Biar Disapu Ombak

Biar Disapu Ombak
Lupakan.. lalu semuanya akan selesai...

Rabu, 21 September 2011

dr. Terawan , The Rising Star Radiologi Intervensi di Indonesia.


Pernahkah membaca BBM seperti ini....

Ada info dr teman....Jika ada keluarga yg kena stroke, segera berobat ke Dr. Terawan. Dia praktek di RSPAD pagi hari dan sorenya di RS Gading Pluit. Ada beritanya di majalah Tempo, dimana penyanyi Benny. Panjaitan berhasil sembuh dr strokenya. Barusan tadi jam 8 malam, om teman sy yg kena stroke juga berhasil sembuh dr strokenya. Pengobatannya dikenal dgn nama BRAIN WASH. Nama pengobatannya adalah cuci otak yg berbasis radiologi intervensi. Pengerjaannya menggunakan mesin canggih namanya digital traction angiogram. Penyumbatan yg terjadi dipembuluh darah bisa di hilangkan shg pembuluh darah menjadi baik. Om teman sy tadi diambil tindakan hanya 20 menit, dia skrg bisa bicara dgn baik, tangannya sdh tdk kaku dan bsk sdh keluar RS dgn berjalan spt biasa. Nama dktrnya adalah Dr. Terawan Agus Putranto di RSPAD Gatot Subroto. Ybs adalah dktr subspesialis radiologi intervensi. Info di Majalah Tempo edisi No. 4017, tgl 27 Juni - 3 Juli 2011, halaman 86. - mudah2n bermanfaat.

Ini bukanlah Hoax.. tetapi memang benar adanya. Karena Yo, suamiku sudah terjadwal untuk DSA Trombolisis pada akhir bulan nanti. Apakah aku tidak mau membagi informasi, tentu saja bukan..karena aku sendiri masih mencari dan mencari apa yang dimaksud dengan DSA trombolisis yang akan dijalani oleh YO diakhir bulan nanti.

Saat kemarin mondar-mandir di RSPAD untuk menemui dokter Terawan, menjalani MRI, mengecek jadwal dimana Yo bisa melakukan DSA yang seharusnya tanggal 22 besok, mundur seminggu karena kamar penuh. Saat aku menunggu surat untuk asuransi disiapakan oleh pak Wawan, dokter Terawan dan dr. Daniel masuk ke ruangan staff intervensi dan kami terlibat dalam obrolan yang menarik. Ada yang unik dari dokter ini. Selalu memotivasi dan selalu mengatakan tidak pernah ada kata terlambat. Berusaha dan berdoa, itu intinya. Dan dia mempercayai betul jika ada sesuatu yang terjadi tidak sesuai yang kita inginkan pasti ada sesuatu yang sedang disiapkan untuk kita. Jadi kita tak perlu marah atau menyesali.

Dokter Terawan juga dokter yang aneh. Dia mudah ditemui, tidak sombong dan penuh guyon. Untuk konsultasi saja kita tak pernah dikenakan biaya. Langsung saja ke ruangannya. Aku dulu bingung dengan kondisi seperti ini, kenapa pula dokter ini tidak mewajibkan kami daftar dulu dibawah sehingga kami tertib. Tapi kami dibebaskan masuk ke ruangannya. Kami memang harus sabar menungggu jika beliau sedang melakukan tindakan DSA ataupun taci.

Saat disana aku menyaksikan proses DSA (tace) seorang pasien yang menderita tumor dipipi. Ini adalah DSA yang ke enam. Dulu saat suaminya menjalani kemoterapi, badannya kurus dan tak bisa bekerja. Tapi setelah mengikuti DSA tumor tertangani, badan sudah tak kurus lagi dan sudah mampu bekerja bahkan menyetir mobil. Ada seorang ibu yang hampir lewat namun tertolong oleh proses DSA ini. Yang berhasil membawa temannya untuk mencoba intervensi radiologi. Ada yang berasal dari luar daerah, bahkan yang sudah berobat bolak balik di singapura malah mendapatkan kesembuhan dengan melakukan DSA. Pasien yang ada disini rata-rata adalah penderita stroke, jantung, kanker, tumor dan vertigo yang sudah parah. Aku juga mengetahuinya dari sahabatku dari Jogja yang ibunya telah melakukan DSA disini, dan sekarang kondisinya sudah banyak kemanjuannya.

Antar pasien yang satu dan yang lain juga terjalin ke akraban. Saling menceritakan pengalamannya sehingga saling menguatkan. Saling memberikan informasi. Tak ada yang kelihatan sombong, tak lagi melihat orang kaya dan bukan kaya. Sebuah pemandangan yang jarang dijumpai. Ada beberapa orang yang membawa kue, dan dinikmati oleh pasien lain yang sedang menunggu dokter Terawan selesai melakukan tindakan. Kita harus menjadi berkat untuk orang lain, begitu selalu dokter ini berkata.

Kami tertawa-tawa di ruang staff intervensi, mendengarkan cerita dan banyolannya. Saat aku kecewa mendengar penjelasan mengenai hasil MRI dia menguatkan, bahwa tak pernah ada kata terlambat. Ketika kutanya mengenai efek samping dengan santai dokter Daniel asistennya mengatakan..ada barang bapak yang ibu kasih ke orang lain tidak, kalau ada nanti jika ingat kembali bisa ditanya oleh bapak.. itulah efek sampingnya.. ahhhh.. jadi bingung aku jadinya... Disini isinya orang gemblung mbak.. pasti sebentar lagi ketularan.. begitu mereka berkata.

Dari sebuah bloga aku mendapatkan tulisan mengenai dokter Terawan..inilah pendapat orang mengenai dokter Terawan,

Minggu, 22 November 2009
Letkol CKM dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) RI

“Semakin tinggi kedudukan seseorang, dia semakin dituntut untuk melayani orang lain” ujar Letkol CKM dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) RI. Sebelum menjadi dokter, ia seorang tentara. Ia mendapat bea siswa untuk mengikuti pendidikan kedokteran di FK Universitas Gajah Mada, Jogjakarta. Kelahiran Citi Sewu (utara Stasiun Tugu) Yogyakarta 5 Agustus 1964 ini, sejak kecil memang ingin sekali menjadi dokter. Lusus dokter tahun 1990 ia ditugaskan Bali, kemudian Lombok dan terakhir Jakarta. Iia kemudian mengambil spesialis radiologi di Surabaya. “Waktu itu, saya melihat radiologi kurang berkembang. Saya terketuk untuk mengembangkan radiologi intervensi,” ujarnya.

Radiologi intervensi adalah bidang kedokteran yang menggunakan alat imaging untuk membantu memasukkan alat ke tubuh pasien, melalui lubang alamiah atau buatan dalam penanganan kasus pembuluh darah, syaraf dan tumor. Itu sebabnya, Minggu, 22 November 2009
Letkol CKM dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) RI

“Semakin tinggi kedudukan seseorang, dia semakin dituntut untuk melayani orang lain” ujar Letkol CKM dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) RI. Sebelum menjadi dokter, ia seorang tentara. Ia mendapat bea siswa untuk mengikuti pendidikan kedokteran di FK Universitas Gajah Mada, Jogjakarta. Kelahiran Citi Sewu (utara Stasiun Tugu) Yogyakarta 5 Agustus 1964 ini, sejak kecil memang ingin sekali menjadi dokter. Lusus dokter tahun 1990 ia ditugaskan Bali, kemudian Lombok dan terakhir Jakarta. Iia kemudian mengambil spesialis radiologi di Surabaya. “Waktu itu, saya melihat radiologi kurang berkembang. Saya terketuk untuk mengembangkan radiologi intervensi,” ujarnya.

Radiologi intervensi adalah bidang kedokteran yang menggunakan alat imaging untuk membantu memasukkan alat ke tubuh pasien, melalui lubang alamiah atau buatan dalam penanganan kasus pembuluh darah, syaraf dan tumor. Itu sebabnya, dr. Terawan dijuluki The Rising Star Radiologi Intervensi di Indonesia.

Dalam setahun, ia menangani 500 pasien berbagai kasus. Ia yakin, ilku yang dimilikinya bisa menjadi alteratif untuk kasus-kasus emergency. “Kita tidak kalah hebat dengan negara di Eropa dalam bidang ini. Bahkan kita lebih unggul dibanding Singapura,” ujarnya.

Ia terkesan ketika menagani pasien wanita dengan kasus kanker di leher dan kepala. Setelah diterapi, pasien tersebut satu bulan kemudian hamil. “Berarti, radiologi intervensi aman digunakan,” ujarnya.

Karena kesibukan, terkadang sang istri (Ester Dahlia) yang menemuinya di rumah sakit. Du saat lain, ia mengajak istri dan anaknya (Abraham Apriliawan) mengikuti undangan simphosium atau untuk melakukan tindakan intervensi, di dalam atau di luar negeri. “Kalau tidak bisa melayani keluarga, jangan berpikir untuk melayani orang lain,” ujarnya tentang arti penting keluarga.

Dokter yang hobi makan lontong balap dan tahu campur ini, meski dilarang oleh anak, tetap bersikeras untuk menyanyi karena sudah menjadi hobi. “Nggak masalah saya tidak sampai selesai melantunkan syair lagu. Saya menyanyi untuk menghilangkan stress,” dr. Terawan tertawa.
Diposkan oleh anto tehe di 18:55


Dalam setahun, ia menangani 500 pasien berbagai kasus. Ia yakin, ilmu yang dimilikinya bisa menjadi alteratif untuk kasus-kasus emergency. “Kita tidak kalah hebat dengan negara di Eropa dalam bidang ini. Bahkan kita lebih unggul dibanding Singapura,” ujarnya.

Ia terkesan ketika menagani pasien wanita dengan kasus kanker di leher dan kepala. Setelah diterapi, pasien tersebut satu bulan kemudian hamil. “Berarti, radiologi intervensi aman digunakan,” ujarnya.

Karena kesibukan, terkadang sang istri (Ester Dahlia) yang menemuinya di rumah sakit. Du saat lain, ia mengajak istri dan anaknya (Abraham Apriliawan) mengikuti undangan simphosium atau untuk melakukan tindakan intervensi, di dalam atau di luar negeri. “Kalau tidak bisa melayani keluarga, jangan berpikir untuk melayani orang lain,” ujarnya tentang arti penting keluarga.

Dokter yang hobi makan lontong balap dan tahu campur ini, meski dilarang oleh anak, tetap bersikeras untuk menyanyi karena sudah menjadi hobi. “Nggak masalah saya tidak sampai selesai melantunkan syair lagu. Saya menyanyi untuk menghilangkan stress,” dr. Terawan tertawa.
Diposkan oleh anto tehe di 18:55


Semoga nanti diberikan yang terbaik, dan Yo tidak berubah pikiran dan tetap memegang janjinya untuk melakukan DSA.
--------------------------------------
Artikel tentang DSA dari http://www.bataviase.co.id/node/587191

Menyiasati Pukulan Tangan Tuhan
02 Mar 2011

* Kesehatan
* Media Indonesia

Seperti pada jantung, kateterisasi pada otakjuga bisa menyedot sumbatan pada pembuluh darah otakyang jadi penyebab stroke.

Eni Kartinah

SUDAH sejak lama stroke jadi momok bagi masyarakat dunia akibat kefatalan yang ditimbulkannya. Bahkan dikisahkan, istilah stroke berasal dari ungkapan masyarakat Barat, stroke of Gods hand. Jadi, stroke dianggap sebagai malapetaka yang timbul akibat pukulan tangan Tuhan. Itu lantaran sebagian kasus stroke berakhir dengan kematian atau kecacatan permanen.

Di dunia, diperkirakan ada 13 juta korban stroke baru per tahun. Sekitar 4,4 juta di antaranya meninggal dalam 12 bulan setelah serangan. Di Indonesia, stroke yang prevalensinya 8,3% menjadi penyebab kematian tertinggi (Riset Keselwtan Dasar 2007).

Karena sifatnya yang sangat merugikan, stroke terus menjadi perhatian dunia medis. Berbagai teknik dikembangkan untuk meminimalkan kefatalan yang ditimbulkannya. Salah satu teknik penanganan stroke terkini yang dinilai cukup menjanjikan adalah intervensi neuroradiologi atau kateterisasi otak.

Teknik ini mirip kateterisasi jantung. Bedanya sasarannya pembuluh darah otak, bukan pembuluh darah jantung," ujar pakar bedah saraf. Prof dr Satyanegara SpBS pada simposium tentang penanganan stroke di Sahid Sahirman Memorial Hospital Jakarta, beberapa waktu lalu.

Intervensi neuroradiologidikerjakan dengan memasukkan kateter (alat serupa selang kecil fleksibel) dari pembuluh darah di lipat paha. Dengan panduan gambar pencitraan live di layar fluoroskopi, dokter mengarahkan kateter menyusun pembuluh darah hingga sampai di pembuluh darah otak yang mengalami sumbatan atau perdarahan.

Jika kasusnya stroke sumbatan, melalui kateter itu dimasukkan alat untuk menyedot sumbatan. Dengan demikian, pembuluh darah terbuka kembali.

Tak hanya itu, pembuluh darah yang menyempit juga bisa dilebarkan dengan pemasangan ring/stent yang dilakukan melalui kateter juga. Jadi, tidak perlu pembedahan.

Jika kasusnya stroke perdarahan, penanganannya disesuaikan dengan penyebab perdarahan. Prof Satya menjelaskan stroke perdarahan kerap kali disebabkan pecahnya pembuluh darah yang mengalami aneurisma maupun AVM (arte-riovenous malformation).

Aneurisma adalah kelainan bentuk pembuluh darah. Ada bagian pembuluh darah yang menggelembung seperti ba- lon dengan dinding tipis dan rentan pecah. AVM terjadi ketika pembuluh arteri besar menyambung langsung dengan pembuluh vena besar. Dinding pembuluh darah yang mengalami AVM juga tipis mudah pecah.

Jika aneurisma dan AVM yang pecah berlokasi di permukaan otak, langkah penan-ganan terbaik adalah pembe-dahan untuk menutup sumber perdarahan dan membersihkan area perdarahan. Saat ini, dengan bantuan mikroskop khusus, pembedahan itu hanya memerlukan bukaan kecil dan pengerjaannya lebih akurat.

Namun jika lokasi pecahnya aneurisma atau AVM berada di dalam otak, pembedahan tidak bisa dilakukan karena akan merusak jaringan-jaringan di permukaan. Pada kasus demikian, lagi-lagi, intervensi neuroradiologi berperan.

Melalui kateter, alat-alat untuk menutup aneurisma atau AVM yang pecah, seperti klip maupun koil, dapat dimasukkan dan dipasang. Prosedur pembersihan area perdarahan juga bisa dilakukan.

Minim ahli

Penanganan stroke dengan intervensi neuroradiologi yang menyasar langsung pada pembuluh darah yang bermasalah memiliki tingkat keberhasilan tinggi. Bahkan, menurut salah satu pakar neuroradiologi dr Terawan Terawan Agus Putranto SpRad, teknik itu bisa mengatasi sempitnya golden time penanganan stroke.

Memang, idealnya stroke ditangani pada rentang waktu 3-4,5 jam setelah timbulnya gejala. Namun, dalam sejumlah kasus ada penderita yang pulih meski ditangani setelan jauh melewati golden Hine.

"(Kesembuhan) bergantung pada posisi sumbatannya. Ada sumbatan yang menyebabkan sel rusak permanen dalamwaktu singkat. Ada yang hanya menyebabkan sel kekurangan oksigen sehingga bisa pulih setelah sumbatan dibuka," ujar Terawan.

Meski memberi harapan tinggi, sayangnya baru segelintir dokter yang menguasai teknik yang relatif baru ini. "Saat ini di Indonesia baru ada 30 dokter yang bisa mengerjakan teknik ini," ujarnya.

Selain itu, besarnya biaya yang dibutuhkan kerap jadikendala. Sebagai ilustrasi, Satya menjelaskan biaya pemeriksaan MRI atau CT scan untuk menegakkan diagnosis kira-kira Rpl juta, tindakan intervensi Rp8 juta, dan harga koil untuk menutup aneurisma Rpl3 juta/buah. Kadang orang butuh sampai enam koil. Tarif dokter sekitar RplO juta dan masih harus ditambah sewa ruang operasi, beli obat bius, dan lain-lain," ujar Satya. Agaknya, kendala-kendalaitulah yang menyebabkan banyak penderita stroke tidak tertolong. Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Saraf Indonesia dr Setyo Widhi SpBS mengungkapkan berdasarkan data prevalensi yang ada, saat ini diperkirakan ada 25 ribu penderita stroke di Indonesia. Namun, yang tercatat menjalani pengobatan medis hanya 500 orang. (S-2)

Dengan panduan gambar pencitraan live di layar fluoroskopi, dokter mengarahkan kateter menyusun pembuluh darah hingga sampai di pembuluh darah otak yang mengalami sumbatan atau perdarahan. Tak hanya itu, pembuluh darah yang menyempit juga bisa dilebarkan dengan pemasangan ring/stent yang dilakukan melalui kateter juga. Prof Satya menjelaskan stroke perdarahan kerap kali disebabkan pecahnya pembuluh darah yang mengalami aneurisma maupun AVM (arte-riovenous malformation). Ada bagian pembuluh darah yang menggelembung seperti ba- lon dengan dinding tipis dan rentan pecah. Minim ahli Penanganan stroke dengan intervensi neuroradiologi yang menyasar langsung pada pembuluh darah yang bermasalah memiliki tingkat keberhasilan tinggi. Meski memberi harapan tinggi, sayangnya baru segelintir dokter yang menguasai teknik yang relatif baru ini. Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Saraf Indonesia dr Setyo Widhi SpBS mengungkapkan berdasarkan data prevalensi yang ada, saat ini diperkirakan ada 25 ribu penderita stroke di Indonesia.

29 komentar:

  1. Halo Bu Asti,

    Terima kasih utk sharingnya ttg Radiology intervensi ini.

    Saya baru tau mengenai dr. Terawan baru2 ini, blh tau apakah akhirnya suami ibu sdh dilakukan tindakan radiology intervensi ini?
    terima kasih.

    rgds,
    hally

    BalasHapus
  2. Maafkan saya baru membalas.
    Sampai hari ini saya belum melakukan DSA Trombolisis dengan berbagai pertimbangan.
    Terima kasih ya sudah membaca blog saya.
    Semoga tulisan saya bukan makin membingungkan ya..

    Salam,
    Asti T.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semalam ayah saya baru saja melakukan DsA TACE untuk tumornya (fibrosarkoma)oleh dr. Terawan, alhamdulillah sekarang keadaannya sudah membaik.

      Hapus
    2. Syukurlah..kami ikut bahagia mendengarnya. Semoga makin dipulihkan kesehatannya. Amin. GBU.

      Hapus
  3. Baru kemarin saya konsultasi ke Dr. Terawan berkaitan dengan kanker ovarium yg saya derita selama lebih dr 1 tahun ini. Saya sudah capek di-chemotherapy. Saya dengar dr.Terawan menawarkan alternatif lain untuk pengobatan kanker. Belum ada tindakan yg diambil karena sy hrs melakukan PET Scan terlebih dulu minggu ini.

    BalasHapus
  4. Beberapa keluarga teman saya telah melakukan tachi dengan dr. Terawan dan sampai saat ini berada dalam kondisi yang baik. Sebaiknya ditanyakan saja secara jelas sehingga tidak ragu dalam mengambil keputusan.
    Sedangkan saya sampai saat ini belum pernah melakukan tindakan DSA dengan berbagai pertimbangan dan masukan dari keluarga.

    Salam,
    Asti T

    BalasHapus
  5. hehehehe....tulisan saya dikutip :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo pak Anto salam kenal.. iya benar saya mengutip tulisan bapak..karena menurut saya tulisan bapak bermanfaat sekali untuk saya dan banyak orang juga yang ingin tahu. Tapi saya gak lupa lo... untuk mencantumkan nama bapak sebagai penulisnya hehehe... Terima kasih ya pak untuk komennya dan juga tulisannya. Nanti kalau ada tulisan lagi yang terkait..kasih tahu ya pak...

      Hapus
    2. kwkwkwkwkw....salam kenal ya bu...." ah gak usah di cantumin juga gak papa kok....kwkwkwkwkwkwk. suaminya gmana bu? apa jadi diterapi? semoga cepat sembuh ya....." salam kalo ketemu dr. Terawan. makasih :D

      Hapus
    3. Suami saya gak jadi ikut di cuci otaknya.. habis saya masih bingung..sampe sekarang.. lama ya bingungnya.. hehehe...

      Hapus
  6. Dear Asti,

    mengenai DSA ini, setelah tindakan tsb dilakukan apakah ada dampak sampingannya? Misalnya, ada memar dan bengkak; atau mungkin dampak lain yg membuat kita harus istirahat dari pekerjaan untuk sementara?

    Terima kasih

    BalasHapus
  7. Bu Asti,

    Terima kasih atas share yg sangat bermanfaat ini, saya termasuk salah satu pasien beliau dan syukur Alhamdulillah mengalami kemajuan yg baik pasca DSA yg telah beliau kerjakan.

    Barokallahu fiikum, Salam.. :-)

    -Riffi -

    BalasHapus
  8. saya sudah melakukan 4x TACI dengan dr. Terawan dengan jarak masing2 sebulan sekali. Dua kali utk cancer di hati (metastese dari Ca ovarium), dua kali di kelenjar getah bening di pundak (ini juga metastase dari Ca Ovarium). Sejauh ini hasilnya baik, walaupun belum bisa dikatakan sembuh 100%. Setiap kali TACI saya hanya perlu menginap semalam di RSPAD. Pengerjaannya sendiri hanya sekitar 15-30 menit. Efek samping jauh lebih kecil daripada chemotherapy sistemik yg selama ini saya jalani (sudah puluhan kali). Bulan depan saya akan melakukan PET Scan lagi utk melihat hasil TACI selama ini. Mudah2an hasilnya memang membaik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak mira, info yang disampaikan sangat bermanfaat. ada hal yang ingin saya tanyakan terkait dengan pengobatan dari dokter terawan. ayah saya sudah 3 tahun mengalami stroke. dan ini adalah stroke kedua. dulu ayah saya pernah teserang stroke pertama namun sudah sembuh dan bisa beraktfitas kembali. namun, sejak 3 tahun lalu serangan stroke kembali menimpa ayah saya. saya ingin tanya berapakah biaya pengobatan untuk setiap kali berobat ke dokter terawan? apakah ada kemungkinan ayah saya sembuh?

      Hapus
  9. Ibu saya syaraf matanya terkena tumor dirujuk dr syaraf di bogor ke RSPAD, tapi saya lupa dokternya sapa kalo ga salah dr sp BS dr Djoko...ada yg tau gak tentang beliau
    ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya belum pernah dengan dokter syaraf Joko, kemarin saya dirujuk oleh dr, Terawan ke dr. syaraf Tugas.

      Hapus
  10. BU asti,maaf .kira kira untuk biayanya biasanya kena berapa ya,untuk pengobatan stroke.ibu saya kena stroke sudah 2 tahun lebih belum bisa jalan.dan tangan kanannya agak lemes.selama ini saya hanya beli obat untuk menjaga supaya tensinya stabil sama menjaga asupan makanannya saja,soalnya penghasilan saya juga pas pasan dan mengurusi 2 orang anak juga.terima kasih atas perhatiannya

    BalasHapus
  11. Saat tahun 2011 berkisar diantara Rp. 10juta smp 15 juta untuk brainwash. Tapi kalo berobat jalan sesuai tarip di RSPAD untuk rawat jalan. Katanya kalau untuk pecah pembuluh darah, brainwash ini kurang cocok. Mudah-mudahan bisa membantu ya informasinya. Terima kasih.

    BalasHapus
  12. Bu asti atau tmn2 yg lain....ada yg tau info biaya utk penanganan di rs gading pluit brp ya?
    Saya ada rencana bawa ibu saya kesana soalnya di rspad keliatannya antrian ckp panjang
    Thx -ricky

    BalasHapus
  13. berapa biaya yg diperlukan untuk brain wash ya....? saya pengen membawa istri saya berobat ke dokter terawan,...istri saya sakit pusing menahun....say amat kasian melihat istri saya....

    Makasih infonya

    BalasHapus
  14. Di jawa pos hari ini ada berita, bahwa operasi ini sudah bisa dilakukan di surabaya oleh dokter Lailatul Muqmiroh SpRad ("murid dokter Terawan") di RS Husada Utama dan sebagian besar pasien adalah rujukan dokter Terawan untuk mengatasi antrean di RSPAD. www.facebook.com/pages/Jawa-Pos.../352069084880 (sayang artikel ini merujuk ke jawapos yang bacanya musti login langganan dulu).
    Kemudian saya baca di detikhealth kemaren sbb : http://health.detik.com/read/2013/02/21/155349/2176220/763/ini-pendapat-menkes-tentang-metode-cuci-otak-ala-dr-terawan?880004755. Di situ tercantum bahwa biayanya mencapai sekitar 100 juta. apakah ada yang bisa mengkonfirmasi?

    BalasHapus
  15. berikut link lain utk melengkapi

    http://www.poskotanews.com/2012/03/15/pengalaman-di-ruang-operasi-dr-terawan/

    cuolikannya :
    Tanggal 7 Maret Jam 13:00 saya sudah di RS dan di masukkan ke IGD. Diterima Dr. Heru, Dr. David, Dr. Jaya dan Dr. Budi, untuk diinfus, diperiksa semua di Lab, foto maupun darah dan EKG. Setelah selesai kira-kira 2 jam, saya diminta untuk ke lantai 8. Menunggu sampai jam 19:00. Pada jam 19:00 saya dibawa ke lantai 3 Ruang Operasi. Para perawat sudah menunggu, kemudian datang ahli anastesi Dr. Irwan, Dr. Eko, Brigjen Dr. J. Kiki Kilapong, MSc., sambil menunggu Dr. Terawan. Beliau baru datang dari mensyukuri penganugerahan dari Universitas Gajah Mada.
    Sekitar jam 19:30 Dr. Terawan masuk, saya mengucapkan selamat. ”Tenang Pak Harmoko, kita mulai ya?” kata Dr. Terawan dengan senyum khasnya. Istri dan anak, saya suruh melihat di balik kaca, cuma boleh dua orang. Langkah pertama Dr. Terawan adalah melakukan bius lokal, saya bisa melihat di kaca monitor apa yang dilakukan Dr. Terawan. Sambil ”menyanyi” Dr. Terawan memasukkan alat-alat ke pangkal paha, dalam tempo 10 menit sudah masuk semua, kemudian saat itu juga terlihat di kaca monitor Dr. Terawan melakukan pembersihan penyempitan di kepala di kanan maupun di kiri. Di mulut saya terasa seperti mentos, sampai di telinga rasanya plong. Saya terus berdzikir, ini masalah penyempitan di kepala, saya selalu memohon kepada Allah SWT untuk diberi kelancaran, keselamatan dan lindungan-Nya.
    Sebelumnya, istri saya menanyakan kepada Dr. Terawan tentang bagaimana kemungkinan sembuhnya?. Dr. Terawan dengan rendah diri menyatakan bahwa semua itu ada pada Allah SWT. ”Bu saya akan berusaha semaksimal mungkin, sesuai ilmu kedokteran,” kata Dr. Terawan. Setelah selesai operasi saya dikembalikan lagi di lantai 8, dua jam untuk tidak bergerak dari jam 21:00 sampai jam 23:00. Jam 23:10 saya bisa buang angin (kentut) dan selesailah. Pagi-pagi sudah di suruh pulang ke rumah. Rasanya terang, biasanya saya sholat pakai kursi sekarang tidak. Hanya, oleh Dr. Terawan, saya diminta untuk terus terapy, karena jalan saya masih ”timik-timik”.

    BalasHapus
  16. Terkait dengan dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) RI saya semalam ( Rabu 24 April 2013) yang kebetulan kakak saya terkena stroke dan semalem dilakukan penanganan (pencucian atau apa namanya)di RS Gading Pluit karena di RS Gatot Subroto masih panjang dalam daftar antrian. Pada kesempatan tersebut saya dapat berkomunikasi langsung dengan beliau dan diberikan kesempatan untuk melihat prosesnya dan ternyata Pak dr bersama timnya enak sekali ngobrolnya jadi jauh dari kesan kalau kita sedanga ketemu dengan orang penting. Disamping itu beliau juga selalu membuat orang menjadi optimis. Mudah-mudahan kakak saya Allah berikan kesembuhan melalui penanganannya dan bagi penderita-penderita yang lain juga juga lekas mendapat giliran biar tidak berobat ketempat lain yang tidak jelas cara penanganannya. Untuk biaya sekedar searing sekitar 17 jt ++ ( ruangan, obat2an klo ada penyakit lain). Untuk sementara baru ini yang bisa sampaikan dan terimakasih kepada Pak dr bersama Timnya.

    BalasHapus
  17. Saya penderita stroke udah jalan 3 tahun dan domisili saya di Batam,
    Apakah dr Terawan bisa menyembuhkannya,saya saat ini bisa berjalan walaupun tertatih-tatih,mandi juga masih sendiri,namun kaki dan tangan kiri saya sulit untuk digerakan.
    Mohon kepada Bapak/Ibu yang sudan konsultasi dengan dr Terawan memberitahu saya caranya bagaimana untuk daftar setelah saya berkunjung ke RSPAD,karena tempat saya cukup jauh.
    Sekali lagi mohon diberitahukan caranya menghubungi dr Terawan.
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba pak Dicky menghubungi pak Wawan yang menangani pendataran di 082122887522. Semoga bisa dihubungi ya pak, dan semoga bapak cepat sembuh. Terima kasih.

      Hapus
    2. Terima Kasih dan maaf baru sekaran bisa balas

      Hapus
    3. @ mba riwandari, itu pak wawan bagian apa? ato dokter setim nya ya?
      @ asti: Dokter Terawan juga dokter yang aneh. Dia mudah ditemui, tidak sombong dan penuh guyon. Untuk konsultasi saja kita tak pernah dikenakan biaya. Langsung saja ke ruangannya. Aku dulu bingung dengan kondisi seperti ini, kenapa pula dokter ini tidak mewajibkan kami daftar dulu dibawah sehingga kami tertib. Tapi kami dibebaskan masuk ke ruangannya. Kami memang harus sabar menungggu jika beliau sedang melakukan tindakan DSA ataupun taci.................jd ga usa daftar dulu tp lgsg nungguin dokter diruangannya saja? ato bgmn?

      makasih semua utk balasannya

      Hapus
  18. Alhamdulillah saya mendapat kesempatan mengikuti fellowship radiologi intervesional selama 3 bulan di 3 RS Pendidikan antara lain di RSUD.Dr.Soetomo Surabaya, RSCM dan RSPAD.Jakarta. Semua yang saya lihat dan sedikit-sedikit ikut melakukan tindakan, alhamdulillah semua berkesan dan menarik serta kedepannya pasti bermanfaat untuk umat banyak. Ketika saya di RSPAD. saya sangat terkesan dengan bimbingan yang diberikan oleh Dr.Daniel SpRad (K) IR, Dr.Suwandi SpRad(K) IR begitu telaten dan sabar menghadapi pasien, tetapi yang paling berkesan ketika menyaksikan Dr. Terawan SpRad (K)IR melakukan tindakan begitu serius tapi santai dan memang benar-benar fantastis hasil dari tindakan yang dilakukan. Para Guru Besar kami mengajarkan menangani berbagai macam penyakit, tentunya kami mempunyai kemampuan terbatas, memang seharusnya dipilih salah satu yang benar-benar focus / diminati sehingga dapat dicapai keberhasilan tinggi. Dr.Terawan saya lihat benar-benar fokus dengan apa yang dilakukan. Itulah yang perlu ditiru. Di masa depan sangat diperlukan Akhli-akhli intervensional seperti Dr. Terawan. Apalagi penduduk Indonesia semakin banyak tentunya otak (pembuluh darah dll) "konslet" harus diperbaiki oleh akhli seperti Dr.Terawan. TS.spesialis yang terkait juga seharusnya mendukung karena kita semua sudah melihat hasilnya. Jangan mengedepankan emosi sesaat atau takut "warung" nya tutup gara-gara Dr.Terawan berinovasi. Disamping itu lingkungan kerja harus mendukung juga pemerintah setempat. Nah ini yang sulit sehingga radiologi intervensional sulit berkembang. Demikian sedikit komentar saya semoga membuka matahati TS.yang terkait amin yra. Astiti Sudewi

    BalasHapus
  19. mohon info ya paman saya kena stroke sudah 3 bulan ini sudah bias jalan walau belom normal n bicara blom bisa saya ingin paman saya di bawak dr terawan... mohon info ya bagaimana saya dapat kontak nomor pendaftaranya... yang kata ya antri super panjang

    BalasHapus