Biar Disapu Ombak

Biar Disapu Ombak
Lupakan.. lalu semuanya akan selesai...

Minggu, 14 Agustus 2011

Aliran air itu pasti akan bermuara ke laut....

Aliran air itu pasti akan bermuara ke laut.
Lalu untuk apa kau menahannya..
Menunggu berada di tepi pantai dan kemudian menghanyutkannya.
Bukankah kemarin ketika berada di tepi laut..
Tak sedikitpun sanggup untuk menghanyutkan.

Aliran air itu pasti akan bermuara ke laut.
Walaupun perjalanan nya melewati banyak rintangan..
Walaupun dia harus melewati banyak jalan yang sebetulnya tak perlu dilewati,
Walaupun dia harus sedikit berbelok untuk sementara toh akhirnya bermuara juga ke laut.

Aliran air itu pasti akan bermuara ke laut.
Aliran air itu pasti sanggup membawa pergi..
Asal rela kau melemparnya pada aliran itu.
Kenapa kau masih juga menahannya dan membuatmu tersiksa sepanjang malam.

Aliran air itu pasti akan bermuara ke laut...

Aliran air itu pasti akan bermuara ke laut...

Aliran air itu pasti akan bermuara ke laut...
Lepaskan yang ada dalam genggamanmu..
Biarkan dia pergi..
Terbawa aliran air....

Aliran air itu pasti akan bermuara ke laut..
Kenapa masih kau menahannya...


-------------------------------------------------
#sebenarnya tak terlalu pas dengan lagu Afgan ini..tapi aku belum ada ide..
tapi gak jelek juga kok..masih nyambung lah..ya disambung-sambungin aja kalo gak nyambung...#
-------------------------------------------------

BAWA PERGI CINTAKU - AFGAN

sumpah tak ada lagi kesempatanku
untuk bisa bersamamu
kini ku tahu bagaimana caraku
untuk dapat trus denganmu

reff:
bawalah pergi cintaku
ajak kemana engkau mau
jadikan temanmu
temanmu paling kau cinta

di sini ku pun begitu
trus cintaimu di hidupku
di dalam hatiku
sampai waktu yang pertemukan kita nanti

sumpah tak ada lagi kesempatanku
untuk bisa bersamamu
kini ku tahu bagaimana caraku
untuk dapat trus denganmu

repeat ref:
bawalah pergi cintaku
ajak kemana engkau mau
jadikan temanmu
(teman yang paling kau cinta)

di sini ku pun begitu
trus cintaimu di hidupku
di dalam hatiku
(sampai waktu pertemukan) kita nanti



Source: http://liriklaguindonesia.net/a/afgan/afgan-bawalah-cintaku/#ixzz1V2IBiaY

SAAT KAU TAK ADA - JIKUSTIK

Seperti bintang-bintang, Hilang ditelan malam
Bagai harus melangkah, Tanpa kutahu arah
Lepaskan aku dari, Derita tak bertepi
Saat kau tak disini

Seperti dedaunan, Berjatuhan di taman
Bagaikan debur ombak, Mampu pecahkan karang
Lepaskan aku dari, Derita tak berakhir
Saat kau tak ada disini

(Reff:)
Saat kau tak ada, Atau kau tak disini
Terpenjara sepi, Kunikmati sendiri
Tak terhitung waktu, tuk melupakanmu
Aku tak pernah bisa, Aku tak pernah bisa

More lyrics: http://www.lyricsmode.com/lyrics/j/jikustik/#share

Tuhan memberikan satu orang lagi untuk menguatkanku

Sebenarnya seseorang ini bukan orang baru dalam kehidupanku. Dia suster kepala di SMA ku. Dulu melihatnya aku takut setengah mati. Ada saja yang salah dalam tindakanku. Dari pakaian yang kekecilan karena aku mudah sekali gemuk, sampai surat ayah yang memberitahukanku kalau aku sakit padahal aku tak sakit..tapi karena aku kelelahan mengerjakan tugas gambar puzzle sehingga tak sempat belajar untuk ulangan hari itu. Heran sekali kenapa suster bisa tahu kalau aku berbohong.

Mendapat ranking di sekolah memang membuat bebanku luar biasa berat, aku selalu kuatir dengan nilai-nilaiku. Aku kuatir jika rankingku melorot beberapa tingkat. Dan ini ternyata sudah menurun kepada putri bungsuku. Yang begitu ketakutan jika tidak ranking satu. Aku berkali mengatakan.."mami tak masalah jika Keke tidak ranking satu.. asal Keke paham seluruh pelajaran itu sudah cukup.. asal Keke mengerti tugas dan tanggung jawabnya mami sudah cukup." Walau dalam hati aku memang berharap dia mampu mempertahankannya. Tapi aku tak ingin dia tahu...karena itu hanya menambah bebannya saja.

Seseorang ini tidak begitu saja hadir dalam hidupku. Setelah lepas dari SMA aku melanjutkan pendidikan di IKIP Jakarta. Mengambil Jurusan Pendidikan Dunia Usaha Akuntansi. Sehingga aku harus menulis skripsi tentang pendidikan, inilah yang membuatku sampai kembali di SMA ku dan bertemu kembali dengan Susterku ini.

Aku mengajar di SMA ini. Susterku ini memang selalu menjadi penyemangat aku. Semula aku hanya mengajar akuntansi, kemudian diminta mengajar Hitung Dagang, kemudian mengajar Ekonomi. Aku tak boleh menolak. Tak boleh berkata tidak bisa jika belum mencoba. Akhirnya aku mencoba dan mencoba.

Walaupun sudah tidak menjadi anak SMA tetap saja aku masih sering sedikit takut jika Susterku itu memperhatikan dari jendela saat aku mengajar. Membuat aku salah tingkah luar biasa. Haduhhhh... bisa mulas aku dibuatnya.

Akhirnya aku terpaksa meninggalkan sekolah ini ketika otakku sedikit error.. ya error.. karena saat itu memang aku sudah bekerja di sebuah perusahaan.. paruh waktu. Selesai mengajar aku bekerja. "Dari..kamu dibayar berapa sih disana.. saya bayar lebih dari disana..kamu bekerja saja satu hari disini seperti karyawan lain.." begitu kata Bos ku. Otakku yang sedikit error membayangkan mendapat uang yang lebih dan tidak perlu belajar, tidak perlu membuat soal, tidak perlu memeriksa ulangan..membuatku menerima tawaran itu. Ibuku tak setuju dengan keputusanku. Sepertinya ibu merasa lebih nyaman aku berada disekolah daripada bekerja kantoran. Susterpun terlihat kecewa.

Ah..tapi penawaran itu sepertinya lebih mengasyikkan. Dan memang mengasyikkan sampai aku tak mampu menyelesaikan skripsiku dan aku mengambil jalur non skripsi..untuk lulus sarjana. Ibuku marah luar biasa. Nanti kamu tidak bisa S2 begitu katanya putus asa. Aku katakan "aku tidak mau S2..".

Kalau ingat pertengkaran ini..aku sering malu sendiri. Beda sekali dengan putri sulungku. Saat kukatakan.. "Enak ya bisa kerja di rumah sambil ngajar les privat..kamu begitu aja Na..di rumah ngajar Inggris.." dia menjawab.."Kok rendah amat sih mi mimpinya.. aku gak suka seperti itu.." ...plakkkkkk... rasanya kalau urusan semangat aku sangat kalah dengan putriku yang satu ini.. "Na..nanti kamu bisa tidak menikah..kalau cara kamu seperti itu.." kata putri cantikku menegur sang kakak. "Kalau laki-laki hanya menghambat..ya tidak usah menikah.." begitu sahutnya.. Astaga..ada yang salah rasanya disini.

Akhirnya aku lama tak bertemu dengan susterku itu. Sampai acara bakti sosial yang mempertemukan aku kembali dengan susterku ini. Rasanya aku sulit menolak jika temanku mengajak aku untuk bergabung di acara bakti sosial yang dibuat oleh Susterku ini. Aku ingin menebus rasa kecewanya padaku saat aku meminta ijin untuk meninggalkan SMA dulu. Walaupun dia belum tentu mengingatnya.

Dia juga bertandang ke rumah ibuku..mengunjungi BPR ku. Aku suka dengan kehadirannya. Karena selalu saja ada nasihat darinya..selalu ada saja cerita-cerita yang menginspirasiku. Walaupun pembicaraan kami acapkali masih terkesan formal. Rasa takut ku itu belum lenyap..aku masih kuatir jika aku salah bicara..

Tuhan ternyata memang ingin membuatku dekat dengannya. Kami makin sering dipertemukan. Entah untuk urusan bakti sosial entah untuk urusan lainnya. Kami sering berbagi cerita. Suster menceritakan tugas-tugas pelayanannya. Aku sering diminta cerita tentang kondisi suamiku. Tak bosan Suster menanyakannya setiap perkembangannya. Bahkan membantu mencarikan terapis, menawarkan diri menemani aku mengantar suamiku terapi. Ahh.. aku jadi sering tak enak jadinya.

Ada saja cerita yang kami bagi. Sosok yang dulu membuatku takut sekarang menjadi sosok yang amat dekat denganku. Penuh nasihat yang selalu menguatkan aku. Aku juga menjadi malu dengan kedisiplinannya. Dan juga bagaimana suster mengapresiasi pemberian orang lain. Pernah aku mengirimkan lemari kaca yang sudah tak terpakai. Suster mengajak aku melihat bagaimana lemari kaca itu digunakan di klinik tumbuh kembangnya. "Lihat Ri..ini lemari kacamu.. sudah berisi penuh buku-buku sumbangan.. buku sudah tersusun rapi tinggal didata dan dibuat dengan konsep seperti perpustakaan..." begitu katanya sambil menunjukkan lemari yang sudah penuh dengan buku. Buku di kantorku saja tak serapi buku-buku suster, apalagi buku-buku di rumah..menumpuk dimana saja aku mau menumpuk.

Ya.. sepertinya suster hadir dalam kehidupanku untuk menghibur aku.. menguatkan aku.. disaat hatiku tak nyaman..disaat aku merasa ditinggalkan. Aku memang tak pernah bercerita apa yang aku rasakan. Tapi kadang kala ceritanya amat pas dengan suasana hatiku. Tuhan sudah menambahkan satu orang lagi dalam kehidupanku. Menemaniku melalui hari-hariku.

Kutulis semua ini agar aku tak merasa berat..

Menjalani hari-hari dengan kondisi Yo seperti ini sebenarnya sudah menjadi hal biasa untuk aku. Lebih dari dua tahun sudah aku telah melewatinya. Dan yang kutahu sepertinya aku mampu melaluinya walau terasa berat. Tapi inilah kondisi yang ada yang harus aku terima. Tak bisa aku menawarnya.

Disaat tubuhku tak sehat..disaat hatiku tak nyaman.. aku baru merasakan betapa beratnya menjalani hari-hari ini. Sudah dua hari ini perut ku tak mau bersahabat denganku. Sakitnya amat luar biasa. Tapi aku tak ingin memanjakannya dengan tidur atau istirahat sedikitpun. Aku harus bisa melupakan sakit perut ini sehingga aku tidak menjadi cengeng. Meminta dikasihani. Meminta pengertian anak-anak.

Semalam aku tak bisa tidur dengan nyenyak seperti biasa..apalagi ditambah dengan sakit perut yang amat sangat. Yo sepertinya mengerti. Walaupun sulit berkata-kata, dia mencoba menanyakan apa yang aku rasakan dan memberikan minyak angin untuk dioles ke perutku. Perhatiannya membuatku ingin menangis. Malam tadi kulewati dengan meringkuk tak berdaya...

Hari ini kami lewati tanpa ke gereja. Sakitnya amat luar biasa tadi pagi. Membawa mobil sendiri dengan jarak yang tak pendek membuatku tak nyaman untuk pergi, sehingga kuminta pengertian pada anak-anak kalau hari ini tidak ke gereja.

Siang kulewati dengan membersihkan apa yang memang harus dibersihkan dengan harapan aku bisa melupakan sakit perut ini..tapi tetap saja rasanya tak nyaman. Akhirnya setelah selesai aku putuskan untuk tidur beberapa menit. Dan terbangun ketika Putri bungsu ku mengingatkan aku bahwa aku harus mengantarnya untuk les sore ini. Tak tega aku menolaknya. Berangkatlah kami ke tempat les ditemani Putri cantikku.

"Mi..makan bakso yuk.. aku kepengen..," kata putri cantikku.. olala.. bakso pun tak menarik lagi untukku. Tapi aku tak ingin dia kecewa. "Nanti sambil menjemput adek saja ya.., sptnya mami blm tentu makan.." kataku. Dia mengangguk paham.

Saat seperti inilah aku sering merasakan bahwa semua ini menjadi amat berat. Seorang diri mengurus semua keperluan putriku..semua keperluan Yo.. Seandainya saja Yo tak sakit, pasti kami bisa saling mensuport..

Tapi semua ini tetap aku syukuri karena masih banyak orang lain yang mengalami yang lebih parah dari yang aku alami. Disaat suami sakit..ada istri yang tak berpenghasilan, ada yang sakitnya parah sehingga semuanya harus dilayani.. ini Yo sudah mampu mengurus semuanya sendiri. Pantaskah aku bertanya ... kenapa bebanku berat.

Bebanku tak berat..karena Tuhan memberikan anak-anak yang penuh pengertian..yang mau belajar tanpa disuruh..yang mampu memilih mana yang baik dan yang tidak baik.. walaupun kadang membuat kesal karena kamar tak pernah rapi..tapi apa gunanya rapi jika diisi oleh anak-anak yang sakit, yang malas beraktifitas. Bukankah aku harus bersyukur mendengar suara mesin jahit yang berderit-derit..melihat laptop yang menyala 24 jam.. kertas bertebaran di lantai karena mereka sibuk mengerjakan tugas.

Bukankah juga harus bersyukur melihat Yo menonton TV.. walau kadang aku kesal dari pagi sampai malam hanya menonton TV saja.. tapi bukankah itu lebih baik..daripada dia diam saja..tidur saja tak berdaya. Dengan menonton TV banyak memory yang dibuka. Bisa tiba-tiba dia membangungkan aku begitu dia ingat seseorang. Ingat tentang film yang pernah kami tonton.

Bukankah aku juga harus bersyukur diberikan seorang ibu yang begitu penuh pengertian dan begitu besar kasihnya pada aku. Semua bisa aku lewati karena campur tangannya. Aku dikuatkan oleh semua nasihatnya. Bukankah aku dikuatkan dengan dering telponnya yang menanyakan kondisi aku. Kadang aku malu..bukan aku yang menanyakan kondisi ibuku..malah ibu yang selalu memonitor keadaanku. Pantaskah aku mengatakan bahwa bebanku berat?

Kakak dan adikku yang selalu mensuport aku.. dalam merawat Yo, dalam pekerjaan aku di kantor. Semua mensuport aku. Sampai adikku yang berada di Amerika sekalipun.. walau jauh dia sepertinya amat dekat dihati aku. Kadang aku sulit mengikuti kemauannya..tapi aku tahu..dia ingin yang terbaik untuk aku..untuk BPR aku.

Semua orang yang ada disekelilingku. Saudara-saudaraku, Rekan kerjaku yang selalu mengelilingi aku. Sahabat-sahabatku yang dekat maupun yang jauh. Lalu masih pantaskah aku berkata..kenapa bebanku berat..kenapa aku sendiri..kenapa ...kenapa...

Bukankah seharusnya aku tak henti-hentinya bersyukur. Jika aku yang seperti ini mampu bersyukur, bukankah sudah seharusnya yang tak mengalami yang aku alami, yang masih didampingi oleh pasangannya dalam kondisi sehat..harusnya tak henti-hentinya bersyukur.
Ya..memang sudah sepatutnya kita selalu bersyukur..dalam kondisi seperti apapun kita tetap harus bersyukur..karena pasti Tuhan mempunyai rencana yang indah..yang tak pernah kita mengetahuinya.. tapi pasti semua itu baik untuk kita anak-anakNya.

#semua kutulis karena beratnya aku menjalani hari ini.. dengan menuliskan ini semua ..aku semakin tahu tak ada alasan aku berkata hariku ini berat.. dan sakit perut ini belum seberapa dibanding sakit yang Yo derita..ayo semangat..anak-anak memerlukanku..#

Selasa, 09 Agustus 2011

KAMU TAHU...

Ketika kutuliskan ini di catatanku.. sahabatku menuliskan.. "sudah pernah dicoba bu.." hahaha... tak perlu dicoba langsung dapat kupastikan..tak kan muat...

Kamu tahu.....
oleh Riwandari Juniasti Ismaja Purnama pada 11 Desember 2010 jam 22:54

Kamu tahu... seandainya semua rasa cintaku kutuliskan di langit luas ini... tak kan pernah cukup...

Cinta yang sejati... cinta yang kita sangka telah pergi.. ternyata hanya bersembunyi...menunggu untuk kembali lagi...


Cinta yang sejati... cinta yang kita sangka telah pergi.. ternyata hanya bersembunyi...menunggu untuk kembali lagi...
oleh Riwandari Juniasti Ismaja Purnama pada 13 Desember 2010 jam 0:50

Rasa senang.. rasa sedih... akan kita bawa tanpa pernah tercecer sepanjang perjalanan kita...

dan semakin kita dewasa kita akan semakin tahu bahwa diantara kenangan-kenangan tersebut ada satu rasa yang paling besar yaitu RASA CINTA.

Karena ketika satu persatu cerita berhenti menjadi kenangan...cinta terus bergerak....

Cinta yang tak terlihat oleh mata...dan tak teraba oleh tangan..ternyata dia ada.. bahkan sebelum kita mampu mengucapkannya...

Cinta yang sejati... cinta yang kita sangka telah pergi.. ternyata hanya bersembunyi...menunggu untuk kembali lagi...



Dari sebuah film yang diputar di SCTV.. lupa judulnya apaan...

4 langkah agar orang mau mengikuti kita...

Ini juga postingan lama..hanya sayang jika tidak aku simpan...


The New Art of The Leader... buat 4 langkah agar orang lain mau mengikuti kita....
oleh Riwandari Juniasti Ismaja Purnama pada 06 Maret 2011 jam 20:40

Menurut buku yang saya baca..ternyata ada 4 langkah tindakan untuk membuat orang lain mau mengikuti kita.. ingin tahu... ??



Yang pertama,

Ternyata kita harus mampu membuat orang lain merasa penting. Mereka akan tulus mendukung kita jika kita membuat mereka merasa penting.. bukan ketika kita membuat diri kita merasa penting.



Yang kedua...

Kita perlu mempromosikan visi kita dengan jelas. Tidak ada orang mengikuti kita hanya lantaran kita mengambil keputusan untuk memimpin. Kita harus mempunyai ide yang jelas tentang akan dibawa kemana orang-orang yang ada dibawah kita , nah kemudian kita promosikan kepada kelompok itu serta meyakinkan mereka bahwa tujuan kita sangat berharga dan sangat pantas untuk diperjuangkan...



Lalu bagaimana mempromosikan visi kita...???

Pemimpin itu bukan PENGASUH. Pemimpin itu harus memiliki ide seperti kemana tujuan yang ingin dicapai. Tidak ada bedanya apakah kita pemimpin suatu komando AU besar yang terdiri dari ribuan orang.. atau tim bola kasti..atau bahkan hanya sebuah kelompok informal yang berukuran kecil. Jika kita tak punya ide kemana tujuan kita.. maka kita dan tim tak akan pernah sampai kesana...



Yang Ketiga...

Perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan. Prinsip ini sangat mendasar.. Jadi lakukanlah sesering mungkin. Apakah kita mau mengikuti orang yang memperlakukan kita dengan buruk???? Bukankah kita pasti akan memilih mengikuti orang yang peduli dengan kita dan perasaan kita serta memperlakukan kita dengan baik...??? Jadi ayo lakukan ini kepada orang-orang yang mengikuti kita...



Yang terakhir...

Bertanggung jawablah atas segala tindakan kita.. Baik kita pribadi maupun tindakan orang-orang yang ktia pimpin. Akui kesalahan kita. Kita memiliki tanggung ajwab atas segala hall yang dilakukan oleh mereka. Jadi jika segala sesuatunya tidak berjalan baik... jangan lupa untuk menerima tanggung jawab ini. Jika kita melimpahkan tanggung jawab ini kepada orang lain.. kita tak akan lagi menjadi seorang pemimpin...



Orang lain akan tertatik ke suatu tujuan dan visi seorang pemimpin karena mereka mengetahui..bahwa melalui orang inilah..mereka dan organisasi..dapat menjadi lebih baik secara permanen...



Visi merupakan hal yang jelas cukup penting..tetapi memiliki tujuan akan kemanakah organisasi ini dibawa.. dan satu lagi.. kita harus bisa memastikan bahwa orang lain tahu visi kita tersebut.. Dengan mengkomunikasikan visi kita, maka kita akan mendapatkan konsensus diantara orang-orang yang kita pimpin.. Kita harus mempunyai konsensus dari atas kebawah menyangkut suatu tujuan.. jika konsensus ini tidak ada... strategi manajemen secerdas apapun akan gagal.

Doa Bapa kami... Kutuliskan malam ini untuk Yo..

Doa Bapa kami ini aku tulis disini, saat Yo terbangun di malam hari dan meminta dibacakan doa Bapa kami. Inilah yang membuat aku tahu ternyata memang benar hampir semua memorynya hilang.. dan dia amat susah mengucapkan permintaannya ini, dia hanya mampu mengucapkan Bapa kami, Bapa kami.. Hari tersedih dalam hidupku...karena aku lupa mengenalkannya kembali pada doa ini.

Doa Bapa kami... Kutuliskan malam ini untuk Yo..
oleh Riwandari Juniasti Ismaja Purnama pada 29 Maret 2011 jam 0:26

DOA BAPA KAMI (Matius 6: 9-13)



Bapa kami yang ada di sorga

Dikuduskanlah namaMu

Datanglah kerajaanMu

Jadilah kehendakMu

Dibumi seperti di sorga

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami

Dan janganlah membawa kami kedalam pencobaan

Tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat



Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. AMIN.

TUJUH FAKTA YANG WAJIB DIKETAHUI SEBELUM MEMIMPIN..

Aku juga menyenangi tulisan-tulisan tentang Kepemimpinan yang ditulis oleh John C. Maxwell, aku sering mengutip nya walau sepotong-sepotong.

TUJUH FAKTA YANG WAJIB DIKETAHUI SEBELUM MEMIMPIN..

1. Seseorang mampu membuat perbedaan antara sukses dan gagal dalam organisasi apapun, hanya dengan menjadi pemimpin.

2. Faktanya : sebagaian besar orang menjadi sukses hanya melalui bantuan orang lain, dan kita bisa memperolehnya melalui kepemimpinan.

3. Kita tak perlu menjadi ketua untuk bisa menjadi pemimpin. Kita tak perlu menunggu di promosikan .. kita bisa menjadi pemimpin dengan segera.

4. Kita harus mampu memimpin dalam berbagai situasi.

5. Inti dari kepemimpinan adalah mampu memotivasi orang lain untuk menampilkan potensi maksimalnya, untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

6. Pemimpin itu dibentuk, bukan terlahir begitu saja. Kita bisa mempelajarinya seperti mempelajari ketrampilan lainnya.

7. Kepemimpinan yang baik itu tidak bergantung pada keadaan baik atau kondisi organisasi yang menyenangkan.

Penyebab jatuh bangunnya kepemimpinan adalah KOMUNIKASI...

Aku menyenangi tulisan John C. Maxwell tentang komunikasi. Aku senang menuliskan kembali dalam catatan di FB ku. Ini salah satunya.

Instrumen Kepemimpinan adalah Komunikasi... Penyebab jatuh bangunnya kepemimpinan adalah KOMUNIKASI...
oleh Riwandari Juniasti Ismaja Purnama pada 30 April 2011 jam 22:19

John W. Gardner berkata.."Jika saya harus menyebut instrumen kepemimpinan serba guna, jawaban saya KOMUNIKASI" Jika kita pernah membaca buku John C. Maxwell jelas bahwa ia percaya bahwa penyebab jatuh bangunnya segala sesuatu adalah kepemimpinan, namun yang belum disebutkan bahwa penyebab jatuh bangunnya kepemimpinan adalah KOMUNIKASI. Saat memimpin TIM, jadikan standar di bawah ini sebagai pedoman ketika berkomunikasi dengan anggota TIM:



1. TETAPLAH KONSISTEN

Anggota TIM selalu frustasi pada pemimpin yang tidak mampu membuat keputusan.Anggota TIM harus yakin bahwa mereka bisa mengandalkan diri dan ucapan kita.

2. BERKOMUNIKASILAH DENGAN JELAS

TIM tidak akan dapat melaksanakan rencana kita jika tidak tahu apa yang kita inginkan.Jangan coba-coba kita menyilaukan siapapun dengan kecerdasan kita. Buatlah orang terkesan dengan kejujuran kita,

3. JAGALAH KESOPANAN

Setiap orang layak diperlakukan dengan santun..apapun posisi orang itu dan bagaimanapun riwayat kita dengan nya. Dengan bersikap sopan terhadap anggota TIM, kita membawa keselarasan bagi organisasi secara keseluruhan.



Jangan lupa, karena kita seorang pemimpin, komunikasi kita harus bisa menciptakan keselarasan interaksi antara para anggota TIM. Tim senantiasa mencerminkan kepemimpinannya. Jangan lupa bahwa komunikasi yang baik bukanlah komunikasi satu arah. Komunikasi tidak boleh bersifat top down dan bergaya diktator. Pemimpin yang baik akan mendengar, mengajak dan mendorong partisipasi anggota tim.



Apakah komunikasi kita dapat menciptakan keselarasan dengan orang-orang yang kita pimpin???



The 17 Insputable laws of teamwork.

KITA ADALAH LENSA KITA

Ini juga lama.. dan bukan tulisan aku.. tapi aku suka tulisan ini.Ini adalah tulisan John C. Maxwell.

KITA adalah LENSA KITA
oleh Riwandari Juniasti Ismaja Purnama pada 30 April 2011 jam 22:45

Siapa diri kita menentukan cara kita memandang segala sesuatu. Kita tidak dapat memisahkan identitas kita dari perspektif kita. Eksistensi dan pengalaman kita mewarnai cara kita memandang segala hal. Itulah lensa kita.. Berikut yang dimaksud:



Seorang musafir medekati sebuah kota besar dan bertanya pada seorang tua yang duduk di pinggir jalan, "seperti apa orang-orang yang tinggal di kota ini?"

"Seperti apa orang-orang yang tinggal di kota yang baru anda kunjungi" kata orang tua itu balik bertanya.

"Mengerikan,"jawab musafir itu.."Jahat, tidak dapat dipercaya, sangat menyebalkan dalam segala hal."

"Oh..," sahut orang tua itu.., "Anda akan menjumpai orang-orang serupa di kota yang anda tuju."



Baru saja musafir tadi pergi, ketika musafir lain berhenti untuk bertanya tentang penduduk kota di depannya/ Lagi-lagi orang tua itu menanyakan penduduk kota yang baru ditinggalkan si musafir.

"Mereka orang yang baik, jujur, rajin, dan suka memaafkan kesalahan orang."

Orang tua tadi menjawab.."Orang seperti itulah yang akan anda jumpai di sini."



Cara orang memandang sesamanya merupakan cermin dari diri mereka. Jika kita seorang yang bisa dipercaya, kita memandang orang lain sebagai dapat dipercaya. Jika kita seorang yang suka mengeritik, kita juga memandang orang lain sebagai tukang kecam. Jika kita seorang yang memiliki kepedulian, kita melihat orang lain sebagai orang yang berbelas kasih. Jika kita mengubah diri dan menjadi orang sebagaimana kita kehendaki, kita akan mulai melihat orang lain dari sudut pandang baru.. Ini akan mengubah cara kita berinteraksi dalam segenap hubungan.



Winning with People...

Fenomena "MBAK"

Ini juga sebuah catatan yang lama.. tapi sayang juga kalo tak aku inventaris dalam blog ku.. karena peran "mbak" memang amat berarti dalam hidupku.

Fenomena "MBAK"
oleh Riwandari Juniasti Ismaja Purnama pada 06 Mei 2011 jam 7:24

"Kalau mbak yang dulu selalu siapkan aku semuanya dan tahu apa yang aku mau," begitu kata anakku saat mbak yang baru belum bisa apa-apa dan belum mengerti apa-apa, bahkan kadang-kadang seperti tidak mau tahu apa-apa. Aku hanya bisa mengingatkan bahwa semuanya itu perlu proses, perlu waktu..tidak bisa tiba-tiba dia tahu sendiri. Kita harus sabar mengajarnya, memberi tahunya, membimbingnya dan mencoba mengerti seperti apa orangnya. Disitulah kita mengambil peran. Kadang tidak dimarahi saja tidak kerasan apalagi dimarah-marahin, kadang sudah diperhatikan saja masih tidak betah apalagi tidak diperhatikan.Kadang sudah dibimbing dengan baik dan menjadi pintar saja belum jaminan dia akan mengikuti kita selamanya.



Mbak sekarang tidak seperti mbak jaman dahulu kala yang bisa setia bekerja sampai bertahun-tahun. Bahkan ada yang ikut dari kecil sampai menikah masih dengan setia menyertai kita. Mbak sekarang adalah mbak yang mau bebas dalam bekerja..tak suka terlalu diatur-atur.. minta diberi ruang untuk berinteraksi dengan orang lain..menggunakan HP, sesekali diijinkan jalan-jalan dengan tetangga sebelah bahkan harus bisa diijinkan untuk pacaran. Mbak sekarang datang kadang tanpa keterampilan apa-apa.. kadang tanpa tata krama.. kita perlu kesabaran yang tinggi untuk mengajarinya. Dan saat ini banyak mbak yang merasa lebih baik bekerja di pabrik atau di restoran-restoran dibanding bekerja di rumah tangga. Karena bekerja di pabrik atau di restoran lebih memberikan kebebasan dalam berinteraksi dan lebih mempunyai ruang gerak. Dan itulah yang menyebabkan para ibu-ibu kesulitan mencari mbak.



Apapun kondisinya ... sejelek apapun kerjanya.. kadang kita tetap merasa kehilangan disaat mbak kita meminta ijin pulang. Amat terasa perbedaannya. Kadang kita kesal dengan sikapnya.. kadang kita kesal dengan hasil kerjanya.. namun disaat dia pergi kita amat merasakannya. Sekecil apapun kontribusinya.. ternyata mempunyai efek dalam kehidupan kita. "Mbak yang dulu sabar..yang ini kok begini sih mii..", "mbak yang dulu semua mau dikerjain mi... yang sekarang kerjanya pilih-pilih", "mbak yang dulu kalo udah selesai kerjanya..mau bantu aku.. kalo yang sekarang kok tidur melulu sih mi...", "mbak yang dulu biar malas kerjanya tapi hatinya baik ya mi...", "mbak yang dulu biar kalo kerja disuruh-suruh tapi bawaannya happy terus ya orangnya...", "mbak yang dulu itu biar lebay..ngomongnya suka di lebih-lebihin ditambah-tambahin tapi semangatnya tinggi ya mi..". Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing dan kita baru menyadarinya saat dia pergi. Sulit kita mencari seorang mbak yang sempurna seperti yang kita harapkan.



Mbak ternyata membuat saya banyak belajar padanya.. mbak telah membuat saya menjadi orang yang lebih sabar dan mencoba mengerem kemarahan... mbak telah membuat saya menjadi orang yang mau sabar membimbing walaupun kadang-kadang kekesalan sudah diubun-ubun..Mbak mengajari saya untuk menghargai kontribusi setiap orang.. entah kecil entah besar... Sudah bagus ada mbak yang mau kerja... karena mencarinya luar biasa susah dan luar biasa mahal. Tanpa mbak saya tak bisa bekerja untuk menghidupi keluarga ini.. ada anak-anak yang harus dijaga.. ada suami yang sakit yang harus dibantu mengambil makanan dan harus dijaga kondisi kamar mandi agar selalu kering...



Walau acapkali saya sering lupa di saat tertekan.. tapi paling tidak dengan ketidakhadiran mbak di rumah bebeapa hari kita makin menyadari peran mbak dalam kehidupan kita. Seperti pagi ini.. ketika teko air putih masih kosong.. padahal biasanya mbak yang dulu selalu setia menyediakan air putih yang telah diolah seteko penuh... ahhhh dari hal yang sederhana saja sudah amat terasa....

Belajar dari Ki Hajar Dewantara...

Ini sebuah postingan lama.. kemarin kucatat di catatan Facebook, aku sedang memindahkan tulisan-tulisanku ke dalam blog pribadiku.


Belajar dari Ki Hajar Dewantara...
oleh Riwandari Juniasti Ismaja Purnama pada 02 Mei 2011 jam 22:23

Ingat KI Hajar Dewantara.. ingat Taman Siswa.. Ingat Taman Siswa.. saya pasti teringat pada ayah saya.. Ayah saya adalah guru yang baik.. tak banyak bicara.. tapi banyak hal yang dilakukannya.. Jarang memerintah .. tapi lebih banyak memberikan contoh. Perbincangan dengannya selalu menarik dan saat memperhatikannya angan saya pasti melayang kemana-mana... Ayah saya banyak menginspirasi kehidupan saya.. tapi sayang sulit sekali bertindak seperti ayah saya.



Sebagai seorang guru yang pernah mengajar di Taman Siswa, Ayah sering bicara soal Ki Hajar Dewantara.. soal Tut wuri handayani, dan saya sangat melihat kehidupan ayah saya selalu mengikuti semboyan ini. Dan semboyan ini saya rasakan tidak hanya pas untuk guru..tapi juga pas untuk menjadi semboyan para pemimpin.



Semboyan Tut Wuri Handayani itu aslinya adalah ing ngarso sung tulado, ing madyo mangun karso dan tut wuri handayani.. apakah artnya..? Ing ngarso sung tulodo.. seorang pemimpin itu harus bisa memberikan teladan atau contoh tindakan yang baik. Ing Madyo mangun karso..pemimpin itu berada diantara anggota timnya.. pemimpin harus bisa menciptakan prakarsa dan ide-ide. Tut wuri handayani.. pemimpin itu mengikuti saja dari belakang.. cukup memberikan dorongan dan arahan.



Sudahkah kita belajar dari Ki Hajar Dewantara.. sudahkah kita jadi pemimpin yang memberikan teladan..yang memberikan dorongan dan pemimpin yang menginspirasi..???? Pemimpin yang mampu menciptakan pemimpin-pemimpin yang berkualitas.. dan mempercayainya untuk melanjutkan kepemimpinannya...



Selamat Hari Pendidikan Nasional...

Minggu, 07 Agustus 2011

Mutiara Persahabatan - Dari Blog sebelah

Mutiara Persahabatan..... dari Blog sebelah...
oleh Riwandari Juniasti Ismaja Purnama pada 29 Mei 2011 jam 22:52

“Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah”

“Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama”

“Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya”

“Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian”

“Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya”

“Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah”

“Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya”

“Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis”

“Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya”

“Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinnya”

“Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri”

“Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita. Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda??. Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai??”

“Siapa yang ingin bersama anda pada saat tiada satupun yang dapat anda berikan??. Merekalah sahabat-sahabat anda”

“Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka. Karena seorang sahabat bisa lebih dekat dari pada saudara sendiri”

BERATNYA BEBAN PEMBERI PREDIKAT "KOMPETEN"

Ketika kita dinyatakan Kompeten oleh sebuah lembaga sertifikasi atas hasil ujian yang sudah kita kerjakan, tentunya membuat kita bahagia, karena itu adalah penentu kita masih boleh menduduki kursi direksi selain kita telah mampu melewati test Fit and Proper. Apalagi kita mendapat predikat di atas cukup.



Kata "yang penting lulus" yang sering terucapkan saat kita sedang menjalani pelatihan dan saat kita mengikuti ujian kadang membuat kita mengabaikan arti kata "KOMPETEN" yang tertulis dalam sertifikat yang kita terima. Kita tak terlalu memperdulikan arti kata "KOMPETEN" yang disematkan kepada kita..tapi tahukah kita arti kata kompeten tersebut..dan ternyata begitu berat beban lembaga sertifikasi yang telah menyematkan predikat tersebut pada kita.



Jika telah membaca arti kata "Kompeten" dibawah ini..masihkah kita layak diberi predikat kompeten..??? Sebuah pertanyaan yang sebenarnya hanya bisa dijawab oleh kejujuran hati kita sendiri.... sampai dimana kita mampu menjaga predikat itu? dan sampai dimana tanggung jawab sebuah lembaga sertifikasi dalam memberikan predikat tersebut hanya dengan cara memberikan ujian multiple choice, a, b, c, d, e.. tanpa pernah tahu siapakah kita sebenarnya.. datang dari dunia manakah kita.. apakah pengalaman kita... Pengalaman kita di dunia kerja yang kita geluti bertahun-tahun tak menjamin kita dapat dikatakan "KOMPETEN" jika tidak mampu menetapkan pilihan a, b, c, d atau e secara tepat dan akurat sesuai dengan kunci jawaban yang telah ditetapkan. Seberapa besar sebuah "soal" dalam ujian mampu menakar kemampuan kita..?? Dan tak menjamin pula seseorang yang disematkan predikat "KOMPETEN" dan belum habis masa berlakunya tidak melakukan "FRAUD"...



Dan kemudian jika masa berlaku predikat "KOMPETEN" itu berakhir, bagaimanakah cara yang tepat untuk memberikan penilaian apakah penerima predikat tersebut itu masih layak disebut "KOMPETEN", apakah ada jaminan jika dilakukan penyegaran maka perdikat "KOMPETEN" dapat diperpanjang kembali masanya..lalu apa sebenarnya yang perlu disegarkan jika kita kembali lagi ke arti kata "KOMPETEN" ?



Apakah ini sebuah kesalahan dalam mengartikan istilah.. atau apakah ini kesalahan dalam memberikan predikat...??? ataukah yang salah cara melakukan pengujian terhadap seseorang yang akan disematkan predikat kompeten... ataukah kesalahan dalam menentukan standard... ahh sebuah pertanyaan yang selalu saja mengelitik saya.. adakah yang mengetahui jawabannya...



Banyak pihak berharap dari selembar kertas berpredikat "KOMPETEN" terutama Bank sebagai User. Jangan sampai kertas itu hanya sebagai pelengkap penderita saja untuk memenuhi ketentuan PBI, jangan sampai lembaga sertifikasi profesi ini berlindung di belakang PBI, sehingga mengabaikan arti kata "KOMPETEN" yang dituliskan dalam selembar sertifikat. Jangan mengabaikan kepercayaan banyak pihak yang telah diberikan kepada lembaga Sertifikasi Profesi ini. Apalagi didalam istilah "Kompeten" ini mengandung arti "attitudes" dimana integritas pasti masuk didalamnya.



Gonezi (1992:225) mengatakan bahwa:

Competence is to describe a person as competent in area of work if they have the knowlegde, skills, and attitudes to be able to function at some minimum acceptable level. To more precise, competence is something that canbe attributed to an individual on the basis of inferences drawn from performance in assessment or actual work.

Gonezi mengatakan bahwa kompetensi tersebut merupakan suatu atribut dari seseorang yang tampak melalui perbuatannya atau kinerjanya berdasarkan hasil penilaian atau pekerjaannya.



JGN Consulting Denver, USA menyatakan:

A competency refers to an individual’s demonstrated knowledge, skills or abilities (KSA’S) perform to a specific standard. Competencies are observable, behavioral acts that require a combination of KSAS to execute. They are demonstrated in a job context and as such, are influenced by an organization’s culture and work environment. In other words, competencies consist of a combination of knowledge, skill and abilities that are necessary in order to perform a major task or function in the work setting (JGN Consulting Denver, USA).



CSBC (Competency Standards Body Canberra, 1994) juga menyatakan, “Competency comprises knowledge and skills and the consistent application of that

knowledge and skills to the standard of performance required in employment“.

A.D. Lucia & R. Lepsinger menyatakan ,”Competency models that identity the skills, knowledge, and characteristics needed to perform a job”.



Dari ketiga pernyataan tersebut dapat dirumuskan bahwa kompetensi diartikan sebagai kemampuan seseorang yang dapat terukur, meliputi: pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas sesuai dengan performance (kemampuan kerja) yang ditetapkan.



Definisi kata Kompeten di artikata.com dinyatakan kompeten adalah kata sifat (adjective) yang artinya :

1. Cakap (Mengetahui)

2. Berkuasa (memutuskan, menentukan) sesuatu; berwewenang

Kata Kompetensi diartikan sebagai kata benda (Noun) yang artinya :

Kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan (memutuskan sesuatu)



KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIANOMOR 045/U/2002TENTANG KURIKULUM INTI PENDIDIKAN TINGGI,

Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu.

Elemen-elemen kompetensi terdiri atas :

a. landasan kepribadian;

b. penguasaan ilmu dan keterampilan;

c. kemampuan berkarya;

d. sikap dan perilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai;

e. pemahaman kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya.



Spencer & Spencer (1993:9) menjelaskan bahwa kompetensi merupakan bagian dari kepribadian individu yang relatif dan stabil, dan dapat dilihat serta diukur dari perilaku individu yang bersangkutan, di tempat kerja atau dalam berbagai situasi. Untuk itu kompetensi seseorang mengindikasikan kemampuan berperilaku seseorang dalam berbagai situasi yang cukup konsisten untuk suatu perioda waktu yang cukup panjang, dan bukan hal yang kebetulan semata. Kompetensi memiliki persyaratan yang dapat menduga yang secara empiris terbukti merupakan penyebab suatu keberhasilan.



Association K.U. Leuven menbarkan bahwa Pengertian Kompetensi adalah peingintegrasian dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang memungkinkan untuk melaksanakan satu cara efektif.



Kompetensi menurut Robert A. Roe (2001), Competence is defined as the ability to adequately perform a task, duty or role. Competence integrates knowledge, skills, personal values and attitudes. Competence builds on knowledge and skills and is acquired through work experience and learning by doing.



Menurut Puspadi (2003), kompetensi merupakan kemampuan untuk melaksanakan tugas secara efektif. Secara fisik dan mental, kemampuan manusia yang terdiri dari kognitif, psikomotor dan afekti dapat muncul secara bersama pada saat menjalankan suatu tugas (Klausmeier dan Goodwin, 1966).



Undang-undang RI No. 13 tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan :

Kompetesi kerja adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan.



PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004. TENTANG BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI.

Sertifikasi kompetensi kerja adalah proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepadastandar kompetensi kerja nasional Indonesia dan/atau internasional.



Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia adalah rumusan kemampuan kerjayang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuaidengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.



Sikap menurut Gerungan (1991:149) dikenal dengan istilah attitude. Pengertian attitude dapat diterjemahkan sebagai ‘sikap terhadap objek tertenu’, dapat berupa sikap pandangan atau sikap perasaan, tetapi sikap tersebut disertai dengan kecenderungan untuk bertindak sesuai dengan sikap objeknya.

Anderson dalam El-Fayet (http://el-fayet.blogspot.com) membagi sikap ke dalam dua kelompok, yaitu sikap bahasa dan sikap non bahasa.

(1) Sikap bahasa

Sikap bahasa adalah tata keyakinan yang relatif berjangka panjang, sebagian mengenai bahasa tertentu, sebagian mengenai objek bahasa yang memberikan kecenderungan kepada seseorang untuk bereaksi dengan cara tertentu yang disenanginya.

(2) Sikap non bahasa

Sikap non bahasa adalah sikap yang berkaitan dengan sikap sosial, sikap estetis, dan sikap politik.



Makna INTEGRITAS : Sikap Jujur Tanpa Kompromi

1. INTEGRITAS adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan atas kejujuran
2. INTEGRITAS menuntut manusia berperilaku jujur, tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum, peraturan dan etika
3. INTEGRITAS adalah satunya kata dengan perbuatan baik yang bertanggung jawab
4. INTEGRITAS memerankan sikap perilaku dan kejujuran sesuai harapan masyarakat
5. INTEGRITAS dapat memaafkan kekhilafan yang tidak disengaja, dapat menerima perbedaan pendapat yang jujur, namun tidak ada kompromi bagi pelanggaran-pelanggaran prinsip

Koran INTEGRITAS Edisi 01, 2 – 11 September 2009,



Pencarian ini belum selesai... masih mencari dan mencari... dan ini menjadi tugas kita bersama..mau dibawa kemanakah kita nantinya...

Ini pesan dari Embah.. pesan dari sahabat.. terima kasih ya..

Kenanglah kembali ketika Ibu dan ayah dulu setia mencium pipi karena bahagia sang putri telah memasuki usia satu tahun.

Mereka berharap satu hari nanti putrinya akan jadi kebanggaan dan hal serupa berulang untuk cucunya.

Tidak terasa usia kian bertambah dan kini tiba waktunya mengulang untuk kiranya Tuhan memberikan waktu yang panjang agar lebih memahami kasih Nya dalam cinta dan kasih sayang bersama orang orang yg dicintai.

Selamat ulang tahun sahabatku setiap waktu yang telah lalu adalah hikmah bagi kebaikan untuk waktu waktu mendatang dalam kedamaian dan kebahagiaan.

Semoga panjang umur dan senantiasa memberikan yang terbaik disetiap nafas yg telah Tuhan beri. Salam superdahsyat.

Lewat buku ini..banyak yang ingin kau sampaikan padaku...

Saat aku berulang tahun kemarin, seorang sahabat memberikan sebuah buku padaku. Aku tak tahu kenapa dia memberikan buku ini padaku, apakah karena dia melihat emosiku yang mudah meledak-ledak, kemudian tiba-tiba sedih tanpa sebab yang jelas, atau karena melihatku terlalu banyak berharap pada sebuah persahabatan. Aku tahu dia tak akan asal memilih sebuah buku..



Kuminta dia menuliskan kata-kata untukku di halaman buku ini.. "tuliskan sesuatu untukku.." pintaku. Ditulisnya kalimat seperti ini padaku

"Jadilah wanita yang kuat..tangguh dan pantang menyerah..

Hal yang baik.. tindakan yang baik.. tidak akan tertukar hasilnya...

SABAR... SABAR...SABAR..."



Ada satu bagian yang aku suka dari buku ini....



Reaksi yang keluar dari diri kita .. ternyata reaksi yang kita pilih..

Bila seseorang mengatakan atau melakukan sesuatu dan kita menjadi kesal, tersinggung atau marah, upayakan agar kita langsung mengubah reaksi negatif itu.

Hanya dengan menyadari bahwa kita sudah bereaksi secara negatif sudah bisa melepaskan kita dari kekuatan negatif bahkan bisa menghentikannya. Jika kita merasa perasaan negatif itu sudah mencengkeram kita, sebaiknya kita menjauh dan meluangkan waktu beberapa menit untuk memperhatikan hal-hal yang kita sukai entah itu mendengarkan musik favorit, mengerjakan hal-hal yang menyenangkan, dan juga kita bisa memikirkan hal-hal yang menyenangkan dan hal-hal yang baik dari orang yang membuat kita kesal. Hal ini memang terasa sulit tapi inilah cara yang paling cepat untuk merasa lebih nyaman. Ini juga merupakan cara yang paling cepat untuk menguasai perasaan kita...



"Seseorang yang menguasai dirinya dapat mengakhiri kesedihan sebagaimana dia dapat menimmbulkan kesenangan.

Saya tidak ingin menjadi budak emosi saya...

Saya ingin memanfaatkannya...menikmatinya.. dan mendominasinya.. "

(Oscar Wilde)



Terima kasih sahabatku..

Untuk buku yang telah kau berikan..

Kelihatannya hanya sebuah buku..

tapi banyak hal yang ingin engkau sampaikan kepadaku...lewat buku ini..

Buku ini menyadarkan aku bahwa hidup impian kita selalu lebih dekat dengan kita tanpa kita sadari.. untuk memiliki semua hal yang baik dalam hidup ini sudah diberikan Tuhan dalam diri kita..



Dan di Ulang tahunku tahun depan nanti sahabatku..

Ku ingin diberikan hadiah sebuah buku.. tapi bukan buku yang ditulis orang lain..

Tapi buku yang ditulis oleh tanganmu sendiri.. yang penuh dengan tuangan pikiran-pikiranmu..

Yang untuk kebaikan banyak orang...



Janjikan itu padaku...

Sabtu, 06 Agustus 2011

Seandainya saja tidak pecah..

Jika melewati jalan ini aku selalu memperhatikan apotik yang ada di jalan ini. Dulu di jalan ini hanya ada satu apotik. Namun beberapa tahun yang lalu apotik dijalan ini bertambah satu. Bertambah satu bukan dari orang luar yang masuk menjadi pesaing. Tapi karena apotik tersebut ternyata pecah kepemilikannya karena ada ketidaksesuaian. Apotik yang baru menamakan dirinya sama dengan apotik yang lama hanya ditambahkan kata sejati dan apotik yang lama sekarang menambahkan tahun berdirinya dalam namanya. Pecah kongsi itu sepertinya hal biasa dalam bisnis.

Kebetulan yang biasa melayani jika aku membeli obat pindah ke apotik yang baru. Akupun ikut pindah jika membeli obat. Dia banyak menceritakan kenapa terjadi perpecahan. Ya..ketidaksesuaian, ketidaksepahaman, ketidakcocokan, dan yang sejenis dengan itu. Sebenarnya amat disayangkan. Apotik saat belum pecah saja, belum besar bahkan tidak buka 24 jam..apalagi jika pecah kongsi seperti ini. Apotik yang baru pun sepertinya juga seadanya saja.. obatnya juga tak lengkap, tak buka 24 jam. Lalu dimana letak kelebihannya.

Aku membayangkan seandainya mereka tidak pecah. Tentu modalnya akan bisa disatukan sehingga apotik akan lebih lengkap, tenaga kerja bisa dijadikan satu atap otomatis bisa buka 24 jam, dan seandainya ingin membuka cabang tentunya tidak dijalan yang sama tapi bisa memilih tempat lain yang lebih potensial. Buat apa membuka apotik di jalan yang sama yang hanya berjarak beberapa rumah saja. Bukankah jumlah kepala keluarga di daerah ini juga tak berubah..yang biasanya dilayani oleh satu apotik sekarang lahannya harus dibagi untuk kedua apotik itu.

Kadang aku heran..kenapa kita ini mudah sekali pecah kongsi. Kadang hanya urusan sepele. Kadang hanya kurangnya komunikasi. Kadang hanya karena kurang terbuka mengutarakan apa yang ada diisi kepala kita. Kadang hanya kekerasan kepala, kurang rendah hati dan kurang mau mengerti satu sama lain. Padahal jika dua isi kepala disatukan atau beberapa isi kepala disatukan..pasti akan menghasilkan hal-hal yang luar biasa.

Namun sekarang kondisinya sudah terpecah.. sekarang yang perlu dibuktikan adalah kemampuan untuk memberikan yang terbaik, kemampuan untuk bertahan dengan modal yang seadanya, kemampuan untuk tidak saling menjatuhkan....dan kemampuan untuk menunjukkan bahwa masing-masing pihak bisa bersaing secara sehat. Toh akhirnya kebesaran hati dan kerendahan hati juga diperlukan dalam persaingan yang sehat. Bukankah mereka pasti tergabung dalam sebuah asosiasi, bukankah suplier mereka sama, bukankah pelanggan mereka juga sama... Dengan mampu menunjukkan bahwa mereka dapat bersaing dengan sehat tanpa menjatuhkan pihak lain..maka perpecahan itu tidaklah menjadi sebuah kesia-siaan..tapi menjadi penyemangat.

Namun jika diisi dengan saling menjatuhkan maka perpecahan ini menjadi sebuah kesia-siaan yang akan disesali oleh keduabelah pihak.

Jika mereka tak mau mempunyai kerendahan hati dan kebesaran hati untuk tidak saling menjatuhkan..maka mereka akan mendapat penilaian yang buruk dari anggota asosiasi, suplier dan pelanggang, karena setiap berhubungan dengan mereka isi pembicaraannya adalah saling menjelek-jelekan dan saling menjatuhkan diantara mereka.

Lalu kalau akhirnya sama-sama harus saling rendah hati, berbesar hati juga ..kenapa juga harus pecah kongsi.

Golden Words :
Jika dua orang bekerjasama dalam bisnis dan senantiasa sepakat dalam segala hal, salah seorang diantara mereka pasti sudah tak lagi ada gunanya. (Harold Green)

Rencana atau kesepakatan bisnis hanya bisa berhasil dan bertahan lama jika menguntungkan kedua belah pihak (J. Roger Freidman)

aaaaa....ibu bikin kejutan...

Hari ini ada acara buka puasa bersama.. tapi karena hari ini adalah Hari khusus untuk Yo, yang artinya kami sekeluarga mengikuti apa yang diinginkan kehendaknya..dan kebetulan kehendaknya adalah pergi ke Bogor.. maka kami semua sekeluarga pergilah ke Bogor. Sebenarnya di Bogor juga perginya ke tempat itu lagi itu lagi.. tidak ada tempat baru yang kami kunjungi. Tapi itu sudah membuat Yo bahagia.

Nah itulah yang menyebabkan aku sekeluarga terlambat hadir. Apalagi hari ini ternyata Yo mendapat jadwal kunjungan dari gereja. Kami berdoa dahulu sekeluarga untuk kesembuhan Yo, dan persiapan anak-anak menjelang ujian nasional.

Bunyi ping dari Yossi mengirimkan foto bukber membuatku bertanya-tanya.. hahaha..hebat benar ini anak bisa tahu hari ini keluargaku ada acara bukber..lengkap dengan fotonya pula.. dapat dari mana ini anak... Ternyata oh ternyata.. anak itu ada di TKP.

Aaaaaa...ibu ku ternyata membuat kejutan dengan mengundang anak-anakku tanpa sepengetahuanku.. Hidayati..Jefri.. Linda.. dan Lya.. Terima kasih yaaa.. kalian sudah hadir ke rumah ibu ku.. pasti ibu ku senang sekali.. seperti aku juga...

Minggu, 31 Juli 2011

Rekonsiliasi ala Yusuf


Begitu penginjil Hadi sore ini menyebut kata Rekonsiliasi, langsung membuat mataku terbelalak. Rasa kantuk yang tadi sudah datang tiba-tiba menguap entah kemana. Apalagi ketika dia memulainya dengan mengatakan bahwa dalam kehidupan kita tak kan lepas dari perselisihan, ketidakcocokan, dan perbedaan.

Rekonsiliasi ala Yusuf ini tidak mudah dilakukan karena memerlukan komunikasi dengan Kerendahan hati, keterbukaan dan kerelaan. Sangat sulit disaat kita mengalami konflik, kita dilecehkan untuk mau merendahkan diri. Saat kita menjadi pihak yang dilecehkan, dikucilkan, diremehkan, kita lebih sering mengatakan..lihat akan kubuktikan dan kelak akan kalian rasakan, kelak kalian akan menyesal, kelak kan kubalas sakit hati ini.

Yusuf yang dulu sombong dengan mimpinya, ketika saudara-saudaranya menginginkan adanya rekonsiliasi diantara mereka, mempunyai kerendahan hati untuk menerima saudara-saudaranya kembali yang telah membuangnya dan menjualnya.

Begitu juga dengan saudara-saudara Yusuf juga mempunyai kerendahan hati, yang dulu membenci Yusuf, selalu ingin mencelakakan Yusuf..mau datang merendahkan diri bahkan mau menjadi hamba Yusuf yang menjadi orang nomor 2 di Mesir.

Dengan kerendahan hati ternyata mampu membuat kita memahami perasaan dan kesulitan orang lain. Kerendahan hati kita pasti mampu menyentuh hati dan perasaan orang lain yang bermasalah dengan kita. Kerendahan hati mampu membuat kita tak menjadi takabur. mampu membuat kita memahami kekurangan diri kita sendiri dan diri orang lain. Hanya dengan kerendahan hati maka sekat-sekat pemisah itu dapat dihilangkan dan kita dapat berkomunikasi dengan baik. Kerendahan hati mengajarkan kita untuk tidak memandang sebelah mata kepada orang lain, menyadarkan kita bahwa diatas langit masih ada langit.

Kemudian dalam rekonsiliasi ini juga diperlukan Komunikasi yang penuh dengan keterbukaan. Kita harus jujur mengatakan apa yang kita rasakan, dan kita juga harus mampu mendengarkan orang lain. Kita harus bersedia mengakui kesalahan kita. Karena tak mungkin kita tak luput dari kesalahan. Dengan keterbukaan kita tak akan berbicara di belakang, kita tak memerlukan perantara untuk menyampaikan pesan dan perasaan kita. Karena perantara tak selalu mampu menterjemahkan apa yang kita rasakan. Kadang kita sering mengatakan "tolonglah kamu saja yang sampaikan..". Itu adalah sebuah hal yang salah. Seharusnya kita langsung saja mengatakan apa yang kita rasakan langsung kepada orang yang memang seharusnya mengetahui hal itu daripada kita meminta orang lain untuk menyampaikannya. Rekonsiliasi ala Yusuf tak bisa dilakukan melalui perantara.

Kerelaan juga merupakan kunci bisa terlaksananya rekonsiliasi ini. Tanpa kerelaan untuk berkomunikasi dengan orang yang bermasalah dengan kita tak kan mungkin terjadi rekonsiliasi. Juga diperlukan Kerelaan untuk memaafkan dan mengampuni semua kesalahan, kerelaan untuk melupakan kesalahan, kerelaan untuk memulihkan hubungan yang telah rusak.

Kenapa Yusuf dan saudaranya mampu melakukan rekonsiliasi ini tanpa perantara orang lain, karena semuanya mampu melihat bahwa apa yang telah dialami pada masa lalu adalah sebuah proses yang harus dilewati untuk masa sekarang dan masa depan yang telah dirancang dengan baik oleh Tuhan untuk kita. Apa yang telah dialami masa lalu adalah untuk mendatangkan kebaikan untuk masa depan kita. Halangan yang kadang kita alami yang kita anggap berasal dari yang melecehkan kita.. sebenarnya bukanlah halangan tapi ujian untuk menguatkan langkah kita dan penyemangat kita untuk meraih kesuksesan. Hambatan yang kita alami yang akhirnya membuat kita terpaksa untuk menyingkir..bukan untuk menghambat kita tapi untuk memberikan kesempatan kepada kita untuk berpikir sejenak dan memperhatikan hal lain yang mungkin selama ini kurang mendapat perhatian yang baik dari kita. Bagaimanapun juga setiap orang yang ada dalam kehidupan kita pasti pernah memberikan warna dalam kehidupan kita dan memang kita dapat seperti sekarang ini melalui orang-orang yang kita temui dalam kehidupan kita, yang telah mewarnai kehidupan kita...dan tak seharusnya kita melupakan sejarah kehidupan kita.

Seandainya saja...kita semua mampu melaksanakan rekonsiliasi ini.. kedamaian akan ada disekeliling kita.

#terimakasihku untuk setiap orang yang telah mewarnai kehidupanku..#

Selasa, 12 Juli 2011

Tanah itu emang bikin ribet..tapi kalau gak pake jaminan lebih ribet lagi

Ternyata kadang ber "prinsip hati-hati" sering membuat kita jadi kehilangan nasabah. Tapi kalau tidak hati-hati juga takut. Karena kalau sudah berdebat dan flashback ke belakang (namanya juga flashback..mana ada sih yang ke depan.. lebay de bahasanya), survey membuktikan nasabah yang pinjaman pertama or kedua or ketiga lancar..gak menjamin pinjaman-pinjaman berikutnya bakalan lancar pembayarannya. Nah ini yang bikin repot.

Pernah terjadi seorang nasabah.. ya pemuka lah dikampungnya.. sebelumnya selalu punya trackrecord yang baik.. saking baiknya sampai ketika jaminan ditukar dengan yang kurang baik pun kami masih mengangguk-angguk kan kepala.. kan yang penting usahanya baik dan pembayarannya lancar.. jaminan itu kan hanya untuk membackup saja.. ok lah kalau begitu. Namun ternyata sama sekali tak diduga.. ternyata nasabah itu kabur ke dunia antah berantah.. dan setelah akan dieksekusi jaminannya..ternyata telah dihanyutkan oleh air sungai... aaahhh tragis..

Akhirnya sekarang semuanya menjadi super ketat. Beda nama saja sekarang sudah menjadi masalah. Mulanya memang di BPN nya juga bermasalah. Cuman meletakkan satu huruf saja salah.. maka harus diperbaiki.. huruf i terganti y.. kalau tak sama dengan KTP..maka harus diganti juga.. ihhh ribet. Harus cocok KTP..cocok kartu keluarga.. cocok surat nikah. Pusing.

Belum lagi harus mencocokkan dengan baik lokasi tanah.. Rumah di sekitar kantor itu tak ada yang mempunyai nomor. Cuman tertulis RT dan RW saja.. bayangkan bagaimana sulitnya mengira-ngira..benar atau tidak ini rumahnya.. kalau ada nama jalannya nah itu lumayan.. kita jadi gak salah-salah banget.. tapi kalo sudah terjepit diantara rerumahan dan masuknya pun lewat rumah tetangga bisa dibayangkan bagaimana ribetnya mengira-ngira.

Pernah waktu itu..posisi rumahnya tertukar.. yang dijaminkan sebenarnya rumah yang jelek..tapi yang ditunjukkan rumah yang bagus yang ada di sampingnya. Astaga..tega banget itu nasabah.
Nah itu masalah letak tanah...
Ada yang lebih parah lagi.. kebenaran pemilik tanah. Wah disini ini banyak mafia.. kadang orangnya sudah meninggal..KTP nya masih bisa terbit..dan fotonya diganti dengan foto yang lain..tanda tangan pun juga diganti..

Makanya kalau survey jangan bareng nasabah..mendingan nyasar-nyasar mencari sendiri..dijamin banyak rahasia yang terkuak.
Belum lagi masalah istri. Rata-rata disini pasti punya istri lebih dari satu..akhirnya di perjanjian kredit pun disiasati.. agar tak ada tragedi istri lebih dari satu.
Beberapa tahun yang lalu pernah.. yang diberikan KTP istri tua..tapi yang dipasang foto di KTP itu adalah istri muda berikut tanda tangan istri muda. Yang ditenteng ke kantor pun istri mudanya. Untung sebelum akad kok tiba-tiba muncul istri tuanya... marah-marah di kantor.. tapi akhirnya melunak bahkan banyak membantu.. akhirnya tidak jadi akad.
Pernah terjadi juga.. ternyata nasabah itu mempunyai saudara kembar.. nah.. ini emang parah. Yang punya tanah saudara kembarnya..yang muncul kembarannya..yang tanda tangan pas akad kembarannya.. mabok mabok deh urusannya. Tapi bersyukur walaupun penuh lika liku mampu terselesaikan dengan baik dan terbayar..

Nah itu yang berhubungan dengan tanah.. sekarang yang berhubungan dengan motor. Nah ini juga banyak ceritanya. Berdasarkan survey.. ternyata kalau motornya itu pakai nama orang lain dan ada bukti kwitansinya..itu resiko macetnya lebih besar. Makanya biar kata kredit lagi susah dilempar..kalau nama gak sama kita terpaksa diam seribu bahasa saja. Percuma juga minta nama diganti..gak jaminan. Kemudian kalau tinggal dengan orang tua.. kelihatannya aman ya karena tinggal dengan orang tua.. begitu anaknya kabur kita berharap orang tuanya mau membantu untuk membayar.. nah ini jarang terjadi, biasanya ortunya bilang "cari aja motornya neng... bapak juga gak tahu motornya ada dimana...jangankan motor..anak bapak juga gak jelas ada dimana..." .. nah apa gak sedih dengernya. Beda dengan tanah.. kalau tahu rumahnya mau di eksekusi..dengan segala daya upaya dicoba untuk dibayar...apalagi kalau ditempati oleh orangtuanya..dijamin aman...tapi kalau tanah kosong..."bantuin jualin deh neng..buat bayar utang..".

Belum lagi soal eksekusi motor... kalo gak punya mental baja AO nya jangan harap deh bisa bawa motor ke kantor. Kadang godaan satu bulan angsuran di bayar saja suka bikin AO klepek-klepek... mending mereka terima uang satu bulan angsuran daripada otot-ototan narik motor..apalagi kalo nasabahnya sangar.
Belum lagi ada nasabah yang senang "teriak maling" saat motor di ambil.. kayak kasus di kantor sebelah. Sampai harus berurusan dengan polisi..
Makanya gak heran kemarin pernah kejadian sebuah kantor diserbu orang gara-gara menghentikan dan mengambil motor di tengah jalan.. padahal kan dalam perjanjian itu sudah jelas.. tapi ya gitu deh.. kadang saat dibacakan isi perjanjian kan nasabah suka ngangguk-angguk aja, dan duduknya kayak gak nempel di kursi..kayak dah gak sabar.. jadi gak mendalami isi perjanjian. Begitu ada masalah..suka paling kenceng teriaknya .. "kemarin gak dikasih tahu..." akhirnya terpaksa dipasang tulisan gede-gede di ruang akad.. BACALAH ISI PERJANJIAN SEBELUM DI TANDATANGANI.. MENANDATANGANI PERJANJIAN ARTINYA MENYETUJUI... ampunnn.. sampe paranoid begitu...

Nah kalo ngomong soal penandatanganan perjanjian jadi inget soal tanda tangan. Banyak sekali KTP-KTP itu yang menandatangani itu orang yang membuat KTP atau orang kantor Desa. "Ibu.. kenapa tanda tangannya berbeda..." ..lalu dijawab.. "itu bukan tanda tangan saya ibuuuu..itu tanda tangan pak RT.." huaaaaaaa... "lalu tanda tangan ibu seperti apa...???" lalu dijawab dengan muka unyu.. (unyu ya bukan ungu..kalo gak ngerti tanya anaknya yang ABG deh).. "saya mah gak bisa tanda tangan ibuuuu...". Astajib.... Akhirnya terpaksa meminta nasabah untuk meniru tanda tangan tersebut.. kalau sukses.. bagus..kalau gak sukses ini yang repot.. akhirnya terpaksa buat surat pernyataan.. bahwa tanda tangan nya dia bla bla bla... plus terpaksa meminta cap jempol. Akhirnya SOP ini suka kebablasan..suka kepakai ke nasabah yang intelek..yang berpendidikan.. yang tanda tangannya udah ribet banget... nah habislah dikomentari oleh nasabah bahwa terlalu lebayyyyyy...
Belum lagi kalau ada salah satu nasabah yang tanda tangan itu buta huruf.. aduh.. usaha bagus..jaminan bagus..tapi buta huruf..bagaimana coba... terpaksa deh anaknya ikut tanda tangan.

Apalagi tidak pakai jaminan...wahhhh...cerita pahitnya lebih banyak dari pada cerita manisnya..

Kalau ingat itu semua rasanya kadang pengen tertawa mentertawakan kebodohan sendiri ..kadang pengen mengakhiri urusan dibidang perkreditan... tapi inikan amanah dari ibu.. mana berani aku mengakhirinya.

Belajar pada si "Seikat Pocong"... berpikir "out of the box"

Sebenarnya aku tahu tentang si Poconggg ini sudah lama, gara-gara ngetwit juga. Memang dia paling sering gentayangan di Twitter. Memang benar dia itu setan yang gagal.. sebenarnya bukan gagal.. tapi dia setan yang kreatif.. setan yang gak melulu cerita tentang sebuah kehororan.. tapi setan yang boleh dikatakan cukup manis, intelek dan baik hati... #hahaha ada sih setan yg baik hati.. ya ada cuman si seikat pocong ini setan yang suka gak sampai hati, suka menolong dan penyemangat...#

Ketertarikan ku membaca buku Poconggg juga Pocong, sebenarnya karena My baby memaksa-maksa untuk membeli. Dan saat ingin kubeli.. ternyata sudah habis... HABIS... makin penasaranlah aku.. buku apa ini sampai habis.. ada apa ya didalamnya... Mental Mama Sensor BUKU mulai keluar... apalagi saat malam My Baby mengatakan dia sudah dibelikan oleh si Ehem... olalala... ini fenomena apa lagi .....

BBM anak ku menyampaikan siang itu saat aku di kantor bahwa buku PJP sudah di tangan.. makin penasaranlah aku.. kalo si "seiikat poconggg" bilang... penasaran tingkat nasional.... Buru-buru aku pulang.. semangat menyensorku terlalu tinggi...

Saat ku baca ... memang banyak qiqiqiqqiqi... yang keluar.. berempat dengan putriku.. dipandangi Yo yang bingung ada 4 wanita cantik sedang ter qiqiqiqiqiqiqi... hahahaha.. buku ini memang tidak tebal.. tipis malah menurutku.. tapi menyimpan energi yang luar biasa... banyak kreatifitas ada di dalamnya.. walaupun kadang bahasanya ada yang kurang aku suka.. tapi sangat menghibur.. dan mendekatkan aku dengan dunia putriku... dan banyak kalimat-kalimat yang aku suka....

Seperti saat dia menulis...

Kalau kita tidak bisa membantu, sebenarnya masih ada cara lain yg bisa kita berikan... Kita bisa memberikan SEMANGAT.. Krn itu juga penting banget... "PJP buku baru yg dibaca anakku.... buku ini kelihatannya hanya mengumbar tawa..tp banyak terselip makna juga di dalamnya.

Atau saat dia menulis soal dia yang tak punya tangan...

Tangan bisa menyentuh sesuatu yg tak tersentuh oleh hati..tapi dibalik semua itu, hati bisa menyentuh sesuatu yg tak tersentuh oleh tangan...." Tumben lo Conggg... Kalimat elo rada keren....."

Dan saat dia menulis soal bukunya yang tak kunjung selesai...
"sebenarnya gue gak punya basic nulis sama sekali. Gue belum pernah nulis dan gak pernah kepikiran buat nulis. Sampai akhirnya, semesta mempertemukan gue dengan Benzio dan Raditya Dika. Merekalah yang meyakinkan gue bisa menyelesain buku ini. Buat gue, they are like an angel" tulis se "siikat poconggg" di bukunya....

Sudahkah kita bertemu dengan seseorang yang meyakinkan kita, yang memberikan semangat kita, bahwa kita mampu menulis....????? Jika belum.. tulisanku ini bisa memberi semangat juga bukan... ayooo kita selesaikan tulisan kita.... masak kita kalah dengan si "seikat pocong"... SEMANGAT... jangan cuman punya semangat tingkat RT ya.. ayoo punya semangat tingkat nasional...

Sabtu, 09 Juli 2011

Kapan kutulis sebuah buku

Ketika temanku Sandra mengatakan jangan lupa membeli buku hasil karyanya.. Dan ketika setahun yg lalu temanku Rossi mengirimkan aku novel hasil terjemahannya.. Aku hanya bisa terdiam... Mereka telah melangkah amat jauh dan aku tertinggal di belakang...

Dulu kami ber empat.. Aku, Sandra, Rossi dan Sulit suka menulis. Terutama Sandra dan Sulist. Kami berlomba2 menulis cerpen di Anita majalah yg ada saat itu.
Bahasa Sandra dan Sulit amat baik.. Aku jauh tertinggal..

Dan sepertinya aku pun sampai sekarang masih tertinggal.. Mampukah aku seperti mereka..??.

Kapan kutulis sebuah buku......

Biarlah Ku melangkah pergi...

Apakah lagi yang harus dipertahankan ? Tak ada lagi..
Lebih baik semua kulepaskan..
Keberadaan ku telah membuat kondisi makin tak baik..
Apakah aku perlu mempertahankan demi keegoisan pribadiku sendiri..
Apakah keinginan-keinginan pribadiku harus mengalahkan kepentingan orang banyak, dan nama baik sebuah organisasi.
Hidup tak bergantung pada jabatan..
Hidup tak bergantung pada kekuasaan..
Aku datang untuk berbuat sesuatu disana..
Aku datang bukan untuk sebuah jabatan..
Jabatan hanya sebuah sarana untuk membuat aku berbuat..
Aku tetap bisa berbuat dimanapun aku berada..

Ya telah kulepas semuanya...
Dan ku tak berharap banyak akan terjadi perubahan..
Paling tidak aku ingin sampaikan... jabatan bukan segala-galanya untuk ku..
Pernahkah aku berada di depan..??? Bukankah aku selalu di belakang..
Pernahkah ku tulis jabatanku..?? tak pernah ku menuliskannya...
karena
Aku bukan mencari jabatan.. aku datang untuk mengembangkan diri..
Kalau semuanya sudah tak sejalan.. kalau semuanya sudah tak sesuai dengan tujuan awal..
Biarlah ku melangkah pergi...
Biarlah ku lepas semua..
Dengan harapan ... semua bisa bahagia...

Sabtu, 23 April 2011

Jejak-jejak Kartini dalam diri wanita pemilik usaha Mikro

Wanita-wanita biasa yang berpendidikan SMA, namun punya pemikiran jauh kedepan dan punya pengharapan yang luarbiasa untuk generasi selanjutnya yang dipercayakan Tuhan padanya.

Sebuah pencarian makna “KARTINI” pada wanita mikro

IBU TRI LESTARI – PERIAS PENGANTIN

“Saya sebenarnya tidak ingin berhutang.. tapi suami saya meyakinkan bahwa rumah diseberang kami perlukan untuk menyimpan barang-barang kami yang makin lama makin banyak. Akhirnya setelah kami hitung..kami mantap mengajukan kredit di BPR”

Ketika sore itu ditemui Ibu Tari, demikian ia biasa dipanggil, masih sibuk memberikan makan ayam peliharaannya dan sesekali memperhatikan putra bungsunya yang sedang bermain di halaman. Di ruang tamu terlihat tamu yang akan memakai jasa rias pengantin yang sedang dilayani oleh suaminya. Kemudian ibu Tari bergabung dan melakukan fitting pada calon mempelai yang memakai jasanya. Setelah itu merapikan pakaian-pakaian pengantin sambil sesekali memperhatikan putra bungsunya.

Usaha rias pengantin ini adalah usaha suaminya H. Jois, yang telah dirintis dari tahun 1987, namun untuk urusan pemilihan pakaian pengantin dan rias pengantin menjadi tugas dari ibu Tari. Ibu Tari mempunyai selera yang cukup baik dan mempunyai keterampilan merias yang baik sehingga banyak calon pengantin yang ingin memakai jasanya. Usaha yang dimulai dari merias pengantin sekarang berkembang menjadi usaha penyewaan tenda dan wedding organizer.

“Kami mulainya dari kuli bu.. kemudian kami ingin membuka sendiri dan ada yang percaya kepada kami sehingga membantu kami membuka usaha ini”“Saya sebenarnya paling takut berhutang bu..” ucapnya ketika telah selesai memandikan putra bungsunya. Ibu Tari tidak mempunyai pembantu, sehingga semua urusan tangga, memasak dan mengurus anak-anak ditanganinya sendiri, bahkan sampai urusan mencuci kain-kain yang dipakai untuk wedding organizer nya dilakukan sendiri . Jika mendapat panggilan untuk merias, putra bungsunya yang berusia 3 tahun selalu dibawa serta. “dia bukan anak yang merepotkan..dia tahu ibunya sedang bekerja,” katanya bangga sambil mengusap-usap kepala si bungsu.

“Saya sebenarnya tidak ingin berhutang.. tapi suami saya meyakinkan bahwa rumah diseberang kami perlukan untuk menyimpan barang-barang kami yang makin lama makin banyak. Akhirnya setelah kami hitung..kami mantap mengajukan kredit di BPR” Lanjutnya lagi. “Sebenarnya saya ingin kita hidup sesuai kemampuan saja.” Ibu yang cantik ini sudah terbiasa mendapatkan penghasilan sendiri.

“Saya punya usaha sendiri bu..untuk menghidupi anak-anak saya, saya tak mau minta suami..usaha kreditan barang ini sudah saya rintis sejak saya belum menikah. Walaupun ada usaha rias pengantin, usaha yang telah saya rintis tidak ingin saya tinggalkan. Alhamdulilah bisa mencukupi untuk sekolah anak-anak saya dan jika lebih saya gunakan untuk membeli sapi dan ayam.

”Ketika ditanyakan bagaimana menyeleksi orang yang mengajukan kredit, dengan fasih ibu Tari menerangkan seperti seorang analis kredit yang handal. Pendekatan yang saya pakai pendekatan pengertian..saya tidak mau galak-galak dalam menagih karena lebih banyak tidak berhasil daripada berhasil dan saya menyeleksi benar-benar orang yang mengajukan kredit..kalau tak mencukupi saya tak mau memberikan walaupun itu kenalan baik saya. Herannya banyak wanita yang telah berkeluarga yang membayar dengan tidak tepat waktu..dengan alasan uang sekolah belum dibayarlah, uang dapur kurang lah.. Saya lebih senang memberikan kredit kepada wanita yang masih single..biasanya tanggung jawabnya lebih baik.

Ketika ditanyakan apa yang diharapkan dari putri pertamanya, dia menjawab dengan mantap.. saya tak mau memaksakan kehendak saya.. biar anak saya menentukan dia mau menjadi apa kelak.. yang terang saya ingin dia menjadi anak perempuan yang tahu hak dan kewajibannya. Saya ingin dia bersekolah sampai SI atau S2 tapi itu terserah anak saya nanti. Saya mendidik anak saya untuk tahu pekerjaan rumah tangga, mengurus adiknya. Setinggi apapun sekolahnya..setinggi apapun jabatannya.. tetap urusan rumah tangga dan anak-anak adalah tanggung jawabnya kelak.

Yang terang saya ingin anak saya tidak bekerja untuk orang lain.. tapi mampu membuka usaha sendiri dan membuka pekerjaan untuk orang lain.Saya tak suka wanita yang malas.. katanya sambil setengah berbisik.. ketika ditanya apa yang tidak disukai dari wanita. Wanita yang malas..pasti senang ngerumpi.. saya sering heran kalo melihat ibu-ibu disekitar sini tak mau bekerja dan pasrah saja menerima penghasilan dari suaminya. Buat saya wanita harus mampu bekerja dan bisa menopang kehidupan keluarga. Saya lebih senang menggunakan uang hasil keringat saya sendiri.

Kartini.. ? Dia wanita hebat.. yang mau berbuat banyak.. tak mau diam.. begitu gambaran ibu Tari tentang Kartini.

IBU SUDARINI – PEMILIK WARUNG NASI

Saya mengajukan pinjaman di BPR demi menyekolahkan anak saya.. dan dari penghasilan warung nasi inilah saya membayarnya setiap bulan.

Ketika ditemui di rumahnya di Jababeka, ibu Sudarini baru saja pulang dari pasar. “Besok ada pesanan nasi box, jadi harus belanja lebih banyak” katanya. Kami mengobrol di ruang tamu. “Aduh saya sudah nenek-nenek..apa pantas disebut pengusaha, saya hanya punya warung nasi di teras rumah saya.”

“Kenapa membuka warung nasi..? saya ingin membantu suami saya.. suami saya itu hanya pegawai dengan gaji yang kecil. Saya mulai berjualan sejak tahun 1985. Dan dengan uang dari hasil warung makan ini saya bisa menyekolahkan anak saya sesuai pilihannya.” Katanya menjelaskan. Saya mengajukan pinjaman di BPR demi menyekolahkan anak saya.. dan dari penghasilan warung nasi inilah saya membayarnya setiap bulan, lanjutnya.

Ibu berusia 56 tahun dengan 3 putra ini dalam menjalani usahanya di Jababeka sejak 5 tahun yang lalu dibantu oleh satu orang saudara dan satu orang anaknya. Warung nasinya banyak dikunjungi oleh karyawan yang bekerja di daerah jababeka dan ibu-ibu yang mengantar sekolah anaknya. Tak jauh dari rumahnya ada sebuah sekolah.

Apa yang tidak ibu sukai dari wanita.. ? sambil tertawa ibu ini menjelaskan.. saya tak suka dengan wanita yang tak bisa memasak. Apalagi jika wanita itu tidak bekerja dan hanya di rumah mengurus anak. Banyak ibu-ibu yang berbelanja disini yang malas memasak.. katanya malas mencuci dan malas jika sudah masak tak ada yang memakan. Saya selalu menyiapkan makanan untuk keluarga saya dan sebelum saya meninggalkan rumah..rumah harus sudah dalam keadaan bersih.

Wanita itu harus mau bekerja menopang penghasilan suami. Dari dulu saya sudah terbiasa bekerja. Saya tak bisa diam. Dulu sebelum saya membuka warung saya menjual barang-barang yang dipercayakan kepada saya. Sampai sekarang pun.. warung saya terbuka untuk barang titipan dari ibu-ibu yang memasak kue atau mempunyai jualan yang lain. Daripada mereka diam saja dirumah lebih baik melakukan sesuatu..dan selama saya bisa membantu saya ingin membantu.

Ketika ditanya tentang Kartini.. begini jawabannya.. Kartini itu penggerak emansipasi.. tapi saat ini banyak wanita yang kebablasan.. tak mau tahu urusan rumah tangga.. suatu kenikmatan tersendiri bagi saya jika bisa menyiapkan makanan sendiri untuk keluarga. Wah bu ..nanti warung ibu tidak laku.. kalau semua ibu pintar memasak.. seloroh kami.. Ibu Sudarini tertawa lepas…

FEMINISASI KEPEMIMPINAN.. SEBUAH RENUNGAN DI HARI KARTINI

Dalam organisasi kita Perbarindo, pengurus wanita selalu bisa dihitung dengan jari. Apalagi untuk menjabat sebagai ketua baik ketua DPD maupun ketua Komisariat, jarang sekali wanita mau menjabatnya. Padahal banyak BPR yang sekarang mempunyai direksi wanita apakah itu untuk direktur utama maupun direktur, dan banyak dari mereka yang berhasil. Namun untuk berorganisasi sepertinya belum banyak yang berkenan untuk menjadi pengurus apalagi untuk mempimpin sebuah organisasi. Begitu juga saat wanita duduk dalam kepengurusan sebuah organisasi, jarang sekali wanita menjadi orang pertama yang berbicara, selalu kaum Adam yang pertama untuk mengajukan pendapat atau memberikan saran. Wanita lebih senang memperhatikan dan menyimak saja.

Padahal wanita mempunyai kemampuan, kekuatan, keberanian dan hati untuk memimpin organisasi menuju ke tempat yang perlu mereka capai. Kita, wanita, mungkin tidak ingin menjadi seorang pemimpin organisasi, namun jika kita mempunyai keinginan untuk mempengaruhi orang lain, itu sebenarnya juga sudah sebuah kepemimpinan. Atau jika kita mempunyai ide untuk menciptakan perubahan dalam sebuah organisasi yang kebetulan kita menjadi anggotanya, itu juga sudah merupakan kepemimpinan. Jika kita bersama-sama bekerja untuk mencapai tujuan yang sama, atau kita mencapai hasil melalui orang lain atau semata hanya melakukan apa yang harus dilakukan, ini pun juga disebut sebagai kepemimpinan.

Sebenarnya kemampuan wanita memimpin dapat dilihat setiap saat, namun wanita tidak ingin menyebutnya sebagai kepemimpinan. Wanita lebih senang menganggapnya sebagai bekerja untuk menuju tujuan yang sama. Cara seorang wanita memimpin belum tentu dihargai, tetapi biasanya akan terjadi perubahan dalam organisasi dan inilah yang disebut dengan feminisasi kepemimpinan. Lihat saja di sepanjang sejarah kehidupan dengan sedikit atau tanpa kekuasaan formal, perempuan telah mempengaruhi arah, membuat perubahan dan mencapai hasil yang diinginkan, wanita hanya tidak pernah berani menyebutnya sebagai kepemimpinan, karena wanita pada dasarnya lebih mudah melakukan kepemimpinan, lebih percaya diri, serta nyaman selama ini tidak disebut sebagai kepemimpinan.Dan mengapa kini banyak wanita menjadi pemimpin di perusahaan baik yang berskala besar maupun kecil karena dipercayai bahwa wanita lebih banyak memberikan sumbangan besar, dengan alasan – alasan bahwa eksekutif wanita mempunyai kecenderungan lebih besar untuk :

>Berkonsultasi dengan orang lain yang ada dalam perusahaan saat pengembangan strategi.

>Melakukan pekerjaan sekaligus dengan nyaman

>Menghindari persaingan dan sering kali mencari pendekatan yang lebih bersifat kerjasama.

>Fokus pada gambaran yang lebih besar ketika membuat keputusan bisnis yang penting atau pada saat pengembangan strategi

>Lebih menekankan pada pembangunan hubungan dan juga pengumpulan fakta
>Lebih suka membahas pendekatan bisnis dan menggabungkan ide orang lain sebelum membuat keputusan akhir.

Berdasarkan gabungan faktor inilah dapat disimpulkan bahwa wanita tidak hanya mempunyai kemampuan untuk memimpin tapi juga mempunyai rasa tanggung jawab untuk melakukannya. Seperti wanita dipercaya untuk melahirkan dan mengasuh generasi selanjutnya, dan juga lihat dalam waktu yang bersamaan wanita mampu melakukan beberapa pekerjaan sekaligus, misalnya saat menerima telepon, wanita masih dapat melakukannya sambil memasak, dan memperhatikan anaknya yang sedang bermain, dan masih mampu juga sambil menata meja makan. Bakat wanita ini jika dimanfaatkan secara maksimal dipercayai dapat membuat wanita mampu melakukan kepemimpinan yang lebih baik dari kaum Adam. Wanita diyakini mampu memimpin sekaligus mengelola.

Lihat saja Ibu Kartini, bagaimana seorang wanita di daerah terpencil dan terpingit, mampu mempengaruhi banyak orang dan membuat banyak wanita berpikir tentang emansipasi wanita. Kartini mampu menjadi Pelopor Kebangkitan Wanita pribumi. Apakah yang dilakukan oleh seorang Kartini ? Dimulai dari berkorespondensi dengan teman-teman yang berasal dari Belanda, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir kaum wanita di Eropa, kemudian timbul keiinginannya untuk memajukan perempuan pribumi yang saat itu berada pada status sosial yang rendah. Kartini banyak membaca surat kabar dan majalah dan sering dikutipnya dalam surat-surat yang ditulisnya. Dan kartini mampu mengungkapkan keinginan dan pandangan-pandangannya, dan juga mempengaruhi suaminya sehingga mendukung keinginan Kartini untuk mendirikan sekolah wanita.

Lalu apalagi alasan kita untuk tidak mulai masuk dalam sebuah organisasi atau jika kita sudah berada di organisasi mengapa kita tidak turut serta aktif didalamnya. Perbarindo tidak hanya membutuhkan kaum Adam untuk menjalankan roda organisasi, tapi sentuhan kepemimpinan wanita juga dibutuhkan disini. Seperti disebutkan diatas, kepemimpinan itu tidak harus menduduki kursi sebagai ketua organisasi, tapi ikut memberikan masukan dan pandangan-pandangan, berkarya nyata, mempengaruhi organisasi untuk menuju kearah yang lebih baik, atau memberikan ide-ide untuk perubahan yang lebih baik, itu juga sudah merupakan kepemimpinan. Namun bila kita, kaum wanita ingin menjadi Ketua Organisasi.. ?? Mengapa tidak.. itu juga bukan merupakan hal yang tabu…

Kita mendapatkan kekuatan, keberanian, dan kepercayaan diri dari setiap pengalaman ketika kita berhadapan langsung dengan rasa takut. Kita harus melakukan hal-hal yang kita pikir tidak mungkin dapat kita lakukan.(Eleanor Rooselvet)

Selasa, 05 April 2011

Ku Ingin Semua Segera Berakhir

Jika ada yang bertanya.. apa yang paling aku inginkan.. akhir bulan ini. Gaji..? gaji sih tak perlu ditanya.. itu hal yang selalu aku inginkan.. dan jutaan umat di dunia ini. Tapi ada satu hal yang ingin aku segera akhiri. Aku ingin semua segera berakhir...ya berakhir.

Aku sudah lelah berada disini.. sangat lelah. Banyak hal yang tak bisa aku capai disini. Kebersamaan yang aku impikan tak pernah juga terwujud disini. Aku melihat semua hanya sibuk dengan urusannya masing-masing. Sebenarnya bukan penghargaan dan ucapan terima kasih yang aku harapkan. Hanya sebuah rasa kebersamaan.

Dari masalah yang amat sepele. SMS pemberitahuan untuk pertemuan yang tak pernah ada tanggapan.. Kalaupun ada bukan berupa jawaban..ya saya hadir atau saya tidak hadir. Hanya ok tks.. sip.. padahal bukan itu.. tapi hanya sebuah jawaban..bisa hadir atau tidak. Ketika ajakan makan seorang teman dilayangkan.. tak juga mendpt tanggapan yang positif.. sehingga membingungkan berapa tempat yang harus disiapkan.. berapa porsi yang harus dipesan.

Ketika rapat belum berakhir.. satu persatu telah pergi meninggalkan ruang rapat. Wacana hanya tinggal wacana.. rencana hanya tinggal rencana.. mimpi hanya tinggal mimpi.. tanpa seorangpun berniat merealisasikan.

Mungkin mimpiku yang terlalu tinggi.. mungkin harapku yang tak pada tempatnya..
Tapi aku bersyukur.. aku akan segera mengakhirnya. Bukan aku membunuh impianku.. bukan aku menurunkan kualitas mimpiku.. tapi ku yakin akan ada tempat untuk aku mewujudkan mimpi ku... yang pasti bukan disini. Disini cukuplah sampai disini. Aku ingin menjadi diriku sendiri.. aku bebas mengungkapkan semua isi hatiku tanpa kuatir dengan nama baik dari jabatan yang aku sandang.. aku bebas mengeritik.. aku bebas mengeluarkan pendapat.. karena aku tidak mewakili siapa-siapa.. tidak identik dengan siapa-siapa... aku adalah aku.. dengan segala kekurangan dan kelebihanku.. aku bukan jabatanku.. aku adalah aku.... dan sebentar lagi semua akan segera terwujud.. setelah semuanya berakhir.....

Minggu, 03 April 2011

Putriku Inspirasiku....

Saya sedikit terkejut ketika putri saya meminta untuk didaftarkan kursus menjahit. Setengah tak percaya. Hari gini seorang ABG meminta untuk didaftarkan kursus menjahit. Biasanya ya kursus bahasa Inggris, piano, biola atau bimbingan belajar. Ini dia dengan mantap bahkan dengan amat memaksa untuk mendaftarkan dirinya di kursus menjahit. Keinginannya untuk melanjutkan pendidikan di bidang fashion membuat dia ingin bisa menjahit. Walaupun mendapat tertawaan dari temannya. Dari pada jadi penjahat..lebih baik jadi penjahit... hahahaha..

Bukan perkara yang mudah bagi saya untuk mencarikan tempat kursus menjahit, karena sekarang sudah jarang sekali ada kursus menjahit di dekat rumah. Kalaupun ada berada di lokasi yang menurut saya kurang pas jika melihat dari segi keamanan. Kalau mendaftarkan di tempat yang terlalu jauh pasti akan mengganggu jadwal kerja saya karena harus sibuk mengantarnya. Dan pasti biaya kursus juga menjadi bahan pertimbangan..ya kalau serius .. kalau hanya keinginan sesaat...

Saya membiarkan saja permintaannya. Saya minta dia sendiri yang ke tempat kursus menjahit di dekat rumah. Saya ingin melihat keseriusannya. Tak juga dia pergi, hanya meminta untuk saya mencoba menanyakan kesana. Akhirnya saya tak kuasa juga menolaknya. Saya tanyakan ke tempat kursus dan sekalian melihat bagaimana tingkat keamanannya untuk putri saya. Setelah saya menanyakan .. saya memberikan laporan kepada putri saya. Dia menetapkan satu tanggal untuk memulai kursus. Saya berpikir.. dia pasti akan mengulur-ulur waktu. Ternyata... semua diluar dugaan saya.. sebelum tanggal yang ditetapkan dia sudah meminta untuk di daftarkan. Akhirnya kami berdua kesana. Saya biarkan untuk menilai kelayakan tempatnya dan mengukur keberaniannya. Setelah dia yakin, saya bereskan semua administrasinya.

Sekarang hari-hari berlalu dengan berbagai permintaannya.. dari membetulkan mesin jahit dari ibu yang sudah berusia 23 tahun sampai mengajarinya memasang benang. Alamak.. ini semua sudah tak pernah saya pegang. Saya bawa putri saya pada ibu... dan ibu yang mengajarinya... tapi sekarang di rumahpun dia tetap memaksa saya untuk mengikuti ritme kegiatannya.. baginya mamanya harus serba bisa. Akhirnya kucoba mengingat-ingat memasang benang... dan.. sim salabimmm saya ternyata masih bisa.... aaaahhh.. mungkin masa tua saya nanti bisa saya isi juga dengan menjahit.. menjahit baju yang robek atau kaos kaki yang robek... hahahaha... sepertinya mau tak mau saya harus mengikuti ritmenya... tak bisa saya bayangkan kalau nanti dia sudah mulai menjahit sebuah baju... akan terlihat betapa bodohnya saya dimatanya.....

Seperti hari ini ketika kami bersama-sama pergi ke tempat pameran pendidikan... inipun pergi kesana karena paksaannya... rengekannya dan mukanya yang sudah mulai cemberut ketika dia merasa saya tak ingin mengantarkannya. Akhirnya kami pergi berdua... ahh urusan yang seperti ini tak biasa untuk saya.. saya tak pernah sekolah di luar.. bahasa inggris saya parah sekali. Setiap dia memaksa saya untuk bertanya, saya katakan saya tidak berani .. karena mereka orang barat... dan harus memakai bahasa inggris. Akhirnya dia menanyakan sendiri semua yang ingin diketahuinya... terlihat asyik dan sok kebarat-baratan... tak menyangka dia bisa.. belajar dari siapa ya.. kursus saja tak pernah... saya hanya berpikir dia hanya mampu menulis blognya dalam bahasa inggris.. tapi ternyata dia juga punya nyali untuk bicara. Apa tadi kamu mengerti apa yang dijelaskan... tanya saya.. semuanya... dia mengangguk-angguk yakin dan menceritakan apa yang dijelaskan tadi. Saya hanya bisa ber "oh..oh.." saja.

Seharusnya mami bisa bahasa inggris.. katanya ... ohhhh... menampar sekali bicaranya. Lalu segudang nasihat keluar dari mulutnya. Ohhh... pedih sekali. Rasanya faktor U sudah menghalangi. Tapi tadi saya melihat... ternyata pintu dunia begitu terbuka untuk semua yang bisa berbahasa inggris... begitu banyak hal yang bisa didapat dengan mampu berbahasa inggris. Saya rasa putri saya telah merasakan itu... sehingga dia selalu menggunakan bahasa inggris untuk blognya., menulis dengan bahasa inggris di twitter nya.. mungkin awalnya agar tak dimengerti oleh saya.. tapi malah menjadi sebuah kebiasaan. Dan saya melihat putri saya ini mempunyai planning untuk masa depannya... mempunyai impian dan saya berharap dia tak menurunkan impiannya karena keterbatasan mamanya... tapi terus meningkatkan kualitas dirinya agar bisa meraih impian dengan segala keterbatasan mamanya.....

Jumat, 01 April 2011

Janganlah kita membuat tim kita menderita, tingkatkan komunikasi kita ..

Membaca buku John C. Maxwell hari ini membuat saya merenung mengenai masalah komunikasi. Saya melihat betapa pentingnya seorang pemimpin untuk dapat terhubung dengan baik dengan semua anggota tim. Namun kadang kala acapkali kita temui seorang pemimpin mengabaikan beberapa orang atau bahkan mengeluarkan mereka dari lingkaran komunikasinya. Atau acapkali kita sering temui seorang pemimpin mengisolasi dirinya dari orang lain dengan alasan agar lebih produktif. Jika sebagai pemimpin yang berada dalam tim, tetapi tidak berkomunikasi dengan seluruh anggota tim, maka tim kita akan menderita.

Janganlah kita membuat tim kita menderita, tingkatkan komunikasi kita ..

Menurut John C. Maxwell kita perlu berterusterang. Komunikasi yang terbuka akan memupuk kepercayaan. Janganlah kita memiliki agenda tersembunyi, berkomunikasi dengan orang-orang melalui pihak ketiga, atau menutup-nutupi sesuatu. Itu semua akan merugikan tim. Jika ada hubungan yang buruk dengan seseorang dalam anggota tim, dan jika kita belum pernah berterus terang dengan seseorang tersebut, cobalah bicara dengan jujur sesuai kenyataan dan lakukan dengan ramah.

Jika kita adalah orang yang sering memilih untuk mendiamkan persoalan dan menghindar untuk membicarakan hal yang menjadi masalah, paksakan diri kita untuk mengikuti aturan 24 jam. Jika kita mempunyai masalah, segeralah selesaikan dalam kesempatan pertama, dan ajak tim kita untuk melakukan hal yang sama.

Sering diantara kita sering menimbun informasi untuk diri sendiri. Sertakan orang lain. Komunikasi yang terbuka akan meningkatkan kepercayaan, kepercayaan meningkatkan kepemelikan, dan kepemilikan meningkatkan partisipasi.

Jadi mulai hari ini dengan komunikasi yang efektif.

Kuingin Hidupku menyentuh kehidupan banyak orang

Kuingin Hidupku mampu menyentuh puluhan kehidupan
sebelum hari ini berlalu
Meninggalkan tanda-tanda kebaikan
yang tak terhitung jumlahnya pada saat matahari terbenam
Inilah keinginan yang selalu kuharapkan, doa yang selalu kupanjatkan
Tuhan semoga hidupku membantu kehidupan orang lain yang secara kebetulan tersentuh olehku..

Sentuhlah Kehidupan seseorang dengan kebaikan hari ini.

John C. Maxwell

Selasa, 22 Maret 2011

Hari Kartini Masih jauh... kenapa jadi ingat dengan Kartini


Sebenarnya ini hanya sebuah ketidaksengajaan saja... ketika sore itu tiba-tiba membahas soal artikel menjelang hari Kartini untuk sebuah Media. Sebenarnya pembicaraan sore itu intinya menyampaikan sebuah ketidakpantasan diri jika menjadi inspirasi menjelang hari Kartini, dan menawarkan diri untuk membuat sebuah artikel yang terkait dengan kartini saja. Dari wanita .. untuk wanita dan oleh wanita...

Entah kenapa rasanya bayang-bayang wajah Kartini mengikuti saja seharian kemarin... aku membayangkan seorang wanita yang begitu anggun.. berkebaya.. dan punya mimpi yang tinggi.. walaupun dia hanya disebuah daerah yang kecil.. dan terpingit.. tapi dia tak pernah menurunkan kualitas mimpinya.. tapi terus menerus meningkatkan kualitas dirinya untuk meraih impian-impiannya....

Seperti aku baca demikian dari Wikipedia

Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.

Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.

Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas.

Kartini mampu melakukan dari hal yang sederhana dalam pingitannya... membaca buku, surat kabar, majalah, dan membuat catatan-catatan serta mengutip beberapa kalimat dari buku-buku yang pernah dibacanya. Kartini pun rajin menulis dan beberapa kali mengirimkan tulisannya ke media. Dan semuanya itu mampu meningkatkan kualitas dirinya untuk meraih impiannya...

Lalu kenapa kita yang tak dipingit.. malas membaca... malas membuat catatan.. malas menulis.. kenapa kita menurunkan kualitas mimpi kita karena itu semua... ???
Sudah saatnya kita tak menurunkan kualitas mimpi kita karena keterbatasan kita... tapi kita balik sekarang.. kita tingkatkan kualitas diri kita untuk meraih impian kita... Ayo kita mulai dari sekarang.....

KEMBALI LAGI AKU KESINI

Sudah lama blog ini aku tinggalkan..karena aku merasa lebih asyik menulis dalam catatan di Facebook, entah kenapa aku merasa hari ini ingin kembali lagi kesini... banyak hal yang ingin aku tuangkan... disini... dan hanya disini...
Masihkah aku boleh kembali kesini????

Senin, 14 Juni 2010

teringat 18 tahun yang lalu....

Banyak tanggal yang berkesan... termasuk tanggal ini. Ini tanggal aku tunangan dengan mantan pacarku... Perjalanan kami amat amat sangat panjang...

Selamat Ulang Tahun Yo.... Lihat perjalananmu dari setahun yang lalu..... semua karena Mujijat Tuhan... Bagikan

Selamat ulang Tahun Yo...
15 APRIL 2009 .. ingat kan Yo.. saat kamu meniup lilin di kamar ICU.. diiringi tepuk tangan dan nyanyian suster di ruang tersebut... kemudian dimalam hari diantara tetesan air mata aku dan ketiga bidadari kita..saat kamu sudah diperbolehkan keluar dari ICU... kita merayakannya kembali...
Kita berlima melewati hari-hari yang terasa amat panjang dan melelahkan.... di rumah sakit...
Aku dan anak-anak tak berani terlalu berharap...
Aku dan anak-anak hanya punya keberanian untuk melewatinya saja bersama-sama...
Anak-anak menangis.. aku menangis..
Aku menangis ... anak-anak menangis..
Amat cengeng kami waktu itu...
Kemudian kami sama-sama berjanji..untuk tidak cengeng..
Kami tidur berpelukan di rumah sakit menanti mu diluar ruang ICU...
Ku bersyukur anak-anak mampu melaluinya dengan kuat..

Kamu pulang di antar ambulan.. tak punya kekuatan apa-apa...
Tergeletak tak berdaya.. makan minum dengan selang dan dibuang melalui selang...
Terasa lama dan getir..menantimu untuk bisa duduk dan makan minum tanpa alat bantu...
Perlahan-lahan kamu mulai bisa duduk...perlahan-lahan kamu mulai bisa minum tanpa selang...
Mulai bisa makan..mulai bisa meniup.. mulai bisa di kursi roda... mulai bisa melangkah dengan tongkat..
dan kemudian ...tanpa tongkat...Kami bahagia melihatnya....

Kutunjukkan banyak foto kepadamu Yo... agar semua ingatan mu kembali..
Kamu lupa namaku..nama anak-anak.. bahkan namamu sendiri...
Perlahan-lahan..kamu mulai tahu siapa aku.. anak-anak dan mengenal dirimu sendiri...
Walau sampai saat ini kamu tak lagi memanggil anak-anak seperti dulu...
Tapi kami sudah terlampau bahagia dengan mujijat ini...

Kamu kehilangan kemampuan bicara... kemampuan menulis dan membaca..tak satu hurufpun kamu ingat... Anak-anak bergantian memperkenalkannya kembali... dan sekarang kamu sudah mampu membaca ..bahkan mencari firman TUhan di Alkitab...
Tulisanmu masih berantakan..kamu sulit mengungkapkan apa yang ada dipikiranmu dan aku juga paham kamu sulit menulis dengan tangan kiri karena tangan kananng mu tak berfungsi...
Sampai saat ini kamu belum bisa berbicara dengan benar... dan itu kadang menyulut emosimu..
Dulu anak-anak sering menangis karena takut akan emosi mu...
Tapi saat ini anak-anak sudah mengerti... menangis sebentar kemudian tertawa lagi.. Ya kami harus belajar menerima setiap hal yang ada dihadapan mata kami...

dan sekarang Yo.. 15 April 2010... lihat betapa banyaknya perbedaan yang kamu alami.. dan itu hanya karena kemurahan Tuhan pada kita.. mujijat Tuhan ...
Kamu sudah bisa berdiri dengan gagah... berani naik turun tangga sendiri.. berani naik eskalator... berani bicara dengan orang yang tak kamu kenal walaupun mereka belum tentu sabar mendengar omonganmu..yang tak jelas itu...
Berani ke toilet sendiri di tempat umum dan kamu sudah tahu mana toilet untuk laki-lakii...dan yang terpenting..kamu sudah mampu mengurus dirimu sendiri...

Yo.. setahun ini memang terasa pahit.. tapi ternyata banyak sekali yang harus kita syukuri..
Kita punya tiga putri yang kuat dan tak pernah malu dengan kondisimu..bisa mengurus diri mereka sendiri dan juga mengurus kamu Yo..
Betapa Bapa amat menyayangi kita Yo.. Dia beri kita keluarga yang amat mencintai kita.. memperhatikan kita... mengelilingi kita dengan sahabat-sahabat yang baik... mengirim orang yang tak kita kenal untuk menolong kita.. saat kamu terkapar tak berdaya.. saat kamu hampir jatuh di eskalator.. TanganNya selalu siap menopangmu Yo...

Selamat Ulang Tahun Yo...
Aku tahu ini amat melelahkan bagimu..
Aku tahu kamu dihampiri rasa bosan dan jenuh di rumah...
Aku tahu kamu sering kesal terhadap aku, anak-anak dan dirimu sendiri..
Tapi kamu harus tetap kuat Yo..
Aku tahu impianmu... ingin berdiri lagi di mimbar gereja untuk menjadi pembawa acara...
Aku tahu kamu ingin bisa menyetir mobil kembali...
Aku tahu kamu ingin bisa menggambar kembali...
Aku tahu kamu ingin bisa memperbaiki apapun yang rusak di rumah ini...
Dan impian itu hanya bisa tercapai jika kamu kuat....
Ingat Yo..tanganNya selalu siap menopangmu....

Selamat Ulang Tahun Yo...
Kami teramat sangat menyayangimu....
--------------------------
-------------------------------------------------------------
Bapa...
Betapa hari ini kami amat bersyukur..
Bertambah satu usia Yo..
Banyak mujijat yang kau berikan Bapa.. sehingga Yo hari ini amat berbeda dengan Yo setahun yang lalu..
rasanya kami tak pantas lagi untuk meminta...
Karena begitu banyak yang telah Kau beri pada kami..
Bapa Beri kami selalu kekuatan dan kasih ..untuk menjalani hari-hari kami...
Beri juga kami kesehatan, kesabaran dan keikhlasan.. ya Bapa.. sehingga kami dapat selalu mendampingi Yo.. dan mengantarkan anak-anak kami...
Tetapi Bapa...
Bukan kehendak kami yang jadi.. tapi biarlah kehendakMu saja...Amin...