Biar Disapu Ombak

Biar Disapu Ombak
Lupakan.. lalu semuanya akan selesai...

Sabtu, 03 Maret 2012

Delapan TIDAK dalam KASIH

Kasih bukanlah perasaan, tetapi suatu kemauan, sikap atau tindakan untuk memberi kesejahteraan kepada orang lain. Paulus mendefinisikannya dalam ayat 4b-6a adalah sebagai berikut :

KASIH TIDAK CEMBURU
Ia merelakan orang yang dikasihinya untuk memenuhi kebutuhan melalui hubungan dengan orang lain atau kegiatan dengan orang lain, artinya kasih tidak menutup kebebasan atau kemerdekaan yang dimiliki oleh orang lain. Kasih tidak mengebiri kreatifitas seseorang. Kasih juga tidak menghambat jalan untuk orang lain berkembang dan bertumbuh serta memaksimalkan karunia yang diberikan Allah kepadanya. Kasih tidak takut tersaingi. Allah adalah pemilik segala sesuatu yang ada pada kita, apalagi pelayanan kita.

KASIH TIDAK MEMEGAHKAN DIRI
Ia tidak membuat orang lain kagum terhadap dirinya. Orang kagum terhadap kerja kita adalah tidak salah, tetapi kekaguman yang kita dapat bukan menjadi tujuan atau kehormatan yang kita terima, bukan motivasi atas setiap kegiatan, pelayanan atau perbuatan kita. Ia tidak mencoba untuk menarik perhatian orang lain supaya mendapat keuntungan diri sendiri.

KASIH TIDAK SOMBONG
Ia tidak mengagung-agungkan pikirannya untuk kepentingan sendiri. Ia tidak egosentris, yaitu merasa diri mampu tanpa orang lain, tetapi ia mampu untuk berubah dan menerima perubahan, mau mendengar pendapat orang lain, memiliki keterbukaan untuk suatu pembaharuan, pertumbuhan demi suatu kemajuan. Ia memiliki kehidupan yang fleksibel.

KASIH TIDAK MELAKUKAN YANG TIDAK SOPAN
Perilaku orang ini baik. Mampu menghormati orang lain dalam hubungannya dengan Kristus. Dia seorang yang bijaksana, yaitu tahu apa dan bagaimana yang baik dilakukan.

KASIH TIDAK MENCARI KEUNTUNGAN DIRI SEDIRI
Ia berusaha untuk selalu memperhatikan kebutuhan orang lain. Ia membangun relasi atau persekutan bukan untuk kepentingan atau keuntungan diri semata, tetapi untuk saling melengkapi, saling mendewasakan dan saling menumbuhkan di dalam Tuhan.

KASIH TIDAK PEMARAH
Ia tidak mudah tersinggung, tidak memiliki kebiasaan marah, marah bukanlah hobby. Ia tidak tukang marah. Kasih tidak terlalu sensitif atau mudah sakit hati, ia tidak merasa ditolak ketika pendapatnya ditolak.

KASIH TIDAK MENYIMPAN KESALAHAN ORANG LAIN
Ia tidak berusaha menghitung-hitung kesalahan orang lain. Ia tidak mengulangi atau mengingat-ngingat kembali kesalahan yang telah dimaafkan, mampu menghapuskan kesalahan masa lampau.

KASIH TIDAK BERSUKA CITA KARENA KETIDAKADILAN
Ia tidak memandang orang lain melalui kejahatannya. Ia tidak membandingkan diri dengan orang lain untuk membela diri. Ia tidak menggunakan kejahatan orang lain untuk menutupi kelemahan diri sendiri. Ia tidak membenarkan diri dengan memakai kelemahan orang lain. Ia tidak mengatakan "setiap orang juga melakukannya"

Tulisan ini diambil dari Ringkasan Firman Tuhan tanggal 26 Februari 2012
Pendeta Yeremia



Tidak ada komentar:

Posting Komentar