberi. Air akan mengikis habis batu karang. Semangat akan mengalahkan kekuatan. Yang lemah akan mengalahkan yang kuat.

Cinta kasih kepada semua mahluk, kesederhanaan, kesetaraan dan kewajaran merupakan kualitas seorang pemimpin, yang dapat mengantarkan kita kegerbang kesuksesan. Karena itu bisa membuat sebuah keharmonisan.

Diakhir tulisannya Subarto menuliskan kesimpulan dari perenungannya tentang pengajaran Lao Tzu ini. Pada saat dilahirkan, manusia itu lentur dan lunak. Pada saat meninggal ia kaku dan beku. Apa yang lentur dan lunak cenderung tumbuh dan berkembang. Apa yang kaku dan beku adalah tanda kematian.

Kemampuan untuk menjadi Lentur dan lunak akan membuat pemimpin menjadi lebih kuat. Yang Lentur dan lunak itu kuat. Yang kuat itu lemah. Kedengarannya aneh ya.. lunak bisa kuat..kuat bisa jadi lemah. Tapi sepertinya masuk akal juga. Itulah salah satu paradoks yang menjadi pegangan kepemimpinan berbasis Tao. Apakah kita berani menerapkannya. Menjadi lentur dan lunak untuk menjadi kuat.



Diammu sudah melewati batas...


"Hai.. apa saja yang telah kau tulis.. jangan membuat orang berprasangka tentang banyak hal tentang kamu .. " pelan suara itu terdengar tepat di telingaku.
"Ahh.. apakah salah aku menuliskan segala hal yang ingin aku tulis.. entah itu pengalaman aku..entah itu imajinasiku.. aku senang berkhayal..aku senang mengamati.. walau aku punya banyak keterbatasan dalam merangkai kata.. tapi aku ingin menuliskannya.." kujawab suara pelan itu setengah berbisik.."Kenapa kamu ingin membatasi ruangku.. imajinasi aku.. khayalanku.. ekspresiku.. semuanya.. kenapa dunia ini isinya hanya batasan-batasan saja.. padahal aku hanya ingin menulis.." lanjutku masih dengan berbisik..

Dia mengangguk-angguk seolah paham isi hatiku.. "aku mengerti.. tapi bukan berarti semua harus kau tuliskan.. juga tentang aku.." katanya amat lembut nyaris tak terdengar.. saat berkata 'juga tentang aku'.
"Haiii.. apa salahnya aku bercerita tentang kamu..keberatan??" kucari bola matanya untuk mendapatkan sebuah kebenaran. Dia tersenyum amat manis..sambil menggelengkan kepala.."seandainya tentang yang baik..tapi tulisanmu....." kalimatnya masih menggantung.. "tak bisakah kau berbicara langsung padaku.. aku selalu siap mendengar.." rajuknya.

Aku terdiam.. ku tarik nafas panjang dan berkata.. "kamu tak pernah siap mendengar.. kamu hanya siap membaca..". Dia terdiam seribu bahasa..sampai sekarang...Diam mu sudah seperti bongkahan batu keras.. yang tak mudah kukikis..bahkan dengan tetesan airmata sekalipun. Diam mu telah melewati batas.





Kamis, 01 September 2011

Ku rindu pada deburan ombak...



Kamu tahu.. entah kenapa hari ini aku begitu merindukan deburan ombak.

Ku ingat saat kita duduk di tepi pantai di sore hari..
Kamu bercerita tentang banyak hal..
tentang dirimu.. impianmu.. semuanya tentang kamu..
Aku hanya mampu mendengarkan dan mendengarkan..
Lalu kita tertawa saat mengenang bagaimana kita pertama kali bertemu..
Teringat kacang yang berhamburan di kelas..
Teringat kamu menyebutku "srikandi" sambil membuka majalah berisi tulisanku..
Adakah yang lebih indah dari itu semua...

Ku ingat saat kita berdiri di tepi pantai dalam kegelapan malam.
Memandang ombak yang bergulung mencium bibir pantai..
"Kamu suka ombak.." begitu tanyamu..aku hanya mampu mengangguk..
Kemudian kamu bercerita soal ombak... ombak adalah lambang kesetiaan. Dia tak lelah lelahnya menghampiri bibir pantai..
Ya.. setia.. tak kenal lelah.. selalu menghampiri bibir pantai..
Ya.. setia.. tak kenal lelah.. selalu menghampiri bibir pantai..
Ya.. setia.. tak kenal lelah.. selalu menghampiri bibir pantai..


----------------------------------------------------
Kau pikir aku ada di sini untuk apa
Kau kira sejauh ini ku datang untuk siapa
Sangat ingin ku katakan ini untukmu

Kau pengaruh terpenting di dalam hidupku
Entah apa ku juga terpenting bagimu
(Untuk Siapa - Shanty)
---------------------------------------------------

BELAJAR DARI PO SI PANDA YANG BAIK HATI




Kisah mu mungkin tidak memiliki awal yang indah tapi itu tidak menentukan siapa dirimu. Sisa hidupmu dan pilihan hidupmu lah yang penting dan menentukan siapa dirimu. Jadi, siapa kamu Panda?

Kalimat dari Kambing Peramal ini membuat aku merasa harus mengingat-ngingat kalimat ini. Kungfu Panda 2 ini memang tak bisa dilihat sambil lalu, kalimat-kalimat yang meluncur punya makna yang dalam. Terutama sikap PO dan keputusan-keputusan yang diambil PO Panda yang menggemaskan.

Bagaimana PO mencari-cari tahu masa lalunya. Bagaimana seorang Panda bisa memiliki ayah seekor Angsa. Bagaimana Po dikalahkan oleh masa lalunya. Dan karena kedamaian jiwanya lah ia bisa terlepas dari belenggu masa lalu. Seperti ketika dia bicara dengan Lord Shen. Betapa ia mengampuni semua perbuatan Lord Shen, dan kalimat yang disampaikan oleh Peramal disampaikan juga kepada Lord Shen. Tapi Lord Shen lebih memilih menghunuskan pedangnya ke arah Po dan ingin menghabisi Po. Siapa yang menabur dialah yang menuai. Siapa yang jahat pasti akan menuai akibatnya.

Disini juga kita melihat, bagaimana akibatnya jika kita meremehkan orang lain. Lord Shen tidak percaya dengan apa yang dikatakan peramal bahwa Po sanggup mengalahkannya. Apalagi saat mereka tahu bahwa Po adalah seekor panda. Kita tak seharusnya menilai orang dari luarnya saja. Terkadang orang yang kita remehkan sanggup melakukan hal yang besar yang tidak kita sangka sangka. Dan ini juga membuktikan bahwa Po yang berbadan tambun ini mau berusaha untuk meraih impiannya. Bagaimana dia mencari dan mencari kedamaian jiwa.

Dan juga bagaimana perintah seorang pemimpin yang tidak baik, tidak akan diikuti oleh anak buahnya. Lihat saat Lord Shen memerintahkan untuk menembak dan menembak. Serigala menolak. Kenapa dia menolak, karena dia juga harus melindungi keselamatan serigala-serigala lainnya. Hati yang menentukan pilihan.

Dan juga saat Tiger memeluk Po..dan berkata.."orang keras pun bisa mengerti.." ahhh rasanya senang sekali mendengarnya... entah kenapa.

Banyak hal yang kita pelajari dari film ini dari persahabatan, team work dan kebersamaan yang tulus. Lihatlah ketika mereka hampir menang mengalahkan Lord Shen, tiba-tiba Po terkenang masa lalunya dan membuat mereka kalah. Mereka tidak saling menyalahkan. Tigress si Tiger merasa ada sesuatu yang tak beres dengan Po. Dan juga ketika di kapal bagaimana mereka mencoba untuk mengerti kegundahan yang dirasakan oleh PO walau PO sendiri tak mau mengakuinya kalau sedang galau. Juga kita belajar.. Bagaimana impian harus diraih..bagaimana memperoleh kedamaian jiwa. Dan bagaimana satu sama lain saling memotivasi sahabatnya yang telah patah semangat. Kita juga melihat bagaimana Po dan teman-temannya meyakinkan pendekar buaya dan pendekar kerbau untuk mau memperjuangkan kungfu. Dan walaupun mereka menolak tak pernah menyurutkan semangat Po.

Po si Panda yang pintar Kung Fu.. memang amat menggemaskan.. apalagi saat dia kembali dan mengatakan bahwa dia tahu siapa dia kepada si Angsa Tua ayahnya..."aku adalah anakmu.."

Tak ada ruginya menonton film ini.. dan pantas saja Putri-putriku menonton film ini dua kalipun masih bisa tersenyum dan tertawa. Dan mereka menjadi lebih tertawa-tawa lagi ketika aku mengatakan bahwa Po mengingatkan aku pada seseorang yang begitu jenaka dan baik hati serta mempunyai kedamaian jiwa.....Melihat Po seperti aku melihat Yossi.

Alarm oh alarm....


Mencari baterai alarm ternyata tak semudah yang aku bayangkan. Dari mencari ke SS Foto yang biasanya menjual baterai secara lengkap sampai ke Fuji Film, bahkan ke ACE Hardware pun baterai seukuran koin 100 rupiah ini tak juga ada.

Toko jam tangan di dekat rumah sudah tutup dari jam lima sore. Alarm mobil mulai ngambek saat berada di Metropole..membuat badanku jadi panas dingin membayangkan setelah nonton Kungfu Panda terpaksa harus berurusan dengan mobil yang tak bisa dibuka. Ku pikir toko-toko yang besar saja yang akan menjual baterai ukuran 25 itu.

Mula-mula ke SS Foto di seberang TIPTOP..tak ada. Ke Fuji Film..tak ada juga.. ke TIPTOP tak ada juga.. ke SS Foto di Paus.. tak ada juga dengan alasan sama semuanya. Habis belum diantar lagi. Kemudian begitu teringat ACE Hardware aku mulai bernafas lega. Tak mungkinlah di toko serba lengkap ini tak ada si coin yang susah dicari itu. Ternyata jawabannya pun sama "habis belum di antar lagi..." . Mungkin toko-toko ini punya boss yang sama atau punya penasihat marketing yang sama, bisa kompak semua jawabannya "Habis belum di antar lagi."

Dalam keputusasaan aku mencoba-coba berpikir..harus dicari kemana si coin langka ini. Rasanya sudah capai dan sudah pusing memikirkan mobil yang tak bisa terkunci nanti malam. Melewati jalan Paus dimana banyak penjual kaki lima..aku mencari-cari..siapa tahu si koin langka ini ada disini. Adakah penjual jam disepanjang jalan paus ini, biasanya pedagang kaki lima punya stok baterai untuk jam yang dijualnya. Ternyata dari sekian pedagang kaki lima ada satu yang menjual jam.

Kutanyakan dan kutunjukkan si koin langka itu, sambil berharap-harap cemas. Penjual jam itu membongkar-bongkar stok baterainya. Sepertinya semua ukuran ada di sana.. mudah-mudahan yang nomor 25 ada. Puji Tuhan ternyata ada. Segera sang pedagang tanpa bertanya memasang koin langka tersebut. Tanpa bertanya apakah aku setuju atau tidak. "Dua puluh ribu tidak bisa ditawar-tawar lagi. Harga pas.." katanya tanpa ekspresi. Basa-basi aku menawar, padahal dalam hatiku sih sudah ingin membayar .. baterainya juga sudah terpasang masak tidak jadi beli. Akhirnya selesailah transaksi. Dia menjual tiga puluh ribu sekalipun pasti aku bayar. Ini masih lebih baik kan daripada meninggalkan mobil dalam keadaan tak terkunci.

Melihat kejadian ini aku jadi ingat BPR ku.. mungkin seperti inilah nasabah BPR. Setelah keliling-keliling ke Bank Umum tidak dapat akhirnya ke BPR. Entah karena sulitnya memenuhi berkas administrasi, entah karena usia, entah karena usahanya, entah karena apapun yang pasti..bukan tak dapat dilayani di Bank Umum..tapi yang dicari tidak ada di Bank Umum.

Atau ada juga yang memang sudah tahu bahwa untuk membeli jam tangan dan baterai untuk ukuran dirinya tak perlu ke toko-toko yang besar..dia merasa cukup membeli di kaki lima.

Inilah yang dimaksud dengan rejeki sudah ada yang mengatur.. inilah yang dimaksud dengan siasat menghadapi persaingan. Boleh saja ada toko besar..tapi toh ternyata kaki lima pun mempunyai pangsa pasarnya sendiri.

Malam ini memang jengkel luar biasa dan capek pastinya karena merasa "dikerjai" oleh alarm. Tapi aku merasa tertolong dengan adanya kaki lima itu.. ternyata toko-toko besar itu belum tentu paham kebutuhan konsumennya...

Rabu, 31 Agustus 2011

Mandi... ayo Mandi....


Perkara mandi sebenarnya perkara yang remeh temeh. Tapi entah kenapa di rumah ini, ternyata didiami oleh sepasukan orang yang rasa malasnya terlalu tinggi untuk mandi. Dari ayah, ibu sampai anak-anaknya. Dan ini selalu terjadi di hari libur.

Hari libur selalu diisi dengan pertengkaran kecil soal mandi. Tak ada satu pun mahluk di rumah ini yang mau mandi duluan. Semua begitu bangun tidur langsung menikmati kegiatannya tanpa harus mandi. Mau makan ya makan setelah menyikat gigi. Mau nonton ya nonton sambil memeluk guling..mau membaca ya membaca sambil menumpuk bantal setinggi-tingginya sebagai sandaran kepala.. yang mau belajar ya langsung belajar sambil mengerjakan PR di tempat tidur sambil menggoyang-goyangkan kakinya. Yang mau menjahit ya langsung menjahit.. yang mau browsing ya langsung menyalakan notebook. Setelah itu pasti sebentar-sebentar beranjak ke tempat tidur.. memeluk bantal..terlelap sebentar dan kemudian terbangun lagi melanjutkan aktifitasnya.

Pertengkaran soal mandi juga bisa membuat menangis. Sang ayah menuntut anaknya untuk mandi duluan.. sang ibu meminta ayahnya untuk mandi duluan.. sang anak ingin ibunya saja yang mandi karena anak dan ayah tidak ada yang mau mengalah. Akhirnya semua tidak ada yang mandi.

Ketika sang ayah sudah bersuara tinggi.. anak semakin kesal. Inilah yang disebut sebagai dibutuhkannya role model.. bahkan untuk urusan mandipun dibutuhkan role model. Dibutuhkan contoh. Siapa yang membuat peraturan ya dia harus memberikan contoh terlebih dahulu...harus bisa menjadi panutan. Sang anak..kesal kemudian menangis dan kemudian mengambil handuk dan pakaian. Sang ayah yang menyesal karena sudah meminta sang anak mengikuti kemauannya juga menyesal kenapa tidak bisa menjadi panutan juga mengambil handuk dan pakaian kemudian segera masuk kamar mandi. Sang ibu menatap dengan menyesal kenapa juga tak buru-buru mandi.

Mandi.. perkara yang mudah tiba-tiba menjadi perkara yang sulit dan berubah menjadi sebuah pertengkaran kecil yang berujung pada penyesalan karena semua merasa bersalah.
Ya hari libur kadang semua penghuni rumah ingin menikmatinya dengan bermalas-malasan namun kadang berujung pada pertengkaran kecil...dan hanya untuk masalah sepele.. MANDI..
Ternyata menjadi orang tua itu amat sulit.. harus mampu memberi contoh dan menjadi contoh.. menjadi panutan setiap saat..setiap waktu..tak boleh lengah...
Bahkan untuk urusan mandi....
Ayoooo pada mandiiiiiiiiiiiii.....


----------------------------------------

Mari ingat sebuah lagu....

Mandi..ayo mandi.. pake sabun mandi.. jangan tunggu-tunggu perintah ibumu...
Yaa... barangkali ibunya juga malas mandi seperti aku....
Parah....

Foto aku seperti ultah Nana 10 tahun...




Ini adalah foto yang diminta putri bungsuku. Dia ingin mengabadikan moment yang sama dengan saat ulang tanun Nana yang ke sepuluh. Saat Nana berusia 17 tahun dia meminta aku untuk memfotonya dengan pose persis sama dengan saat ulang tahun yang ke 10 tahun. Dan inilah hasilnya. Betapa aku penuh syukur..ketiga putriku selalu rukun dan kompak...