Biar Disapu Ombak

Biar Disapu Ombak
Lupakan.. lalu semuanya akan selesai...

Kamis, 18 Agustus 2011

CINTAKAN MEMBAWAMU KEMBALI - REZA

tiba saat mengerti

jerit suara hati yang letih

meski mencoba melagukan rasa yang ada

mohon tinggal sejenak

lupakanlah waktu

t'mani air mataku

teteskan lara, merajut asa

menjalin mimpi, hendak dan sepi .. sepi



chorus :

cinta kan membawamu kembali di sini

menuai rindu, membasuh perih

bawa serta dirimu, dirimu yang dulu

mencintai diriku apa adanya



saat dusta mengalir

jujurkanlah hati

kenakan batin jiwamu

kenangkan cinta seperti dulu

saat bersama, tak ada keraguan



chorus .. repeat

Selasa, 16 Agustus 2011

Kuungkapkan Rasa Cintaku pada Negeri...


Orang bilang ini hari Kemerdekaan.
Orang bilang hari ini negeriku berulang tahun.
Orang bilang..ini surganya para koruptor
Orang bilang..malu punya negeri Indonesia
Orang bilang..sedih melihat Indonesia
Orang bilang.. seandainya saja Indonesia....
Orang bilang... orang bilang...

Aku katakan..ini hari kemerdekaan
Memerdekakan rasa tua negeri ini dengan membangun tiada henti
Memerdekakan rasa malu tanpa lagi harus berbuat malu
Memerdekakan rasa sedih dengan berbuat sesuatu untuk negeri
Memerdekakan rasa ingin Indonesia menjadi negeri lain...tanpa kehilangan ke Indonesiaannya...
Memerdekakan diri untuk mengungkapkan rasa cinta untuk Indonesia..
Hanya rasa cinta pada negeri yang mampu menuntun kita untuk berbuat banyak..

Aku katakan... aku hanya seorang wanita..
Aku katakan... aku tak punya kemampuan apa-apa
Tapi..kucoba bangun mimpi untuk diriku sendiri..
Kucoba bangun mimpi untuk orang disekitarku..
Walau mimpi ku kecil.. walau mimpi orang disekitarku kecil..
Tapi jika kita letakkan satu-satu mimpi kita dilangit..
Pasti akan memenuhi langit..
Negeri Inpian akan terwujud.. karena hanya kita masing-masing yang mampu mewujudkannya....




Perahu kertas....Yang manakah aku..???




Kijang yang bisa berlari secepat kilat bisa diam membeku jika melihat seekor singa. Ya karena rasa takut..sehingga tak mampu berbuat apa-apa lagi. Tak lagi punya daya untuk berlari. Karena rasa bersalah yang amat sangat.. rasa bersalah yang menimbulkan rasa takut.. takut menyapa, takut segalanya.. Atau rasa takut yang disebabkan karena rasa bersalah.. sehingga tak keluar satupun kata .. bukan karena tak mau tapi karena tak sanggup.

Yang manakah aku.. apakah aku kijang yang mampu berlari secepat kilat.. ataukah aku yang menjadi seekor singa..

Aku sendiri tak pernah tahu...


Mungkin seharusnya mereka mengenal aku.
Aku yang suka menulis roman picisan.
Yang suka berangan-angan entah berangan ke negeri mana.
Aku yang suka dengan lagu-lagu melow.. menyimak katanya.. kadang nada menjadi tak terlalu penting. Kata-kataku kadang realita kadang hanya angan belaka.
Hanya keinginan menulis sesaat yang ingin tertuangkan.

Tapi yang pasti dari semua itu yang aku suka adalah deburan ombak di tepi pantai..
aku suka pada ombak yang setia mencium bibir pantai.
Aku suka deburan ombak.. dia adalah nyanyian terindah di alam ini yang pernah aku dengar.
Aku suka rasa deburan ombak dalam hatiku... dan deburan ombak itu masih ada sampai sekarang..
Apakah ini sebuah realita atau sebuah khayalan.. aku sendiri tak pernah tahu...

Minggu, 14 Agustus 2011

tegaslah memilih yang penting

Tegaslah memilih yang penting bagi Anda.

Putuskanlah sendiri bagaimana Anda akan menjalani kehidupan ini.

Jangan Anda serahkan kepemimpinan hidup ini kepada mereka yang tidak bertanggung jawab jika Anda gagal.

Apakah mereka yang komentarnya Anda takuti itu, akan membantu jika Anda jatuh ke relung-relung kegagalan?

Pasti tidak, karena sekarang saja mereka mendahulukan kritik daripada anjuran yang berkasih-sayang.

Katakanlah dengan tegas;

Ini hidupku, akulah yang menjadikannya.

Mario Teguh

Kuingat saat itu

Rasa sakit perut ini memang agak keterlaluan. Seperti menunggu pembukaan saat melahirkan. Keringat dingin mulas ug luar biasa..kadang spt melilit..entah lah sebenarnya melilit itu spt apa, yang jelas rasanya seperti akan melahirkan.

Sakit perut ini membuat aku teringat saat melahirkan putri pertamaku. Setiap melihatnya aku seperti tak percaya kalau dia bisa keluar dari perutku. Bayi yang dulu dengan susah payak aku keluarkan itu sekarang sudah tumbuh menjadi putri remaja yang cantik dan energik. Sayang saja dia amat perasa..sehingga jika aku menegurnya terlihat sekali ekspresi kalau dirinya kurang suka dengan semua teguranku. Dia tak pernah mampu menyembunyikan perasaannya. Mudah menebaknya jika dia sedang tak nyaman.

Sebagai seseorang yang belum pernah menjadi ibu dan akan menjadi ibu..melahirkan adalah situasi yang amat menyakitkan. Keluhan tangisan tak henti_hentinya keluar dari mulutku.. Tanganku tak henti-hentinya menarik rambut suamiku..menarik tangannya menarik bajunya..menarik semua yang bisa aku tarik.

Rasa manjaku membuat aku tak kuat menanggung penderitaan ini. Sudah tiga hari masuk rumah sakit..pembukaannya hanya satu terus. Dokter Benny sedang keluar kota pula. Aku ingin dioperasi saja biar semuanya segera berakhir. Tapi dokter Benny punya kebijakan sendiri. Teganya dia membiarkan aku menunggu pembukaan sampai pembukaan yang terakhir...

Aliran air itu pasti akan bermuara ke laut....

Aliran air itu pasti akan bermuara ke laut.
Lalu untuk apa kau menahannya..
Menunggu berada di tepi pantai dan kemudian menghanyutkannya.
Bukankah kemarin ketika berada di tepi laut..
Tak sedikitpun sanggup untuk menghanyutkan.

Aliran air itu pasti akan bermuara ke laut.
Walaupun perjalanan nya melewati banyak rintangan..
Walaupun dia harus melewati banyak jalan yang sebetulnya tak perlu dilewati,
Walaupun dia harus sedikit berbelok untuk sementara toh akhirnya bermuara juga ke laut.

Aliran air itu pasti akan bermuara ke laut.
Aliran air itu pasti sanggup membawa pergi..
Asal rela kau melemparnya pada aliran itu.
Kenapa kau masih juga menahannya dan membuatmu tersiksa sepanjang malam.

Aliran air itu pasti akan bermuara ke laut...

Aliran air itu pasti akan bermuara ke laut...

Aliran air itu pasti akan bermuara ke laut...
Lepaskan yang ada dalam genggamanmu..
Biarkan dia pergi..
Terbawa aliran air....

Aliran air itu pasti akan bermuara ke laut..
Kenapa masih kau menahannya...


-------------------------------------------------
#sebenarnya tak terlalu pas dengan lagu Afgan ini..tapi aku belum ada ide..
tapi gak jelek juga kok..masih nyambung lah..ya disambung-sambungin aja kalo gak nyambung...#
-------------------------------------------------

BAWA PERGI CINTAKU - AFGAN

sumpah tak ada lagi kesempatanku
untuk bisa bersamamu
kini ku tahu bagaimana caraku
untuk dapat trus denganmu

reff:
bawalah pergi cintaku
ajak kemana engkau mau
jadikan temanmu
temanmu paling kau cinta

di sini ku pun begitu
trus cintaimu di hidupku
di dalam hatiku
sampai waktu yang pertemukan kita nanti

sumpah tak ada lagi kesempatanku
untuk bisa bersamamu
kini ku tahu bagaimana caraku
untuk dapat trus denganmu

repeat ref:
bawalah pergi cintaku
ajak kemana engkau mau
jadikan temanmu
(teman yang paling kau cinta)

di sini ku pun begitu
trus cintaimu di hidupku
di dalam hatiku
(sampai waktu pertemukan) kita nanti



Source: http://liriklaguindonesia.net/a/afgan/afgan-bawalah-cintaku/#ixzz1V2IBiaY

SAAT KAU TAK ADA - JIKUSTIK

Seperti bintang-bintang, Hilang ditelan malam
Bagai harus melangkah, Tanpa kutahu arah
Lepaskan aku dari, Derita tak bertepi
Saat kau tak disini

Seperti dedaunan, Berjatuhan di taman
Bagaikan debur ombak, Mampu pecahkan karang
Lepaskan aku dari, Derita tak berakhir
Saat kau tak ada disini

(Reff:)
Saat kau tak ada, Atau kau tak disini
Terpenjara sepi, Kunikmati sendiri
Tak terhitung waktu, tuk melupakanmu
Aku tak pernah bisa, Aku tak pernah bisa

More lyrics: http://www.lyricsmode.com/lyrics/j/jikustik/#share

Tuhan memberikan satu orang lagi untuk menguatkanku

Sebenarnya seseorang ini bukan orang baru dalam kehidupanku. Dia suster kepala di SMA ku. Dulu melihatnya aku takut setengah mati. Ada saja yang salah dalam tindakanku. Dari pakaian yang kekecilan karena aku mudah sekali gemuk, sampai surat ayah yang memberitahukanku kalau aku sakit padahal aku tak sakit..tapi karena aku kelelahan mengerjakan tugas gambar puzzle sehingga tak sempat belajar untuk ulangan hari itu. Heran sekali kenapa suster bisa tahu kalau aku berbohong.

Mendapat ranking di sekolah memang membuat bebanku luar biasa berat, aku selalu kuatir dengan nilai-nilaiku. Aku kuatir jika rankingku melorot beberapa tingkat. Dan ini ternyata sudah menurun kepada putri bungsuku. Yang begitu ketakutan jika tidak ranking satu. Aku berkali mengatakan.."mami tak masalah jika Keke tidak ranking satu.. asal Keke paham seluruh pelajaran itu sudah cukup.. asal Keke mengerti tugas dan tanggung jawabnya mami sudah cukup." Walau dalam hati aku memang berharap dia mampu mempertahankannya. Tapi aku tak ingin dia tahu...karena itu hanya menambah bebannya saja.

Seseorang ini tidak begitu saja hadir dalam hidupku. Setelah lepas dari SMA aku melanjutkan pendidikan di IKIP Jakarta. Mengambil Jurusan Pendidikan Dunia Usaha Akuntansi. Sehingga aku harus menulis skripsi tentang pendidikan, inilah yang membuatku sampai kembali di SMA ku dan bertemu kembali dengan Susterku ini.

Aku mengajar di SMA ini. Susterku ini memang selalu menjadi penyemangat aku. Semula aku hanya mengajar akuntansi, kemudian diminta mengajar Hitung Dagang, kemudian mengajar Ekonomi. Aku tak boleh menolak. Tak boleh berkata tidak bisa jika belum mencoba. Akhirnya aku mencoba dan mencoba.

Walaupun sudah tidak menjadi anak SMA tetap saja aku masih sering sedikit takut jika Susterku itu memperhatikan dari jendela saat aku mengajar. Membuat aku salah tingkah luar biasa. Haduhhhh... bisa mulas aku dibuatnya.

Akhirnya aku terpaksa meninggalkan sekolah ini ketika otakku sedikit error.. ya error.. karena saat itu memang aku sudah bekerja di sebuah perusahaan.. paruh waktu. Selesai mengajar aku bekerja. "Dari..kamu dibayar berapa sih disana.. saya bayar lebih dari disana..kamu bekerja saja satu hari disini seperti karyawan lain.." begitu kata Bos ku. Otakku yang sedikit error membayangkan mendapat uang yang lebih dan tidak perlu belajar, tidak perlu membuat soal, tidak perlu memeriksa ulangan..membuatku menerima tawaran itu. Ibuku tak setuju dengan keputusanku. Sepertinya ibu merasa lebih nyaman aku berada disekolah daripada bekerja kantoran. Susterpun terlihat kecewa.

Ah..tapi penawaran itu sepertinya lebih mengasyikkan. Dan memang mengasyikkan sampai aku tak mampu menyelesaikan skripsiku dan aku mengambil jalur non skripsi..untuk lulus sarjana. Ibuku marah luar biasa. Nanti kamu tidak bisa S2 begitu katanya putus asa. Aku katakan "aku tidak mau S2..".

Kalau ingat pertengkaran ini..aku sering malu sendiri. Beda sekali dengan putri sulungku. Saat kukatakan.. "Enak ya bisa kerja di rumah sambil ngajar les privat..kamu begitu aja Na..di rumah ngajar Inggris.." dia menjawab.."Kok rendah amat sih mi mimpinya.. aku gak suka seperti itu.." ...plakkkkkk... rasanya kalau urusan semangat aku sangat kalah dengan putriku yang satu ini.. "Na..nanti kamu bisa tidak menikah..kalau cara kamu seperti itu.." kata putri cantikku menegur sang kakak. "Kalau laki-laki hanya menghambat..ya tidak usah menikah.." begitu sahutnya.. Astaga..ada yang salah rasanya disini.

Akhirnya aku lama tak bertemu dengan susterku itu. Sampai acara bakti sosial yang mempertemukan aku kembali dengan susterku ini. Rasanya aku sulit menolak jika temanku mengajak aku untuk bergabung di acara bakti sosial yang dibuat oleh Susterku ini. Aku ingin menebus rasa kecewanya padaku saat aku meminta ijin untuk meninggalkan SMA dulu. Walaupun dia belum tentu mengingatnya.

Dia juga bertandang ke rumah ibuku..mengunjungi BPR ku. Aku suka dengan kehadirannya. Karena selalu saja ada nasihat darinya..selalu ada saja cerita-cerita yang menginspirasiku. Walaupun pembicaraan kami acapkali masih terkesan formal. Rasa takut ku itu belum lenyap..aku masih kuatir jika aku salah bicara..

Tuhan ternyata memang ingin membuatku dekat dengannya. Kami makin sering dipertemukan. Entah untuk urusan bakti sosial entah untuk urusan lainnya. Kami sering berbagi cerita. Suster menceritakan tugas-tugas pelayanannya. Aku sering diminta cerita tentang kondisi suamiku. Tak bosan Suster menanyakannya setiap perkembangannya. Bahkan membantu mencarikan terapis, menawarkan diri menemani aku mengantar suamiku terapi. Ahh.. aku jadi sering tak enak jadinya.

Ada saja cerita yang kami bagi. Sosok yang dulu membuatku takut sekarang menjadi sosok yang amat dekat denganku. Penuh nasihat yang selalu menguatkan aku. Aku juga menjadi malu dengan kedisiplinannya. Dan juga bagaimana suster mengapresiasi pemberian orang lain. Pernah aku mengirimkan lemari kaca yang sudah tak terpakai. Suster mengajak aku melihat bagaimana lemari kaca itu digunakan di klinik tumbuh kembangnya. "Lihat Ri..ini lemari kacamu.. sudah berisi penuh buku-buku sumbangan.. buku sudah tersusun rapi tinggal didata dan dibuat dengan konsep seperti perpustakaan..." begitu katanya sambil menunjukkan lemari yang sudah penuh dengan buku. Buku di kantorku saja tak serapi buku-buku suster, apalagi buku-buku di rumah..menumpuk dimana saja aku mau menumpuk.

Ya.. sepertinya suster hadir dalam kehidupanku untuk menghibur aku.. menguatkan aku.. disaat hatiku tak nyaman..disaat aku merasa ditinggalkan. Aku memang tak pernah bercerita apa yang aku rasakan. Tapi kadang kala ceritanya amat pas dengan suasana hatiku. Tuhan sudah menambahkan satu orang lagi dalam kehidupanku. Menemaniku melalui hari-hariku.

Kutulis semua ini agar aku tak merasa berat..

Menjalani hari-hari dengan kondisi Yo seperti ini sebenarnya sudah menjadi hal biasa untuk aku. Lebih dari dua tahun sudah aku telah melewatinya. Dan yang kutahu sepertinya aku mampu melaluinya walau terasa berat. Tapi inilah kondisi yang ada yang harus aku terima. Tak bisa aku menawarnya.

Disaat tubuhku tak sehat..disaat hatiku tak nyaman.. aku baru merasakan betapa beratnya menjalani hari-hari ini. Sudah dua hari ini perut ku tak mau bersahabat denganku. Sakitnya amat luar biasa. Tapi aku tak ingin memanjakannya dengan tidur atau istirahat sedikitpun. Aku harus bisa melupakan sakit perut ini sehingga aku tidak menjadi cengeng. Meminta dikasihani. Meminta pengertian anak-anak.

Semalam aku tak bisa tidur dengan nyenyak seperti biasa..apalagi ditambah dengan sakit perut yang amat sangat. Yo sepertinya mengerti. Walaupun sulit berkata-kata, dia mencoba menanyakan apa yang aku rasakan dan memberikan minyak angin untuk dioles ke perutku. Perhatiannya membuatku ingin menangis. Malam tadi kulewati dengan meringkuk tak berdaya...

Hari ini kami lewati tanpa ke gereja. Sakitnya amat luar biasa tadi pagi. Membawa mobil sendiri dengan jarak yang tak pendek membuatku tak nyaman untuk pergi, sehingga kuminta pengertian pada anak-anak kalau hari ini tidak ke gereja.

Siang kulewati dengan membersihkan apa yang memang harus dibersihkan dengan harapan aku bisa melupakan sakit perut ini..tapi tetap saja rasanya tak nyaman. Akhirnya setelah selesai aku putuskan untuk tidur beberapa menit. Dan terbangun ketika Putri bungsu ku mengingatkan aku bahwa aku harus mengantarnya untuk les sore ini. Tak tega aku menolaknya. Berangkatlah kami ke tempat les ditemani Putri cantikku.

"Mi..makan bakso yuk.. aku kepengen..," kata putri cantikku.. olala.. bakso pun tak menarik lagi untukku. Tapi aku tak ingin dia kecewa. "Nanti sambil menjemput adek saja ya.., sptnya mami blm tentu makan.." kataku. Dia mengangguk paham.

Saat seperti inilah aku sering merasakan bahwa semua ini menjadi amat berat. Seorang diri mengurus semua keperluan putriku..semua keperluan Yo.. Seandainya saja Yo tak sakit, pasti kami bisa saling mensuport..

Tapi semua ini tetap aku syukuri karena masih banyak orang lain yang mengalami yang lebih parah dari yang aku alami. Disaat suami sakit..ada istri yang tak berpenghasilan, ada yang sakitnya parah sehingga semuanya harus dilayani.. ini Yo sudah mampu mengurus semuanya sendiri. Pantaskah aku bertanya ... kenapa bebanku berat.

Bebanku tak berat..karena Tuhan memberikan anak-anak yang penuh pengertian..yang mau belajar tanpa disuruh..yang mampu memilih mana yang baik dan yang tidak baik.. walaupun kadang membuat kesal karena kamar tak pernah rapi..tapi apa gunanya rapi jika diisi oleh anak-anak yang sakit, yang malas beraktifitas. Bukankah aku harus bersyukur mendengar suara mesin jahit yang berderit-derit..melihat laptop yang menyala 24 jam.. kertas bertebaran di lantai karena mereka sibuk mengerjakan tugas.

Bukankah juga harus bersyukur melihat Yo menonton TV.. walau kadang aku kesal dari pagi sampai malam hanya menonton TV saja.. tapi bukankah itu lebih baik..daripada dia diam saja..tidur saja tak berdaya. Dengan menonton TV banyak memory yang dibuka. Bisa tiba-tiba dia membangungkan aku begitu dia ingat seseorang. Ingat tentang film yang pernah kami tonton.

Bukankah aku juga harus bersyukur diberikan seorang ibu yang begitu penuh pengertian dan begitu besar kasihnya pada aku. Semua bisa aku lewati karena campur tangannya. Aku dikuatkan oleh semua nasihatnya. Bukankah aku dikuatkan dengan dering telponnya yang menanyakan kondisi aku. Kadang aku malu..bukan aku yang menanyakan kondisi ibuku..malah ibu yang selalu memonitor keadaanku. Pantaskah aku mengatakan bahwa bebanku berat?

Kakak dan adikku yang selalu mensuport aku.. dalam merawat Yo, dalam pekerjaan aku di kantor. Semua mensuport aku. Sampai adikku yang berada di Amerika sekalipun.. walau jauh dia sepertinya amat dekat dihati aku. Kadang aku sulit mengikuti kemauannya..tapi aku tahu..dia ingin yang terbaik untuk aku..untuk BPR aku.

Semua orang yang ada disekelilingku. Saudara-saudaraku, Rekan kerjaku yang selalu mengelilingi aku. Sahabat-sahabatku yang dekat maupun yang jauh. Lalu masih pantaskah aku berkata..kenapa bebanku berat..kenapa aku sendiri..kenapa ...kenapa...

Bukankah seharusnya aku tak henti-hentinya bersyukur. Jika aku yang seperti ini mampu bersyukur, bukankah sudah seharusnya yang tak mengalami yang aku alami, yang masih didampingi oleh pasangannya dalam kondisi sehat..harusnya tak henti-hentinya bersyukur.
Ya..memang sudah sepatutnya kita selalu bersyukur..dalam kondisi seperti apapun kita tetap harus bersyukur..karena pasti Tuhan mempunyai rencana yang indah..yang tak pernah kita mengetahuinya.. tapi pasti semua itu baik untuk kita anak-anakNya.

#semua kutulis karena beratnya aku menjalani hari ini.. dengan menuliskan ini semua ..aku semakin tahu tak ada alasan aku berkata hariku ini berat.. dan sakit perut ini belum seberapa dibanding sakit yang Yo derita..ayo semangat..anak-anak memerlukanku..#

Selasa, 09 Agustus 2011

KAMU TAHU...

Ketika kutuliskan ini di catatanku.. sahabatku menuliskan.. "sudah pernah dicoba bu.." hahaha... tak perlu dicoba langsung dapat kupastikan..tak kan muat...

Kamu tahu.....
oleh Riwandari Juniasti Ismaja Purnama pada 11 Desember 2010 jam 22:54

Kamu tahu... seandainya semua rasa cintaku kutuliskan di langit luas ini... tak kan pernah cukup...

Cinta yang sejati... cinta yang kita sangka telah pergi.. ternyata hanya bersembunyi...menunggu untuk kembali lagi...


Cinta yang sejati... cinta yang kita sangka telah pergi.. ternyata hanya bersembunyi...menunggu untuk kembali lagi...
oleh Riwandari Juniasti Ismaja Purnama pada 13 Desember 2010 jam 0:50

Rasa senang.. rasa sedih... akan kita bawa tanpa pernah tercecer sepanjang perjalanan kita...

dan semakin kita dewasa kita akan semakin tahu bahwa diantara kenangan-kenangan tersebut ada satu rasa yang paling besar yaitu RASA CINTA.

Karena ketika satu persatu cerita berhenti menjadi kenangan...cinta terus bergerak....

Cinta yang tak terlihat oleh mata...dan tak teraba oleh tangan..ternyata dia ada.. bahkan sebelum kita mampu mengucapkannya...

Cinta yang sejati... cinta yang kita sangka telah pergi.. ternyata hanya bersembunyi...menunggu untuk kembali lagi...



Dari sebuah film yang diputar di SCTV.. lupa judulnya apaan...

4 langkah agar orang mau mengikuti kita...

Ini juga postingan lama..hanya sayang jika tidak aku simpan...


The New Art of The Leader... buat 4 langkah agar orang lain mau mengikuti kita....
oleh Riwandari Juniasti Ismaja Purnama pada 06 Maret 2011 jam 20:40

Menurut buku yang saya baca..ternyata ada 4 langkah tindakan untuk membuat orang lain mau mengikuti kita.. ingin tahu... ??



Yang pertama,

Ternyata kita harus mampu membuat orang lain merasa penting. Mereka akan tulus mendukung kita jika kita membuat mereka merasa penting.. bukan ketika kita membuat diri kita merasa penting.



Yang kedua...

Kita perlu mempromosikan visi kita dengan jelas. Tidak ada orang mengikuti kita hanya lantaran kita mengambil keputusan untuk memimpin. Kita harus mempunyai ide yang jelas tentang akan dibawa kemana orang-orang yang ada dibawah kita , nah kemudian kita promosikan kepada kelompok itu serta meyakinkan mereka bahwa tujuan kita sangat berharga dan sangat pantas untuk diperjuangkan...



Lalu bagaimana mempromosikan visi kita...???

Pemimpin itu bukan PENGASUH. Pemimpin itu harus memiliki ide seperti kemana tujuan yang ingin dicapai. Tidak ada bedanya apakah kita pemimpin suatu komando AU besar yang terdiri dari ribuan orang.. atau tim bola kasti..atau bahkan hanya sebuah kelompok informal yang berukuran kecil. Jika kita tak punya ide kemana tujuan kita.. maka kita dan tim tak akan pernah sampai kesana...



Yang Ketiga...

Perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan. Prinsip ini sangat mendasar.. Jadi lakukanlah sesering mungkin. Apakah kita mau mengikuti orang yang memperlakukan kita dengan buruk???? Bukankah kita pasti akan memilih mengikuti orang yang peduli dengan kita dan perasaan kita serta memperlakukan kita dengan baik...??? Jadi ayo lakukan ini kepada orang-orang yang mengikuti kita...



Yang terakhir...

Bertanggung jawablah atas segala tindakan kita.. Baik kita pribadi maupun tindakan orang-orang yang ktia pimpin. Akui kesalahan kita. Kita memiliki tanggung ajwab atas segala hall yang dilakukan oleh mereka. Jadi jika segala sesuatunya tidak berjalan baik... jangan lupa untuk menerima tanggung jawab ini. Jika kita melimpahkan tanggung jawab ini kepada orang lain.. kita tak akan lagi menjadi seorang pemimpin...



Orang lain akan tertatik ke suatu tujuan dan visi seorang pemimpin karena mereka mengetahui..bahwa melalui orang inilah..mereka dan organisasi..dapat menjadi lebih baik secara permanen...



Visi merupakan hal yang jelas cukup penting..tetapi memiliki tujuan akan kemanakah organisasi ini dibawa.. dan satu lagi.. kita harus bisa memastikan bahwa orang lain tahu visi kita tersebut.. Dengan mengkomunikasikan visi kita, maka kita akan mendapatkan konsensus diantara orang-orang yang kita pimpin.. Kita harus mempunyai konsensus dari atas kebawah menyangkut suatu tujuan.. jika konsensus ini tidak ada... strategi manajemen secerdas apapun akan gagal.

Doa Bapa kami... Kutuliskan malam ini untuk Yo..

Doa Bapa kami ini aku tulis disini, saat Yo terbangun di malam hari dan meminta dibacakan doa Bapa kami. Inilah yang membuat aku tahu ternyata memang benar hampir semua memorynya hilang.. dan dia amat susah mengucapkan permintaannya ini, dia hanya mampu mengucapkan Bapa kami, Bapa kami.. Hari tersedih dalam hidupku...karena aku lupa mengenalkannya kembali pada doa ini.

Doa Bapa kami... Kutuliskan malam ini untuk Yo..
oleh Riwandari Juniasti Ismaja Purnama pada 29 Maret 2011 jam 0:26

DOA BAPA KAMI (Matius 6: 9-13)



Bapa kami yang ada di sorga

Dikuduskanlah namaMu

Datanglah kerajaanMu

Jadilah kehendakMu

Dibumi seperti di sorga

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami

Dan janganlah membawa kami kedalam pencobaan

Tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat



Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. AMIN.

TUJUH FAKTA YANG WAJIB DIKETAHUI SEBELUM MEMIMPIN..

Aku juga menyenangi tulisan-tulisan tentang Kepemimpinan yang ditulis oleh John C. Maxwell, aku sering mengutip nya walau sepotong-sepotong.

TUJUH FAKTA YANG WAJIB DIKETAHUI SEBELUM MEMIMPIN..

1. Seseorang mampu membuat perbedaan antara sukses dan gagal dalam organisasi apapun, hanya dengan menjadi pemimpin.

2. Faktanya : sebagaian besar orang menjadi sukses hanya melalui bantuan orang lain, dan kita bisa memperolehnya melalui kepemimpinan.

3. Kita tak perlu menjadi ketua untuk bisa menjadi pemimpin. Kita tak perlu menunggu di promosikan .. kita bisa menjadi pemimpin dengan segera.

4. Kita harus mampu memimpin dalam berbagai situasi.

5. Inti dari kepemimpinan adalah mampu memotivasi orang lain untuk menampilkan potensi maksimalnya, untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

6. Pemimpin itu dibentuk, bukan terlahir begitu saja. Kita bisa mempelajarinya seperti mempelajari ketrampilan lainnya.

7. Kepemimpinan yang baik itu tidak bergantung pada keadaan baik atau kondisi organisasi yang menyenangkan.

Penyebab jatuh bangunnya kepemimpinan adalah KOMUNIKASI...

Aku menyenangi tulisan John C. Maxwell tentang komunikasi. Aku senang menuliskan kembali dalam catatan di FB ku. Ini salah satunya.

Instrumen Kepemimpinan adalah Komunikasi... Penyebab jatuh bangunnya kepemimpinan adalah KOMUNIKASI...
oleh Riwandari Juniasti Ismaja Purnama pada 30 April 2011 jam 22:19

John W. Gardner berkata.."Jika saya harus menyebut instrumen kepemimpinan serba guna, jawaban saya KOMUNIKASI" Jika kita pernah membaca buku John C. Maxwell jelas bahwa ia percaya bahwa penyebab jatuh bangunnya segala sesuatu adalah kepemimpinan, namun yang belum disebutkan bahwa penyebab jatuh bangunnya kepemimpinan adalah KOMUNIKASI. Saat memimpin TIM, jadikan standar di bawah ini sebagai pedoman ketika berkomunikasi dengan anggota TIM:



1. TETAPLAH KONSISTEN

Anggota TIM selalu frustasi pada pemimpin yang tidak mampu membuat keputusan.Anggota TIM harus yakin bahwa mereka bisa mengandalkan diri dan ucapan kita.

2. BERKOMUNIKASILAH DENGAN JELAS

TIM tidak akan dapat melaksanakan rencana kita jika tidak tahu apa yang kita inginkan.Jangan coba-coba kita menyilaukan siapapun dengan kecerdasan kita. Buatlah orang terkesan dengan kejujuran kita,

3. JAGALAH KESOPANAN

Setiap orang layak diperlakukan dengan santun..apapun posisi orang itu dan bagaimanapun riwayat kita dengan nya. Dengan bersikap sopan terhadap anggota TIM, kita membawa keselarasan bagi organisasi secara keseluruhan.



Jangan lupa, karena kita seorang pemimpin, komunikasi kita harus bisa menciptakan keselarasan interaksi antara para anggota TIM. Tim senantiasa mencerminkan kepemimpinannya. Jangan lupa bahwa komunikasi yang baik bukanlah komunikasi satu arah. Komunikasi tidak boleh bersifat top down dan bergaya diktator. Pemimpin yang baik akan mendengar, mengajak dan mendorong partisipasi anggota tim.



Apakah komunikasi kita dapat menciptakan keselarasan dengan orang-orang yang kita pimpin???



The 17 Insputable laws of teamwork.

KITA ADALAH LENSA KITA

Ini juga lama.. dan bukan tulisan aku.. tapi aku suka tulisan ini.Ini adalah tulisan John C. Maxwell.

KITA adalah LENSA KITA
oleh Riwandari Juniasti Ismaja Purnama pada 30 April 2011 jam 22:45

Siapa diri kita menentukan cara kita memandang segala sesuatu. Kita tidak dapat memisahkan identitas kita dari perspektif kita. Eksistensi dan pengalaman kita mewarnai cara kita memandang segala hal. Itulah lensa kita.. Berikut yang dimaksud:



Seorang musafir medekati sebuah kota besar dan bertanya pada seorang tua yang duduk di pinggir jalan, "seperti apa orang-orang yang tinggal di kota ini?"

"Seperti apa orang-orang yang tinggal di kota yang baru anda kunjungi" kata orang tua itu balik bertanya.

"Mengerikan,"jawab musafir itu.."Jahat, tidak dapat dipercaya, sangat menyebalkan dalam segala hal."

"Oh..," sahut orang tua itu.., "Anda akan menjumpai orang-orang serupa di kota yang anda tuju."



Baru saja musafir tadi pergi, ketika musafir lain berhenti untuk bertanya tentang penduduk kota di depannya/ Lagi-lagi orang tua itu menanyakan penduduk kota yang baru ditinggalkan si musafir.

"Mereka orang yang baik, jujur, rajin, dan suka memaafkan kesalahan orang."

Orang tua tadi menjawab.."Orang seperti itulah yang akan anda jumpai di sini."



Cara orang memandang sesamanya merupakan cermin dari diri mereka. Jika kita seorang yang bisa dipercaya, kita memandang orang lain sebagai dapat dipercaya. Jika kita seorang yang suka mengeritik, kita juga memandang orang lain sebagai tukang kecam. Jika kita seorang yang memiliki kepedulian, kita melihat orang lain sebagai orang yang berbelas kasih. Jika kita mengubah diri dan menjadi orang sebagaimana kita kehendaki, kita akan mulai melihat orang lain dari sudut pandang baru.. Ini akan mengubah cara kita berinteraksi dalam segenap hubungan.



Winning with People...

Fenomena "MBAK"

Ini juga sebuah catatan yang lama.. tapi sayang juga kalo tak aku inventaris dalam blog ku.. karena peran "mbak" memang amat berarti dalam hidupku.

Fenomena "MBAK"
oleh Riwandari Juniasti Ismaja Purnama pada 06 Mei 2011 jam 7:24

"Kalau mbak yang dulu selalu siapkan aku semuanya dan tahu apa yang aku mau," begitu kata anakku saat mbak yang baru belum bisa apa-apa dan belum mengerti apa-apa, bahkan kadang-kadang seperti tidak mau tahu apa-apa. Aku hanya bisa mengingatkan bahwa semuanya itu perlu proses, perlu waktu..tidak bisa tiba-tiba dia tahu sendiri. Kita harus sabar mengajarnya, memberi tahunya, membimbingnya dan mencoba mengerti seperti apa orangnya. Disitulah kita mengambil peran. Kadang tidak dimarahi saja tidak kerasan apalagi dimarah-marahin, kadang sudah diperhatikan saja masih tidak betah apalagi tidak diperhatikan.Kadang sudah dibimbing dengan baik dan menjadi pintar saja belum jaminan dia akan mengikuti kita selamanya.



Mbak sekarang tidak seperti mbak jaman dahulu kala yang bisa setia bekerja sampai bertahun-tahun. Bahkan ada yang ikut dari kecil sampai menikah masih dengan setia menyertai kita. Mbak sekarang adalah mbak yang mau bebas dalam bekerja..tak suka terlalu diatur-atur.. minta diberi ruang untuk berinteraksi dengan orang lain..menggunakan HP, sesekali diijinkan jalan-jalan dengan tetangga sebelah bahkan harus bisa diijinkan untuk pacaran. Mbak sekarang datang kadang tanpa keterampilan apa-apa.. kadang tanpa tata krama.. kita perlu kesabaran yang tinggi untuk mengajarinya. Dan saat ini banyak mbak yang merasa lebih baik bekerja di pabrik atau di restoran-restoran dibanding bekerja di rumah tangga. Karena bekerja di pabrik atau di restoran lebih memberikan kebebasan dalam berinteraksi dan lebih mempunyai ruang gerak. Dan itulah yang menyebabkan para ibu-ibu kesulitan mencari mbak.



Apapun kondisinya ... sejelek apapun kerjanya.. kadang kita tetap merasa kehilangan disaat mbak kita meminta ijin pulang. Amat terasa perbedaannya. Kadang kita kesal dengan sikapnya.. kadang kita kesal dengan hasil kerjanya.. namun disaat dia pergi kita amat merasakannya. Sekecil apapun kontribusinya.. ternyata mempunyai efek dalam kehidupan kita. "Mbak yang dulu sabar..yang ini kok begini sih mii..", "mbak yang dulu semua mau dikerjain mi... yang sekarang kerjanya pilih-pilih", "mbak yang dulu kalo udah selesai kerjanya..mau bantu aku.. kalo yang sekarang kok tidur melulu sih mi...", "mbak yang dulu biar malas kerjanya tapi hatinya baik ya mi...", "mbak yang dulu biar kalo kerja disuruh-suruh tapi bawaannya happy terus ya orangnya...", "mbak yang dulu itu biar lebay..ngomongnya suka di lebih-lebihin ditambah-tambahin tapi semangatnya tinggi ya mi..". Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing dan kita baru menyadarinya saat dia pergi. Sulit kita mencari seorang mbak yang sempurna seperti yang kita harapkan.



Mbak ternyata membuat saya banyak belajar padanya.. mbak telah membuat saya menjadi orang yang lebih sabar dan mencoba mengerem kemarahan... mbak telah membuat saya menjadi orang yang mau sabar membimbing walaupun kadang-kadang kekesalan sudah diubun-ubun..Mbak mengajari saya untuk menghargai kontribusi setiap orang.. entah kecil entah besar... Sudah bagus ada mbak yang mau kerja... karena mencarinya luar biasa susah dan luar biasa mahal. Tanpa mbak saya tak bisa bekerja untuk menghidupi keluarga ini.. ada anak-anak yang harus dijaga.. ada suami yang sakit yang harus dibantu mengambil makanan dan harus dijaga kondisi kamar mandi agar selalu kering...



Walau acapkali saya sering lupa di saat tertekan.. tapi paling tidak dengan ketidakhadiran mbak di rumah bebeapa hari kita makin menyadari peran mbak dalam kehidupan kita. Seperti pagi ini.. ketika teko air putih masih kosong.. padahal biasanya mbak yang dulu selalu setia menyediakan air putih yang telah diolah seteko penuh... ahhhh dari hal yang sederhana saja sudah amat terasa....

Belajar dari Ki Hajar Dewantara...

Ini sebuah postingan lama.. kemarin kucatat di catatan Facebook, aku sedang memindahkan tulisan-tulisanku ke dalam blog pribadiku.


Belajar dari Ki Hajar Dewantara...
oleh Riwandari Juniasti Ismaja Purnama pada 02 Mei 2011 jam 22:23

Ingat KI Hajar Dewantara.. ingat Taman Siswa.. Ingat Taman Siswa.. saya pasti teringat pada ayah saya.. Ayah saya adalah guru yang baik.. tak banyak bicara.. tapi banyak hal yang dilakukannya.. Jarang memerintah .. tapi lebih banyak memberikan contoh. Perbincangan dengannya selalu menarik dan saat memperhatikannya angan saya pasti melayang kemana-mana... Ayah saya banyak menginspirasi kehidupan saya.. tapi sayang sulit sekali bertindak seperti ayah saya.



Sebagai seorang guru yang pernah mengajar di Taman Siswa, Ayah sering bicara soal Ki Hajar Dewantara.. soal Tut wuri handayani, dan saya sangat melihat kehidupan ayah saya selalu mengikuti semboyan ini. Dan semboyan ini saya rasakan tidak hanya pas untuk guru..tapi juga pas untuk menjadi semboyan para pemimpin.



Semboyan Tut Wuri Handayani itu aslinya adalah ing ngarso sung tulado, ing madyo mangun karso dan tut wuri handayani.. apakah artnya..? Ing ngarso sung tulodo.. seorang pemimpin itu harus bisa memberikan teladan atau contoh tindakan yang baik. Ing Madyo mangun karso..pemimpin itu berada diantara anggota timnya.. pemimpin harus bisa menciptakan prakarsa dan ide-ide. Tut wuri handayani.. pemimpin itu mengikuti saja dari belakang.. cukup memberikan dorongan dan arahan.



Sudahkah kita belajar dari Ki Hajar Dewantara.. sudahkah kita jadi pemimpin yang memberikan teladan..yang memberikan dorongan dan pemimpin yang menginspirasi..???? Pemimpin yang mampu menciptakan pemimpin-pemimpin yang berkualitas.. dan mempercayainya untuk melanjutkan kepemimpinannya...



Selamat Hari Pendidikan Nasional...

Minggu, 07 Agustus 2011

Mutiara Persahabatan - Dari Blog sebelah

Mutiara Persahabatan..... dari Blog sebelah...
oleh Riwandari Juniasti Ismaja Purnama pada 29 Mei 2011 jam 22:52

“Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah”

“Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama”

“Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya”

“Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian”

“Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya”

“Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah”

“Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya”

“Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis”

“Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya”

“Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinnya”

“Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri”

“Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita. Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda??. Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai??”

“Siapa yang ingin bersama anda pada saat tiada satupun yang dapat anda berikan??. Merekalah sahabat-sahabat anda”

“Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka. Karena seorang sahabat bisa lebih dekat dari pada saudara sendiri”